Jumat, 14 Desember 2012
Hari itu konsentrasi kerja sudah terbelah, karena apa…. sore nanti diriku akan kembali terbenam dalam kabin bus guna menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju salah satu kota di Timur pulau jawa menjemput IDOLA hati. Selepas sholat jumat langsung plincing… kabur keluar proyek menunggangi DOI ehhh.. DO.1 menuju Lebak bulus.
Perasaan gumbira menyelimuti hati ini, aroma solar dan suasana terminal kembali kunikmati setelah perpal 4 bulan , terakhir naik bis jauh pas Mudik gratis bersama mbak Bela. Untuk perjalanan sore ini pilihan hatiku jatuh ke mbak KD uuppss… Kramat Djati maksudku.. kenapa KD, pertama bus ini merupakan salah satu bus yang direkomendasi Dulur berbody subur penyuka nasi uduk kebayoran, kedua diriku belum pernah mencoba sensasinya dan yang ke Tiga KD merupakan bus langganan budeku untuk menempuh jkrt – malang sampai2 mendapatkan tiket BDB heheheh…
Seminggu sebelum pemberangkatan ku tebus tiket KD untuk Surabaya dengan tarif 248rb, Hot seat number 1 ( thanks to kang Doni Prast dan Sam Andrew atas bantuannya… ) masuk LB langsung absen ke agen mendapatkan armada ber plat B 7528 PV. saat itu pukul 14.00 bus belum masuk terminal ku putuskan untuk keliling2 LB yang sudah lama tak kujamah.
Kulangkahkan kaki menuju parkiran muriaan bertemu dengan mas Ahmad agen HR ngobrol beberapa saat kemudian mas ahmad permisi mau kembali ke agen, mumpung bawa kamera keputuskan muter2 terminal ada 2 zentrum habis dimandikan kuhampiri untuk mengabadikan bodi jetbus ijo tersebut cekrikk….cekrik… beberapa saat kemudian muncul panggilan dari seseorang yang kemudian menghampiriku..
Crew : “ mas bisa bikin foto… ( dengan logat jawa yang kental ) “
Saya : “ iso mas…. njenengan pengene piye…. ( bisa mas, pengennya bagaimana ? ) “
Crew : “ iku mas… digaweke seng kotak ngono kae… “ ( itu mas.. dibuatkan kotak kayak gitu )
Saya : “ oh…. foto diprint trus difigura ngono kae… iso.. iso… wes ndang meh foto nang endi.. “ ( oh… foto yang difigura itu… udah mau foto dimana )
Crew : “ wah… mosok aku foto nganggo kaos koyok ngene mas…. aku yo rung adus… sek… aku tak salen seragam sek yo…. “ ( wah masak aku pakai foto pakai kaos begini saja mas.. aku juga belum mandi bentarya mas aku ganti baju seragam dlu.. “
Saya : “ yooo… tp ora usah adus ndak kesuen.. “ ( ya.. tp tdk usah mandi nanti kelamaan… )
Selang berapa lama mas – mas itu muncul dengan wajah sumpringah, sudah ngganteng pakai seragam Zentrum dengan celana jeans biru, berpose didepan Zentrum jetbus Ijo bermesin Hino RK. Setelah pengambilan gambar, Fauzan adalah nama mas tersebut meminta nomor HPku yang dicatatnya dibalik cover DVD orkes melayu langganan bus malam.
Saya : “ mas… mengko ngabari ae nek pas nang LB mengko fotone tak titip ke nang agen yo… “
Crew : “ iyo mas… suwun yo…. “
Saya : “ iyo mas… ati2 yo… “
” Mas Fauzan, Crew Zentrum TZ 27 “
Hehehehehe… emang tampangku ini seperti juru foto keliling ya.. ? tapi gpplah moment ini bisa menjadi bahan untuk caperku ini hehehehe…
Selang beberapa lama rintik hujan mulai turun ku putuskan untuk menuju ke parkiran KD disamping parkiran HR, Sosok putih berbodi jahitan adi putro berlampu smile dengan mesin Hino tampak terparkir dan kulihat plat nomor benar adanya ini ada bus yang akan mengantarkanku menuju kota pahlawan “ SURABAYA “.
Naik ke dalam kabin,seat no 1 sudah diduduki seorang pria.. tanpaku tanya ya wes lah… aku dudut seat no 2 saja, toh sama2 depan dan lebih enak bisa selonjor ( meluruskan kaki ) hehehehe… hujan turun semakin deras, beruntung semua penumpang sudah naik tinggal menunggu crew KD. Kurang lebih pukul 15.00 bus berjalan keluar lebak bulus. Menyusuri jalan ciputat raya mampir dahulu ke agen pondok pinang loading satu penumpang ibu2 duduk diseat no 3.
Masuk Tol TB.Simatupang berjalan santai disaat lalu lintas tidak terlalu padat dan hujan yang masih mengguyur… laju bus tidak terlalu kencang mentok di angka 100 km/jam kelewat dari angka itu langsung dioper gigi 8 alias Netral. Ibu2 yang duduk di seat no 3 mengeluarkan gulungan putih dan kertas dalam hatiku mau ngapain ya ibu2 ini… ternyata oh ternyata… beliau menyulam menggunakan benang wol putih itu hehehehe… suasana yang pas menurutku..
hujan yang turun, laju bus ber air sus yang tidak terlalu kencang, seat yang lebar cocok menikmati perjalanan nyaman ini untuk menyalurkan hobi merendanya hehehehehe… tampak beliau sangat menikmatinya, jari2nya bergerak seolah-olah mesin automatis pemintal kain. Sampai2 bola gulungan benang jatuh menggelinding beliau tidak mengetahuinya. Ku ambil benang itu, ku berikan gulungan itu kepada beliau dengan senyum beliau mengucapkan terima kasih. Hobi baru untuk menikmati perjalanan jauh.
Laju bus tetap berjalan seperti tadi, dalam catatanku dengan laju seperti ini cukup mencentang beberapa bus diantaranya : Harjay Jetbus ( kepengan banget naik harjay…. semoga terkabul.. amiiieenn ) karina ovenext, karina Sumenep dan SJ 55S. Sampai dengan karawang disalip walet biru eks AJA dan Bela Utama 017 ( sayang bukan bela utama 01, kalau 01 saya suruh supir kejar bus itu hahahahaha ) hujan masih membasahi karpet hitam sampai – sampai kurasakan air hujan menetes di bahu kananku… rupanya ada tetesan air dari atas yah…. gpplah itung2 menikmati dinginnya air hujan. Sampailah kami di Dawuan, jalan yang licin campuran antara tanah merah dan air hujan membuat laju bus tidak dapat maksimal dikala lalu lintas sepi.
Lepas simpang jomin style pengemudi lebih atraktif dalam memainkan tongkat disamping kirinya, karena disini beliau tidak bisa main netral lagi hehehe… tak banyak bus yang menemani kami dalam perjalanan kali ini, armada pangeran biru ( sumber alam ) dan laskar pelangi ( sinar jaya ) belum nampak. Lalu lintas yang bisa dibilang lancar hanya beberapa saat terhalang oleh odong – odong bermuatan berat yang berjalan di lajur kiri dan kanan membuat bus ini harus bermanuver. Sampai – sampai diri ini terhanyut dalam lamunan dimana esok hari akan kembali bertemu dengan istri yang telah berangkat terlebih dahulu menggunakan besi terbang.
Dan akhirnya diriku tersadar ketika bus berbelok kekiri menuju rumah makan padang Alam Wisata yang menurut testimoni dari dulur yang berbodi subur asal mojoagung servicenya handal. Ku buktikan dengan mengambil Sepotong ayam semur ( lumayan besar ayamnya… Daging mentok….. ) nasi, kerupuk secukupnya dan segelas teh hangat manis.
Eemmhhh… Handal juga service makan disini. Selesai makan ngobrol2 sebentar denga penumpang sebelah dan kemudian mengambil HP yang di cash di conter depan RM dengan membayar 2000 rupiah ngecash sebentar maupun lama hehehehe… sesaat kemudian masuk KD smile lainnya kalau tidak salah untuk Denpasar dan Malino putra lupa untuk tujuan mana. Setelah itu semua penumpang berkumpul dan dipersilahkan naik ke dalam bus.supir tengah kali ini berperawakan kecil dan gempal berlogat Tegal ( dan akhirnya ku ketahui kalau beliau memang asli tegal )
Perut kenyang, hawa dingin dan suspensi yang mentul2 tak kuasa melawan hawa kantuk yang tiba2 menyerbu.. hatiku bergejolak “hhaaii… kamu sudah lama tidak naik bus, dapat hot seat kenapa kamu sia-siakan moment ini dengan tidur…. “ hehehehe… itulah gejolak hati ini namun tak kuasa mata ini menahan kantuk, kumatikan HP yg baru dicas untuk menghemat beterai dan update status dulu melalui HP yang satunya… dan tidurlah aku dalam perjalanan ini… meskipun juga tidak tidur nyenyak sesekali dibangunkan oleh suara klakson dan goyang akibat pengereman.
Sabtu, 15 Desember 2012
Sampai suatu saat diriku betul-betul terbangun saat bus melintas dilingkar pemalang yang sedang dalam perbaikan, kulihat update statusku dalam salah satu jejaring sosial dan ternyata ada satu komen, yang memintaku menyalakan HP satunya karena ada Sesuatu yang akan beliau sampaikan
Kunyalankan Hp dan ternyata perjalananku kali ini dipantau dan dipromotori oleh Don Hari Jumbo untuk ditandingkan dengan Om Didik Edhi yang berada disudut Kuning dengan Sarung tinju berwarna Nano-nano berkekuatan Hino RG berjubah evonext jatihan new armada berseri B 7189 XA dengan diriku disudut Putih dengan sarung tinju bermotif telur terbang berkekuatan Hino RK berjubah pilar B melengkung lampu smile jatihan Adi Putro berseri B 7528 PV.
Ibarat tinju diriku sudah kalah selisih angka dengan om didik, saat ini diriku baru keluar dari pekalongan seputaran terminal pekalongan sedangkan om didik sudah masuk batang. Masuk Hook Kanan dari om didik (SMS bernada tantangan ) “ ayo.. kejar RG tua… masak RK kalah sama RG tua… “ kulindungi dengan double cover “ siapa takut om…. “ . Ku lepaskan uppre cut “ saya sudah mau keluar batang… om didik sampai mana, awas…. siap2 saja… saya duduk di seat no 2 “ dengan sigap om didik menjawab “ saya sudah sampai Tulis… “ sial… cepat juga om didik mengelak dari pukulan mautku. Dironde inilah staminaku mulai drop setelah berusaha keras menekan dan menyerang pertahanan rapat om didik, laju pukul mulai mengendor tidak bertenaga dan tidak terarah.
Muncul ledekan “ awas.. ya jangan sampai meng KO ku secara tidak jantan kala turun minum… “ (armada PK om didik berhenti di RM.Mekar Sari maka diriku bisa menyalip om didik secara tidak jantan hehehehe… ) dengan sisa-sisa stamina yang ada diriku terus mendapat serangan dari om didik, ku jawab dengan double cover kepasrahanku “ ya saya tinggal berdoa saja om… semoga driver mau lari lagi hehehe.. “
ku lemparkan anduk putih setelah kumendapat kabar kalau om didik tidak jadi turun minum, jelas hil yang mustahal diriku akan memenangkan pertarungan ini… tapi selama roda masih menggelinding segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk saat diriku turun minum di SPBU samping terminal mangkang untuk mengisi tenaga guna bertarung di sisi ronde yang ada.
Selepas turun minum kemudi berganti ke driver 1 harapan mulai muncul untuk bisa mengejar om didik paling tidak mengintili lah…. hehehehe…. namun apa daya… masuk tol Krapyak dan ZZZzzzZZZzzzz….. bobomania…… bangun2 sudah didaerah Rembang Wwwhattt…. begitu lamanya diriku tertidur sampai – sampai lupa untuk mengabari Bapak – Ibu kala lewat tol dekat rumah dan juga pengen melihat suasana dari demak hingga juwana kala malam hari ?. K
ulewati jalan beton yang sedang dalam masa pengerjaan bisa ku bayangkan bagaimana macetnya jalan disini kala bus dan truk berkumpul menjadi satu disini, sampai2 menginspirasi PK dan 2 truk semen untuk mencari jalan alternatif lain hingga akhirnya terdampar ditengah hutan. Selang berapa lama lampu sein kiri dinyalakan dan terlihat RM berpapan nama “ MITRA “ tampak didepan, ohh ini tho… tempat berhenti KD kalau istirahat pagi ? nampak disitu sudat terparkir OBL dan KD marcopolo yang bersiap berangkat ( akhirnya ku ketahui untuk armada denpasar ).malas untuk loading mengisi perut kuputuskan untuk sholat subuh saja dan duduk2 didepan mushola sambil ngobrol2 dengan penumpang lain dan bapak2 dari pesantren daerah tersebut untuk mengedarkan kotak amal.
Sempat kuabadikan OBL IDOLA dengan trayek Jakarta – Bima, mungkinkah ini armada untuk angkutan tenaga kerja wanita karena kulihat didalam bus didominasi perempuan. Selang berapa lama IDOLA berangkat tak kulihat kearah timur atau barat karena sedang menulis SMS untuk om didik edhi guna mengkonfirmasi jam berapa beliau landing di rembang. Sms balasan dr beliau masuk dan mengabarkan kalau beliau landing pukul 3.45 dan mengabarkan bahwa busku mentake over secara tidak jantan karena armada om didik berhenti di semarang dan kudus karena menolong armada lain yang storing.
Hahahahah betulkan om… selama roda masih berputar semua kemungkinan masih terjadi. Selang beberapa lama crew memanggil penumpang untuk naik ke bus namun terlebih dahulu crew menurunkan paket dalam bagasi, ketika di buka bagasi bus penuh dengan titipan paket oohhh… pantas saja laju busku tidak bisa maksimal karena ada muatan paket yg berat heheheh… ( buat bahan ngeles ke om didik ).
Pukul KD surabaya – malang angkat jangkar dari RM. MITRA, rona merah sang surya mulai muncul dari ufuk timur memberikan pemandangan yang berbeda dalam perjalananku kali ini ditemani pemandangan laut jawa dan lagi ibu2 disampingku asik merajut benang wol putih hehehe… Ngelaras Roso ya buk…. Seiring dengan naiknya sang surya seiring juga perjalananku menuju kota berikutnya yaitu TUBAN. Sampai juga akhirnya di alun-alun kota tuban bis berhenti dibelakang jaya utama actor livery biru hitam untuk menurunkan ibu2 yang menjadi penumpang pertama turun dari kabin bus.
” OBL IDOLA Jakarta – Mataram – Sumbawa “
Keluar tuban untuk lanjut ke lamongan, jadi teringat memori th 2005 kala itu sering riwa-riwi solo – lamongan kala ada proyek invest pasar diLamongan, sampai ingat pernah makan di RM perempatan dekat Babat ntah rumah makan apa saya lupa. Sang surya sudah semakin naik, kulihat jarum yang terus berputar menunjukan pukul 06.45 bus sudah berjalan melewati kota lamongan bercampur dengan aktifitas masyarakat sekitar. Sampai akhirnya masuk Jalan tol Lupa apa nama tolnya ( bantuin koh…. ) berputar diatas fly over untuk mengarah ke Surabaya.
Melewati masjid agung surabaya memori kembali berputar kala tahun 2003 diriku berkunjung ke masjid tersebut saat masih berstatus mahasiswa dan masih single… heeheheh…. lanjut terus menuju Tol Juanda dan akhirnya keluar tol entah didaerah mana dan kemudian mampir di Agen KD seputaran terminal purbaya, disini penumpang sebelahku turun dan beberapa paket.
Unloading selesai lanjut berjalan menuju terminal purbaya sampai akhirnya masuk ke terminal purbaya pukul 08.00, hatiku mulai bertanya2 terminal purbaya itu sama kah dengan terminal bungurasih, atau setelah ini mampir diterminal bungurasih ????? penasaran dengan hal ini kutanya pak supir dan beliau menjawab “ laa… iki wes tekan bungur mas…. “ waaahahahaha… katrok tenan aku.. masak gak ngerti sech kalau sama hehehe.. langsung angkat tas turun dari bus.. “ matur nuwun pak…. “ ku ucapkan terima kasih ke pak driver.
Seperti terminal2 pada umumnya begitu turun dari bus pasti akan ditawarkan jasa2 dari mulai taksi, ojek dll. Namun nanti dulu aku kepengen menikmati hidangan di terminal ini untuk menu sarapanku, menurut primbon dari koh hari… kalau mau makan sambil nonton bis bisa makan di warung soto ayam AHMAD yang merupakan langganan pak Faizi warung soto bernuansa coklat dengan rombong soto didepan dengan harga 8000 – 9000 untuk soto ayamnya apabila daging 12000, kalau rawon juga 12000. ( edan….rek… lengkap banget primbon’e nek soal makanan ) lokasinya dekat Patas Eka ( ruang tunggu patas belok ke kiri ).
Langsung menuju ke warung incaran… sampai diruang runggu patas ku telusuri sampai ke ujung tidak ada warung pak Ahmad… ya weslah cari tempat lain saja.. kayaknya mbak Maya enak juga nih… eehhh.. Mangap.. Maaf.. maksudku soto ayam mbak Maya tepat di samping bus patas EKA ngetem antri take off. Nikmat juga nongkrong disini sambil liat bus patas Jogja ( Eka, mira ), Semarang ( Jaya Utama, Jawa Indah ) dan Tulung agung ( Harjay ) parkir menunggu jadwal berangkat. Soto ayam, teh anget manis plus ngecas HP cukup ditukarkan dengan uang 12000 rupiah… Murah’e rek…. gak intuk iki nek nang Jakarta hehehe…
” Depot MAYA – Terminal Bungurasih “
” Parkiran Patas Jatim “
Setelah kenyang.. kulangkahkan kaki untuk mencari air mancur bungurasih yang sering digunakan tempat cangkruan dulur-dulur BMC Jatimers namun istriku mengabarkan kalau acara dirumah Pak de sudah akan dimulai, ku ubah arah jalan menuju pintu keluar untuk mencari ojek yang akan mengantarkanku ke daerah Pondok Candra – Surabaya untuk berjumpa IDOLA hati.
- T A M A T -
Resume :
- KD Jakarta,Surabaya,malang : 248.000 ( naik 8000 dari harga normal )
- Ngecash HP di RM alam wisata : 2000,-
- Soto “ Mbak Maya “ bungurasih :
Ngecas HP ( lama atau sebentar ) = 2000,-
Soto Ayam = 8000,-
Soto Daging = 12000,-
Rawon = 12000,-
Salam,
ARIF BUDI P
a.k.a Kijangserse
Dari Kota: Jakarta
Jam Berangkat: 15:0
Tujuan Kota: Sumenep
Tiba jam: 8:0
P.O: Kramat Djati
Harga Tiket: 248000
Kelas: Eksekutif
Tanggal: 12/14/2012




Matur Nuwun pak Admin..
sudah memasukan Caper ” berjumpa IDOLA ” dalam web BMC.
matur nuwun…