CasPer : Turing mbulet to Semarang

PO. Jaya Utama
CasPer = catatan perjalanan si Reporter : chapter Turing mbulet to Semarang
Dalam Rangka menghadiri pesta pernikahan sepupu nyonya di Semarang dan karena jiwa Turing yang menggelora maka inilah Kisah turingku yang paling melelahkan,
Permintaan cuti sehari yang tiba2 ditolak sepihak oleh juragan pas menit2 terakhir yang mengakibatkan agenda turing berantakan plus setelah dlam satu minggu aku turing jarak dekat hingga 2 malam
and let the story begin…..
Penderitaan pertama dimulai….
Start on Jumat, 19 februari jam 19.30 di terminal tercinta Bungurasih, lelah masih mendera setelah sejam terjebak macet parah di ruas A.Yani bonus hujan deras pula plus kecerobohanku yang lupa isi bensin sehingga menyebabkan 10 menit penderitaan menuntun motor extra pinggang dan leher kaku karena kurang tidur pasca menyanggong Mira nucleus 3 semalam dan turing ke Probolinggo 2 malam sebelumnya
Singkat cerita karena udah tertinggal Harapan Kita buruan maka target adalah Jayut Patas kebetulan ada Indonesia Galaxi exl namun sayang tinggl 6 kursi dan semuanya ada di dekat toilet, ogah ahhhh……
10 menit menunggu, hilanglah Indonesia Galaxi exl dan datanglah Jaya utama setra new Armada dgn dapur pacu Hino RG, sengaja kupilih kursi depan yang lumayan longgar dan dengkul tak mefet dan singkat cerita pula jam 20.15 Jayut meninggalkan Bungur dengan penumpang full seat wahhh luar biasa mengingat antri ngga sampe lama plus Bungur sedangkan hujan deras masih saja mengguyur Bungur hingga jalur 1 ( jalur Patas Solo,Jogja,Semarang,tulungagung,Madiun,Madura ) banjir mirip sungai dadakan….
Memasuki tol namun oleh driver tetep dipacu kisaran 80-85km/h saja dan tidak ada lawan yang berarti kecuali rentetan mobil pribadi yang ngeblong sembarangan plus truk trailer yang membikin penuh jalur tol sepanjang Waru-dupak-Kebomas
akhirnya setelah hampir sejam melalui perjuangan ngeblong truk trailer dan aneka ria gandengan tiba juga di terminal Bunder setelah itu lagi2 hadangan aneka ria truk2 kembali membuat mata sepet yang semakin sepet ini pingin cepet2 merem namun sang driver mampu melewati rangkaian aneka ria truk walaupun kadang2 harus agak anarkis, mata sepet pun tak jadi merem oleh aksi driver yang tiba2 membawa RG lansiran Oktober 2003 ala Sumber Kencono hehehehe hebattt hebaattt
Perjalanan yang sedikit mengkhawatirkan nan membosankan
Lagi enak2 menikmati aksi ssang driver namun tiba2 tercium bau sangit seperti kabel terbakar dan lampu spidometer dan lampu mayang mati, dengan tenang driver meminggirkan bisnya dan setelah oatk atik sedikit ternyata ada trouble dimana sekring udah diganti namun malah putus akhirnya driver memutuskan bis tetap jalan dengan menyalakan lampu hazard dan menyalakan lampu kabin walah2 koq nekad?? klo Sumber Kencono atau Mira pasti langsung perpal hehehehe tapi tetap yakin sama yang maha Kuasa lah masa sih BisMania dermawan kyk saya gini mau dibikin celaka hahaha Mpreeetttt…….. “Piye gak dermawan karo edan wong koen seminggu turing 3x bonus 3malam turu jok e bis” begitulah sekelumit omelan calon istriku yang kesel 3 hari nggak kuapelin hehehe. Lah koq jadi Curhat nih??? maaf ya pak Momod piss….
Ruas Lamongan-Babad pun tetap tanpa lawan berarti, hanya ngeblong sebiji Dali Mas setra tentrem saja dan akhirnya perjalanan yang membosankan ini membawaku ke alam mimpii karena driver memacu dengan penuh kehati hatian karena kondisi bis lagi sakit flu karena kehujanan …. zzzzzzzz
Tuban lama! Tuban lama! teriakan sang kenek merangkap kondektur membangunkan ragaku namun separuh rohku masih di alam mimpi…. bingung tho???podo aku yo bingung…
22.50 sampai di RM rasa utama, terlihat Indonesia Galaxi exl masih di pelataran parkir yang becek, langsung masuk dan seperti biasa 2 porsi rawon dan 2 gelas es teh tawar
23.20 perjalanan berlanjur kembali namun karena kenyang maka kantuk langsung menyerang mengingat perjalanan begitu membosankan karena jayut melaju santai dengan bantuan lampu hazard zzzz….zzzz
Tiba2 goncangan lumayan keras membangunkanku sejenak kucermati masih daerah Jenu ( cmiiw ) tapi koq jalannya udah hancur gitu ya???
Sesekali sang Joki harus mengerem menghindari lobang dan saat jalan lapang pun tak jua menyalip karena lobang di sepanjang sisi kanan kiri siap membangunkan para penumpang yang sedang terlelap di alam mimpi hmmmm salut deh makasih ya pak sopirr….
Akhir kata, perjalanan membosankan ini berakhir di Lasem pukul 00.55 but this is not the end, perjalanan dengan bis bakal berlanjut
SARKAWI is not the answer broo….
Setelah 2 porsi nasi Gandul dan 2 gelas susu mengisi perut, akupun harus segera kembali ke Surabaya karena Sabtu harus bekerja kembali, diantar dan ditemani nyonya serta calon papi mertua ke pertigaan Masjid Lasem untuk mencegat bus.
01.50 tepat kaki menjejak untuk mulai mencegat bus, muncul niatan untuk sarkawi bis2 dari jakarta setelah sekejap ingat caper mas Edhi “Langgam Sarkawi”, bulat tekadku untuk sarkawi bahkan semakin menebal dan yakin bila ada yang mau berhenti akan kurelakan selembar 50ribuan ( lebih mahal dari patas sby-lasem yg hanya 45ribu) melayang demi memulai debut Sarkawi, byuh byuh
01.57 Muncul 2 PK beriringan dan lambaian tanganku hanya berbalas asap knalpot Hino RG centralindo hehehehe, gak opo2 emank PK anti sarkawi saluuttt
02.00 Terlihat KD yang berjalan santai, langsung ambil kuda-kuda buat nyengklak ehhh maaakk wuuuussshhh… lagi2 lambaian tangan dan posisi kaki start berlari menyongsong dibalas pula oleh asap Intercooler setra AP kuraaangg asyeemmmm….
Semenit kemudian dengan mantap ku melambai kala lampu smile mendekat dan untuk ketiga kalinya lambaian tangan berbalas asap Hino RK8 KD new travego oalahh yoo… yoo ternyata tidak sesuai dengan cerita seorang tetangga yang bangga nyarkawi KD weleh weleh Nyarkawi koq PD mas mas…..
02.07 kilatan lampu marcopolo membuatku sumringah namun lagi2 harapan bertepuk sebelah tangan ternyata rombongan bus pariwisata hahahaha maklum mata tua
02.15 datang marcopolo lagi dan berhenti ahhhh ternyata PK Bandung-Malang, iseng2 tanya “pak Surabaya??” sungguh tak dinyana sebuah jawaban sopan dan tegas meluncur dari pak asisten driver “mohon maaf mas, ini bis malam kalo naik harus di agen” tak lupa sebuah senyuman mengiringi kepergian marcopolo 1525 ini saluutt saluuttt to PK
02.20 kilatan lampu beam dan lampu mayang merah mendekat “pasti ini jayut patas terakhir dari semarang” pikirku eh ladalah koq yang nongol Jayut ATB berbodi baru Trisakti Marcopolo “naik ini aja Bud sudah jam setengah 3 lho” pinta papi mertuaku, wah ya wis lah yo kasian juga melihat papi yang bersusah payah rela nganter padahal pagi harinya abis narik. setelah pamitan dan cipika cipiki dengan my lovely mrs harry “intercooler” segera naik dan menuju kursi 3 deret yang masih longgar. Baju baru tanpa rak bagasi dengan AC central namun tetap ada lubang blower ( aneh bgt ki ya?? )
Bus berjalan standar2 saja nmun tetap goyang kanan kiri ngeblong aneka ria truk gandeng.
masuk Sluke sebuah raungan mesin 1525 dan terlihat moncong marcopolo Ijo dari Tajur mendahului dari sisi kanan dilanjut oleh raungan Intercooler celcius Ijo semenit kemudian
Masuk Kragan lagi2 rombongan PK,OBL.KD,Ijo mengasapi Hino AK1J, bosan dan kesal dibaut blong2an akhirnya rasa kantuk menerpa, dalam hitungan detik langsung ke alam mimpii zzzzz
Terasa bis berhenti, mata terbuka sekejap ah ternyata sampai di Tuban lama namun karena rohku masih berasyik masyukk membayangkan nikmatnya tidur di buaian New Travego dgn gambar tikus Hollywood yang lagi bobo di awan so …. zzzzzz
Tepat pukul 6.20 terbangun karena ada tangan yang membangunkanku, tumben sekali jiwa dan ragaku cepet mbalik padahal biasanya klo bangun tidur pasti kayak orang bengong dulu hahahaha… ternyata bis sudah mulai agak penuh dan sudah melewati kota tahu campur Lamongan hehehe.
Meliuk2 rebutan penumpang dengan bis bojonegoroan, terlibat gandol2an dengan 2 Dalimas dan agaknya penumpang lebih banyak yang memilih naik ATB ini hingga adu sprint harus berakhir karena 1 Dali Mas ngetem dan 1 Dali Mas lainnya berlari kencang meninggalkan Jayutku huuuhhh… asyeemmm
Beruntung Jayut yang kunaiki adalah jatah hari terakhir sopir ini sehingga langsung bablas beluk knalpote ke Bungur Jaya
7.38 Tit mendarat dengan selamet di Bungur dan langsung nyengklak motor untuk lanjut ke kantor….
(Artikel oleh Harry Budi Wijaya)
