1Hari Jumat, 27 November 2009 kemarin bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1430 Hijriyah. Salah satu Hari Besar Umat Islam ini diperingati diberbagai daerah, termasuk umat Islam di bumi Gunungkidul. Salah satu ritual sunnah yang dilaksanakan adalah Shalat Id berjamaah. Pada umumnya, shalat Id dilaksanakan di masjid, lapangan, sekolah, alun-alun, ataupun tempat lapang lainnya. Yang bisa menampung banyak umat.

Nah, pada kesempatan kali ini, penulis mencoba merasakan “atmosfer” shalat Id yang lain daripada yang lain. Kali ini shalat Id dilaksanakan di garasi bis Maju Lancar. Semenjak malam Jumat, ketika gema takbir dikumandangkan, hujan turun dari langit dengan lebatnya. Jumat pagi, langit masih terlihat mendung, namun tak ada air yang tertumpah ke bumi. Suasana cukup dingin. Satu persatu umat Islam di lingkungan garasi bis Maju Lancar datang. Ada yang sendiri, banyak pula yang berombongan dengan teman, kerabat atau keluarga. Garasi bis terbesar di Kota Gaplek ini sudah “disulap” sedemikian rupa menjadi tempat untuk melaksanakan shalat Id. Di bagian depan, terlihat papan-papan bambu dipasang untuk menutupi empat bis yang tinggal bodi saja. Sementara, dibagian belakang terjajar rapi bis-bis lain. Praktis, bagian tengah yang diperuntukan shalat masih luas. Mimbar imam dan khatib telah kokoh berdiri. Tali yang berfungsi sebagai penanda shaf juga sudah dipasang. Masyarakat di sekitar Siyono dan Logandeng datang berduyun-duyun. Mereka langsung menempati tempat yang telah disediakan panitia. Perlu pembaca ketahui, setidaknya ada empat masjid dilingkungan garasi ML yang menjadi panitia shalat Id kali ini. Tak hanya itu, beberapa sopir dan kru Maju Lancar juga tampak menghadiri shalat Id kali ini. Gema takbir untuk menyebut kebesaran Allah SWT berkumandang berkali-kali. Para jamaah cukup tertib dan rapi. sambil menunggu datangnya waktu shalat, mereka mengucapkan Asma Allah berulang-ulang. Suasana cukup khidmat dan khusuk.

2Mendekati pukul 06.30 WIB, shalat di mulai. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah beliau Ustad Haji Drs. Heriyanto. Para jamah segera berdiri untuk mengikuti shalat Id berjamaah. Shalat yang dilaksanakan dua rakaat ini berjalan lancar, tertib, khusuk dan khidmat. Usai shalat, Ustad Heriyanto memulai khutbahnya. Pada intinya, beliau mengajak umat Islam (khususnya di Gunungkidul) untuk meneladani semangat berkurban Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. “Teladan-teladan beliau hendaknya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari”, tegas Ustad Heriyanto. Selain itu, Ustad Heri juga menekankan perlunya umat Islam untuk bersatu memerangi kemiskinan. Salah satunya adalah dengan membantu sesama. “Seperti kata pepatah, tangan di atas lebih baik daripada tangan di atas.” Para jamaah mendengarkan khutbah dengan seksama. Terlihat beberapa di antara mereka ada yang menitikkan air mata mendengarkan khutbah yang cukup menyentuh ini. Khutbah diakhiri dengan berdoa bersama. Tak kurang dari 300-an jamaah yang ada mengucapkan kata “Amin” saat Ustad Heri mengucapkan doa dan permohonan. Acara dalam rangkaian peringatan Hari Raya Idul Adha 1430 H ini berakhir pukul 07.35 WIB.

3

Masyarakat meninggalkan tempat dengan tertib terkendali. Lembaran kertas koran yang ditinggalkan jamaah dibersihkan oleh panitia. Saya cukup senang bisa ikut shalat Id di garasi Maju Lancar ini. Tak menyangka, bahwa suatu garasi bisa dimultifungsikan. Tak hanya sebagai tempat “ngandangnya” bis, tetapi bermanfaat juga sebagai tempat ibadah. Selain itu, saya juga merasakan hal yang berbeda. Ya, baru kali ini saya shalat dikelilingi oleh bis. Tetapi, namanya beribadah, soal kekhusukan adalah yang utama. Maka, menurut saya, kehadiran bis-bis ini tidak mengganggu. Malahan, dalam hati saya bersyukur bisa melaksanakan shalat di sini. Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar Bapak H. Sutrisno SE atas kerelaannya menyediakan tempat shalat Id di salah satu garasinya. Tak lupa, juga kepada seluruh kru Maju Lancar Group yang membantu membersihkan garasi dan memarkirkan bisnya dengan rapi. Juga kepada seluruh umat Islam di lingkungan Siyono. Begitu kira-kira ucapan PHBI sebelum shalat Id dimulai. Sungguh pengalaman yang cukup berkesan. Shalat dikelilingi bis !!!. Yach, namanya juga BisMania. Hehehe…*****

(Artikel dan Poto oleh Bowo GK)


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

2 Comments

  1. afandika
    afandika /

    huaaahhh….

    kereeennn…aku shalat ied di jogja di mandala krida…abis shalat baru ke gunung kidul(wonosari,kepil)…sayang ga sempat liat moment itu…huhuhu…

  2. hanshin /

    Saluttttttttt..Salutttttttttt..Yang satu ini saya suka…Shalat Ied With MajuLancar…Shalat Di Kawal atau di bentengi BIs..Mantaafff..Momen yang tak terlupakan…

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;