Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

1

BisMania Community (BMC) korwil Yogyakarta berkesempatan mengikuti event pameran di Kampung Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) di Graha Sabha Pramana, Bulaksumur Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 11-13 Oktober 2009 dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UGM ke 60. Dalam pameran ini, BMC Yogya menempati stand sisi timur, diujung selatan dekat dengan gerbang masuk. Selain BMC Yogya, pameran ini diikuti pula oleh lembaga serta komunitas lain, misalnya saja komunitas pit onthel, handycraft serta dunia kuliner.

2

Hari pertama setelah pembukaan, stand BMC Yogya sudah heboh oleh banyaknya pengunjung. Mereka sangat antusias dan responsif dengan kehadiran komunitas penggemar bis ini. Berbagai pertanyaan terlontar dari mereka. Misalnya saja menanyakan jenis-jenis bis, mesin, karoseri, trayek, hingga perusahaan otobis. Tak lupa, mereka juga mengorek seputar visi, misi, kegiatan dan kiprah BMC di jagat transportasi khususnya bis ini. Dengan sabar, para penjaga stand diantaranya Bung Daniel “Plentonk” Koestoro, Bung Desika, Bung Pranowo, Bung Uus serta wadyabala BMC lain menjelaskan setiap pertanyaan.

Suasana hari pertama semakin gempar tatkala kemunculan sebuah sasis. Ya, satu gelondong sasis Mercedes Benz 1518 milik PO Sargede hadir ditengah semaraknya Kampung Budaya UGM. Tak hanya ngendon di depan stand BMC, sasis ini juga berkeliling di seputaran kampus UGM. Banyak yang terheran-heran mendapati sasis bis dengan enaknya bermanuver di areal kampus. Sasis yang rencananya minggu depan ini dipasangi bodi Setra benar-benar menjadi ikon stand BMC Yogya.

3

4

Hari Senin, 12 Oktober stand BMC Yogya tak lagi menghadirkan sasis tetapi sudah komplit berikut bodinya. Tak hanya satu, tetapi dua sekaligus. Satu dari PO Sargede, sisanya dari PO 99 Transjaya. Kedua bis terparkir rapi semenjak pagi hingga menjelang malam. Para pengunjung dipersilahkan masuk ke dalam bis. Di sini banyak obrolan terjadi. Mulai dari interior hingga eksterior. Bagian mesin tak luput jadi pertanyaan. Bung Doni dan Bung Rizky dibantu Bung Febri mencoba memuaskan dahaga para pengunjung dengan memberi penjelasan sedetil-detilnya.

5

6

Hari terakhir pameran merupakan puncak atau dapat dikatakan sebagai gongnya BMC Yogya. Betapa tidak. Pada hari Selasa itu, datang Jupiter Li dari PO Bimo dan Royal Coach E Setra selendang PO Sistrans. Kali ini tak hanya nongkrong di stand, tetapi berkeliling. Tak hanya diseputar kampus, tetapi city tour keliling kota. Tak ayal, banyak pengunjung bersemangat untuk ikut. Ya, mereka memang diajak turut serta untuk menikmati keindahan kota Yogya dari dalam bis. Sebagian besar peserta yang merupakan mahasiswa ini sangat antusias dan memberikan beragam komentar.

“Biasanya saya kalau naik bis suka mabuk. Tetapi kok kali ini tidak, ya ? Nyaman banget”, komentar Lusi, mahasiswi semester tiga Fakultas Setra, eh Sastra yang menumpang Jupiter Li Bimo. Lain lagi dengan Winda. Cewek asal Madiun ini langganan naik Sumber Kencono, dia mengaku seneng naik bis yang kencang-kencang. “Bis ini lumayan kencang juga”, celoteh dara berzodiak aries ini yang merasakan kenyamanan Sistrans.

8

8

All about bus menjadi tema yang diusung stand BMC Yogya. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bis (diusahakan) hadir di sini. Ada beragam potongan tiket. Brosur, leaflet, poster, foto, pin, mug, sticker, kaos, papercraft, minatur hingga bumper turut meramaikan stand.

“Kami berupaya menampilkan semua hal yang berhubungan dengan bis. Respon dari teman-teman dan rekan PO cukup positif. Mereka begitu antusias demi memeriahkan event ini”, tegas Bung Desika Arif Prabowo, wakil koordinator BMC Yogya. Sambutan pengunjung juga cukup baik dan responsif. “Tak hanya melihat-lihat dan bertanya, mereka juga membeli pernak-pernik dari kami”, tutur Bung Seno, koordinator acara yang juga tercatat sebagai mahasiswa UGM ini. Memang ada beberapa barang yang bisa dimiliki pengunjung (setelah membeli tentunya), seperti stiker, mug, dan pin. “Saya tertarik dengan pin ini. Kalau biasanya gambar kartun atau bunga, eh ini ada gambar bis. Lucu juga”, ujar Rosalia, cewek imut yang memborong 4 buah pin.”Dibagi buat temen”, lanjutnya.

Foto-foto bis tumplek blek di sini. Mulai bis zaman dulu hingga kini. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Eh iya, Foto-foto pemenang “Lomba Foto BisMania 2009″ juga ditampilkan di sini. Ternyata eh ternyata, foto-foto tadi mendapat komentar beragam dari para pengunjung. Umumnya mereka setuju foto “Ramayana tujuan Jambi” keluar menjadi pemenangnya. “Sangat bangus dan easy look”, kata Iwan, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (Diskomvis) yang turut mengapresiasi foto karya Machrizal Masri ini.

9

Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari ini berjalan lancar dan sukses. Acara-acara yang dihadirkan cukup memberi warna di Kampung Budaya UGM. Sampai jumpa di event-event serupa di masa mendatang
Terimakasih kepada PO. Sargede ,PO. BIMO Transport ,PO. Ardian Transport ,
PO. 99Tranjaya ,C 71 Produsen Jok Bis ,PO. GeGe Transport , PO. Langen Mulyo,
PO. Sistrans, PO. Tunggal Daya Pariwisata,PO. Asyaco, PO. Tami Jaya,
PO. White Horse, PO. Putra Remaja, PO. Sumber Alam, PO. Edy Transport,
PO. Efisiensi, PO. Pahala Kencana, KOKOBUS, Panitia Kampung Budaya Dies Natalis dan semua pihak yang tidak dapat kami (BMC Yogya) sebutkan satu persatu. ***

(artikel ditulis oleh Bowo GK, poto oleh Prast, Bram)


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

2 Comments

  1. Suplentonk Jaya
    plentonk /

    Mantap!!

  2. hendi_Yk01
    hendi /

    two thumbs up..!!!
    M A N T A A A P T E N A A A N !!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;