AKDP F1 PURBALINGGA

Di eks karsidenen Banyumas atau yang lebih terkenal dengan Banyumas Raya terdiri atas beberapa kabupaten, kabupaten itu adalah Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Dalam hal moda transportasi eks karsidenan Banyumas memiliki 2 jenis yaitu transportasi jalan raya dan kereta api, akan tetapi kreta api hanya menjangkau kabupaten Banyumas dan Cilacap saja,,,,, hhhee

[singlepic id=154 w=320 h=240 float=]

Kayanya bahasanya serius banget yah.. gini jah saya sebagai member baru serta junior BMC akan mencoba menampilkan sebuah profil bus Antar Kota Dalam Propinsi AKDP, (maph yah masih anak SMA jadi belum boleh pergi jauh2 ma mamih AKDP cukup lah…..hhhee) yang beroprasi di wilayah eks karsidenen banyumas khususunya ukuran ¾. Ada beberapa rute yang dilayani bus ¾ yang melalui eks karsidenan Banyumas yaitu Purwokerto – Tegal, Purwokerto – Banjar Patoman, Purwokerto – Cirebon ( Patas AC), Cilacap – Kebumen, Purwokerto – Wonosobo, Purwokerto – Pemalang – Pekalongan dan Jalur terramai dan serta terbanyak alternative Purwokerto – Cilacap. Akan tetapi berhubung saya masih bau kencur maklum lah baru tau bismania beberapa bulan yang lalu dan orang purbalingga tulen asli maka saya hanya akan membahas Purwokerto – Pemalang – Peklaongan dan Purwokerto – Wonosobo yang kedua jalur bus ini mempunyai jalur yang sama pada rute Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga.

[singlepic id=153 w=320 h=240 float=]

Setelah dari terminal bus Purbalingga, bus Pemalangan menuju arah Bobotsari dan bus Wonosobo menuju arah Banjarnegara, Para pemain dalam rute Purwokerto – Pemalang – Pekalongan adalah Refina ( berkantor pusat di Pemalang, kalau nda salah), Teguh (berkantor pusat di Purwokerto), Ragil Jaya (berkantor pusat di Purwokerto), Sata Wangi (berkantor pusat di Pemalang), dan Lestari Muda (berkantor pusat di Bobotsari), Kopti Jaya (berkantor pusat di Pemalang).

[singlepic id=152 w=320 h=240 float=]

Sedangkan untuk bus Purwokerto – Wonosobo punya pemain Cebong Jaya (berkantor pusat di Wonosobo),, Teguh (berkantor pusat di Purwokerto), Oetomo (berkantor pusat di Wonosobo), Cahaya Limex (berkantor pusat di Purwokerto), Virgo (berkantor pusat di Purwokerto), Sri Utami (berkantor pusat di Banjarnegara). Bus pada rute ini saya rasa mempunyai banyak kelebihan selain adalah bis resmi F1 untuk wilayah banyumas raya khusus lintasan Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga yang jalanya sedikit agak lebar….. hhhe

[singlepic id=151 w=320 h=240 float=]

Mengapa saya sebut bus F1 karena banternya ntu masa ampun kayak bus malam ajeee, bis bumel Semarang juga dilibas nda da ampunan (bkan menjelek – jelekan lho) kebanteran dari dua rute bis ini adalah seperti tak mempedulikan setoran yang menjadi tanggungan kedua jalur bis ini, yang hanya adalah ngeblong – ngeblong dan ngeblong.

[singlepic id=149 w=320 h=240 float=]

Saking seringnya ngeblong paling tidak tiap tahun ada bus yang kecelakaan, hhhheee saya tidak menyebut ugal – ugalan lho… hhe dalam persaingan berebut penumpang bus ini mempunyai penumpang yang setia, terutama perawan perawan pabrik dari Purwokerto dan Banjarnegara serta daerah Bobotsari yang kerja di purbalingga ya maklum lah purbalingga kan kota industri rambut palsu alias wig dan idep alias bulu mata.

[singlepic id=146 w=320 h=240 float=]

Mereka mungkin setia karena kecepatan dan ketepatan waktunya, padahal terdapat persaingan dari bus bumel Purwokerto – Wonosobo – Semarang yang lebih besar tetapi tua – tua serta dari bus mikro jurunan Purwokerto – Purbalingga – Bobotsari yang merupakan makhluk pribumi asli, maupun Purwokerto – Banyumas Banjarnegara yang ngeline dari Klampok – Banjarnegara mungkin karena hal kecepatanlah yang menyebabkan bus yang menlayani jalur ini tak kehabisan uang untuk setoran ( mungkin ) ….. hhe

[singlepic id=145 w=320 h=240 float=]

satu hal yang lebih menarik adalah bis ini adalah bis setengah patas, mengapa demikian. Karena bis ini pada jalur Purwokerto – Sokaraja – Purbalingga tak menurunkan penumpang, hanya menaikan saja, mungkin ada mahluk mikro yang menghuni line ini, ya sebagai rasa sepenanggungan punya anak istri di rumah dan sama – saama mencari nafkah.

[singlepic id=147 w=320 h=240 float=]

Bis yang ngeline kedua jalur ini rata – rata menggunakan karoseri New Armada, Laksana, dan Agustinus model unknown (maksudnya saya tidak tahu modelnya). Bus ini sangat dianjurkan untuk para penggila kecepatan. Karena merupakan bus bumel jadi diharapakan para member BMC yang mau mencoba F1 versi purbalingga ini harap pintar – pintarlah menawar harga.. sekian…

[singlepic id=148 w=320 h=240 float=]

Mohon maaf apabila ada kata – kata yang sulit dimengerti dan kesalahan penulisan, kritik dan saran sangat mebantu saya untuk menjadi lebih baik, terimakasih…..

Uje, BMC Purbalingga.

Comments

  1. Hehe, sudah dibuktikan naek cebong jaya dari wonosobo ke pwt sewaktu turing by DMI Gajah Putih bersama rekan2 BMC memang ngeblonk.
    Kejadian lucu (tidak patut diikuti) karena tidak tau tarif wonosobo-purwokerto, ketika melintas cebong jaya tanpa penumpang dengan pd menawar 5.000 dan ketika dibalikin sama kenek tarif biasanya memang berapa pada bingung semua akhirnya disepakati wonosobo-pwt 10.000

  2. ya bener mas, tapi untungnya semua crewnya ramah ramah..

  3. Wah emg kenceng tu bus f1,tp kalo lwn bumel trikusuma oveis msh kalah,kalo sumeh atow maju makmur sih disikat abiz 5 cebong jaya pernah ku kejar pk mtr kec d jalan wnsb-banjar ampe 90 kmpj

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.