
Jembatan Suramadu
Mengakhiri bulan Oktober dan mengawali bulan November, BisMania Community (BMC) Korwil Yogyakarta mengadakan acara “Road to Suramadu”. Acara ini dimulai tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2009. Tak kurang dari 37 peserta tercatat dalam event kali ini.
Road to Suramadu menggunakan armada PO Sargede AB 2773 BA yang dikawal Pak Supri dan kawan-kawan. Berangkat dari Mabes Sargede di bilangan Umbulharjo malam Sabtu sekitar pukul 21.00. Pada kesempatan kali ini, kami mendapat kehormatan dari owner Po Sargede Mas Jatmiko dengan kerelaannya menjadi driver hingga lepas Jalan Solo. Setelah stir kemudi berganti, giliran Pak Supri yang menghantarkan kami menuju Suramadu.
Perjalanan berlangsung lancar tanpa hambatan yang berarti. Suasana jalanan kala itu lumayan ramai dengan rombongan bis-bis pariwisata. Kami semua tiba di jembatan Suramadu menjelang pagi hari sekitar jam 05.30. Jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dengan Pulau Madura ini membuat kami semua takjub. Apalagi ketika melintas diatasnya. Lalu lalang kendaraan menghiasi pagi yang cerah.
Rasa penasaran kami untuk melihat serta merasakan jembatan terpanjang di Pulau Jawa ini dapat terobati setelah perlahan-lahan berputar dan mengitarinya. Selain kami, terdapat juga rombongan wisatawan yang merasakan sensasi Suramadu. Setelah tiba di Kamal, Pulau Madura, kami semua beristirahat sejenak. Kegiatan utamanya adalah berfoto-foto ria. Mengabadikan diri bahwa telah menjejakkan kaki di Suramadu. Disinilah kami bisa meluapkan hasrat mengingat adanya larangan berfoto di atas jembatan. Ya, cukup sebagai background lah. Suasana pagi bertambah ramai dengan kehadiran para pedagang yang menjajakan dagangannya. Ada souvenir, pernak-pernik, makanan hingga minuman. Suasananya lumayan ramai seperti Sunday Morningnya UGM.
Setelah satu jam berlalu, kami semua meninggalkan Suramadu. Berada di tengah jembatan Suramadu merupakan sensasi tersendiri bagi kami. “Wuahh, kayak di Amerika”, komentar Ferry. Yang lain turut menimpali, “Persis, London Bridge”. Pokoknya aku puas sekali bisa ke Suramadu”, bisik Febri,”Kapan ya Selat Sunda bisa seperti ini ? Biar aku kalau pulang kampung lebih cepat dan nyaman”, lanjut cowok asal Lampung ini.
Pada umumnya semua peserta merasa terpuaskan mengunjungi Jembatan Suramadu. Di sisi lain, banyak yang berharap agar bangunan yang menghabiskan banyak biaya dalam pembangunannya ini bisa terjaga dan terawat dengan baik dan bermanfaat sampai anak cucu kelak.
Road to Suramadu. Benar-benar mengharu biru. Banyak cerita. Banyak suka, canda dan tawa. Thanks kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara kali ini. Thanks for a lot. ***
(artikel ditulis oleh Bowo GK, poto oleh Juprex)





kok pada g bilang” bmc yogyakarta pada k suramadu,btw bola tanggung bget klo k madura cuma merasakan suramadu ja.Pdhl bnyak t4 pariwisata yg bgus untuk dkunjungi d madura.Lagian jg d madura ada korwil bmc madura lho….
Roby
tnt_c4@rocketmail.com
Nah tuh temen Jogja…. ada Roby yang mbau rekso madure tepatnya bangkalan… sorry rob karena suasana hati saat itu gak kepikiran kasih info ke roby… Roby ikutan milist juga donk
ayo kurang koordinasi nih …
coba untuk rekan2 bismania yang akan bepergian / turing, dan butuh info / pengen ketemuan / dll, bisa cek dulu di bagian “KONTAK”, disitu udah ada lengkap kontak kawan2 bismania se Indonesia
Suramadu memang bikin penasaran banyak orang,sabtu malam 14 November 2009 serombongan bakul pasar prawirotaman jogja berangkat tour ke Suramadu hehehe…