BisMania Community (BMC) berkesempatan mengadakan silaturahmi dengan PO Eka-Mira pada hari Sabtu, 12 Maret 2011 kemarin. Tak kurang dari 50 peserta memeriahkan acara ini. Mereka mulai berdatangan semenjak pukul lima pagi di seputaran air mancur Terminal Purabaya, Bungurasih yang dijadikan titik awal pemberangkatan. Menjelang pukul delapan, seluruh peserta telah berkumpul. Di parkiran juga telah ready armada Eka New Travego S 7299 US yang akan mengawal acara kami satu hari ini. Cak Luis selaku ketua panitia acara memerintahkan kepada kami untuk mendekat ke bis. Satu persatu peserta segera masuk ke dalam bis gawean Adi Putro ini untuk selanjutnya menuju home base Eka-Mira di bilangan Krian, Sidoarjo.
Suasana Sabtu pagi begitu cerah. Arus lalu lintas cukup padat. Bis berjalan cukup lincah membelah lalu lalang kendaraan lain. Sekitar setengah jam dalam perjalanan, sampailah kami di kantor, pool, dan garasi PO Eka-Mira. Pihak Eka-Mira telah bersiap menyambut kedatangan kami.
Kami semua disambut dengan hangat pihak Eka-Mira. Acara silaturahmi berlangsung di aula kantor. Hadir dari pihak Eka-Mira antara lain Ibu Rumiyati, Bapak Herman, Bapak Asmani, Mbak Menik, dan beberapa kru yang turut memeriahkan acara ini. Silaturahmi diawali dengan perkenalan kami selaku BisMania Community yang diwakili oleh Mas Tri Budiono, sang Sekjen BMC. Beliau memaparkan Komunitas Penggemar Bis Terbesar di Indonesia ini dengan segala dinamikanya. Sesi selanjutnya Pak Herman yang akrab di panggil Mbah menimpalinya dengan menceritakan seluk beluk Eka-Mira dari awal hingga besar seperti sekarang ini.
Kiprah Eka-Mira di dunia transportasi bermula dari sebuah toko tekstil bernama “Flores”. Melihat peluang usaha transportasi, Bapak Fendi yang telah eksis dengan usaha tekstilnya kemudian melebarkan sayap dengan membeli 4 (empat) unit bis bermesin Ford pada tahun 1976. Nama bis disesuaikan dengan nama toko tekstilnya, yaitu “Flores”. Trayeknya di seputaran Jawa Timur. Lambat laun, bisnis transportasi bis ini berkembang dan semakin banyak armadanya. Berbagai mesin pun telah digunakan, antara lain Mitsubishi, Nissan, Mercedes-Benz, Hino, hingga Hyundai.
Suatu peristiwa di akhir tahun 80-an mengubah nama bis “Flores” menjadi Eka, Mira, dan Ita. Ketiga nama itu merupakan putri dari Bapak Fendi, sang owner. Pada perkembangan selanjutnya, tinggal Eka dan Mira yang digunakan. Nama “Eka” dipakai untuk armada Patas, sedangkan nama “Mira” merupakan armada ekonomi. Hal ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat membedakan layanan armada sehingga mereka bisa memilih bis yang akan dinaiki. Armada Eka-Mira mencapai 200 unit dengan mesin dan karoseri yang bervariasi. Trayek yang dilayani adalah Surabaya – Solo – Yogyakarta.
Acara semakin menarik dan gayeng saat sesi tanya jawab dilakukan. Para peserta sangat antusias mengajukan pertanyaan, saran, kritik maupun usulan kepada pihak Eka-Mira. Mbah Herman menjawab semua uneg-uneg peserta dengan humor-humor segarnya. Pria yang telah 32 tahun berkiprah di Eka-Mira ini menjelaskan semuanya dengan ringkas, padat dan jelas.
Menjelang siang hari, kami diajak berkeliling melihat home base yang sangat luas ini. Di awali dengan ruang operasional, maintenance, hingga perbaikan body. Mbah Herman dan rekan-rekan mengawal kami dan menjelaskan semua seluk beluk pekerjaan yang dilakukan masing-masing bagian. Beberapa karyawan terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka.
Sesi berkeliling melihat “dapur” Eka-Mira cukup melelahkan. Apalagi udara siang itu cukup panas. Namun bagi kami hal itu bukanlah penghalang untuk lebih mengenal “lebih dekat” Eka-Mira. Tak terasa, hampir lima jam lamanya kami berada di sini. Rangkaian acara silaturahmi di Eka-Mira segera berakhir. Acara di tutup dengan sesi foto-foto. Sebelumnya, kami saling tukar menukar cenderamata.
Jam satu lebih sedikit kami meninggalkan home base Eka-Mira. Acara kami lanjutkan dengan city tour dan berkunjung ke jembatan Suramadu. Menjelang pukul empat, rangkaian acara silaturahmi PO Eka-Mira berakhir. Kami tiba kembali di Terminal Purabaya untuk selanjutnya pulang ke rumah masing-masing. Sungguh mengesankan kunjungan ke Eka-Mira ini. Satu hari rasanya masih kurang untuk bersilaturahmi dengan salah satu PO legendaris dari Jawa Timur ini.***
Terimakasih kami ucapkan kepada :
- Pihak manajemen, staf, kru PO Eka-Mira beserta jajarannya
- Cak Luis beserta rekan-rekan BMC Jatimers
- Rekan-rekan BMC yang memeriahkan acara ini
*) foto-foto lengkap ada di www.bismaniagunungkidul.multiply.com




Komentar