Tour de Wonogiri : Rekreasi di Waduk Gajah Mungkur

Poto Bersama
Rangkaian acara terakhir dalam “BMC Goes to Wonogiri” kali ini adalah rekreasi di Waduk Gajah Mungkur. “Kurang afdol rasanya bila ke Wonogiri kalau tidak mengunjungi Waduk Gajah Mungkur”, seloroh Bram, rekan BMC yang memang asli orang Wonogiri. Maka, menjelang jam empat sore kami tiba di obyek wisata Waduk Gajah Mungkur, di Sendang Asri.
Walaupun sudah sore, namun masih terlihat banyak wisatawan. Ada yang duduk-duduk menikmati hamparan air waduk yang membiru. Ada juga yang bermain-main air, menjajal perahu maupun motor boat. Musim hujan menyebabkan kawasan ini terlihat rindang, asri dan menghijau. Cukup menyejukkan mata yang memandang. Satu jam rasanya belum cukup untuk menikmati pesona waduk terbesar di Jawa Tengah ini. Tetapi apa mau dikata, waktu jualah yang membatasi. Sang surya telah beranjak ke peraduan tanda malam segera datang. Setelah puas berfoto-foto ria, kami pulang.

Bersama PO. Tunggal Daya
Perjalanan pulang kali ini cukup menantang. Tak lewat utara. Tetapi kami mengambil jalur selatan. Dari Wuryantoro, Eromoko, Pracimantoro, Baran, Semanu, Wonosari hingga sampai Yogyakarta . Sengaja kami melalui jalur tersebut untuk merasakan performa MB 1518 XBC Tunggal Daya Pariwisata yang telah di bekali “ramuan Madura” olah kreasi “seniman mesin” Mas Pungki Indrajaya.
Dan ternyata manjur. Tenaganya ngisi terus. Jalur yang berkelak-kelok naik turun khas pegunungan karst dilibas tanpa ampun. Mau naik, mau turun, membelok, pokoknya ayo aja. “Nggak nyangka kalau ini eksbisi”, komentar Patrick Sutedjo. “Hemm, pokoknya nggak rugi ikut touring ke Wonogiri. Kunjungannya disambut luar biasa. Perjalanannya ngejosss. Dapat merchandise lagi ! Pokoknya nikmat lahir batin”, ujar Iwan, rekan BMC asli Kutoarjo.
“Suasananya betul-betul indah lagi romantic. Saat di Sendang Asri, juga saat melihat kemerlip bintang Yogyakarta dari bukit Hargodumilah, Patuk. Oh…. So sweet”, komentar Mbak Suci, komandan “Dharma Wanita”-nya BMC Yogya.
Sekitar jam delapan kami tiba kembali di Yogyakarta . Rasa lelah yang mendera sepertinya terobati oleh kenangan yang indah.
Thanks all brother. Keep brotherhood. Sampai jumpa di touring selanjutnya.*****
(Artikel oleh Bowo GK, poto oleh Braam)
