
Ilustrasi (http://www.visitbabelarchi.com)
Ponirin, begitulah panggilan sehari-harinya, sedang kebingungan dalam menentukan pilihan untuk menyewa bis pariwisata. Banyaknya PO (Perusahaan Otobis ) yang menyediakan bis pariwisata dengan segala promosinya membuat Ponirin memutar otak, PO mana yang hendak di pilih. Ponirin pun membuat catatan sebagai pertimbangan,antara lain bisakah memilih unit yang saya suka ? Jika saya memilih bis yang saya suka, apakah mungkin pada hari H yang tiba unit yang tidak sesuai dengan permintaan ? Jika tanpa tour leader (wisata keluarga), apakah crew harus disediakan kamar tidur atau mereka istirahat di bis ? Berapa tip yang layak untuk crew bis ? Untuk jarak tempuh 12 jam, idealnya jam ke berapa si sopir harus istirahat ? Bolehkah saya membeli oleh-oleh di tempat yang bukan langganan dari si sopir ? Agar perjalanan menyenangkan, kira-kira kode etik apalagi yang harus diperhatikan ?
Mungkin apa yang dialami Ponirin pernah juga terjadi pada kita, dan siapa tau jika dikemudian hari salah satu dari kita diserahi tugas seperti Ponirin, Pak Didik Sasono Setyadi, karyawan salah satu perusahaan pertambangan multi nasional , yang dulunya pernah mengelola bis pariwisata dan juga sering menyewa bis pariwisata membagi tips dan pengalamannya kepada kita semua…
- Kita sangat bisa memilih unit yang kita suka (sepanjang unit tersebut belum dipesan oleh orang lain pada tanggal yang sama) dan tentu saja harus cocok harganya, sebab kadangkala sebagian operator bus pariwisata memberlakukan perbedaan untuk unit baru / terbaik harganya lebih mahal ketimbang unit yang lama. Anda pun kalau mau bisa juga bisa memilih crew yang kita suka
- Kita sebaiknya mengenal dengan baik marketing / Pemilik bis pariwisata yang kita akan sewa, sebab banyak juga yang nakal lho, janjinya memberikan unit baru, tapi pas hari H nya diganti unit lain yang jelek bahkan unit dari PO lain yg ala kadarnya, dengan alasan unit yang kita pilih rusak atau alasan lain, padahal itu hanya akal-akalan dari mereka karena ada penyewa lain yang berani bayar lebih mahal atau karena hubungan mereka sudah lebih sudah erat.
- Soal kamar tidur buat crew, dibicarakan saja dengan crew-nya.. Artinya apakah si crew lebih suka diberi fasilitas kamar tidur apa dikasih “mentahan” (uang cash saja). Biasanya crew lebih senang yang “mentahan” saja dan tidur di dalam bis. Hanya yang perlu dipastikan setiap tiba di tempat menginap penyewa perlu bicara dengan hotel / penginapan agar crew bisa numpang di kamar Mandi mereka meskipun tidak menyewakan kamar untuk mereka.
- Biasanya kalau saya lebih suka memberi tips per hari. Misalnya 150 ribu per hari (untuk Driver dan Kenek) sudah termasuk uang yang bisa dipakai beli makan oleh mereka pada saat mereka tidak ikut makan dengan rombongan kita (misalnya waktu menginap)
- Untuk jam istirahat biasanya di paskan dengan jam makan siang atau malam, dan biasanya ditambah “break ngopi” sore sudah cukup untuk istirahat mereka.
- Asal tips kita kepada mereka cukup biasanya tidak ada masalah untuk mengajak bis berhenti di tempat-tempat yang kita suka (asal tidak verboden lho). Memang crew biasanya usul untuk berhenti di tempat yang biasa bagi mereka agar dapat tips, tapi tidak harus seperti itu. Yang penting crew juga merasa nyaman dengan rombongan (terutama dengan pimpinan rombongannya)
- Supaya perjalanan tidak dibikin bete, mulai bis belum jalan, kenalan yang baik dengan crew, ajak dia ngobrol, apalagi kalau kita Bismania ajak dia ngobrol soal bis (tapi jangan terkesan kita lebih pinter dari mereka, soalnya kadang ada crew yang ngeyel sama pendapatnya soal bis meskipun itu salah. Kita harus maklum dengan itu). Setelah itu ketika bis baru jalan langsung sodorkan Tips hari itu yang terlihat oleh semua crew yang bawa (kalau Driver 2 dan Kenek 1 pastikan mereka semua tahu bahwa tips sudah anda berikan) di depan. Dan harus dijelaskan tips tersebut untuk hari ini. Besok akan ada tips lagi bila perjalanan lebih dari sehari.
Demikian saran dan berbagi pengalaman dari Pak Didik, mudah-mudahan anda dapat unit yang diinginkan dan crew yang menyenangkan. Saran beliau, sebaiknya gunakan bis pariwisata yang pengurusnya bahkan crew-nya sudah anda kenal dengan baik.
So…pilih yang mana Pon ???




waaa bener-bener tips yang bagus dan menbangun
Siip..
thanks buat tips nya..
berguna banget nih..
berguna juga tips nya, tp kdg2 kita jg mendptkan crew yg rada kolot tdk mau ngobrol kalo spt itu kita hrs gmn ?
to mas alex
ajak ngobrol aja mas terus drivernya,,kasih dia jajanan/minuman,,trz bilang “nanti klo sarapan n mau jajan2 saya tanggung..pkoknya beres lah”.