BMC Banten Goes to Ungaran & Jogja  (13-15 Juli 2012)

Sejak seminggu sebelum acara Face Book BMC BMC Banten sudah ramai dengan  bahasan untuk acara menghadiri  pernikahan Mas Dion (penasehat BMC Banten) di  Ungaran.  Teknis pemberangkatan mulai dari titik kumpul, point penjemputan  dan  dress code untuk acara utama merupakan topic utama yang dibahas di minggu itu. Scania Dragster (Rio) sebagai PIC kegiatan dan Ibnu Nouval sebagai menkominfo BMC Banten silih berganti memberikan postingan tentang teknis Kegiatan. Akhirnya disepakati pemberangkatan di  Kantor mas Dion (Cikokol) jam 18.00 – 18.30 WIB, dan titik jemputan di BSD, Kebon Nanas serta rest area Km 19 tol Jakarta–Cikampek.

 Jumat  13 Juli 2012

 

(Foto by : Yudi Iduy)

 Jam 18.00 sebagian besar peserta dan Blue Star MB 1526 sudah standby di pintu belakang kantor Pajak Pratama – Cikokol. Saya sendiri tidak tahu persis jam berapa bus itu sudah standby. Yang pasti jam 15.30 bus sudah start dari kandangnya di Pondok Pinang. Hujan deras mulai mengguyur  bumi Cikokol di petang tersebut.

Satu persatu peserta  harus berbasah-basah ria ketika mencapai lokasi pemberangkatan, termasuk Pak President BMC Banten.. . Lumayan kan Om Redis gak perlu mandi lagi? Coba datang sebelum jam 18.30 pasti gak keujanan.. . Akhirnya jam 19.00 penumpang terakhir datang dengan kondisi basah kuyup, siapa ya orang ya? .

Setelah semua peserta naek langsung acara dibuka dengan berdoa. Sang Ustadz dari Serang memimpin doa di Malam itu, Insya Allah doanya makbul . 5 menit kemudian petugas checker menyelesaikan tugasnya dan buspun bergerak mundur. Butuh waktu hampir 15 menit untuk mundur dari sebuah jalan yang cukup sempit di komplek perkantoran di jalan Perserikatan Cikokol.

Mampir sebentar menjemput satu peserta di SPBU dekat Kebon Nanas, dan lanjut menuju tol JORR. Kemacetan di Jumat malam khas Jabodetabek mengantar kami menyusuri jalan raya serpong. Masuk tol JORR yang ternyata juga tersendat sejak menapaki daerah Pasar Minggu. Hanya aksi kocak dari Kadir Doyak featuring Kiki Fatmala & Selly Marcelina yang sedikit menghangatkan suasana kabin.

Butuh perjuangan yang sangat keras untuk menuju titik penjemputan terakhir di rest area KM 19. Asa untuk bisa mengejar pasukan Muriaan sepertinya hanya menjadi isapan jempol. Bagaimana mungkin mengejar bus2 yang berangkat jam 5 s/d jam 7 malam, wong jam 21.45 bus kami baru bisa mencapai tol Jakarta Cikampek. Akhirnya tepat pukul 22.00 Blue Star bersasis MB 1526 yang membawa skuad BMC Bantenpun mencapai meeting point dengan peserta yang berangkat dari Jakarta.

Hans Lurah PG, Om Gapno, Mas Boim dan beberapa rekan lainnya merupakan peserta yang naik di sini. Dikarenakan sebagian besar peserta sudah dari sore hari berkumpul di Cikokol maka PIC acara mempersilahkan peserta untuk mengisi perut. Suasana rest area malam itu benar-benar ramai. Saya sendiri harus mengantri sekitar 30 menit untuk mendapatkan paket take away ayam goreng tepung dari rumah makan cepat saji sang kolonel dari Amrik.

(foto by : Yudi Iduy)

 Butuh waktu sekitar 43 menit untuk aktivitas isi perut dan membungkus makanan di tempat peristirahatn di Tol Jakarta – Cikampek ini. Bus kembali berjalan masih dalam suasa kemacetan jalan tol. Kemacetan malam itu sepertinya sangat parah. Buktinya sampai lepas gerbang tol Cikarang utamapun kemacetan masih saja terjadi. Tampaknya peserta yang sebagian besar adalah kompor mleduk ini mulai kelelahan satu-persatu.

Terliat satu persatu sudah mulai memejamkan mata, bahkan terdengar lirih suara dengkuran di sana-sini. . Untung saja aksi mengambil badan jalan di depan rest area km 39 dari Sinar Jaya mampu menghidupkan suasana. Hans sang Lurah Pulo Gadung langsung bersorak bak seorang cheerleader yang tentu saja langsung membuat para ngorokers terbangun. Ternyata malam itu bukan cuma 1 Sinar Jaya saja yang mengambil aksi langka tersebut. 2 sampai 3 bus Sinar Jaya yang mengambil badan jalan ternyata mampu membuat bahasa ngapak di dalam bus berkumandang di sana-sini .

 Sumber kemacetan ternyata berada di Km 58, ada truk yang mengalami laka di sana. Lepas Km 58 bus sudah bisa melaju selayaknya busnya rombongan bismania.  Tepat jam 00.05 sang blue star mulai keluar dari gerbang tol Dawuhan. Waktu 5 jam sungguh terasa sangat sangat panjang untuk menempuh jarak yang tidak lebih dari 100 km tersebut. Kembali terjebak macet di area Subang. Entahlah mulai dari mana titik macet tersebut terjadi. Yang pasti penunjuk waktu pada saat itu menjelaskan pukul 01.00 dini hari.

Saya sempat membuka FB, disana terlihat beberapa rekan mulai update status tentang kemacetan, bahkan ada yang minta pak Edi untuk buka jalur. . Ternyata kemacetan justru membuat rekan2 yang semula tertidur kembali terjaga. Terutama saat melihat KE 554 tujuan sumenep yang sama-sama menderita di dalam kemacetan. Suasana dalam bus kembali riuh ketika ada rombongan bus goyang kanan.

Aksi yang dipimpin oleh bus Cirebonan ini membuat kompor di dalam bis kembali menyala. Apalagi ketika melihat rombongan goyang kanan justru ketahan oleh pak Polisi yang malam itu bertindak cukup tegas. Menara Jaya menjadi korban ketegasan korps baju coklat tersebut. Surat tilang harus dilayangkan kepada bus bandel yang justu membuat macet jalan pantura di kedua arah tersebut. .

 Jam 01.54 baru bisa melepaskan diri dari kemacetan. Bus bertag line The New Experience to Travel ini langsung berhasil melewati ALS Jurusan Medan -Surabaya – Malang. Sinar jaya yang tadi ikut aksi goyang kanan menjadi bus lainnya yang berhasil dipinggirkan sang bintang biru. Selepas Rumah Makan Uun yang kondisinya sudah sunyi senyap, bus pariwisata tanpa toilet ini mau gak mau harus berhenti di pom bensin agar penumpangnya bisa menguras isi kandung kemihnya yang telah penuh.

 Sekitar 15 menit berhenti perjalanan kembali dilanjutkan. Kali ini lingkar kemudi dipegang oleh nahkoda tamu Mas Boim. Dibawah kendali Mas Boim membuat bis Pariwisata berbaju Jetbus HD ini seolah berubah menjadi bis malam yang sess. Dah kali ketiga ini mas Boim  menjadi featuring dari edisi NgeBlue Star dari BMC Banten. Tanjung Lesung, Bandung dan kali ini Ungaran-Jogja merupakan kiprah Mas Boim dan blue star bersama BMC banten. Benar gak ya ? mohon Petromaknya !!

Gaya mengemudinya yang joss disertai aksi menempel sangat rapat, dan perpindahan perseneleng yang halus menjadi kombinasi yang sempurna buat para bismania. Sayang sekali beliau memegang kendali si Jetbus MB 1526 ini disaat para lawan-lawan sepadannya sudah berada di daerah Pekalongan atau Batang. Hanya lawan-lawan ringan semacam Dedy Jaya dan Sinar Jaya yang menemani kami di malam itu. Akhirnya mata inipun terpejam. Keinginan untuk melihat perburuan Sinar Jaya dan Dedi Jaya kalah kuat dengan inginan untuk berlomba mendengkur dengan rekan bismania yang lain.. . Sepertinya hanya penghuni baku CD dan CB yang setia mengawal Mas Boim.. .

Terbangun sekitar jam 05.15 saat Mas Boim telah membawa kami di daerah Tegal. Tampak belasan armada Jawa Timuran baru pada melintas di kota warteg tersebut. Sepertinya kemacetan parah di Juwana dan Mangkang akan membuat armada2 tersebut baru bisa mendarat di Jakarta pada tengah hari. Pahala Kencana dan Harapan Jaya terlihat begitu mendominasi armada dari Jawa Timur yang kesiangan ini. Terlihat juga di sana LE 441 dan Harapan kita dari Jember juga melintas.

Menurut keterangan dari Yudi Iduy yang setia mengawal Mas Boim, Akas Asri juga termasuk di dalam rombongan bus2 kesiangan tadi. Akhirnya Mas Boim mengakhiri kiprahnya di lingkar kemudi saat bus berhenti di SPBU. Di SPBU yang mempunyai toilet terbanyak di Indonesia yang dibuktikan dengan penghargaan dari MURI ini rombongan Banten kembali melakukan aktivitas Loading isi perut.

Sekitar 20 menit berhenti kembali rombongan BMC Banten ini melanjutkan perjalanannya. Kali ini kemudi kembali dibawah kendali Pak Edi. Menyusuri jalanan Pemalang, Pekalongan, Batang dan Alas Roban. Beberapa kali bus kami berpapasan dengan armada Nusantara Patas tujuan Tegal. Kinclong juga tuh armadanya Patas Kudus/Semarang – Tegal yang rata2 menggunakan baju Jetbus HD.

Saat jam menunjukkan angka 08.40 kamipun mendarat dengan selamat di Rumah Makan Sari Rasa Kendal. Rumah makan yang di malam hari sangat ramai oleh puluhan atau mungkin ratusan bus malam tersebut terlihat sangat lenggang. Situasi ini jelas membuat nyaman rombongan yang memang berniat mandi, buang hajat dan makan disini. Sekitar 1 jam lebih kami berhenti, sebelum menuju ke rumah Mas Dion tak lupa peserta tour yang sudah berganti kostum batik ini berfoto bersama.

Dalam aksi foto2 ini ada kejadiaan yang cukup menggelitik. Keinginan berfoto bersama dengan spanduk kebanggan BMC menjadi lelucon saat spanduk yang dibentangkan ternyata berupa spanduk perpisahan anak TK di suatu yayasan . Ternyata spanduk yang dimaksud justru berada di bagasi bus. Liat fotonya, hampir semua berbatik kan ? Jarang-jarang lho bismania touring pada pakai baju batik ? . Kira2 ini batik punya sendiri atau pada minjem ya ? . Akhirnya sekitar jam 13.30 rombongan sampai di tujuan utamanya. Menuju singgasana pengantin dan memberi selamat kepada mempelai berdua. Setelah itu 50 orang yang sudah 17 jam di perjalanan ini langsung menyikat makanan di sediakan disana.. .

Dari Kota: Jakarta

Jam Berangkat: 19:15

Tujuan Kota: Ungaran

Tiba jam: 13:30

P.O: Blue Star

Harga Tiket: -

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 07/13/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

''

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;