Ilustrasi (www.truckmart.com.sg)

A. Pengertian Pemeliharaan

Konsep pemeliharaan sudah dikenal sejak pertengahan abad 20. Kata pemeliharaan berasal dari bahasa inggris “Maintenance”. Maintenance itu sendiri berasal dari bahasa latin “Manutentione” yang berarti “merawat dengan tangan”
Definisi lain dari kamus yang sama adalah:

  1. Perbuatan atau hasil dari penjagaan.
  2. Tolok ukur yang dibutuhkan untuk penjagaan atau membuat tetap suatu masalah atau situasi.
  3. Perawatan teknik pada bagian yang penting agar pengoperasian kendaraan/mesin/alat dapat teratur dan tetap.

Oleh karena itu dalam pengertian umum pemeliharaan adalah merawat, menjamin agar berfungsi dan lain lain. Dengan kata lain pemeliharaan adalah gabungan dari operasi kendaraan yang bertujuan untuk mendapatkan efesiensi kendaraan yang maksimum dengan kemungkinan kerusakan yang rendah dan waktu perbaikan yang singkat.

Fungsi dari pemeliharaan itu sendiri adalah :

  1. Mempertahankan kondisi kendaraan secara maksimal baik tenaga dan kemampuan.
  2. Mencegah terjadinya kerusakan yang fatal secara dini.
  3. Meningkatkan usia pakai kendaraan.

B. Tingkat / Level Pemeliharaan
Tujuan utama dari pembagian tingkat pemeliharaan ini adalah untuk membuat pekerjaan pemeliharaan lebih rasional sehingga lebih ekonomis serta rendah biaya pelaksanaannya.

Klasifikasi tingkat pemeliharaan terdiri dari:

  1. Pemeliharaan Dasar / Pemeliharaan Harian. Pemeliharaan / pemeriksaan harian pada intinya perawatan pertama yang harus dilakukan Pengemudi / teknisi khusus yang ditunjuk untuk pekerjaan tersebut. Perawatan ini dilakukan dilakukan secara menyeluruh Sebelum / Sesudah kendaraan beroperasi.
  2. Pemeliharaan ini dilakukan secara periodik / berkala, berulang ulang dan terprogram. Pemeliharaan preventif adalah rangkaian perencanaan pekerjaan melalui “Perencanaan Pemeliharaan”. Dalam hal ini pihak pabrikan kendaraan telah menetapkan menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan agar diperoleh penampilan kendaraan yang selalu Prima dan Siap pakai. Termasuk dalam pemeliharaan ini: pemeliharaan 1000km & 5000km(yang dilakukan Dealer) serta pemeliharaan setiap 5000km, 10000km, 20000km dsb.
  3. Pemeliharaan Korektif. Adalah perbaikan komponen mekanis, penggantian suku cadang yang rusak. Perbaikan ini tidak direncanakan terlebih dahulu dan dilakukan begitu diketahui adanya kerusakan dan proses perbaikan dalam waktu yang singkat, biaya rendah dan kualitas yang baik. Pada umumnya pemeliharaan korektif dapat diketahui ketika melakukan pemeliharaan dasar atau pemeliharaan preventif. Jika kelainan tersebut tidak diketemukan ketika pemeriksaan dasat dan preventif, maka kerusakan terjadi pada saat kendaraan beroperasi.
  4. Pemeliharaan Menyeluruh. Pemeliharaan ini termasuk pemeliharaan yang dilakukan secara menyeluruh (bongkar pasang / Overhoul) untuk Unit(Assy), perlengkapan mekanis, bodi dll. Dengan tujuan rasional dan mempercepat proses perbaikan maka sebaiknya bengkel yang melaksanakan pemeliharaan ini harus menyediakan komponen cadangan dalam bentuk unit(Assy). Dengan cara ini komponen yang rusak dapat ditukar dengan cepat dan kendaraan dapat segera beroperasi kembali sehingga kendaraan tidak menunggu terlalu lama untuk perbaikan komponen yang rusak.Contoh komponen cadangan : Unit Mesin (Altenator), Unit Transmisi (Motor Stater), Unit Diferential (Steering GearBox, dll)

Penentuan jadwal dan strategi Pemeliharaan / Maintenance ada baiknya di rancang sesuai tipikal operasi dan kemampuan Bengkel / workshop dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaannya,. Demikian sedikit yang bisa saya bagi.

(artikel oleh Riyanto Bayu)


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

''

1 Comment

  1. baguzz /

    apakah dalam perawatan bis ada sistem seperti di pesawat yg dikenal C-Check sampai A-Check???

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;