Touring ini dimulai pada 17 Des 2009, selepas kunjungan ke New Armada.
Berangkat dari Magelang naik Santoso Bumel ke Semarang, dari Semarang (maaf) selingkuh dengan KA Matarmaja. Tentunya bukan kisahku dengan Matarmaja yang akan kuposting. 18 Siang baru nyampai St Senen, nginap semalam di kost teman, trus tanggal 19 Malam acara slesai. Kebetulan selama 2 hari itu acaraku di GBK, cukup jauh dengan akses terminal mana aja. Singkat cerita, malem itu pukul 22.00 dari GBK ikut angkot ke St Senen (padahal kereta t’akhir berangkat pukul 21.30). Dari St Senen ikut Mayasari ke Pulo Gadung. tiba di PG waktu sudah pukul 00.00. Setelah sempat ditarik-tarik calo, akhirnya kuputuskan untuk tunggu bus malam yg berangkat pagi (????). Numpang tidur sejenak di warung Bang Lubis(Seseorang yang menolongku dari paksaan calo)….zzzzzzzz…….
Pukul 4.30 diantar Bang Lubis ke pemberangkatan bus ke Timur.
Pilihan pagi itu : Shantika, Senja Furnindo, Haryanto, dan Nusantara.
Pilih Nusantara aja ahh HS 204, K 1704BB (masih saudara dengan HS 200, pada caperku sebelumnya), 90ribu dikeluarkan, satu tiket diterima, kebetulan banget kursi no 4 masih kosong. Melanjutkan mimpi lagi ahh, paling juga nanti berangkat kalau udah penuh.
Akhirnya pukul 5.53 setelah Haryanto, Senja Furnindo, dan Satu Nu3tara berangkat duluan, HS 204 segera meninggalkan Pulo Gadung, Penumpang penuh hingga CD, kalau tidak salah jumlah total ada 38kursi. Yang unik adalah dari semua penumpang, hanya ada satu penumpang perempuan, seorang ibu muda dengan suaminya, sisanya laki-laki semua.
Bus segera masuk Tol, karena penuh, tentu tidak naikkan penumpang lagi nih…dan jalannya pun pasti langsung tancap gas. Benar juga, Baru 20 menit meninggalkan Pulo Gadung, bus sudah lari diatas 120km/jam!!!!! Baru kali ini melihat speedometer 1525 mentok. Sambil menikmati speed yang mantap, enaknya menikmati juga roti sponge big size ala snack Nu3tara hehehehe……..Lumayanlah setara dengan makan pagi.
Tak sampai 1 jam bus sudah sampai Pintu keluar Cikampek, pukul 6.49. Lumayanlah sepagi ini pasti belum ada penjual dodol. Jalanan yang relatif sepi di minggu pagi dibelah dengan pasti oleh Hs 204, musuh hampir tidak ada, apa yang ada di depan tidak lama lagi pasti ada di belakang.
Pukul 7.44 bus sudah masuk daerah Sukra, tiba-tiba seorang berseragam nu3 memegang stir, sopir pertama segera meninggalkan kokpitnya, lho ada apa ini??? Oh ternyata pergantian sopir ala mereka, bus tidak perlu berhenti, mereka berganti posisi dalam keadaan bus berjalan.
Ada satu bus yang tidak mampu diuber oleh Hs 204, bus itu konsisten di depan, bahkan tidak bisa ditempel, bukan bus malem, bukan pula Putra Luragung, tapi sebuah Kopaja!!!!!! hingga pukul 8.05 di Kandang Haur, kopaja tetap memimpin, ga tahu dia antar rombongan apa dan kemana. sempat krs juga dengan Mulyo Indah Antero.
Pukul 8.10 akhirnya Kopaja puter arah, oh ternyata mau antar rombongan ke Losarang. Tapi yang jelas Kopaja tetap di depan dan tidak sempat dilibas. Dari arah barat ketemu iring-iringan OBL Jakarta-Bima.
8.21 masuk lingkar Loh Bener, lihat Sinar Jaya dan Kijang ekstra yang sama-sama Remuk. di ruas jalan ini, beberapa tikungan mati tanpa ragu di blong.
8.56 Masuk tol Palimanan, ruas Tol yang masih sepi segera saja jadi ajang uji top speed. Empat menit kemudian sudah masuk ke gerbang Plumbon.
Pukul 9.25 Bus Masuk RM Kalijaga, Nu3 yang tadi berangkat duluan, kami parkir, mereka cabut.
9.55 Berangkat dari Kalijaga, naik dua sarkawi, satu di sebelah kernet, satu lagi di kandang macan, sopir masih sopir kedua, sopir pertama tidur di depan WC.
10.13 masuk jateng, jalanan meman sepi, pantura sangat bersahabat siang itu.
10.55 Bus sudah masuk Tegal, Dilanjutka Pemalang 11.27, Pekalongan 11.55, dan Batang 12.15.Jadi total tepat 1 jam, 20 menit waktu tempuh Tegal-Batang.
12.53 Roban lewat yang tengah, kejebak truk, jadi sabar antri.
12.59 masuk ring road Weleri, lagi-lagi ganti sopir sambil jalan, kali ini kembali lagi sopir pertama pegang kendali, sopir kedua berdiri di depan WC, mungkin karena ada sarkawi, maka dia tidak bisa tidur di depan WC. di jembatan layang sempat juga lihat KA exe lagi lewat.
13.12 Masuk kota Kendal, dengan rileks, sang sopir angkat telepon, sambil tangan yang satu tetap cekatan mainin sein dan klakson.
13.28 Lewat terminal Mangkang, tiga menit kemudian sempat lihat lagi KA yang tadi, kesimpulannya kecepatan dari Weleri ke Mangkang bus nggak kalah dengan KA exe.
13.38 Pertigaan tol Krapyak, ambil lurus ke arah Arteri, di Arteri nyusul SDR Bima, lho berarti jam berapa ya dari Jakarta??
13.56 Akhirnya sampai di Terboyo, turun di pintu keluar, jalan kaki masuk terminal, biar bisa milih bus apa buat melanjutkan perjalanan ke Magelang. Di dalem terminal ada dua Sumber Waras Jogja, dan satu Santoso Purwokerto (sengaja nggak ngelirik Patas, penghematan…….). Pilihan kujatuhkan pada Santoso Purwokerto, Body bekas bus malem yang di poles jadi sprinter, mesin Hino AK. Ternyata Sumber Waras berangkat duluan, ah biarin, mendingan tidur sebentar, duduk di kursi paling belakang, sambil menikmati angin sepoi-sepoi dari pintu belakang.
14.31 Akhirnya bus berangkat juga, sempat ketemu sama Haryanto yang tadi berangkat duluan dari Pulo Gadung. Perjalanan dalam kota nggak ada yang istimewa, selain juga masih ngantuk. Sampai di Ungaran hujan turun, bus mulai penuh. Laju bus mulai kencang karena jalanan agak sepi akibat hujan. Sampai Bawen lihat Sumber Waras yang tadi berangkat duluan sekarang masih ngetem di terminal Bawen, tanpa ragu langsung ambil kanan.
Bawen-Magelang bus melaju kencang, maklum masih mengejar agar tidak kehabisan jam di Magelang. Jalanan yang berliku, naik-turun dilibas dengan mantap, mesin Hino AK yang digunakan memang OK.
16.53 Tiba di Magelang, artinya tepat 11 jam perjalananku dari Pulo Gadung ke Magelang bersama dua bus banter beda kelas. 11 jam bukan catatan yang istimewa, tapi perlu diingat kalau aku ngetem di Terminal Terboyo setengah jam lebih, dan juga perjalanan keluar dari kota Semarang sendiri juga makan waktu lebih dari setengah Jam (Bandingkan dengan Bus Malam yang dari Jakarta langsung msuk tol, estimasi waktu maksimal 20 menit).
–Sekian—




cepetnya melebihi bus malam,kapan-kapan harus coba nih
Kuncinya ini mas:
1.Hari Minggu pagi, jgn yang laen. Jalanan lebih sepi.
2.Bus mulai antri di pemberangkatan PG jam 4.00, jadi kalo mau kursi depan harus jam2 segitu dah disana.
apa ni cuma dr pulogadung mas??dr LB ad ndk??
cuma dari pulogadung kayaknya ..
dari lb adanya sumber alam ke jogja