Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Pekerjaan yang sudah beres dan ketidakhadiran bos merupakan perpaduan yang pas akan timbulnya niat “jahat” untuk mangkir dari kantor alias pulang sebelum waktunya. Bisikan-bisakan setan makin menggoyahkan iman ini untuk melaksanakan niat tersebut”.

Akhirnya niat jahat tersebut pun terlaksana, tepat tengah hari kulangkahkan kaki ini menuju halte busway depan kantor di bilangan sudirman. Tujuan yang dituju yaitu terminal Rawamangun, salah satu terminal di jakarta yang cukup bersahabat dengan calon pengunjungnya. Sebuah terminal kecil namun mampu menarik minat para pemilik PO untuk berlomba-lomba memamerkan produk andalannya disini.

“Semenjak paripurnanya istri dari tugas kantornya di daerah kawasan industri pulogadung, ditambah dengan gubuk reot yang saya tempati beserta keluarga kini sudah berada jauh di daerah selatan jakarta, jarang sekali terminal ini saya sambangi. Teringat dulu saat masih menjalankan rutinitas “teri”, hampir setiap hari terminal ini dan juga terminal pulogadung saya sambangi untuk hanya sekedar cuci mata memandangi molek dan anggunnya para penghuni terminal. Yak, rasa kangen akan terminal ini cukup menyeruak didada. Ditambah satu niatan lagi yang makin memantapkan diri ini untuk menuju rawamangun”.

Transjakarta “Lontong” yang dioperasikan oleh damri mengantarkan saya transit di halte dukuh atas untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke halte arion. Tepat pukul 13.30 sampai juga di halte Arion dan selanjutnya jalan sehat 200m menuju terminal rawamangun.

Aroma knalpot yang khas, kehadiran OBL scorpion king yang hari itu ditugaskan ke denpasar, Lorena dan Laju prima mercy lawas dengan overhang depan panjang, Gunung Harta sang pendatang baru di Rawamangun dan warna-warni nya pahala kencana mampu melepas kerinduan akan terminal ini.

Selain memang kangen, ada satu tujuan lagi yang membuat diri ini hari itu mantap menuju Rawamangun. Mencoba armada APTB Rawamangun – Bogor (Bubulak) untuk pulang adalah tujuan lain tersebut. Sejak diluncurkan sekitar bulan lalu, belum sekalipun diri ini mencobanya.

Dengan balutan baju Discovery dari Laksana membuat APTB yang dioperasikan oleh Sinar Jaya ini terlihat lebih segar dan berbeda dibandingkan APTB lain maupun bis kota dan transjakarta lain. Tidak seperti transjakarta, desain pintu tengah yang mempunyai tangga besar untuk memudahkan penumpang naik turun membuatnya tidak memerlukan halte khusus di terminal.

Interior bus sendiri mempunyai desain cukup unik. Mulai pintu tengah ke depan konfigurasi seat seperti bis kota pada umumnya dengan seat 2-3 menghadap ke depan. Tapi mulai pintu tengah ke belakang konfigurasi seat seperti transjakarta, yaitu berhadap2an. Untuk Mesin, APTB ini menggunakan Hino mesin depan (AK)

Rute APTB Rawamangun – Bogor (Bubulak) ini adalah selepas terminal rawamangun masuk jalur Transjakarta ke arah pramuka, dan di simpang pemuda-pramuka masuk jalur transjakarta lagi menuju cawang. APTB ini akan berhenti di setiap halte Transjakarta di sepanjang jalur yang dilewatinya dimana halte UKI adalah halte terakhir untuk selanjutnya masuk tol jagorawi menuju bogor. Keluar tol jagorawi di exit tol sentul city lalu langsung masuk tol lagi di tol BORR (Bogor Outer Ring Road). Keluar tol BORR masuk ke jalan baru arah ke cimanggu selanjutanya menuju Bubulak.

Setelah cukup puas melepas kangen dengan suasana rawawangun, tiba waktunya pulang, dan jadwal pemberangkatan jam 16.00 menjadi pilihan. Dengan diiringi hujan yang cukup deras, tepat jam 16.00 bis pun berangkat. Seat depan sebelah kiri yang kebetulan hanya dihuni seoang mahluk halus jadi pilihan. Okupansi penumpang hanya sedikit, tidak sampai separuh tempat duduk.

Selepas lampu merah arion langsung masuk ke jalur transjakarta. Satu persatu penumpang naik di setiap halte. Dan di halte terakhir, yaitu halte UKI penumpang baru benar2 full seat, dimana akhirnya saya pindah duduk diatas kuburan (mesin) bersama 3 orang lainnya dan merelakan tempat duduk saya untuk seorang ibu-ibu.

Kondektur baru menarik tiket setelah bus masuk tol jagorawi. Untuk penumpang yang naik dari terminal rawamangun, langsung membayar ke kondektur tersebut untuk kemudian penumpang diberi tiket. Tapi bagi penumpang yang naik dari halte-halte transjakarta, hanya memberikan tiket yang sudah dibeli di halte kepada kondektur tersebut.

Kondisi tol jagorawi yang masih relatif lancar tidak memancing si pengemudi untuk injak gas dalam-dalam. Style AKAP khas Sinar Jaya masih dipertahankan. kecepatan konstan di angka 80km/jam.

Lepas exit tol sentul city di depan mall bellanova sudah mulai ada penumpang yang turun. Bagi penumpang yang turun selain di halte transjakarta dan tempat pemberhentian terakhir hanya bisa menggunakan pintu belakang karena pintu tengah terlalu tinggi dan pintu depan tidak dioperasikan disebabkan adanya “kuburan”

Akhirnya tepat jam 17.30 saya mengakhiri perjalanan untuk turun selepas underpass jalan baru. Estimasi saya sekitar 15-20 menit lagi akan sampai pemberhentian akhir di bubulak.

Secara keseluruhan menggunakan APTB bisa dibilang sangat nyaman. Mungkin karena perjalanan saya ini belum di peak hour pulang kantor jadi kondisi bus tidak terlalu penuh. Namun APTB ini bisa menjadi alternatif angkutan bagi warga bogor yang ingin ke jakarta maupun sebaliknya. Dengan tarif Rp. 12.000,- penumpang sekaligus bisa langsung terintegrasi dengan jalur Transjakarta tanpa ada biaya tambahan lagi.

Dari pembicaraan dengan driver sepertinya Sinar jaya akan serius menggarap APTB wilayah bogor walaupun mendapat pertentangan dari supir-supir angkot wilayah bubulak sehingga akhirnya sekarang APTB tidak boleh masuk terminal bubulak. Memang saat ini baru ada 10 unit yang dioperasikan untuk jalur Rawamangun – Bubulak. Tapi informasinya dalam waktu dekat ini akan ada tambahan 40 unit lagi untuk APTB Bogor dengan 2 rute tambahan yaitu Bogor – Grogol dan Bogor – Tanah Abang. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi.

Salam,
Budi Santoso

Dari Kota: Jakarta

Jam Berangkat: 16:0

Tujuan Kota: Bogor

Tiba jam: 17:45

P.O: APTB

Harga Tiket: 12000

Kelas: Ekonomi 2-3 AC (ATB – Ac Tarip Biasa)

Tanggal: 04/04/2013


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;