Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Rekan2 hanya berbagi pengalaman bepergian kemaren.
Tanggal 14 Februari adalah waktunya untuk pulang ke Surabaya tuk mengejar pesawat ke Bpn jam 10 pagi besoknya. Mempertimbangkan info2 terakhir di milis tentang kondisi jalan pantura dan jam kedatangan bis akhir-akhir ini yang sering molor, sebenarnya gak banyak pilihan yang bisa diambil.
Ada beberapa pilihan waktu itu yang sempat masuk dalam rencana tuk ke Surabaya:
Pilihan pertama adalah naik bis Madura Haryanto yang start jam 12 dari PG, karena secara logika adalah bis berangkat masih siang,ngejoss dan bila ada macet masih ada allowance waktu tuk sampe di Surabaya.
Pilihan kedua adalah naik Rosalia Indah Surabaya via jalur tengah (Solo), karena berdasarkan pengalaman terakhir bulan lalu sukses landing di Bungurasih jam 06.00 pagi.
Pilihan berikutnya adalah naik Akas Asri jam 13.00 dari RM, karena sudah 3x naik (tapi udah lama) dan sukses sampe Surabaya antara jam 4-5 pagi.
Atau pilihan yang terakhir naik lagi PK yang paling awal (biasanya PK Jember jam 13.00 an) dari RM. Terakhir nyoba PK Jember landing Sby jam 7 pagi (oper bis Bandung – Sby biar sampe Bungurasih).
Siang tgl 14 Feb itu urusan di Jakarta (daerah Rawamangun) selesai jam 11 an siang. Coba cek satu persatu alternatif diatas.
Kontek Haryanto PG, dapat jawaban kalo jurusan Madura hari itu termasuk High session alias penuh karena ada libur Mauludan. Sudah gitu tarip yang di patok termasuk tinggi diangka 200 rb tuk surabaya, padahal hari biasa bisa di 150-170 rb an. Dan kebetulan terakhir brangkat jam 12 an. Ya udah karena masih ada keperluan lain dan hati kurang sreg, saya pun gak ambil alternatif ini.
Pilihan kedua coba kontek agen Rosin RM pak Manto, dan dapat jawaban kalau Rosin masuk RM tergantung permintaan agen. Jika penumpang 2 atau lebih maka bisnya masuk RM, tapi kalo cuma 1 penumpang maka bis gak masuk. Kebetulan hari itu belum ada penumpang Rosin ke Sby, makanya bis nya pun gak masuk RM. Yo wis lah berarti gak jodo sama Rosin sby.
Berhubung pilihan berikutnya adalah Akas Asri dan PK, maka lebih mudah buat saya kalau nanti sudah datang ke RM.
Tepat jam 12.30 diiringi gerimis kecil, saya sudah sampe di RM. Di pintu masuk yang biasanya berjejer pasukan PK, siang itu baru ada 1 bis jurusan Prabumulih. Waduh kemana bis Jember dan Dps nya ya, biasanya kan sudah parkir di situ. Ah nanti dululah. Saya pun terus melangkah ke parkiran tengah.
Terlihat jam segitu di jalur 1 sudah parkir Akas Asri jurusan Jember dan di jalur 2 agak depan terparkir Lorena LE-450 Banyuwangi.
Siang itu Akas berbalut Travego lama dgn kondisi masih orisinal, baik eksterior (bodi, lampu2 depan/blkg) dan interiornya (kursi, plafon, tivi, dll), dan juga masih make mercy 1521 (ngelihat panel2 nya dan tuas persneling). Sebenarnya sih kurang begitu greget kalau lihat penampakannya. Beda dg Lorena 450 yang sudah berbaju New-Trav Marco mercy 1525 kinclong plus kursi import nya itu (apa ya Fainsa??), wah sebenarnya lebih menarik ini.
Tapi entah kenapa siang itu hati ini lebih sreg tuk memilih Akas Asri. Selain jam berangkat yg pasti (jam 13.00) juga rasanya Akas gak pake acara mampir-mampir agen di sepanjang Jkt cikampek, hingga waktu tempuh harusnya bisa diperpendek.
Langsung dateng ke mas Nanang (buset badannya jadi bengkak gini) dan langsung ngobrol kayak penumpang  lama. Minta bangku dobel yang masih kosong dan dapet 4c/d dg harga yang spesial juga (lumayan lah selisih dgn Lorena dan PK). He..he secara perjalanan ini rencana mau banyak2 istirahat saja (maklum perjalanan hari ini dan besoknya alamat akan panjang). Hari itu okupansi Akas tidaklah bagus hanya mengangkut 15 penumpang, 3 turun Semarang, 1 Surabaya dan sisanya Probolinggo dan Jember. Wah ada juga ternyata pelanggan setia Akas ini.  Semoga dg kondisi ini Akas masih tetap eksis di jalur Jakarta ini.
Tepat jam 13.00 diringi gerimis kecil sang Akas Asri mulai mengelinding meninggalkan Rawamangun. Sepintas sang Lorena masih anteng di jalurnya, dan di belakang sana baru terlihat 3 PK parkir gak tahu yang mana yang akan berangkat duluan.
Tepat seperti perkiraan saya, sang Akas ini langsung ngejoss ke arah Cikampek gak pake acara mampir-mampir agen. Dg driver pertama terlihat awalnya masih santai belum terlalu ngotot. Di tol Cikampek sang driver memilih main aman di jalurnya, sering nya bermain di jalur 1,2 dan 3. Sangat jarang memanfaatkan jalur 4, he.he takut di tilang Polisi mungkin. Tapi terasa juga kalau dg mesin lama ini laju Akas tetaplah garang mirip dg mesin yang mudaan, jika didepan kosong rasanya bis ini sanggup melewati angka 100 km/j dg mudah. Karena lebih memilih aman di jalur 1,2 dan 3 Akas ini sukses di salip sama Primajasa dan juga bis Cirebonan. Sebelum Karawang timur PK Madura OH 1525 sukses melewati Akas dari jalur 4. He..he gak pa palah paling di Cikopo kesalip lagi.
Jam 14.15 keluar Cikampek dan berjarak 3 mobil didepannya ada PK Madura tadi. Gak lama kemudian PK masuk agen dan Akas pun lanjut. Siang itu dari Cikampek gak ada tambahan penumpang hanya sang tukang Dodol aja yang naik. Akas pun lanjut ngejoss lagi ke timur. Ciri khas sang driver 1 adalah suka nahan gas kalau oper gigi dan juga kayaknya oper di rpm yg cukup tinggi. Khas nya bis Akas Jatimer. Rasanya sama kayak saya naik Akas yang dulu, tidak ada acara irit-iritan solar, yang ada adalah ngejoss tanpa mikir solar atopun jumlah penumpang.
Jam 16.00 tepat sang Akas pun berlabuh di rumah makan Singgalang Jaya Indramayu. Rmh makan ini sama dg Malino, KD dan Putra Remaja. 3 jam adalah waktu yang dibutuhkan oleh sang Akas dari RM ke rmh makan di Indramayu ini. Yah pasti lebih dari lumayan nih. he.he
Jam 16.30 tepat sang Akas melanjutkan perjalanan dan berganti ke driver ke 2. Mungkin berusia sekitar 40 an badan kecil dan berkaca mata. Rasanya feeling saya mengatakan gayanya biasa aja. Ternyata tepat, sang driver tidaklah se garang yang pertama tadi. Tetapi kesan loss solar masih tetap ada. Hanya perhitungan sang driver lebih halus, juga dari perpindahan gigi tidak di RPM tinggi. Tapi tetap smooth dan ngejoss. Hari masih terang dan belum terlalu banyak bis yang lewat. Saya yakin banget kalo PK masih jauh di belakang sana.
Gak sampe 40 menitan sang Akas sudah masuk di tol Kanci. Dg halus sang driver bawa Akas ini membelah jalanan yang masih cukup sepi ini. Tak di nyana menjelang exit Ciparna sang Akas bisa nyalip PK Maduran Proteus yang kayaknya jalan cukup santai di jalur kanan. Ini beda dg PK yang tadi nyalip di Cikampek.
Jam 17.30 an Akas mengarahkan masuk ke tol Bakri Pejagan. Wah salut deh, biarpun okupansi penumpang tidak banyak dan sebenarnya bisa ngirit mau lewat bawah, ternyata sang Akas tetap memilih jalur yang tercepat. Mungkin prinsip lebih cepat sampai lebih baik yang dianut sang Akas. Jadinya sore itu sayapun bisa menikmati tol Pejagan dg kondisi yang masih terang.
Sekitar jam 18.40 an masuk Tegal, melewati terminal cukup sepi dan juga di agen PK tidak tampak aktifitas. Lanjut lagi, dan seperti biasa tiada kawan yang seiring ke timur.
Menjelang masuk Pekalongan dari samping ada sorot lampu LED mau OT dan ternyata itu adalah Haryanto Madura Hino RK8. Wuss kenceng sekali dan langsung meninggalkan sang Akas. Tak terlihat driver 2 mau mengejar, mungkin juga sudah perhitungan antara kemampuan mobil dan kondisi jalan. But it’s ok aja toh ini masih sore an.

Jam 20 an menjelang masuk terminal Pekalongan sang Akas berhenti. Saya pikir ada penumpang mau naik, gak taunya driver dan kenek nya pada pengen makan nas gor. Walah ilang deh waktu 15 menitan. Dalam kurun waktu tersebut yang lewat ada PK yang tadi disalip di Kanci dan ada 1 KD (New Marco) mungkin KD Denpasar.
Lepas makan ternyata driver berganti lagi ke driver 1, dan seperti sebelumnya langsung main di putaran tinggi dan ngejoss.
Menjelang jam 20.30 an mulai masuk alas roban dan sang Akas tidak kesulitan menundukkan tanjakan yang ada. Tidak terlihat ngos-ngosan dan dgn ringan melalui tanjakan tadi. Wah salut deh dengan engine Akas ini.
Dari arah depan mulai banyak simpangan dgn bis ke arah Jakarta dan terbanyak tentunya bis trah Wonogiren, Purwodaden dan Madiunan.
Menjelang habisnya alas roban di jalur yang lama sang Akas banyak ngeblong truk-truk yang ada, dan dengan lincah OT satu persatu. Rasanya kayak ada yang nempel di belakang Akas ini. Sayapun coba nengok pas di tikungan2, dan rupanya memang ada satu bis yang dari tadi nempel Akas. Sang Akas pun tetap konsisten menjaga kecepatan.
Melewati rumah makan di sekitar alas roban masih banyak bis2 yang sedang beristirahat, termasuk di Bukit Indah (Shanti, Haryanto,dll), Sendang Wungu (Muji, Lorena,OBL), Gerbang Elok (Ramayana) dan juga Sari Rasa (Nusantara, Harjay, Rosalia). Menjelang masuk pabrik Gula di Weleri pas di tikungan akhirnya bis yang dari tadi nempel Akas masuk dari sisi kiri dan mendahului Akas ini. Oh rupanya dia adalah PK Madura Hino RG rombakan. Ngejoss juga. Sayang di lampu merah sang PK lolos sedangkan Akas harus berhenti karena lampu merah. Hilang deh teman seperjalanan.
Setelah itu tak banyak detail yang saya catat, selain juga karena sering tertidur.
Beberapa yang masih teringat :
Sekitar jam 23 an kurang lewat Terboyo Semarang.
Jam 23.30 an berhenti di depan terminal Kudus. Rupanya sang driver pengen pipis. Lanjut lagi.
Dari sinilah sebenarnya momok akan kemacetan pantura di mulai. Karena selepas Kudus lah mulai ada kemacetan yang disebabkan kerusakan jalan yang parah, seperti yang akhir2 ini diberitakan di milis.
Menyiasati hal tersebut yang saya lakukan adalah tidur dan ambil posisi PW. Yah berharap saja dg tidur ada ataupun gak ada kemacetan biar gak kerasa, he.he.
Sebelumnya tadi lewat Semarang beberapa kali kres dg Haryanto,PK dan KD. Berharap saja tidak ada kemacetan yang parah di jalur pantura ini.
Lamat-lamat sang driver ngobrol lewat jendela dg bis dari arah depan (kayaknya Akas ato Harapan Kita) yang menyatakan jalur aman dari macet. Ahh semoga lancar. zzz..zzz.
Di suatu daerah (gak tahu dimana soalnya abis merem) kayaknya lepas Lasem , dimana banyak konvoi truk2 di depan, tiba2 dari sebelah kanan nyalip dengan maksa satu bis, dan ternyata dia adalah EZRI Cirebon berbaju Nukleus 3. Edaann, dari cara OT Akas dan truk2 didepannya terlihat sang driver Ezri berkarakter agresif. Wah boleh lah ini pemain Cirebon Malang ini. Sebenarnya sang Akas mencoba mengejar, tapi karena kondisi jalanan yang ramai plus driver Ezri juga nekat, pelan-pelan sang Ezri menjauh. Ahh.. tidur lagi.
Sekitar daerah Tuban terjadi pergantian driver. Rupanya sang Akas gak berhenti di rumah makan. Di tangan driver ke 2 yang berkarakter lebih halus saya lanjutkan merem lagi. zzz.zzz
Melek lagi loh sudah sampai di pintu tol kebomas Gresik. Sang driver abis pipis rupanya. Mencoba lihat jam di HP kok masih di jam 04.xx (loh HP saya kan waktu Balikapan, alias lebih cepat 1 jam, artinya di jam 03.xx ?). Waduh setengah sadar saya coba bangun dari tidur dg posisi PW tadi. Mencoba membereskan barang-barang karena sudah gak jauh lagi akan turun. Sambil nunggu gak kerasa mata merem lagi, dan dibangunkan sama mas kenek karena ditanya mau turun di Surabaya dimana?
Langsung lihat luar masih gelap dan jam masih di angka 03.50 WIB, sayapun bilang kalo turun di Porong saja. Wah kalo jam 04 pagi turun di Demak trus ke Bungur naik apa ya?
Tepat di jam 04.05 WIB sang Akas melintas pintu tol Demak, dan lanjut ke arah Porong.
Dan akhirnya di jam 04.30 WIB saya pun sampai di Porong dan turun dari sang Akas di depan Mesjid besar Porong.
Wow akhirnya pilihan saya dg naik Akas Asri tidaklah salah. Dan untuk yang ke 4 kalinya saya pun tetap diantarkan dg selamat oleh sang Akas ini dibawah jam 5 pagi sampai di Surabaya. Dan juga dgn kondisi jalan pantura yang hancur di beberapa bagian/kota, pencapaian yang terakhir ini lebih istimewa buat saya. Dan akhirnya memang Akas Asri (masih) dapat diandalkan untuk mereka yang ingin sampai pagi di Surabaya.
Demikian sharing pengalaman saya kemaren, dan semoga dapat diambil hikmah oleh yang membutuhkan.
Terima kasih dan mohon maaf bila ada bagian cerita ataupun kata2 yang kurang berkenan.
Salam,
Irfan
KAL001
Tambahan :
Menurut saya Akas Asri Jakarta Jember:
Poin Plus :
- Bis ngejoss
- Solar tidak dibatasi
- Tidak mampir2 di agen selama di perjalanan. Agen hanya di PG dan RM dan langsung Cikampek trus ke timur. Hemat waktu
- Kursi nyaman. 28 seats (Aldilla) dg leg rest plus pijakan kaki. Ada smoking room
- Mesin ok biarpun mercy lama, gak kalah dg mercy yang mudaan.
Poin Minus:
- Bis bodi lama, belum ada peremajaan. Susah bersaing dg kompetitor
- Cuma satu bis yang berangkat sekali jalan. Resiko kalo ada halangan di jalan
- Kurang dari sisi entertainment, kurang nyaman untuk jarak jauh. Bis kemarin sama sekali tidak ada hiburan TV atau musik
- Servis makan di Singgalang kurang nyaman. Lebih enak yang sebelumnya di Cirebon
- Fasilitas toilet bis kurang dirawat, seumuran dg bisnya juga interior belum di refresh (masih lama)
- AC kurang dingin di bis yang saya naiki kemaren, mungkin setelan nya


Catatan Perjalanan yang lainnya:



irfan
Ditulis oleh

'bus lovers'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;