Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Ilustrasi (koleksi djon)

Ilustrasi (koleksi djon)

Sabtu (28/09/09) niatnya ke Pekalongan untuk menghadiri acara pernikahan saudara. Berangkat dari Rawamangun dengan Mayasari Bhakti 57 ke Blok M. sesampai di sana lalu disambung dengan Metro Mini 69 ke arah Ciledug. Turun di Pasar Kebayoran Lama setelah melewati flyover Kebayoran. Ternyata nama Alfa di Kebayoran tinggal kenangan setelah berganti nama menjadi Carrefour. Saya langsung ke agen Kramat Djati untuk memesan tiket. Ternyata seat 1&2 sudah terisi, saya putuskan tuk mengisi seat nomor 3. Menurut orang agen, KD HERCULES berangkat jam 18.30 wib. Waduh, padahal saya sampai di sini sekitar jam 16.30 wib.

Dari pada bengong dan memble tapi gak kece, langsung saja mencari mangsa orang agen KD tuk ditanyai tentang KD HERCULES. Insting tertuju pada sosok pria berperawakan gemuk, kulit agak hitam, mas wahid namanya tapi dia di sini biasa dipanggil dengan nama kopral.

Dari pertanyaan yang saya ajukan, maka keluarlah beberapa info yang mungkin bermanfaat bagi rekan-rekan tentang sosok KD HERCULES ini. KD dengan nomor polisi B 7483 IS ini keluaran tahun 2005 bermesin HINO RG dengan balutan Karoseri Adi Putro model setra (selendang). Pertama kali rilis, bus ini belum punya nama sticker HERCULES seperti sekarang ini. Bus ini dikelola oleh sebuah keluarga asal Slawi, Jawa Tengah dengan driver Pak Herman (sang ayah) dan Mas Udin (sang anak). Bahkan menurut info mas kopral, keneknya pun masih satu keluarga dengan supir. Bus ini berisi 59 seat, sudah tentu non-toilet. Nama HERCULES diberikan oleh Pak Wahid karena beliau sangat suka sekali dengan sosok Hercules, penguasa Pasar Tanah Abang. Maka dari itu, batangannya dinamai HERCULES.

Info dari mas kopral lagi, bahwa tuk hari ini driver HERCULES ialah Mas Udin. Soalnya rollingan sama Pak Herman. Hitungannya 2 hari naik, 2 hari turun. Bus ini juga menjalani service pada saat malam selasa atau hari selasa. Jadi kepada teman-teman yang ingin mencoba KD ini, mohon hindari hari itu, soalnya anda akan mendapatkan pengganti HERCULES.

Tak lama berselang sekitar jam 17.00 wib, bus pun datang. Parkir meluruskan dengan kondisi jalan, maklum terminal bayangan. Lha kok saya dipanggil sama Mas kopral, ternyata dia memperkenalkan saya dengan Mas Udin. Mas Udin orangnya kalem, dia juga ingin KD-nya bisa masuk di website BMC. Tak lupa saya memberikan buah tangan, ya walaupun hanya sebuah pin BMC, tapi saya berharap ini adalah permulaan perkenalan yang akan menjadi jalinan silahturahmi antara BMC dan pihak crew bus semakin akrab.

Sejenak sms-an dengan Mas Arifin, memberitahukan bahwa saya sore ini ke Pekalongan dengan KD HERCULES. Lalu Mas Arifin putuskan untuk meluncur ke TKP. Mas Arifin rencananya pada hari Jum’at (27/09) mau ke Pekalongan pakai KD HERCULES juga bareng Mas Choirul Arifin, tapi batal karena Mas Choirul ada tugas kerja.

Enak juga ngobrol bareng Mas Udin, cara bicara yang masih kental Slawi dan orangnya kalem plus tidak ada kesan driver yang sombong dengan cara mengemudinya.

Akhirnya datang juga Mas Arifin, langsung saya kenalkan dengan Mas Udin. Di situ juga Mas Arifin mencoba mengorek info tentang KD yang satu ini. Melihat mereka semakin akrab, saya sendiri mengambil beberapa foto. Walaupun memakai kamera HP dengan resolusi seadanya, paling tidak ada tambahan koleksi.

Mas Udin pun mengajak kita berdua istirahat sejenak di Warteg dekat bus parkir. Mengobrol dengan driver ditemani teh manis hangat dan es tah manis. Kalau saya makan dulu biar perut penuh terisi. Sudah pasti obrolannya tak jauh dari batangannya Mas Udin dan bis-bis lainnya. Mas Udin malah mengeluh tentang HINO RK8, yang menurutnya ada kelemahan pada rem dan kurang enak untuk melibas jalan menanjak.

Maghrib pun tiba, Mas Arifin pamit pulang dan saya melanjutkan obrolan. Menemani sang driver istirahat dan makan, ini pengalaman pertama saya. Sekitar jam tujuh kurang, Mas Udin dan saya menuju bis, siap untuk berangkat.

Yang mengejutkan adalah HERCULES pada saat itu menampung penumpang dengan kursi darurat. Kenyamanan memang bukan prioritas utama jika sudah menemukan hal seperti ini. Yang paling tidak mengenakkan di sini adalah tingkah laku pengamen yang meminta uang dengan cara sedikit memaksa dan sesekali mengeluarkan kata-kata kasar kepada penumpang.

Pukul 19.21 wib, KD meluncur dari singgasana parkiran. Sejenak kita mengungkap jumlah penumpang yang ada di dalamnya. Di lorong jalan bis terdapat 4 sampai 6 penumpang dengan kursi darurat, kurang begitu jelas juga karena pandangan saya tertutup oleh penumpang dibelakang saya dan di samping saya yang memakai kursi darurat,di barisan depan diisi 6 orang, sudah termasuk driver dan dua keneknya. Untuk penumpang yang mengisi kursi reguler saja jumlahnya sudah 59 orang. Intinya, laris manis atau kejar setoran.

Masuk SPBU dulu tuk mengisi solar, solar diisi full tank. Lanjut setelahnya, kenek yang satu pindah ke belakang, jadi sekarang di depan ada 5 orang. Keluar dari SPBU menelusiri jalan raya dan masuk tol Semanggi. Bis melaju di tol seperti tak ada perlawanan dari bis-bis trayekan. Tak ketemu juga dengan bis-bis muriaan. Kecepatan di tol dengan pengamatan saya pada waktu itu, top speed mencapai 110 km/jam dengan rpm dapat mencapai 28.000 (hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang ada di jalan, jadi bukan keterangan mutlak). Ngeblong dari bahu jalan pun dengan kecepatan 100 km/jam bukan suatu hal yang berlebihan bagi driver. Di tol, Mas Udin terus mengecek kondisi lalu lintas di sekitar Subang melalui telepon dengan temannya. Hampir melewati pintu tol Dawuan, diputuskan tuk keluar dari pintu tol Cikampek, soalnya menurut info dari teman yang Mas Udin hubungi bahwa jalur Subang macet total. Sesampainya di pintu tol, ternyata KD trayek Bobotsari yang tadi berangkat lebih dulu dari Kebayoran Lama sekitar 10 menit tersusul di sini.. Mas Udin langsung mengajak KD Bobotsari ikut serta menyusuri jalur tengah Kalijati, Purwadadi, Subang.

Kondisi jalan tak mulus, namun yang saya salut Karoseri Adi Putro yang dipakai masih terasa enak. Soalnya jarang sekali saya mendengar bunyi yang berisik dari body bis. Paling bunyi berasal dari per bis saat melintas di jalan tak rata.

Sesampai di Pasar Purwadadi, Subang. Salah seorang kenek turun lalu digantikan dengan kenek yang dibelakang. Di sinilah info yang sangat diharapkan muncul. Driver mendapat telepon dari temannya yang satu lagi, bahwa jalur utama Subang lancar. Info yang bisa dianggap terlambat namun belum ketahuan kebenarannya. Tak menghiraukan dengan info tersebut, driver langsung tancap gas setelah keluar di Ciasem Girang. Bis meliuk-liukkan bodinya saat ngeblong bis dan truk, manuver yang umum dilakukan untuk melihat kondisi jalan saat akan mendahului kendaraan di depannya.

Pukul 22.50 wib, bis sampai di Rumah Makan Singgalang. Wah, KD trayek Purwodadi yang tadi diblong di tol Pondok Gede kok sudah parkir duluan ya?. Apa memang jalur utama Subang lancar?. Semua penumpang turun, tak lupa saya pun ikut serta untuk beristirahat sejenak.  Lalu saya diajak makan sama Mas Udin, tapi rasa canggung saya muncul jadi saya tak ikut ajakan sang driver. Sekitar pukul 23.21 wib, bis melanjutkan perjalanan.

Sekitar 10 menit bis berjalan dan masuk ke jalur Seceleng, tiba-tiba driver merasakan keanehan pada bis-nya. Ternyata ban kanan belakang bagian dalam kempes. Bis harus menepi ke dalam SPBU untuk ganti ban. Di sinilah peran Mas Udin keluar, tak hanya terampil mengemudikan bis, tapi terampil juga dalam hal mengganti ban. Di sini terlihat kenek dan supir saling bekerjasama dalam mengatasi masalah di samping dibantu sesekali oleh seorang penumpang yang duduk di kursi CD (samping supir). Waktu yang dihabiskan untuk mengganti ban adalah sekitar 1 jam.

Bis melaju dengan mulus lagi, agak bosan juga soalnya tak ada perlawanan dari bis lain. Kalau saja ketemu bis muriaan, mungkin ada tantangannya. Sebelum masuk tol Kanci, saya terbuai dalam tidur. Terbangun di saat bis akan keluar pintu tol Kanci. Tak jauh dari sana terdapat kemacetan, namun tak memakan waktu begitu lama. Sesampai di sekitar Losari, Brebes, bis sudah mulai menurunkan penumpang.

Pukul 03.21 wib, bis memasuki Wiradesa, Pekalongan, ini saatnya buat saya untuk turun. Tak lupa pula saya berterimakasih kepada sang driver.

Yang menjadi nilai plus menurut saya adalah cara pembawaan bis oleh driver bisa saya katakan halus, misalnya dalam hal oper gigi dan ngeblong di jalan sempit.

Pengalaman pertama kali bersama kekuatan Kramat Djati HERCULES, ini juga menandakan bahwa HERCULES masih gondrong.


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Taofiq "Pipik"
Ditulis oleh

'Seating Beauty,'

9 Comments

  1. anggaraminded /

    kok KD batangan???
    apa pake sistem franchise ya KD,,. mohon pencerahan dan koreksinya mas :D

  2. Taufik Achmad Rifai
    taufik-achmad-rifai /

    Klo Setau Ak KD ALFA kebayoran itu Klo gak salah pake sistem setoran CMIIW.. Termasuk DUGEM, HERCULES, FAZAR & BANDOT

  3. Adrian Rizqitama
    adrian-rizqitama /

    ini Kramat Djati tyang dket aLfa kebayoran Lama yahhh …??

    terkenaL KD HercuLes ini kata temen quh yang bapaknya sopir biangLaLa MetropoLitan…

  4. Adrian Rizqitama
    adrian-rizqitama /

    bukannya Langsung Jaya juga ada yg namanya HercuLes ???

  5. Taofiq "Pipik"
    pipik /

    menurut mas udin (driver 2)memang diberi batangan khusus dengan sistem setoran…tapi mau juga coba pak herman (driver 1) alias ayah dari mas udin….Kayaknya gx kalah seru nih…..kres2an klo pagi KD JENGGO driver pak Jalal…masa JENGGO jam 22.30 udah parkir di RM.Singgalang,,,,yg bikin bingung dari pekalongan jam berapa ya?

  6. HANS
    hans /

    mas, ini hercules yg beberapa bulan lalu katanya nabrak orangkah?
    kalo bener berarti ini KD yg jadi lawannya gajah putih di pantura….

  7. shufian /

    wis slawi kampung ku juga di slawi tapi kalo aku ke slawi sering nya naik dewi sri yg volvo aku naik dari kampung rambutan menuju purwokerto
    ngomong2 mas udin tuh rumah yg di slawi di mana nya yah kalo aku di depan RS SLAWI di deket TERMINAL SLAWI AYU

  8. Taofiq "Pipik"
    pipik /

    @hans: wah mas,,,klo ttg tabrakan aku gx tahu….
    @shufian ; gx begitu jelas slawinya….

  9. Hendy Aristya
    hendy /

    system setoran CMIIW maksudnya apa??
    aku tertarik jg nihh.heheheee

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;