Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Written by Parama Nandana

Akhirnya hari Jumat  (1/8)  kemarin, kesampaian juga keinginan saya merasakan XBC 1518 nya Shantika. Berangkat dari Lebak bulus jam 17.30 WIB, molor sedikit dari jadwal karena menunggu 2 penumpang yang belum datang.

Ketika keadaan langsam mesin XBC 1518 4 cylinder ini terasa sedikit lebih bergetar bila dibandingkan mesin-mesin 6 cylinder Mercy lainnya seperti OH1518, 1521, 1525. DSC01461Mungkin faktor penggunaan cylinder yg lebih sedikit mempengaruhi balance dari mesin tsb. Suara mesin ketika langsam terdengar seperti mesin colt diesel, tetapi ketika bus berjalan suara agak kasar tsb berubah menjadi halus khas MB.

Perjalanan pun dimulai dengan menyusuri tol JORR Cikunir. Bus berjalan dengan agak santai kira-kira kecepatan 80km/jam. Terasa tenaga mesinnya yang cukup mumpuni untuk akslerasi di toll, kecepatan 80-100 km/jam juga gampang diraih. Selepas keluar dari Dawuhan XBC 1518 ini ternyata oke juga buat sodok menyodok dan ngebloong, di sepanjang jalan patok besi hingga tempat makan Taman Sari Pamanukan. Sempat kejar mengejar dengan Luragung Putra mitsu front engine. Nampaknya untuk kecepatan sedang dan menengah power dan torsi dari XBC 1518 cukup mumpuni.

Selepas makan di Taman Sari bareng dengan rombongan Karina 1521, KD, dan Haryanto bodi Morodadi 1521, dengan kondisi jalan yang lebih kosong dan speed yang lebih tinggi, nampaknya XBC perlu sedikit lebih sering shift down ke gigi rendah, apabila terjadi deslerasi dan pengurangan momentum, karena sempet beberapa kali driver kedua Shantika ketika menggunakan gigi 6 dengan dan melakukan sedikit pengereman karena ada truk-truk gandeng yang tidak mau minggir, dan ketika akslerasi masih tetap menggunakan gigi yang sama pada 2500 RPM, akan terasa sedikit loss power, bila dibandingkan dengan generasi OH 1521.

Yang menarik adalah desain cluster speedometer yang menurut saya cukup mewah dengan nyala orange ketika malam, dan penunjuk odometer dan tripmeter digital ditengah-tengahnya, serta adanya indikator gear N(netral) ketika transmisi berada di posisi netral, menurut saya ini merupakan terobosan yg baik dari MB Bus di Indonesia, yang dahulu sangat konservatif dalam desain speedometer dan stir.

pekalongan dan antara daerah batang dan kendal dengan kontur jalan yang cukup naik turun dan beberapa kelokan, tampak bahwa kemampuan menanjak dari XBC ini terasa jauh lebih baik dari generasi OH 1518 – 1521 (tentunya 1525 tidak termasuk hitungan), mungkin karena spec mesinnya yang bertorsi 675 Nm pada rentang 1200-1600rpm, jauh lebih besar dari torsi nya OH 1521 sekalipun.

Untuk suspensi saya merasa kelembutan suspensinya sebelas duabelas dengan OH 1525, demikian juga dengan suara rem nya masih terdengar bunyi ces ces ces, tapi lebih sayup-sayup terdengar (mirip dengan OH 1525).

Dan yang membanggakan dari XBC 1518 ini tentu saja konsumsi solarnya, sebagai perbandingan OH 1525 nya Shantika bila dibandingkan dengan XBC 1518 nya shantika, dengan rute yang sama JakartaJepara PP, menurut pengakuan driver XBC 1518 lebih irit hingga selisih 50 liter solar bila dibandingkan dengan konsumsi 1525 dirute yg sama PP. Dapat dibayangkan bila sebagian besar PO-PO rute jarak jauh, spt Jakarta-Denpasar, Jakarta-Surabaya-Malang, Jakarta-Jember, bahkan bus-bus Sumatera menggunakan XBC ini tentu konsumsi solar dapat lebih ditekan dan harga tiket menjadi lebih terjangkau.

Secara keseluruhan apabila pola pikir kita tidak melulu tertuju pada bus-bus banter (karena saya juga penggemar bus2 banter) dengan isi volume silinder diatas 6000cc hingga 12000cc dengan power diatas 250HP, tentu XBC ini bisa menjadi pilihan yang paling rasional bagi PO-PO bus di jaman saat ini dimana biaya operasional semakin mahal dan harga solar yang semakin mencekik, dan semua kelebihan dan kekurangan XBC berasal dari sumber tenaga yg begitu mungil yaitu OM 904 LA yang hanya ber CC 4200 dan berspek euro III, tapi mampu menghasilkan torsi dan tenaga yang cukup besar untuk membopong bus yang berat kotornya saja (GVW) 15 ton. Kreasi Engineering MB memang patut diacungkan jempol. Untuk karoseri Tentrem model Jupiter di Shantika ini juga cukup rapi dan detail buatannya, baik segi eksterior maupun interiornya (Rama)

DSCN6642


Catatan Perjalanan yang lainnya:



febri handoko
Ditulis oleh

'lampung - jogja via utara'

2 Comments

  1. catur yudianto
    catur-yudianto /

    mauanteb caper dan artikelnya mas…
    mau nanya bedanya apa sih XBC sama 1521, 1525? perbedaanya di mana kalo secara fisik kita lihat. suwun…

  2. husain sadani
    husain-sadani /

    pengalamanku naek xbc 1518 shantika merah H1674 BG
    kalau speed diatas 100 km/ jam body bergetar semua.. padahal pake karoseri AP new travego

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;