Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Rabu, 28 November 2011
Selama ini, belum pernah aku lihat Terminal Kudus yang kata teman2 Bismania merupakan terminal ter-HOT dalam kompetisi merebut penumpang dengan armada terbaru dan pelayanan terbaik serta harga yang bersaing sehingga semua kalangan dapat menikmati kelas eksekutip.
Siang itu diantar menuju Brengkelan, tak jauh dari rumah hanya 5menit. Di Brengkelan ini terdapat sebuah agen Sumber Alam shuttle & bis patas di utara kota Purworejo untuk tujuan Semarang. Jarak Purworejo-Semarang sekitar 124KM, bis bumel saat ini jaraknya sangat berjauhan dang ngetem mania, sampai ‘didudul’ jam berikutnya.  Saat itu menunjukan pukul 10.50, aku coba menelpon seorang kenalan yang bekerja di PO. Sumber Alam untuk menanyakan jadwal, dan didapat info sebentar lagi ada Bis Patas/Shuttle kisaran jam 11.15-11.30.
di agen tersebut menjual tiket jika kendaraan sudah datang. Aku menunggu ditemani seorang gadis imut yang berumuran 20an, dia menjaga agen tersebut dengan ibu-nya. kalo menunggu disini kelamaan, bisa tak jadi berangkat ke kudus nie, senyum gadis tadi begitu menggoda. Heuheuheu, Pukul 11.05 sebuah Hino kecil bercat Biru parkir di depan agen. Tak lupa aku berpamitan dengan gadis tadi. Pulang Purworejo berikutnya nongkrong disini lagi akhh,,
Bus Patas Sumber Alam dengan 31seat (kiri 6baris, kanan 7baris dan belakang 5seat) dengan model Laksana Tourista masih sangat bagus kondisinya.  AC cukup sejuk, driver sudah berumuran membawa bis kecil ini di jalur Purworejo-Magelang dengan lembut. Hari kemaren sudah aku jajal Sumber Alam Shuttle Hino dutro 17seat, cukup memuaskan dalam waktu tempuh Gamping-Purworejo. Apakah Bis Patas ini memuaskan juga dalam waktu tempuh?
Penumpang berjumlah 8 orang, aku pilih seat paling belakang karena factor kaki-ku yang panjang. Sampailah di Terboyo pukul 14.50, 6jam 50menit waktu tempuh bis patas ini, karena start dari Cilacap pukul 08.00, sampai di terboyo sudah ada penumpang yang menunggu, tak berapa lama jalan kembali.
Setelah turun, segera aku menuju jalur pemberangkatan di tengah, aku temui sebuah Nusantara Bumel-AC dengan balutan body Adiputro seri lawas berwarna merah. Tampak di belakang terdapat sebuah Nusantara Scania body Adiputro-Setra cat Kuning bergambar Putri Michiko (michiko apa mihiro yaa?)…
Aku duduk di seat deret kiri, driver sepuh sudah bersiap di kemudi. Sekitar 10menit kemudian bis dijalankan. Hanya seperempat isi bis, dilanjutkan ngetem di depan Suara Merdeka sekitar 10menit dan bis Bumel AC ini penuh sampai penumpang berdiri.
Jalur Terboyo-demak-Kudus dilalui dengan kecepatan konstan. Memasuki wilayah karanganyar, terjadi kemacetan panjang, dan aksi buka jalur-pun dimulai sampai depan garasi Nusantara Karanganyar. Tak lama kemudian lolos kemacetan jembatan, dan sampailah di Terminal Kudus pukul 16.25.
Memasuki Terminal, para agen berjalan mulai menawari tiket. Entah karena tak ada loket atau memang ‘tradisi’ di Kudus seperti ini?. sebelumnya, telah aku hubungi ‘Babe Muria Raya’ Yuanito Bayu untuk menanyakan armada andalan untuk menikmati pantura kali ini dengan mencari armada yg katanya banter-banter ala Muria, dia menyarankan untuk mencoba PO yang belum pernah aku naiki. Masuk dalam List sore ini PO yang belum pernah: Bejeu, Muji Jaya, MJCM, Slamet, 
Aku memasuki dalam terminal, dan bertemu dengan agen Bejeu , aku tanyakan ketersediaan seat untuk tujuan Rawamangun dan Pulogadung, ternyata tersisa seat baris ke-7 dan belakangnya. Aku urungkan niat.
Rasa lapar karena belom makan siang sangat terasa, segera aku menuju sisi utara terminal, soto pak Demung menjadi pelampiasan. Semangkuk soto, dan segelas es tehh plus 2tusuk sate telor puyuh menjadi santapan sore itu. Selesai makan, segera menuju tengah terminal untuk berburu tiket lagi.
Bertemulah dengan agen Nusantara, aku tanyakan apakah Rawamangun atau Pulogadung masih ada seat? Ternyata masih ada seat nomer 3 untuk NS18. Tiket seharga 125.000 aku tebus… Waktu masih menunjukan pukul 17.00, hanya ada sebuah Nusantara MB1525 setra terparkir di tengah, SElamet merah terparkir di sisi utara terminal, dan Surya bali yang masuk sebentar di terminal.
Aku berjalan menuju sisi selatan terminal, ku temui agen Nusantara. Duduk menunggu petang, terlihat penumpang mulai berdatangan. Yaa, maneuver bis berlagi masuk terminal sangat indah. Terkagum terhadap manuver Haryanto Red Phoenix yang berputar di parkiran tengah terminal dengan kecepatan tinggi (opo ora mumet penumpang e yaa? Muter karo buanter).
Bagi saya yang sudah 5tahun menjalani wira-wiri Jakarta-Purworejo, baru kali ini saya rasakan aroma persaingan dengan menawarkan fasilitas terbaik untuk para penumpang… kalo anda bertandang di jalur selatan, Purworejo-Kebumen,  jarang anda temui kelas eksekutip seperti ini, SEAT ber Legrest hanya ada di Rosalia Indah SE Solo-Jogja-Purworejo-Bekasi timur-RM-Bitung….
Rasa lapar kembali melanda, aku menuju pojok tenggara terminal, ku temui lagi Soto Kudus, begitu duduk, ternyata ketemu cewek cantik berumuran sekitar 26 (menurut penerawanganku) yang tadi menjadi kassir saat aku makan pertama. Dia hanya bertanya “masih laper mas?” dan pembicaraan un berlanjut menemani-ku makan hingga petang…
Waktu sudah menunjukan pukul 18.00 kali ini aku pindah duduk di tengah-tengah terminal. Terlihat 2 bocah ababil kesana-kemari menenteng HP dan ceprat-cepret berbagai Bis.
Makin malam, makin ramai terminal ini. di depan terminal antrian kendaraan menanti lolos perbaikan jembatan mengular. Aksi blong kanan dilakukan hampir semua bis yang akan masuk terminal.
Jam 18.30 NS18 ahirnya dating juga. Menggunakan dapur pacu SCANIA bernomor body HS157 dengan body Jetbus Adiputro parkir di tengah menghadap selatan. Naiklah saya menjadi penumpang pertama yang memasuki kabin. 8deret kanan-kiri plus 2seat samping toilet (toilet berada di kanan). Sangat bersih dan terkesan mewah (atau saya terlalu lama bermain di jalur selatan yaa?)
Pukul 19.00 penumpang dipersilahkan naik, segera mengikuti antrian untuk lolos macet jembatan lepas terminal itu. Sangat halus Scania ini, tarikan gas tak terasa, apalagi rem-nya tak ada ‘injakan paku’. Driver masih muda, sepertinya darah muda juga ,masih menggelora (semoga saja)…
Memasuki Garasi Nusantara tak jauh dari terminal tersebut. Niat saya pengen liat-liat garasi, namun oleh crew dilarang karena bis segera diberangkatkan. Dan tak berapa lama NS18 keluar garasi langsung ‘ngintil’ sebuah Haryanto merah dan Haryanto ijo.
20.20 sampailah di  RM.So Tasty krapyak. Untuk kali pertama makan di sini, menu nasi dibentuk kotak, sedikit sayur kangkung dan sepotong ayam ukuran kecil telah disajikan pramusaji. Porsi yang sesuia unutk mengisi sisa perus setelah 2mangkok soto kudus tadi sore. Kalo Koh Hary bisa nambah 4-5 piring kalo porsi segini, HeuhueHeu).
21.00 penumpang dipersilahkan naik kembali, tak lama kemudian driver juga naik dan segera jalan. Tenaga Scania sangat terasa handal, halus percepatan-nya dan rem tak mengganggu kenyamanan penumpang.
Melewari RM.Sari Rasa sekitaran pukul 21.50 sudah sepi, kawasan Gringsing pun juga sudah sepi Bis Malam.
Tanjakan Plelen dilalui tanpa ‘ngeden’, power handal, dan lepas plelen jalanan-pun sepi segera di geber driver muda ini. hanya bertemu Handoyo dan Rhema Abadi sampai Batang, entah start terlalu malam atau Bis lain Start terlalu gasik sehingga tak bertemu.
Kenyamanan Scania ini memang Handal, penumpang bisa tidur nyenyak. Kecepatan juga standart Muria-an, kenceng tapi ga ngoyo.
Lepas tegal, mata sudah mengantuk, terbangun lagi sedang pergantian driver di alaman Rumah Makan sebelum Tol Kanci.
Berdasar info dari driver-driver terdepan mala mini, didapat informasi bahwa lepas palimanan sudah macet 2 lokasi, dan malam itu diputuskan melewati jalur tengah jawa barat palimanan-subang-kalijati-sadang.
Pukul 01.15 dari kawasan kanci, masih ada harapan masuk Jakarta pagi.
Jalur sempit itu dilalui dengan kecepatan nyaman. Penumpang masih dapat tidur nyenyak walaupun beberapa kali air-suspension mumbul-mumbul karena jalan tak rata dan beton yang bergelombang. Aksi mendahului beberapa truck tuipis, karena jalan yang sempit.
Tertidur lagi, bangun sudah ada di gerbang tol sadang pukul 04.35 bareng duo Shantika. handal juga melalui jalur tengah ini.
05.35 turunlah di TOL rawamangun, bis menepi dan turunlah saya untuk jalan kaki melanjutkan tidur kembali.
Malam ini terlewatkan tontonan pantura (terutama pantura jawa barat) yang biasanya didominasi bis dari tanah muria jago dalam mengejar masuk Jakarta pagi.
Kenyamanan NS18 cocok untuk istirahat malam anda.
M.Kurniawan (iwan)

Dari Kota: Kudus

Jam Berangkat: 18:30

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 5:35

P.O: Nusantara

Harga Tiket:

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 11/28/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;