Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Oleh: Nina Erna Adminingsih (Bismania Jateng) dan Awan (Bismania Jatim)

“MAAF bapak dan ibu, ternyata kursi ibu sudah ada yang memiliki, mohon ibu pindah ke kursi nomor 22 dan 27,” seorang awak bus meminta seorang penumpang pindah ke kursi lain yang kemudian diikuti gerutuan oleh penumpang itu karena merasa kenyamanannya terganggu. Anda pasti pernah melihat atau mungkin pernah mengalami sendiri kejadian serupa disaat Anda menaiki bus, terutama bus malam.

Peristiwa pahit seperti itu tak akan pernah terjadi seandainya saja operator bus sudah menerapkan teknologi ticketing secara online, mengadopsi konsep sejenis yang telah diterapkan oleh operator di moda pesawat terbang dan kereta api.

Sistem ticketing manual kerap jadi kendala operator bus malam ketika menghadapi periode rame penumpang (peak season).
Terlebih, jika koordinasi dengan agen-agen di sepanjang rute yang dilewati bus tersebut tidak bagus, kasus-kasus kursi yang dijual ganda dipastikan kerap terjadi. Hasilnya, citra operator tersebut jatuh karena kekecewaan yang dirasakan penumpang.
Selama ini kendala yang nyaris kerap dihadapi penumpang bus adalah sulitnya melakukakan pemesanan tiket pulang pergi untuk satu rute tujuan. Penumpang masih harus menelepon kepada masing-masing Agen.

Baru-baru ini, ada beberapa operator bus malam yang sudah menerapkan ticketing online system ala PT Kereta Api ini. Diantaranya, PO Kramat Djati, PO Nusantara, meski belum fully online system.
Perpaduan system aplikasi yang dikendalikan operator dengan kombinasi SMS saat ini sudah mulai diterapkan oleh beberapa PO untuk membantu system ticketing-nya.

PO Sumber Alam yang berbasis di kota Kutoarjo baru-baru ini juga mulai menerapakan pembayaran tiket online melalui fasilitas e-BCA.
Namun, Sumber Alam masih mengkombinasikan dengan sistem manual dalam proses ticketing.
“Kami masih menggunakan system manual untuk system ticketing, kami masih mengandalkan radio komunikasi Handy Talky, telepon dan SMS sebagai media komunikasi, Semua kendali system ticket diatur oleh operator. Namun saat ini kami sedang mencoba menerapkan system komputerisasi yang kita desain online, meski terbatas untuk pool pusat Kutoarjo saja,” kata Anthony, dari manajemen PO Sumber Alam kepada Bismania.
Dengan system ticketing manual ini, Anthony mengaku masih menemui kesulitan dalam mengakomodir keinginan pelanggan yang ingin mendapatkan ticket pulang-pergi (pp). “Kami juga kewalahan saat penumpang mencapai puncak ramainya” ungkap Anthony.

Bagaimana dengan PO lain? PO Harapan Jaya yang berbasis di Tulungagung masih mempercayakan sistem pemesanan tiket secara manual.
“Dengan sistem ticketing manual yang dipakai saat ini, pihaknya sebenarnya belum menemui kendala serius karena semua terkoordinasi dengan benar. Sejauh ini nyaris tidak pernah ada keluhan dari penumpang karena masalah itu, system ticketing manual masih kami pandang lebih fleksibel” ujar Hartatik dari manajemen Harapan Jaya.
Namun, Hartatik menambahkan, jika ada aplikasi tehnologi sederhana yang bisa mendukung system ticketing online, dan hal itu bersifat berguna dan mampu meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pelanggan, pihaknya siap mencoba mengaplikasikannya.
Beberapa kecemasan timbul karena online ticketing system saat ini masih mempunyai beberapa kendala di titik-titik tertentu, seperti kesiapan sumberdaya dan prasarana dilapangan, bagaimana jika terjadi listrik mati, mandegnya fasilitas pengiriman SMS karena faktor operator seluler, dan sebagainya.

Memang untuk dunia transportasi bus, kita belum bisa berharap terlalu banyak pada penerapan sistem e-ticketing yang memberi manfaat banyak pada kenyamanan pelanggan. Tapi, suatu saat nanti, cepat atau lambat, pasti akan jadi kebutuhan mutlak. Kita buktikan saja!


Catatan Perjalanan yang lainnya:



akbar
Ditulis oleh

'Akbar adalah seorang bismaniak dari jogja'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;