Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

PO. Budiman

PO. Budiman

KiperPon : Kisah Perjalanan Ponirin

Edisi : 25 April 2010

Sebuah catatan perjalanan

“Warna-warni BUDIMAN menjawab penasaran”

Asli engga tau kalo hari Minggu 25 April 2010 BisMania Jogja ngadain acara ke Solo,di tengah perjalanan naik Sumber Alam ekonomi 23 April sore dari Grogol ke Jogja,aku di sms oleh Yeremia BMC Jogja, “mas besok ikut engga?”,sedikit dilema karena aku gak bawa seragam atau baju bermotif BMC, sedangkan hari Sabtu kudu muter-muter nyari carteran.

Bahkan Sabtu pagi 24 April 2010,sehabis nyekar di pesarean Kuncen,langsung bergegas ke agen BUDIMAN Gamping,maunya sih pesen tiket buat Minggu pagi estafet pagi Jogja-Tasik-Jakarta ,tapi menurut agen,langsung datang aja jam 6 pagi kalo pengen naik yang pertama.

Namun semuanya berubah total,setelah muter seharian nyari carteran muter-muter Antar Kota Antar Kabupaten bersama Febri BMC Jogja dan urusan hari Sabtu udah bisa di klik,akhirnya aku memutuskan untuk ikut ke Solo bersama kawan-kawan dari BMC Jogja,kapan lagi turing bareng mas Azis Borja,mas Uus,keluarga mas Desika,mas Rendy,mas Edo,mas Yeremia dll-nya..

So,rencana balik Jakarta hari Minggu pun berubah dari Jogja-Tasik-Jakarta menjadi Jogja-Solo-Jakarta .

Minggu pagi 25 April 2010,

Ditengah hujan rintik-rintik aku berangkat ke Giwangan naik bus engkel Tempel-Jogja,namun sampai di Gedongkiwo semua penumpang dioper ke bus Srandakan-Jogja..

Di Prawirotaman,naiklah sepasang londo(bule), dengan pakaian seadanya,yang cewek duduk di depanku,yang cowok di sebelahku,entah mereka ini londo Jepang ato londo Amerika hahaha,aku pengen tau bagaimana cara si kernet minta ongkos,dan saatnya pun tiba..

“ wan-wan tri tosen” kata si kernet (= siji-siji telung ewu = satu-satu tiga ribu),aku menahan tawa,karena bahasanya aneh,aku pun sempat enggak tau artinya apalagi si londo

Londo yang cowok bingung,lalu si kernet mengulangnya “ wan-wan tri tosen “ sambil menyodorkan 1 lembar duit 5 ribu dan selembar seribu rupiah,namun di tangan satunya ada 2 lembar seribuan,aku masih menahan senyum dengan bahasa tarzan ala kernet ini

Si Londo yang belum ngeh,menyodorkan 2 lembar seribuan..aku pun tersenyum..

Kujawil si londo (yang cowok lo,engga berani njawil yang cewek),”mister, two peoples six thousand rupiahs..”

Londo manggut-manggut,sambil menyodorkan 6 ribu rupiah,si kernet pun berlalu..

“where are you going” tanyaku

“puertorico” katanya dengan logat londonya ,kamsudnya purwokerto,

“well,you can ride with bus Efisiensi,full air conditioning,very cold,not hot like it.”

“oke , tengkyu”kata si londo lanang,kemudian si londo cewek menggamit tangan si londo cowok.. (www.maraipengen.com) ooo sampean pacaran to mister?? Batinku dalam hati sekaligus kuatir jangan-jangan aku menyarankan buat efisien alias ngirit,yah bisa-bisa dia naik bumel..hahaha

Begitu turun di Giwangan,kubiarkan pasangan londo yang baru kasmaran itu mencari bus jurusan Purwokerto sendiri,biarlah menjadi pengalaman menarik bagi mereka berdua,..Sementara aku bergegas keluar terminal,menuju meeting point rombongan BMC Jogja

Jam 9.35

rombongan BMC Jogja bersiap berangkat ke Solo dengan bus pariwisata GeGe Transport,start dari SPBU Giwangan jam 10.35,penarikan ongkos di atas bus hehe..kemudian pembagian sebotol air mineral dan snack oleh mas Rendy yang sedang ulang tahun..panjang umurnya bro..

Sesampai di Tirtonadi,parkir di sebelah Dahlia Indah..loh kok bus pariwisata bisa masuk Tirtonadi?? Ya bisalaaghh..setelah itu berturut-turut mengikuti acara launching BisMania Community Soloraya, jamuan makan siang oleh PO Mulyo Indah di rumah makan bebek goreng “NT” dekat stadion Manahan Solo ,dilanjutkan kunjungan ke pool Mulyo Indah.

Terimakasih Mulyo Indah,sambel bebek gorengnya puuooool pedesnya..

Di sela-sela acara,saya bertemu dengan mas Yudi Limawira yang katanya dia dan mas Fathur pengen sesuatu yang beda,salah satu rencananya adalah estafet dengan PO Budiman,sedangkan Yeremia juga mau ke Jakarta(UI Depok),dia manut saja mau naik apa,lagian enggak diburu waktu,wah ya udah bareng aja kalo gitu,namun semuanya tergantung dari acara yang ada,sedangkan saya sendiri yang diburu waktu pengen naik PO Wonogiren apa aja,pokoknya plat AD – G

Berdasarkan info dari mas Rangga BMC,bus terakhir Tasik-Jakarta jam 1 malam,artinya kalo mau ngejar bus tersebut harus ikut Budiman dari Jogja yang jam 5 sore,artinya dari Solo harus start jam 3 sore karena Solo-Jogja memakan waktu 2 jam dengan bus patas/Suroboyoan..weleh-weleh ngepres banget waktunya,hingga akhirnya selesai jamuan makan siang,saya ,mas YudiLimawira,mas Yeremia,mas Lucky Looks tidak bisa mengikuti kunjungan ke pool Mulyo Indah,ditemani oleh mas Anto BMC Soloraya kami di guide menuju Tirtonadi hehe matur nuwun yo mas..

Sampai di Tirtonadi kembali,kami juga belum bisa memutuskan naik apa buat kembali ke Jakarta,namun diskusi singkat berdasarkan info secuil dari mas Rangga kami berempat,saya,mas Yudi,mas Yeremia,mas Fathur,sepakat estafet naik Budiman dari Jogja,so rencana berubah enggak jadi Solo-Jakarta tapi Solo-Jogja-Tasik-Jakarta..sementara mas Lucky Looks kembali ke Magelang dengan EKA Cepat

Setelah foto-foto sebentar dengan kawan-kawan sedulur BMC,sebuah Sumber Kencono W 7217 UR membawa kami berempat,meninggalkan Tirtonadi jam 15.10 diiringi lambaian tangan dari kawan-kawan sedulur BMC yang masih standby di Tirtonadi..daaahh..

Sumber Kencono (SK),ini naga-naganya masih semangat untuk banter,dari pengalaman sebelumnya enggak semua SK dari Surabaya ketika lepas Solo masih kencang,mungkin sudah capek,sayang jalanan Solo-Jogja sore itu cukup padat,sehingga pengemudi harus sering bermanuver dan membunyikan klakson.

Di tengah perjalanan,Mas Yudi sempat melihat mas Eko BMC sedang berada di bus Kramat Djati Wonogiri-Bandung,karena beliau menggunakan kaos StarBus,setelah cek ricek ternyata benar yang di KD tersebut teman BMC,dan KD slempang emas berlampu marcopolo tsb diblong di antrian bangjo Bogem hehe..

Masuk pertigaan Maguwo sudah jam 16.45,makin deg-degan kalo ketinggalan Budiman angkatan jam 5 sore..beruntung,SK 17UR ini tetap semangat,sempat ngeblong SK di depan yang lagi nurunin penumpang,dan masuk terminal Giwangan pas jam 17,kami berempat segera berlari kecil menuju jalur berangkat bus ke Tasik.

Kami segera mendapati sosok PO Budiman,lampu smile model New Travego Adi Putro,namun ini jurusan Bandung,ternyata yang jurusan Tasik sudah berangkat 16.45..waaaahhhhh,.setelah berdiskusi sebentar dengan kru,kami sepakat naik jurusan Bandung,pokoknya full gambling,karena kami akan turun di agen BUDIMAN dekat Cileunyi untuk mencegat Budiman Tasik-Jakarta

Jam 17.15,Budiman Jogja-Bandung no bodi DL 186 bersasis OH-1521 intercooler,meninggalkan Giwangan..Herannya ada juga penumpang yang turun di Sampang,yang sebetulnya bisa naik Efisiensi Jogja-Cilacap,ada juga yang turun Majenang (kenapa gak naik yang Jogja-Tasik??),tidak semuanya adalah penumpang jurusan Bandung,namun dengan komposisi seperti itu,seat terisi penuh.

Kami berempat duduk terpisah,Yeremia dapat baris ke tiga,mas Fathur di belakangnya,sementara saya dan mas Yudi di baris ke enam dipisahkan gang.

Sementara penguasa kursi keramat didominasi trio mahluk halus.

Meski hanya di hela mesin generasi lawas,tenaga  DL186 ini masih bagus,suspensinya pun enak. Enggak lama setelah meninggalkan agen Budiman di Gamping,tampak dari belakang kepala mas Fathur sudah miring kekiri,artinya beliau udah tidur..hihihi..

Masuk terminal Purworejo,jam 19.07 hanya numpang lewat,jam 19.15 berhenti di Kutoarjo buat control penumpang. Melongok ke garasi Sumber Alam,hanya tampak si tronton sedang parkir seorang diri. Setelah ini akupun tertidur..

Jam 21.55,bus berhenti di RM Taman Sarirasa,kirain masih daerah Sumpiuh,ternyata sudah masuk Sampang..Disini semua penumpang mendapat servis makan malam gratis,tapi harus jeli  melihat aturan dulu karena engga semua gratis,alias hanya menu paket yang gratis,menu paket ini umumnya meliputi 1 porsi nasi (diambilin petugas),sayur,1 telur (bisa pilih balado ato opor telu ato semur telur),dan 1 gelas air minum kemasan,jadi kalo pengen teh anget ato teh botol ya harus bayar lagi,..yah karena tanggal tua,aku pilih menu minimalis aja,free of charge,dan ternyata rasanya tidak mengecewakan,dari sini terjawab sudah,kenapa ada penumpang jurusan Sampang pilih naik Budiman daripada naik Efisiensi (Jogja-Cilacap) ya karena dapat makan enak,sementara dengan harga tiket 50ribu rupiah,Efisiensi cuma dapat soft drink..

Sambil makan,pasang radar,ternyata trio mahluk halus yang paling kecil kayaknya masih ABG,yang 2 lainnya seumuran anak kuliahan semester awal hehe,melihat sekeliling lagi kok dari tadi ngerasa ada yang ngeliatin terus,ee la dalah ada mahluk halus lain,pas ngeliat matanya loh kok gak kedip-kedip saling pandang 5 detikan..ah udahlah,takuutt..

Selesai makan malam,kembali ke jalan,sempat ngeblong Budiman Wonogiri-Bandung,masuk jalan raya Wangon mulai menyusuri jalan 1000 tikungan, suspensi DL-186 ini tetap lembut,power mesin 6 cylindernya mantap,bahkan 2 Pakar Utama pariwisata yang sempat lolos karena DL186 kena lampu merah di Wangon sanggup di tempel lagi,namun sempitnya jalan serta berliku-liku membuat sulit aksi overtake. Menurut info mas Yeremia,DL186 sempat ngeblong Pakar Utama,ketika aku sedang “berkedip”,tapi kemudian dilewatin lagi ketika BUDIMAN berhenti untuk kontrol penumpang..(banyak bener kontrolannya)

Masuk Majenang,mahluk halus di pole position turun,ternyata 2 lainnya sudah turun duluan,tak lama sebelahku juga turun di Majenang..baru start ada lampu dim,dikasi jalan ternyata adalah PO SAN,kenceng bener tuh bisnya,abis itu tertidur sebentar..

Pas terbangun,loh kok mas Fathur dan mas Yeremia gak keliatan kepalanya..waah jangan-jangan ikut turun bareng para mahluk halus tadi???

Ternyata mas Fathur geser ke seat samping kaca,sementara mas Yeremia sudah nangkring di pole position seat belakang driver..dasar bismania ga bisa liat kursi keramat kosong haha..

Setelah capek,mas Yeremia pindah ke sebelahku,sementara mas Fathur dibangunin mas Yudi,disuruh pindah ke belakang jejer sama beliau.

Jam 1.20,bus berhenti di sebuah SPBU,tempat ini dijadikan bus-bus Budiman untuk istirahat dan mengisi solar,setelah cari tau,ini adalah daerah Ciawi/Gentong (bukan Ciawi Puncak ya..)..tampaknya rest area ini cukup nyaman,banyak mobil pribadi yang berhenti di situ termasuk beberapa biker jarak jauh yang lagi tidur di situ.

Cukup lama di sini sebelum bus melanjutkan perjalanan,menyusuri tepian pegunungan Parahyangan.

Terakhir melek adalah melihat plang : Nagrek 30km..abis itu tidur lagi..

Terbangun sudah di daerah Rancakekek (betul ga??)..seingatku di tepi jalan ini ada agen Budiman,sedangkan kami berempat memang berencana turun di agen Budiman,dengan maksud mencegat bus Tasik-Jakarta .

IMPO: In My Ponirin Opinion,Budiman gak mau dicegat di jalan,tapi sayang setelah mas Yeremia tanya ke kernet,katanya udah lewat ato gak lewat..

Tak lama kernet teriak “tol..tol..” artinya sudah mau masuk tol Cileunyi,kami berempat turun di sini sekitar jam 3.10

Asal tau aja,Budiman Jogja – Bandung enggak masuk tol Cileunyi dan gak masuk Leuwi Panjang,sementara bus Bandung-Jakarta start dari Leuwi Panjang,nah kata adikku bus pertama Leuwi Panjang-Jakarta jam 5 pagi,sementara dari Cicaheum ke Leuwi Panjang lumayan jauh.

Di perempatan Cileunyi,kami tidak cuma berempat,namun banyak juga calon penumpang ke Jakarta ,sementara yang ready stock adalah PO Doa Ibu Garut-Jakarta via Puncak..

“kalo masih jam 12 malem,aku berani naik ini”kata mas Yudi yang diburu waktu jam 8.30 ada janjian dengan customer.

Doa Ibu berangkat,digantikan Karunia Bhakti,sama juga lewat Puncak..

Agak lama datang sosok Budiman Tasik-Bekasi,eh ternyata mau di stop,daripada ntar-ntar ya udah naik jurusan Bekasi aja..3.40 Wib kami meninggalkan Cileunyi dan langsung zzz..zz..

Sempat terbangun di km 78,bus lagi istirahat sebentar..tidur lagi..

5.10 Budiman masuk Bekasi Timur,menuju terminal,dan akhirnya di terminal Bekasi kami berpisah,mas Yudi langsung menuju ke lokasi,sementara mas Yeremia naik jurusan Kota,mas Fathur jurusan Komdak,dan saya naik jurusan Tangerang..keluar terminal merayap,masuk tol macet antri di pintu tol Pondok Gede Timur,sedikit tersendat di Cawang,dan bisa ngebut di dalam kota ,dan finish di halte tol Kebon Jeruk jam 7.30 alias

Meski begitu,perjalanan kami ini sangat berkesan dan berwarna warni seperti warna warni tulisan BUDIMAN,karena banyak kejadian yang meleset dari perkiraan diiringi dengan rasa deg-degan telat ngantor hihihi,

Sekian.

PO Budiman : Jogja-Bandung Rp 80.000,00 (makan gratis)

Cileunyi-Bekasi Rp 40.000,00

Salam maniez,

Ponirin Hendi Simili Kithi

BMCYk001-08562859632

Jakarta-NewYorkarto PP


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

1 Comment

  1. ryn /

    sebenernya, naik budiman Bdg – Yogya juga bisa turun Tasik Mas.soalnya, biasanya bis2 budiman diharuskan masuk poolnya dulu diTasik…
    ralat nih mas,
    *Bukan Rancakekek, Tapi Rancaekek.soalnya tempat tinggal saya.hehehe

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;