Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

“Hoi mana ini si X, udah tau daerah rawan bukannya iring-iringan nempel mobil kita malah jalan santai di belakang, kalo kenapa kenapa baru tau lho! komentar kakekku ketika kami melewati daerah Lahat di kisaran tahun 1994, di hutan hutan yang lenggang dan menyimpan banyak cerita seram tentang perampokan”

Ya sumatera, pulau ini menyimpan banyak cerita tentang perampokan di jalur darat yang menimpa tidak hanya bis atau truk tapi juga kendaraan pribadi, sehingga kemudian memunculkan berbagai macam kebiasaan yang menarik untuk dilihat ..
Pada masa itu (artikel berdasarkan pada kisaran tahun 1990 – 2000, karena data yang didapatkan adalah pada masa itu) sering sekali terdengar perampokan di jalur darat sumatera, dengan berbagai macam cara, seperti :

1. Bajing loncat, merampok truk maupun bis (merupakan kebiasaan bis di sumatera untuk menempatkan bagasi diatas bis) dengan memanfaatkan pohon pohon yang ada di tepi jalan untuk melompat ke atas truk atau bis, kemudian melemparkan satu persatu barang yang bisa di ambil ke pinggir jalan, yang sudah ditunggu oleh rekannya.

2. Perampokan massal (hal ini didapatkan secara lisan dari narasumber yang pernah mengemudi truk Jakarta – Medan), biasanya yang mereka incar adalah truk, dengan 10 – 20 orang perampok, mencegat truk, mengambil barang barang nya , kemudian menghilang di hutan, biasanya tanpa melukai awak truk kecuali mereka melawan.

3. Perampokan massal yang di tujukan kepada bis (di ceritakan secara lisan oleh narasumber yang saudaranya pernah mengalami sendiri), dengan cara menempatkan kayu yang sudah di beri paku di tengah jalan, sehingga bis yang melaju melindasnya dan langsung bocor semua itu ban, terpaksa berenti dan langsung di kepung oleh 20 hingga 30 orang.

4. Menggunakan wanita atau orang tua yang berpura pura membutuhkan pertolongan, mencoba menghentikan kendaraan, kemudian ketika kendaraan berhenti, keluarlah gerombolan perampok itu. Cara ini biasanya mengincar kendaraan pribadi.

Beberapa titik yang sering menjadi ajang perampokan adalah :

1. Jalur antara Muara Enim – Lahat – Lubuk Linggau (lintas tengah)

2. Jalur antara Bukit tinggi – Natal – Padang Sidempuan (lintas tengah)

3. Jalur Padang Sidempuan – Sipirok – Tarutung (lintas tengah)

4. Jalur Sarolangun – Muara Bungo (lintas tengah)

5. Beberapa titik lain yang penulis tidak tahu ..

Seringnya kejadian ini menciptakan kebiasaan kebiasaan diantara pengguna jalan yang khas sumatera :)

1. Bermalam. Ya, beberapa pengemudi memilih untuk berhenti, sekaligus beristirahat ketika hari sudah menjelang malam, biasanya terjadi daerah Lahat, Muara Enim atau Lubuk Linggau. Kebiasaan ini kemudian menciptakan keuntungan secara ekonomis bagi daerah tersebut :)

2. Konvoi. Penulis pernah melihat sendiri sekitar 30 truk, bis dan kendaraan pribadi berbaris di Lubuk linggau bersiap mengarah ke Lahat jam 8 malam. Budaya konvoi saat itu cukup menyenangkan karena secara serempak dibawah sadar semua pengemudi mencari teman untuk berbarengan melewati daerah rawan. Unik nya lagi (seperti yang diutarakan oleh narasumber), ketika kendaraan ber konvoi, secara alamiah mereka menjadi lebih berani dan bersedia membantu rombongannya, walaupun tidak saling kenal, sehingga ketika salah satu kendaraan mengalami, misal, ban bocor, maka semua rombongan konvoi berhenti dan ikut berjaga – jaga. Taktik ini efektif mencegah perampokan.

3. Pengawalan. Beberapa pengusaha truk biasanya menyewa jasa Polisi / ABRI untuk mengawal, dengan 1 atau 2 orang yang di tempatkan di setiap armada. Biasanya hal ini terjadi pada muatan yang dianggap berharga, karena cara ini berbiaya tinggi.

4. Aparat Gratis. Selain kejahatan dari luar, penumpang bis juga sering mengalami kejahatan dari dalam bis sendiri, maka awak bis sering (dan senang) menaikkan tentara ataupun polisi (penumpang), karena diharapkan mereka bisa membantu mereka ketika terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

5. Golok. Ya, senjata adalah solusi bagi rasa takut yang menyelimuti, sehingga begitu wajar ketika kita melihat didalam truk, bis bahkan kendaraan pribadi terdapat golok atau senjata apa pun.

6. Pelan pelan. Jika anda amati, di jalur sumatera ketika pengemudi melewati daerah militer (kantor atau markas tentara) maka mereka otomatis berjalan perlahan. Banyak orang berpikir negatif bahwa hal ini terjadi karena kesombongan atau sok-sok-an-nya tentara, tetapi pengemudi truk ataupun bis di sumatera tahu bahwa tentara lah satu-satu nya yang bisa mereka andalkan ketika terjadi masalah yang menimpa mereka, sehingga mereka membuat penghormatan dengan berjalan perlahan ketika melalui daerah militer. Karena polisi saat itu dianggap tidak cukup kuat untuk melawan perampok (dimana beberapa tentara terlibat).

Faktor yang mempermudah terjadinya perampokan :

1. Faktor jalan. Ketika itu titik rawan merupakan daerah hutan yang luas, jarak antar pemukiman jauh, sehingga memudahkan perampok untuk bersembunyi.

2. Faktor prasarana. Jalan di daerah itu begitu jeleknya (terakhir tahun 2005 lubang dijalan cukup untuk menenggelamkan sebuah sedan), sehingga memaksa pengemudi untuk lambat, yang memudahkan perampok untuk beraksi.

3. Faktor ekonomi. Jika diamati, kampung kampung yang ada di tepi jalan lintas sumatera merupakan kampung kampung miskin, dan setiap hari warga dicekoki oleh sliweran mobil dari kota, penumpang bis dari kota yang (dalam bayangan mereka) kaya, punya uang, sedang mereka hanya bisa menyaksikan. Kecemburuan ini pemicu banyak orang untuk melakukan tindakan kejahatan. (didapatkan dari narasumber yang kampungnya penuh dengan pekerja di bidang kejahatan)

Kejadian demi kejadian kejahatan yang terjadi bukan berarti bahwa aparatur pemerintahan diam saja, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mencegah dan menanggulanginya :

1. Razia.

2. Pengejaran. Ya, beberapa kali sering terjadi penggrebekan oleh aparat ke dalam hutan hutan untuk mencari markas perampok.

3. Pos jaga. Seperti yang diterangkan diatas, warga kampung di tepi jalan hanya jadi penonton, oleh karena itu diambil inisiatif untuk membuatkan warga kampung semacam pos jaga, di setiap beberapa kilometer, diawasi dan dikontrol oleh polisi, beberapa dilengkapi alat komunikasi (HT). Pencegahan ini cukup efektif untuk mencegah kejahatan. Tetapi pengemudi harus menyiapkan recehan setiap kali melintas di pos mereka, karena mereka meminta sumbangan sukarela :)

Ya, sumatera, daerah yang cukup menyenangkan untuk jalur darat, anda harusnya mencobanya :)
sebelum berpisah, ijinkan kami mempersembahkan sebuah cerita dari perjalanan seorang ibu dari kawan BMC yang mengalami hal khas sumatera

tahun 1995 atau 1994 (lupa) , ibukku dari palembang mau ke jakarta, dapet jatah tentara naek lorena (gak bayar :) )
waktu itu dari palembang ada 2 atau 3 keberangkatan bis ke jakarta, ibukku dapet duduk belakang supir, berangkat pertama, jam 13.00,
selepas istirahat makan pertama, ganti supir dua, gemuk, orang palembang, kata ibukku ngebut ngawur .. sekitar jam 20.00,
bis ada di daerah hutan2 deket baturaja, lorena ini mau nyalip truk di depannya, tapi gak bisa2 terus karena gak dikasi
jalan .. kata ibukku supir lorena ini maki2 terus maksa nyoba nyalip .. sampe akhirnya kepala bus bisa masuk terus
spion truk dengan sengaja di hantam pake bodi depan bis sama sopir lorena, para penumpang udah pada menjerit2,
karena rasanya macam tabrakan , lewat disalip, bis langsung berenti di tengah jalan, sopir lorena turun, terus nyamperin truk, sendirian.
Ibukku gak tau yang terjadi, kernet juga gak turun, cuma tengak tengok dari spion .. ternyata abis nyamperin truk,
supir lorena tadi lari kabur karena dari truk keluar beberapa orang bawa golok .. ha ha ha .. sopir gendut tadi kabur masuk hutan ..
terus pintu bis sama kernet nya di kunci semua .. truk tadi langsung nyalip bis dan pergi ..
gak lama supir lorena masuk, naek bis, marah2 dan nyuruh kernet membangunkan sopir 1, sama ngambil golok ..
terus bis di geber lagi sama sopir gendut , kernet dan sopir 1 di deket pintu sambil bawa golok .. penumpang udah
pada kasi nasehat2 gitu .. ibukku diem aja tapi tensi-nya naek :)
gak berapa lama, bis ketemu ama truk itu lagi, langsung di salip, di pepet dan setelah keduanya berenti, sopir gendut langsung turun bawa golok,
sopir 1 keluar juga bawa golok, kernet keluar tapi cuma bentar, terus langsung balik masuk bis :)
ibukku gak liat apa yang terjadi , ngeri dia, tapi penumpang laen pada jerit2 .. bentar aja kejadiannya , supir gendut lari2 mau masuk
lewat pintu penumpang depan, pas kernet bukain pintu, sopir gendut mau masuk, dari belakang dihantam pedang beberapa kali, tapi
si gendut ini tetep bisa masuk, pintu ditutup ama kernet, terus supir gendut dengan berdarah2 langsung nyupir bis .. orang2 truk sempet mukul2
kaca depan, lampu, bodi bis pake pedang sambil teriak2 .. bis langsung cabut, supir 1 ditinggal entah dimana …. supir gendut dengan berdarah2 di bagian punggung dan kepala
tetap tancap gas ..
kemudian bis nyampe di sebuah kantor polisi terus bis berenti .. supir gendut di bawa ke dokter / rumahsakit, bis di parkir .. kernet nya ama
beberapa polisi kembali ke lokasi kejadian untuk nyari sopir 1. gak lama kernet balik ama sopir 1, ternyata supir 1 gak ikut berantem tapi
malah lari masuk hutan, sembunyi :)
setelah beberapa lama, bis2 lorena yang laen pada kumpul, terus bareng2 mereka iring2an sampe jakarta ..
di kapal, semua lorena bareng satu kapal, dan gak ada yang kru yang keluar, semua di dalem bis, penumpang nya juga
gak ada yang keluar … tegang banget ..
nyampe jakarta jam 14.00 dari seharusnya jam 08.00

[bmc]


Catatan Perjalanan yang lainnya:



akbar
Ditulis oleh

'Akbar adalah seorang bismaniak dari jogja'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;