Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Apa kabar teman teman bismania? Sudah lama saya gak join di milis ini. Masih ingat dengan Tiwi Aubrey???

Beberapa waktu lalu, Tiwi berkesempatan touring menikmati salah satu dari track lintas Sumatera. Benar-benar pengalaman tak terlupakan. Mau cerita lengkapnya??? baca di bawah ini…

A TRIP TO PADANG : Touring Istimewa

Setelah sekian lama kuimpi-impikan, Akhirnya aku mendapat kesempatan untuk touring menikmati track lintas Sumatera. Hmm..seperti apa ya??? Menikmati perjalanan 637 km, 12 jam melintasi jalan tanpa bertemu keramaian kota besar. Aku exciting banget. Gak Sabar rasanya menunggu saat itu tiba….

15 Agustus 2009..

Jam menunjukan pukul 21.55 WIB ketika kami keluar kota Jambi. Dengan kecepatan rata-rata 90 – 100 km/jam, Mas Emir dengan tenang mengemudikan Avanza type S th. 2009. Meski tidak menggunakan bis, tapi perjalanan kali ini sangat kunikmati. Serasa menaiki MB 1525. He he he…

Malam mulai melarut, sepi & gelap diluar…Gumarang Jaya memapasi kami.

gumarang jaya

Kalau diperhatikan, si Gumarang Jaya ini lucu juga. Kaca jendelanya miring ke depan, seperti bangku bioskop. Seolah kalau bis ini ngerem, penumpangnya ngglosor ke depan.  He he he…aku jadi senyum sendiri kalau ingat itu. Sekedar Info PO. Gumarang Jaya melayani rute Padang- Jakarta PP, tersedia dalam kelas ekonomi dan Bisnis AC. Hmm…kebayang dong naik bis ekonomi dan bisnis AC  menempuh jarak  ± 1404 km.

Daerah yang pertama kami lintasi adalah Muara Bulian, setelah itu Muara Tembesi kemudian Sungai Bengkal. Memasuki Muara tebo, malam semakin menggulita.

“Mas, di kiri kanan kita ini apa??”

“ hutan..kadang ada macan lewat sini”

“walah Mas neh nakut nakutin aja”

“terbayang gak sama kamu, kalau seorang sopir bis atau truck di tengah malam terus bis atau truck nya rusak di tepi hutan kayak gini??? Gelap, sepi, jarang mobil lewat”. Memang, jalan ini sepi sekali. Karena hanya beberapa bis yang melewati track ini. Selintas tadi ada ALS, Family Raya, JATRA dan Manila Jaya. Selain tentu saja beberapa bis ¾ dan mobil travel, juga truck pembawa kelapa sawit. Hmm..truck kelas berat dengan tonase puluhan ton. Gimana jalan ngga cepat rusak!!!…. Muara Bungo terlewati, Sungai Rumbai kemudian terlintasi. Gunung Medan sudah di depan. Tapi, tidak seperti di P.Jawa, tak ada keramaian dan gemerlap lampu kota besar. Itu sebabnya aku buat anekdot ke Mas Emir :

“ kalau di P.Jawa, ± 637 km itu kira kira Jakarta ke Ponorogo, melewati  setidaknya 11 kota, makanya jaraknya jadi terasa jauh. Tapi kalau dari Jambi ke Padang kan tidak melewati kota besar, makanya jaraknya seperti dekat”

“ ya gak gitu kali ..tetep aja nyetir engkel 11 jam lumayan menguras energi dan konsentrasi, apalagi malam hari…”

Hmm..pengalaman waktu menjadi pengemudi Kramat Djati dulu gak hilang rupanya. Kekuatan fisik dan skillnya masih seperti seorang pengemudi bis malam.

supirr

Kantukku sudah tak bisa kutahan lagi. Sungai dareh, pulau punjung, kili ranjao, muara sijunjung dan muara kalaban sudah tak kuperhatikan lagi. Aku lelap…zzzzzz…..zzz….zzzz…………………

16 Agustus 2009..

Jam 5.30 pagi…memasuki Kota Solok. Woww…pemandangannya indah banget…Sebagai daerah penghasil beras, Solok memiliki sawah yang luas dan subur. Berselimut kabut pagi, padi mulai menguning di sepanjang mata memandang. Kubuka jendela mobil agar hawa segar bisa kuhirup. Hmm….segarrr…………..

new-4

Hey, ada Rumah Gadang. Foto dulu ah…

new-5

Tak kulewatkan moment berfoto ria ketika melintasi jalan Sitinjau laut. Nah…. ini dia, jalan berkelok, dengan turunan dan tanjakan tajam. Track sepanjang hampir 30 km ini cukup menantang. Waduh, kebayang deh bis dan truck yang melewati jalan ini, sopirnya harus memiliki ketrampilan yang tidak biasa. Apalagi kalau truck dengan tonase yang bisa mencapai 30 ton.  Hi…serem!!! kalau kita berada di belakang truck itu. Kebayang gak kalau trucknya gak bisa nanjak terus remnya gak pakem. Wadoww…habis deh. Soalnya pernah ada kernet truck yang berniat mengganjal ban truck, malah kegilas trucknya sendiri.

new-6new-7

Tepat pukul 8 pagi kami memasuki Kota Padang…… Alhamdulillah, akhirnya sampai juga…

Tapi, aku belum puas neh…. Jalan yang tadi malam kulewati seperti apa ya bentuknya??? Aku sempat mampir di rumah Bobby, member BMC Sumatera (terimakasih Bob….., loteknya enak sekali, mohon maaf karena kunjungan kami di rumah Bobby cuma sekejap). Touring kali ini benar-benar lengkap buatku. Karena sempat merasakan guncangan gempa berkekuatan 6,9 SR. Lumayan mengguncang jantungku juga, he he… Setelah keterkejutan ku karena gempa mereda, aku  bersiap untuk berkunjung ke rumah Pak Iie Harfam. Pak Iie adalah member BMC Sumatera yang sangat aktif mengikuti kegiatan & Perkembangan BMC.  Pak Iie begitu bersemangat membicarakan tentang BMC. Pak Iie mengeluarkan semua merchandise yang dimilikinya. Tentu saja sambil bercerita tentang kunjungan bersama BMC yang diikutinya. Sayang, karena keterbatasan waktu, kami harus segera pamit. Ada rasa sesal di hati, bertemu Pak Iie koq gak foto foto ya??? Jadi gak ada buktinya neh… (terimakasih Pak Iie atas suguhannya. Dendeng buatan Bu Iie, enak sekali).

17 Agustus 2009…

Masih ada waktu berkeliling Kota Padang sebelum kembali ke Jambi. Di pantai Padang bertemu dengan Bis karyawan PT Semen Padang, bodynya GMM (General Motor Manufacturing), tapi lampu depan udah diganti yang smile (eh, bener gak seh???)

new-8

“Jembatan Siti Nurbaya” sebagai salah satu ikon Kota Padang pun tak lupa kusambangi.

new-9

Kami bersiap untuk kembali melewati jalan yang sama seperti kemarin. Tapi kali ini aku lebih bersemangat, karena aku jadi bisa melihat seperti apa sih track lintas Sumatera????

Jam 11.00 WIB kami keluar dari Kota Padang…

Setelah Sitinjau laut dan Solok dengan karakteristik jalan menurun dan menanjak, kami kemudian memasuki jalan dengan track lurus. Sepanjang ± 220 km mulai dari Kota Solok – Muara Bungo (perbatasan prov. Sumatera Barat & Jambi), jalan yang kami lewati nyaris lurus tanpa belokan. Di kiri dan kanan ternyata memang hutan, tentu diselingi beberapa rumah penduduk. Wow…kecepatan mobil bisa sampai 100-120 km/jam, seperti di jalan tol. Aku sempat ambil foto jalan lintas dengan track yang lurus ini..

new-10new-11

Eh, ketemu Si Selamet jurusan Pekanbaru-Purwodadi (sayang, gak sempat keambil fotonya). Karena perjalanan siang hari, aku jadi puas menikmati pemandangan di luar. Waktu ketemu si Medan Jaya, pas banget digital cameraku sendang ON. Lumayan…dapet deh fotonya. (jarang lho ketemu si Medan Jaya ini di Jakarta).

new-12Makan siang agak terlambat, karena kami ingin makan di RM. UMEGA Gunung Medan. Tau ngga singkatan UMEGA ??….. UMEGA (Usaha Menambah Gaji).new-13

Disini tempat beberapa PO bis beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. PO tersebut antara lain LORENA, Bintang Kedjora, NPM, Gumarang Jaya, Lubuk Basung Jaya, SAMPAGUL, SAN, Lampung Jaya, Transport. Sementara untuk ALS, ANS, Rhema Abadi, Handoyo, Medan Jaya beristirahat di RM. Alam Raya.

Akhirnya niatku untuk mengambil beberapa gambar bis Sumatera kesampaian juga. Saking noraknya, ada Gumarang Jaya, mau berangkat aku tahan dulu. Wadaw…tiwi norak bener ya?????

Hey, NPM dengan stripping baru pun ada (khusus buat Benny BMC Sumatera : Ben, foto yang tiwi ambil, keren gak??? Bilo kau pulang kampuang Ben??? he he he..).

new-14new-15

Tapi NPM stripping lama pun kujumpai. Hmm…jadi bisa membandingkan deh…

new-16new-17

Si Bintang Kedjora dengan body intalannya juga menarik hatiku..

new-18

Perjalanan dilanjutkan..masih panjang neh.. Sempat ketemu dengan ALS juga…

new-20

Perjalanan yang cukup melelahkan itu menjadi menyenangkan karena diisi dengan diskusi tentang bis antara aku dan Mas Emir. Setelah Muara Bungo, track menjadi berubah. Kali ini lebih banyak kelokan dibanding jalan lurus. Lebih dari 300 km lagi kami harus lalui. Aku jadi membayangkan lelahnya seorang sopir bis bila harus “engkel” di jalur ini. Kalau sopirnya tidak pandai bermanuver, bisa bisa penumpang satu bis mabok semua, he he he…

Sudah malam ketika kami memasuki kota Jambi, alhamdulillah…

Touring kali ini benar benar memuaskan hatiku. Sebagai seorang BISMANIA perjalanan ini sungguh terasa berbeda dibanding touring di Jawa. Next touring??? Jambi-Pekanbaru??? Berharap MODE ON…

Buat teman teman bismania, ayo donks ikutan menikmati lintas Sumatera. Jangan touring di jawa melulu..he he he..

Semoga cerita tiwi menggugah keinginan teman teman untuk ikut juga menikmati lintas Sumatera…

Love,
Tiwi Aubrey
YM ID : tiwi_aubrey


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'Saya suka bis dengan segala kisah di atasnya..'

10 Comments

  1. Rahmat Hudaya
    oeoed /

    Waah… mengasyikan sekali turingnya, meskipun naik Afanza bareng Mas Emir yang katanya serasa 1525, heheheh….
    Saya ditelpn Pak ii katanya mas Emir dan Mbak Tiwi ke Padang. Tapi sayang ya… ga’ jadi ketemu . Habisnya saya takut ninggalin anak dan isteri setelah pasca gempa yang menghoyak kota Padang.. Kapan ke Padang lagi nich ?…

  2. pranowo
    pranowo /

    Medan Jaya=klub sepek bola Galatama??

    Jalan di Sumatera sudah bagus2, siiiip

  3. asepdp
    asepdp /

    asik banget perjalanannya walau tanpa bis, tapi positifnya bisa lebih mengenal jalur.

    bikin ngiler euy jelajah sumatranya

  4. bhenny.smb001
    bh3nny-smb001 /

    jd pengen cepat2 pulang.. hehehe tp minggu depan mau ada presentasi industri di kampus.. maklum br lulus kuliah..hehehe sekarang jd pencari kerja..

  5. Doni Prast
    doni-prast /

    tambah lagi ilmu per-bis-an dari jalur Sumatera…

  6. darmo_gandul
    darmo_gandul /

    jadi pengen touring ke tanah raflesia…

    ALS please give my first chance….

  7. bhenny.smb001
    bh3nny-smb001 /

    klo k bengkulu banyak pilihan, ada CSH 88, Bengkulu kito, SAN. silahkan.. klo first chance saya g bsa ngasih.. hehehe.. coz menurut saya perjalanan untuk d nikmatin.. ga semua driver dalam satu perusahaan punya psikologis yg sama

  8. Suplentonk Jaya
    plentonk /

    mantap!

  9. Tio_94
    tio_94 /

    wah seru tuh mbak Tiwi,perjalanan nya,

    saya penggemar SAN,

    pngen nyoba nih pake SAN,ke sumatra

  10. yoga-angra /

    memang benar bis lampung jaya lucu abiessss!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;