Sabtu 14 Juli 2012

 

(Foto by :Yudi Iduy)

 Setelah semua sudah merasa kenyang rombongan pun pamit kepada pemangku hajat. Acara pamitan dibarengi dengan agenda foto bersama. Mungkin jarang terjadi penganten diajak foto bareng pakai spanduk seperti ini . Seperti biasa ketika sudah berkumpul di dekat tempat parkir bus bukannya pada langsung naik malah pada foto2. Mungkin karena banyak photografer dan para model yang ikut, yang tidak mau melewatkan moment – moment yang tidak mungkin terulang kembali.. Suit..suit… .

Hampir jam setengah 3 rombongan baru bergerak menuju acara kedua. Malioboro merupakan tujuan kami selanjutnya. Mampir sebentar di outlet oleh-oleh khas Ungaran yaitu tahu baxo Bu Puji. Di sini sudah mulai ada rekan-rekan yang berpamitan untuk berpisah dari rombongan. Bus kembali berjalan untuk selanjutnya isi BBM di Bawen. Kembali beberapa rekan berpamitan di kota ini. Termasuk Willy Irwanto, bismania yang tergabung dalam BMC korwil bus banter juga turun di sini.. . Bawen merupakan salah satu tempat bersejarah bagi saya. Di terminal Bawen inilah saya mengenal untuk pertama kali sebuah komunitas pecinta bis yang namanya Bismania Community.

(Duet Nahkoda Handal, foto by Yudi Iduy)

Dari Bawen ini kendali bus kembali dipegang oleh Mas Boim. Menyusuri wilayah pegunungan yang memisahkan Kabupaten Semarang, Ambarawa, pingiran Temanggung dan Magelang. Kembali aksi tempel tipis2 ala mas Boim membuat mata para bismania ini terjaga. Sayang minim sekali bis yang lewat di sore itu. Hanya ada PO Sumber Waras satu tujuan dengan kami. Memasuki daerah Magelang mulailah bertemu dengan bus2 yang mengarah ke Ibu Kota.

Tampak rombongan gajah Temanggung dan Santoso cukup mendominasi pasukan bus malam di sore itu. Jam 18.05 bus kamipun merapat di parkiran bus Malioboro. Seluruh peserta diberi waktu sekitar 2 jam untuk berburu buah tangan, maupun sekedar menikmati suasana jogja seperti yang ada di lagu Kla Project. Jam 20.00 sebagian besar peserta tampak sudah kembali ke Bus, tetapi justru PIC acara malah belum pada nongol .

Disini terliat siapa yang belanjaannya banyak dan tidak. Kalo saya perhatikaan bawaan dari Mas Bowo termasuk dalam kategori terbanyak. Sepertinya akan berbagi oleh2 untuk satu kampung tuh.. . Baru sekitar jam 9 malam kurang seluruh peserta tour pun naek ke dalam bus. Di sini baru tahu kalau bus kami selain mempunyai lampu LED warna biru bus ini juga mempunyai lampu warna hijau. Ada yang punya foto pas lampu hijau menyala gak ya ?

Penunjuk waktu di dalam kabin bus memperlihatkan angka 21.05 ketika bus kami bergerak. Menyusuri keramaian Jogja di malam minggu. Suasa akhir pekan yang juga minggu terakhir musim liburan membuat kota ini sangat bergairah. Menuju purworejo dan kebumen masih dengan gaya mengemudi yang halus dan cepat ala Pak Edi. Gaya mengemudi ala Pak Edi ini memang akan menina bobokan para bismania yang ada di kabin bintang biru.

Kembali para ngorokers mendominasi perjalanan kami di malam itu. Kalo malam sebelumnya alunan dengkur dari para bismania dari ujung barat pulau jawa ini masih terdengar halus kali ini iramanya mulai berubah. Tidak ada lagi aksi menggiring gas dengkuran pelan-pelan tapi langsung tancap gas menuju titik tertinggi . Sepertinya kelelahan yang mendera membuat alunan dengkuran menjadi semakin tidak berirama .

Atau mungkin jalanan yang bergelombang memberi pengaruh alunan dengkuran menjadi tidak harmoni. Tapi yang jelas seluruh penghuni seat di bus bintang biru pariwisata ini sudah siap dengan kondisi jalur selatan yang macet parah. Bayang bayang dari caper mas Iwan (M. Kurniawan) bersama Sinar Jaya yang baru sampai jakarta jam 1 siang benar-benar menghantui perjalanan kami.

Sekitar jam setengah 2 malam bus berhenti di sebuah SPBU di daerah Gombong. Sebagian penghuni kabin turun untuk memenuhi toilet yang disediakan pengelola SPBU. Kelemahan bus tanpa tolilet memang harus sering berhenti untuk aktivitas unloading para penumpangnya. Bus kembali melanjutkan perjalanan. Mas Boim kembali menjadi nahkoda dari Blue Star MB 1526 ini. Pus pariwisata ini kembali berubah menjadi bus malam yang cepat, trengginas dan bertenaga. Menyusuri jalanan berkelok dan naik turun tetap dengan tensi tinggi. Lagi-lagi karena kalah start sekitar 4 jam dari bus2 malam membuat kami hanya bisa bermain dengan beberapa bus pariwisata.

Wush…wush… secara tiba-tiba sebuah bus putih berbody setra dengan logo 3 telur masuk dari sisi kanan. Bus bersasis Hino RG ini berhasil melewati sang bintang biru. Blue Star kami tidak tinggal diam, serasa tidak rela singgsananya direbut oleh 3 telur. Langsung saja menempel ketat si RG tersebut. Aksi kejar-kejaran 2 bis pariwisata beda PO, karoseri dan sasis ini membuat jalur lintas selatan bergairah. Aksi tempel tipis dari bus Pariwisata bersasis MB 1526 terhadap HINO RG sepertinya jauh lebih mendebarkan daripada aksi tempel bus malam ala Haryanto terhadap Shantika di pantura.

Mungkin aksi ini lebih mirip dengan aksi kejar-kejaran Sumber Kencono dan Mira di hutan Mantingan. (hehehe, sok ta aja deh, padahal seumur2 belum pernah naek Haryanto.. ). Aksi kejar-kejaran semakin seru dikala kedua bus super cepat ini tertahan oleh 2 bus big star pariwisata MB 1526.

Butuh waktu lama menaklukkan 2 pariwisata bus yang sedang berkonvoi. Kesulitan melewati big star pariwisata bertambah dikarenakan sang bintang biru mulai bertemu dengan bus-bus malam dari Jakarta/Bandung yang sedang mengarah ke timur.Rombongan Pahala Kencana, Rosalia Indah dan Sinar Jaya meramaikan suasana di malam hari itu. Lagi-lagi para cheerleaders Sinar jaya bersorak, saat sang Bintang Biru berpapasan tipis dengan armada pelangi.

Ternyata si RG armada 3 telur benar-benar licin bak belut. Disaat sang Bintang Biru baru berhasil melewati 1 Big Star, dia malah nyelonong menghilang di tengah malam. Memang armada terakhir dari Big Star pariwisata mampu memberikan perlawanan alot kepada 3 telur dan bintang biru. Skill mumpuni ketiga nahkodanya benar-benar dipertontonkan di sini.

Entah bagaimana kondisi para penumpang di RG putih tersebut. Berjalan kencang di jalanan sempit yang bergelombang pasti akan membuat punggung dan pinggangnya tersiksa. Hehehe. Tapi mungkin juga Mas Boim merasa sedikit menyesal, gagal merebut kembali singgasana jalur selatan yang keliatannya sengaja diberikan kepada si 3 telur untuk memacu adrenalin para kompor mleduk di dalam kabin.

Setelah aksi kejar-kejaran seru dengan bus-bus pariwisata akhirnya akupun tertidur. Entah bagaimana dengan rekan-rekan yang lain. Tapi yang jelas penghuni baru seat 2B benar benar gak mau kalah menginjak gas dengan mas Boim. Kalo mas boim menginjam gas MB 1526nya dalam-dalam, penghuni seat 2B ini menginjak gas dengkurannya lebih dalam lagi.  Sorry mas, just kidding!. Terbangun ketika bus berhenti di daerah tasik sekitar jam 4 pagi. Petugas Checker turun untuk mengambil service sarapan pagi buat kami semua. Hebatnya lagi sang checker langsung membagikan itu nasi saat itu juga, Sahur sahur!!!

Saat melintas sebuah rumah makan tampak masih ada beberapa bis malam yang sedang istirahat atau kontrol di sana. Salah satu dari bus-bus tersebut adalah si KD setra Hino RG juga sedang berhenti. Entahlah KD itu apakah benar bis pariwisata atau bis pariwisata yang sedang bertugas menjadi bis malam?. Jam 05.20 bus kami merapat di sebuah SPBU di Cicalengka.

Isi BBM buat sang Bintang Biru serta unloading bagi penghuni kabinnya adalah aktivitas yang terjadi di sana. Sebagian peserta langsung menyantap menu sarapan yang di sediakan PIC acara. Kalo saya perhatikan service dari PO BMC banten ini benar-benar luar biasa. 3X snack, 1x sarapan dan 1x prasmanan di resepsi pernikahan adalah service untuk perjalanan Tangerang – Ungaran – Jogja – Tangerang. Coba bandingkan PO mana yang berani memberi servicenya seperti ini?

(Mungkin karena spanduk ini yang membuat KD setra lari bak cheetah)

Sekitar jam 6 kurang bus kembali berjalan. Lingkar kemudi kembali ditangan Pak Edi. Menyusuri jalanan rancaekek, dan kemudian masuk tol Celeunyi. Di tol yang sunyi tersebut bus dipacu dengan cukup cepat. Angka 110 Kpj sering kulihat terpampang pada speedometer MB 1526 ini. Melewati Rosalia Indah yang sepertinya juga merupakan bus tujuan Jabodetabek via selatan. Amazing, bis yang berangkat sore hari mampu terkejar juga.

Akhirnya jam 08.40 bus kamipun mendarat dengan sempurna di lokasi start pada jumat malam. Sebelumnya ada beberapa rekan yang turun di jalan. Seperti rombongan Jakarta yang turun di pintu tol Bekasi Barat, Mas Boim di Semanggi dan rombongan Serang di Kebon Nanas. 11 jam dan 35 menit adalah waktu yang kami butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Malioboro – Tangerang. Luar biasa bukan ?

Sekian dulu catatan perjalanan (caper) ini saya buat. Mohon maaf jika banyak tempat dan moment yang terlewatkan. Perjalanan membosankan penuh kemacetan saat berangkatlah yang membuat saya malas mencatat selama perjalanan. Sehingga begitu sampai rumah makan Sari Rasa tidak ada satupun cacatan yang saya buat di handphone. Terus terang saya sudah tidak punya bekal dan ide untuk membuat caper. Beruntunglah mulai minggu sore (15 Juli 2012) banyak rekan-rekan yang menguploade foto-foto di facebook

Salam

Hendri

Dari Kota: Yogyakarta

Jam Berangkat: 21:5

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 8:40

P.O: Blue Star

Harga Tiket: -

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 07/14/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

''

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;