Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Ucapan selamat kepada New Armada

Ucapan selamat kepada New Armada dari Dirjen Perdagangan dan Perindustrian (foto dok. FB. Muhammad Rio Nugraha)

IIBT telah berakhir, namun berakhirnya IIBT bukanlah berarti berakhirnya kesempatan khalayak ramai untuk mengenali produk-produk terbaru ditawarkan oleh para Stakeholders penyedia Chassis, Body, Service (Operator) dan Parts dalam perbisan nasional. Momentum berakhirnya IIBT justru menjadi momentum awal bangkit dan maraknya kembali dunia perbisan di Indonesia.

Dari pentas IIBT, setidaknya ada secercah harapan baru yang disinarkan oleh Karoserie-Karoserie berbasis produksi di Jawa Tengah. New Armada yang agak lama tenggelam dalam penciptaan kreasi body bis, kali ini dengan berani menunjukkan kekuatannya dengan hadirnya Evobus yang tidak hanya sedap dipandang mata, tetapi sekaligus memberikan “kesan baru” dalam trend model bis ke depan.

Sejak melansir produk New Genessia, New Armada seakan “kehilangan” orientasi kreatifnya. Produk-produk pasca New Genessia hanya cenderung mengikuti dan mengadopsi trend body builder yang lain, sehingga Avant Garde pun tak lebih dari sekedar polesan ala New Armada dari basis Travego konvensional yang lebih dulu dikembangkan oleh kompetitor-kompetitornya.     Namun sekarang dengan Evobus, semuanya benar-benar beda. Produk New Armada adalah benar-benar kreasi New Armada dengan kekuatan jati dirinya.

Sementara itu Laksana masih dalam tahapan lebih serius lagi memacu pengenalan dan penerimaan pasar terhadap produk yang diberi titel Legacy yang memang belum lama dilansir sebelum penyelenggaraan IIBT. Begitupun Tri Sakti dengan “anak” barunya berjuluk Phoenix tak mau kalah dengan menyegarkan suasana.

Karoserie-Karoserie di Jawa Tengah memang perlu mengejar ketertinggalan dibidang “image” dan “kualitas” dibanding karoserie – karoserie berbasis produksi di Jatim (Adi Putro, Tentrem dan Morodadi Prima) serta Jabar (Rahayu Sentosa).

Diakui atau tidak diakui, kesan di masyarakat tentang bis-bis terbaik adalah bis-bis yang bodynya di buat oleh AP,MP,RS dan Tentrem masih melekat kuat.
PO-PO bernama besar seperti PK, OBL, KD, SJ, Nusantara, Ijo, dan Rosin masih belum bisa dilepaskan dari AP, meskipun sebagian dari armada mereka juga ada yang menggendong body Laksana, New Armada dan Tri Sakti.

Sementara itu, Ramayana yang berbasis di Magelang Jawa Tengah, bertetangga dengan New Armada dan Tri Sakti makin setia ke MP.

Shantika dan Haryanto bintang-bintang baru Muriaan yang asalnya tak jauh dari markas Laksana, belum terpikat untuk jatuh kepangkuan Laksana.

Raksasa-raksasa bis Pariwisata di Jakarta seperti Hiba, Blue Star, Symphonie dan White Horse pun masih lekat erat dengan AP dan sebagian dengan Tentrem (khusus Hiba).

Apakah benar bahwa Laksana, Tri Sakti dan New Armada memang hanya berkonsentrasi di produk “kelas” kedua ?. Tidak bisa dipastikan, sebab ada fakta yang menunjukkan PK dan Rosin masih berani memakai produk Proteus untuk kelas Executive bahkan SE mereka artinya kedua PO itu sebenarnya pernah membuka kesempatan bagi Laksana untuk mengisi layanan bergengsi mereka.

Harjay, pemain lama dari Jatim bagian selatan yang dikenal rajin meremajakan armada pun belum berani memberikan kesempatan armada bergengsinya kepada karoserie-karoserie Jateng.

Semua ini adalah tantangan !. Sepatutnya Karoserie-karoserie Jateng segera menciptakan strategi yang jitu untuk merayu PO-PO besar agar berani menggunakan produknya. Tentunya kita ingat bagimana sejarah Adi Putro dan Intalan yang akhirnya menjadi trend setter karoserie di tahun-tahun 90 an karena mampu menggandeng PK (untuk AP) dan Ijo (untuk Intalan). Padahal AP dan Intalan sebelumnya bukan siapa-siapa dibanding RS, MP, Tugas Anda, Restu Ibu bahkan Laksana, New Armada dan Tri Sakti di saat-saat itu.

Aliansi /Kemitraan Strategis PO besar dengan Karoserie adalah langkah paling jitu bagi body builder untuk menancapkan bendera keberhasilan. Tentrem adalah salah satu contoh terbaik di akhir-akhir ini. Betapa tidak, Tentrem dulunya hanya bermain di kelas lokal, namun entah bagaimana kecanggihan langkahnya, ketika Hiba Group mulai berani memberikan kepercayaannya maka PK, Shantika, Harjay turut tak ragu melempar order kepadanya.

Pasar sempat mengira Laksana dengan Proteusnya akan sempat menguasai trend body perbisan di Indonesia dan menjadikan Laksana kembali berdiri sejajar dengan AP dan RS, namun sayangnya, Proteus tak sempat digeber lama untuk jadi trend setter body bis karena Laksana keburu melansir Nukleus. Belum sempat Nukleus merajai pasar, Legacy sudah muncul. Strategi ini agak berbeda dengan langkah yang diterapkan AP dan RS yang tetap konsisten dengan basis New Travego dan Evo nya. AP hanya mengkutak katik lampu untuk mempermanis New Travego smile ke Marcopolo, begitu juga dengan RS yang hanya mengeluarkan beberapa varian untuk Evo namun basisnya tetap sama.

Tentrem sampai sekarang juga masih konsisten dengan Jupiter dan Galaxynya seakan belum mau melakukan perubahan total terhadap produk unggulannya itu.

Mudah-mudahan saja, New Armada, Laksana dan Tri Sakti berani mengambil langkah-langkah antara lain:

1. Mengikat kemitraan Strategis dengan PO-PO besar agar menggunakan body produk-produk mereka untuk armada-armada terbaiknya. Sekarang adalah saat yang tepat karena beberapa PO besar akan segera menambah armadanya dengan chassis 1526 dan 1521 Euro 3.

2. Lebih konsisten pada produk modelnya agar lebih bertahan lama di pasar. Tentunya semua ingat bagaimana German Motor dengan produk “Banteng” dan Starliner hingga akhirnya dilanjutkan Intalan model “espass”nya, semuanya mampu bertahan lama menjadi trend setter. RS pun demikian dengan Jetliner, Setra dan Eurolinernya mampu melegenda, begitu juga dengan model Travego dan Evo sebagaimada disebut di atas.

Sepertinya trend ke depan adalah trend kembali ke bentuk simple (sederhana). Legacy, Phoenix and Evobus tampaknya mengikuti trend kesana. Bila ini memang benar maka era model seperti Galaxy Tentrem dan Marco AP mungkin akan mulai menyusut di tahun-tahun depan.

Bila saja New Armada, Laksana, Tri Sakti lebih “bekerja keras” maka tidak mustahil, angin dari timur berhembus ke tengah.

Salam,

Didik
(Pemerhati dan Penggemar Bis)


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

1 Comment

  1. Wonogiri-VIP
    wonogiri-vip /

    salut & maju terus…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;