Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

23 Maret 2011

malam itu perjalanan dimulai dari pool PO Kurnia di Medan, saya naik bis Non-Stop (istilah untuk Super Executive, dimana memang bener2 tidak berhenti untuk makan / istirahat, jadi usahakan bawa makanan & minuman)

Jam 20.00 saya dan adik sudah tiba di pool PO Kurnia, ada beberapa bis yang sudah siap siap untuk berangkat, tujuan ada Banda Aceh / Meulaboh / Takengon. Dalam sehari ternyata cukup banyak bis yang berangkat kearah Aceh. Untuk tujuan takengon (aceh tengah, pusat Gayo) dalam sehari ada 3 keberangkatan, yaitu jam 19.00 (kelas PATAS / eksekutif 2-2), jam 20.00 (kelas PATAS / eksekutif 2-2), jam 21.00 (kelas NONSTOP / super executive 2-1), harga tiket untuk kelas PATAS Rp 110.000,- untuk kelas NONSTOP Rp 140.000,-

Setelah laporan ke tiket, saya mendapatkan bis nomor polisi BL 7323, kemudian saya mulai muter mencari bis tersebut, ternyata pas baru mau keluar untuk antri, bis yang saya naiki adalah MB 1525 bodi RS, seat 2-1, asyik

setelah bis siap di antrian, naiklah saya, wah saya senang banget, karena jarang ada bis SE di jawa yang seperti ini, bau harum dimana mana, kursi buatan karya logam, sangat lega, lengkap leg rest + foot rest, lubang ac ada tepat di tiap kepala, bisa diatur dengan baik, kemudian di setiap 2 kursi di sebelah kotak ac ada kotak tempat tisu, ada televisi LCD yang bisa ditekuk, sehingga pas belum berangkat kepala penumpang yang naik turun tidak terganggu tv ini, kemudian baris kursi kiri kanan ada 7, jadi total penumpang 28, smoking room dengan 2 (atau 3 ya, lupa) kursi penumpang, dengan toilet yang cukup bersih, ada air juga.

jam 21.00 bis bersiap berangkat, petugas menanyakan tiket + turun dimana, kemudian bis siap berangkat, oh ya ada pembagian snack juga, isinya roti + aqua, isinya juga cukup variatif, adik saya dapet rasa coklat, saya dapet rasa kelapa.

Bis kemudian mulai keluar pool, langsung menuju terminal bis pinang baris, ambil penumpang, kemudian berangkat.

sebelum berangkat adik saya sempat bertanya ke seorang kru, dia tanya apa bis ini berpengemudi satu atau dua? dijawab olehnya satu ..
kemudian adik saya tanya lagi, bapak namanya siapa? Pak Iwan, saya kernet, begitu jawabnya
adik saya tanya lagi, pengemudinya nama siapa? Pak Ayub, jawab Pak Iwan

ok, bis mulai keluar dari medan, jalan besar 2 jalur malam itu agak sepi dan gerimis, pak ayub membawa cukup santai saja, hingga kota binjai, masuk kota, tidak lewat bypass, ternyata jalan santai karena harus ambil penumpang di agen, setelah itu masuk pom bensin.

jalan lagi, ternyata sepi gak ada musuhnya, disini baru kerasa mobil dipacu layaknya bis di jawa, spedometer 1525 di kisaran 80km, asyik juga, jalan mulai 2 arah, tidak terlihat musuh sama sekali, adanya truk besar. Jalan mulus, hanya sedikit rusak disana sini, tapi bisa dibilang lebih mulus dari pada pantura / jalur jogja – purwokerto ..

di jalan hanya ketemu 1 pmtoh sarat muatan, yang tentu saja bukan lawan tanding bagi 1525 ini, terus hingga sekitar jam 12.00 (tengah malam) bis berhenti disebuah kedai, saya kurang tau nama daerahnya, yang pasti sudah masuk daerah NAD. Disini ternyata pengemudi berganti, dan penggantinya adalah pak iwan, yang tadi ngakunya sebagai kernet :) kena tipu nih :)

begitu dipegang pak iwan, saya langsung tidak bisa tidur, karena dia bawa bener2 kayak bis malam yang ok dari jawa, anda bisa bayangkan jalannya itu mulus dan berkelok tapi tidak terlalu tajam, persis seperti jalur ngawi – sragen (hutan2) atau caruban – saradan (hutan2 jati), spedo diinjak antara 90/110km .. mantap banget, ini baru jet aceh :)

saat itulah ketemu sama PO Pelangi, sekilas mesinnya masi 1521, tidak terlalu lama bis ditempel, tepat di tikungan karena sudah tanggung mobil pelangi ini jadi korban, cukup menyenangkan .. sayang mata mulai lelah, tertidurlah saya ..

jam 03.00 tiba di terminal Bireun, nah nanti di bireun ini lah bis kami berpisah dari jalur bis ke banda aceh, bis kami arah takengon belok kiri, sedang bis ke banda aceh lurus saja .. di sini bis kami masuk terminal, sekaligus berganti pengemudi, saat itu beberapa penumpang turun untuk ke kamar mandi dan ada yang membeli makanan (saya lihat ada yang beli makanan) .. saat berhenti pak iwan langsung kebelakang, setelah itu pak ayub dari belakang maju langsung duduk di kursi pilot.

beberapa menit kemudian bis berangkat lagi, ketika melalui sebuah pertigaan, pak ayub dari belakang maju sambil tanya,
“itu tadi ada penumpang turun takengon tapi kok sekarang udah gak ada?”
mulailah percakapan, sayang saya tidak mengerti, karena menggunakan bahasa aceh
bis berhenti, diskusi diteruskan,
saat itu juga pak ayub juga tanya, si wahyu mana?
wahyu itu nama teman dia yang naik dari medan, selama perjalanan memang duduk terus di kursi CD dan ngobrol akrab dengan semua kru ..

he he he .. berarti ada 2 orang yang hilang dari bis ..

pak ayub kemudian telepon agen bireun, dijawab memang ini ada penumpang ketinggalan, tetapi sudah naik ojek untuk mengejar bis
(mungkin gak itu ojek mengejar 1525?)

tak berapa lama, datanglah penumpang, sang kernet bertanya,
“bapak tadi turun ijin kesiapa dan bilang apa?”
dijawab penumpang tersebut “tadi saya ijin sama bapak bapak di deket pintu bis, saya bilang mau ke toilet”
kernet “pak kalo ijin turun ke saya atau supir, biar gak ketinggalan”

hebatnya, pak kernetlah yang membayar biaya ojek he he he he ..

sedang pak wahyu?
dia ketinggalan di bireun ..

bis jalan lagi,
nah disini mulai perjalanan berkelok kelok, karena kami masuk hutan,
takengon itu nama kota yang berada ditengah aceh, merupakan pusat kopi dan suku Gayo,

dijalan yang berkelok ini saya mencuri dengar =>
- kalo siang, di sebelah kanan ada sungai besar yang sering digunakan rombongan gajah mandi
- 3 hari sebelumnya ada satu daerah kena longsor hebat, saat saya lewat sudah di bersihkan, tapi masi ada bekas, bis terlambat 5jam
- ada satu pengemudi Kurnia bernama Pak Handoyo, dia larinya “macam mobil medan – pekanbaru”
- bis jalur medan – pekanbaru dianggap bis ngebut
- MB V8 / Vengine milik PO Kurnia jalan medan – banda aceh, mereka menyebutnya Megatrend

sekitar jam 04.00 bis kami sempat menyalip po pelangi

jam 04.30 bis kami berhenti untuk sholat, disitu ada PMTOH dan Kurnia (dari medan jam 20.00)

setelah selesai sholat, bis berangkat lagi, PMTOH dan Kurnia tertinggal dibelakang,
jam 06.30 kami tiba dengan selamat di Takengon, Kab. Aceh Tengah

agen bis di takengon (pelangi - kurnia - pmtoh)

25 Maret 2011

setelah puas dengan NONSTOP, saya ngiler juga melihat di agen takengon bis PMTOH 1525 berbaju LEGACY, jadi sehari sebelumnya saya sempatkan tanya tiket ke medan, sayang sekali kursi tinggal belakang, jadinya gagal deh saya naik PMTOH, akhirnya saya beli tiket ke medan menggunakan PO Kurnia PATAS (executive 2-2) seharga Rp 105.000,-

saya dapet berangkat yang jam 19.00 (ada juga PATAS yang berangkat jam 20.00, sedang NONSTOP berangkat 21.00), malam itu saya sudah siap dan nongkrong di warung kopi depan agen sekalian ngeliat bisnya, MB 1521 bodi RS

BMC - bis kurnia takengon - medan

saya dapet kursi no 3, tapi setelah bis jalan dari takengon, saya tukar dengan ibu2 yang ingin duduk di depan, jadilah saya duduk dikursi no 8, tidak mengapa, tetap asyik kok ..

sebelum berangkat, kernet membagikan kantong plastik hitam di setiap kursi, ah, seperti bis jawa timur aja, ternyata rentan muntah :)

pengemudi kali ini pendiam, tapi alamak larinya, itu tikungan dilibas aja dengan santainya .. bedanya dengan kelas NONSTOP, bis ini banyak membawa paket dari agen, rasanya ada hampir 10x kami berhenti menaikkan penumpang + barang antara takengon – bireun ..

di kelok kelok antara takengon – bireun ini bis lari begitu mantap, saya sampai geleng geleng, jalan menurun malah diinjek gas jadi makin kenceng, tapi bawanya tetep alus, yah alus alus kasar lah, soalnya kan belok dengan kecepatan lumayan ..

di jalur kelok takengon – bireun ini ada tercatat 2x tas penumpang di laci atas terlempar keluar karena bis membelok dengan kecepatan lumayan :)

bis PATAS ini berhenti di bireun untuk istirahat makan, lumayan 30menit, jadilah saya menyantap roti cane + kopi .. hemm aduhai .. pengemudi berganti ke mas mas bertopi, yang alamak santai kali bawanya ..

karena duduk di baris kedua + mas pengemudi santai, saya bobok saja, persiapan untuk etape berikutnya :)

sayang sekali, padahal disini banyak bis musuh dari banda aceh, mulai dari PO Kurnia, PO Anugrah, PO Pelangi, PMTOH pada balapan :(

26 Maret 2011

sebelum jam 05.00 saya sudah terbangun, dan tidak lama kemudian bis tiba disimpang lalang kota Medan, saya turun disitu, saat itu masih gelap, jadi saya nongkrong saja di kedai kopi, sambil melihat bis yang masuk dari banda aceh / takengon ..

terhitung sampai jam 05.30 ada sekitar 10 bis PO Kurnia, 3 PO Pelangi, 2 PO Anugrah, 3 PO PMTOH, saya juga beruntung bisa melihat PO Kurnia megatred (V8)

setelah itu saya kerumah orangtua saya untuk mandi

26 Maret 2011

Jam 08.00 dianter ibu tersayang, aku menuju jalan sisingamangaraja, saat ini aku berniat untuk naik bis dari medan ke sibolga ..

medan – sibolga dilayani 2 bis, PO Bintang Utara & PO Makmur,
berangkat jam 19.00 .. tiket Rp 90.000,-

saat itu saya mencari bis yang berangkat pagi, karena saya berencana ke sibolga dan menginap disana sekalian untuk menengok ompung boru (opung / nenek) saya yang sedang sakit ..

sayang keberangkatan siang hanya dilayani oleh travel L-300, jadi akhirnya saya nekat ke terminal amplas untuk melihat situasi :)

setelah berpisah dengan sang ibu, saya sengaja berjalan memutar di term. amplas Medan, ternyata hanya ada bis reguler PO Intra (medan – pematang siantar) dan PO apa-ya-lupa-namanya (ajibata – medan),

akhirnya aku jalan saja terus keluar terminal, numpang angkot ke simpang dibawah jembatan layang, biasanya ada bis bis lewat ..

setelah itung2, aku mantapkan untuk naik PO Intra tapi yang besar, ke pematangsiantar, terus estafet apa aja yang ada dari situ ke tarutung / ke parapat ..

tunggu tunggu kok yang berangkat cuma PO Intra yang 3/4 saja, mas mas calo aja sampe stress ..

“bang ini bang, ke siantar” (yg lewat PO Intra 3/4) .. gak .. jawabku .. aku mau yang besar

“bang ini bang, ke parapat / ajibata, AC” (yg lewat bis besar AC).. gak .. jawabku .. aku mau ke PO Intra

“bang ini bang, ke siantar” (yg lewat intra 3/4, lagi) .. gak … aku mau yang BIS BESAR … jawabku

“bang ini bang, langsung ke sibolga” .. (yang lewat travel l300) .. GAKKKKK .. aku mau bis besar!!

sampai disitu abang calo itu kayaknya nyerah, terus minta rokok, aku kasi sebatang, terus ngeloyor pergi,
kubilang dalam hati “pening kau lawan bismania”

ada beberapa bis ke jawa yang lewat, tapi saya tidak mau, karena =>

jalur lintas sumatera tengah = medan – tebing tinggi – siantar – parapat – balige – tarutung
jalur lintas sumatera timur = medan – tebing tinggi – rantau prapat – pekanbaru

jam 10.00 ada bis yang mau ke palembang, tangan kernetnya menunjuk kedalam, itu berarti dia lewat tengah, langsung awak ini siap2 .. kuteriak “tarutung” .. pintu dibuka dan hop masuk ..

bis ac, MB 1521, barisĀ  9, toilet, tujuan palembang, nama PO maaf tidak perlu ditulis ya, karena ini sarkawi :)

karena tau diri, saya duduk di belakang sendiri, didepan pintu belakang .. asyik ngobrol dengan kernet sambil merokok ..

bis ini lewat => medan – tarutung – sidempuan – bukit tinggi – kiliran jao (semua lintas tengah) – terus naik ketemu lintas timur – jambi – palembang

saya bayar 60rb untuk tujuan tarutung, lumayan murah lah ..

bis ini pun larinya lumayan, dengan mesin lama cukup handal lah, saya nikmati perjalanan sambil melihat lihat pemandangan yang indah, terutama ketika lewat sibaganding jembatan monyet, jalan berkelok sempit dengan jurang disebelah kanan terhampar danau toba ..

HORAS!!

sempat ngobrol dengan pengemudi, dan saya dikira penyelundup narkoba, karena itulah rute mereka :)
yang bikin sebel komentar dia itu loh
“ah muka kau itu macam pengguna .. taulah awak” … sial :(
(aceh – medan – bukittinggi – jakarta)

jam 17.00 saya tiba dengan lapar di tarutung ..

oh ya, tarutung itu artinya buah durian,
harga murah dan harum, sayang saya takut makan karena perjalanan naik bis rawan mainceret (sakit perut)

kota tarutung ini jadi simpang jalur tengah =>

tarutung – sibolga – padang sidempuan
tarutung – sipirok – padang sidempuan

nanti di sipirok ada juga bis yang berbelok untuk ketemu lintas timur (kalo gak salah di kotapinang)

di tarutung ini pilihannya kalo mau ke sibolga adalah menunggu bis reguler 3/4 (jam 19.00) atau ikut travel, ada banyak travel ..

jalur tarutung – sibolga ini biasa disebut 1000kelok, karena sekitar 2jam (pake mobil pribadi) itu isinya hanya belokan terus, tidak ada jalan lurus sama sekali, dan rata2 belokan L atau U

pas lagi nyari nyari makan, eh ada mobil APV lewat sambil teriak “sibolga sibolga”, ah, enak nih pake APV, mau lah saya, harga tiket biasa 20rb, dia minta 30rb, aku ok aja ..

terbukti pilihan ku akan APV menyelamatkanku ..

17.30 perjalanan dimulai, duduk di belakang berdesakan dengan 3orang dan jalan berkelok terus menerus ditambah pengemudi agak brutal membuat otak ini cukup pening juga ..

sekitar jam 19.00 disebuah belokan kami terpaksa berhenti,
ternyata di depan kami sebuah truk kecil sedang terjebak di lumpur, semakin di gas, semakin dalam dia terbenam, sang kernet berusaha sendirian mendorong mundur, tapi apalah daya ..

mesin APV dimatikan,
beberapa kernet truk lain mulai berkumpul dan berencana membantu ..

seorang kernet truk berteriak “turunlah dulu, bantu dorong biar lewat kita .. ”

sang pengemudi APV ku berteriak “ah kau dorong saja sendiri ..”

uuuuh egois banget kataku, akhirnya aku turun dan ikut mendorong,
akhirnya sukses mengeluarkan truk tersebut,

dan dengan kaki penuh lumpur aku lari ke APV yang ternyata sangat tidak sabar, sudah menghidupkan mesin dan langsung jalan,

dan …… bles ….

gantian kami yang terjebak lumpur …

ha ha ha ha ha …. syukurin, dalam hati aku marah dengan etika mengemudi supir ini ..

maju mundur, gas gas , tetap gagal APV ini keluar ..

lebih lucu lagi, para kernet yang tadi membantu truk keluar cuma ngeliatin aja, tanpa ada satupun yang membantu .. syukur itulah hukuman bagi si egois di jalan ..

eh, si pengemudi APV ini bukannya ciut nyali, malah menggertak,
sambil teriak dia bilang “hoi, kalo gak ada yang bantu dorong, tidurlah kita semua disini”

kemudian mesin dimatikan ..

dasar geblek!!

ada sekitar 5 menit kami semua saling diam diam .. saya sih santai aja, mau besok kek, mau seminggu kek, ayoooo

ternyata gak betah juga ini supir, minta tolong penumpang turun dan mendorong,
akhirnya saya berlepotan lumpur lagi dan mendorong,
para kernet mulai membantu ..

dan kami pun akhirnya lolos dari lumpur,
tanpa terimakasih supirnya ini ngeloyor aja pergi ..

tak berapa lama, kami bertemu dengan “batu lobang”,
ini adalah batu yang dilobangi agar bisa jadi jalan, karena sebelah kiri tebing dan kanan jurang,

ada 2 lubang, satu lurus, satu lagi berbelok, jadi mobil semua harus bergantian ..

jalan mulai dari batu lobang hingga sibolga mengecil + jurang di kanan dan tebing 90derajat di kiri, di kejauhan kota sibolga dan pantai serta laut berkilauan cahaya

“SIBOLGA TAPIAN NAULI” .. sibolga tepi yang indah

baru 10 menit jalan, didepan kami ada 4 mobil berhenti, salah satunya bis 3/4 milik pemerintah, dan di belokan terlihat beberapa orang nongkrong nongkrong ..

alamak, inilah pertandanya,

macet!

tarutung – sibolga rawan sekali macet, entah karena longsor, banjir, batu jatuh, mobil mogok, dll,
karena jalur sempit dan berjurang ..

mobil kami lewat pelan pelan disebelah kanan, dan tanya,
mobil kecil bisa lewat .. kata seseorang ..

mobil kami pun berjalan pelan pelan ..

setelah dibelokan tajam, barulah terlihat penyebabnya,

sebuah truk sedang berhenti karena rusak,
dan tepat didepannya, sebuah truk dari arah berlawanan juga berhenti ..

jalan yang kecil tidak memungkinkan 2 truk berlawanan arah lewat bersamaan,
dan karena di kanan jurang di kiri tebing, hanya ada sedikit celah yang bisa dilewati ..

mobil kami pelan pelan pun bisa lewat, karena kecil,
tepat disebelah truk yang rusak jalan hanya cukup pas ngepres 1 mobil apv,
kami lewat,
tapi ooo … tepat di pantat truk, ada lobang longsor kecil yang memakan sedikit jalan ..

penumpang sudah teriak .. jangan pak .. hati hati pak …
dasar supir nekat, dengan gigi 1 meraung raung dia gas aja lewat dan ada sedikit goyang ketika ban belakang kanan lewat di lobang tersebut ..

selamat ..

setelah itu kami bisa melewati antrian panjang, sampai 1kilometer panjangnya,
semua mesin sudah dimatikan,

kami ketemu banyak travel ke medan + PO Bintang Utara + PO Makmur yang kena macet juga ..

disinilah etika berkendara kelihatan, semua mobil yang kena macet berhenti dengan baik sehingga ada celah untuk mobil dari arah berlawanan lewat, sehingga tidak buntu total + tidak ada yang ngeblong jalur

jam 21.00 saya tiba di rumah ompung saya :)

27 Maret 2011

setelah tidur, segar, pagi jam 08.00 saya ke terminal sibolga, tanya bis ke padang, ternyata hanya ada PO Satu Nusa non AC dengan tiket seharga Rp 90.000,- lainnya tidak ada lagi, juga tidak ada yang berangkat pagi .. akhirnya aku beli 1 tiket, duduk di no 3

setelah puas ngobrol dengan keluarga, jam 15.00 saya pamit dan berangkat ke terminal

satu nusa sibolga - padang

kali ini ada 2 bis sudah bersiap,
yaitu PO Bintang Utara (AC) tujuan Pekanbaru via padang sidempuan
serta bis ku, PO Satu Nusa non AC tujuan sibolga

15.45
bis berangkat .. ada beberapa paket, penumpang juga cuma sedikit sekitar 15orang .. paket paket itu ada beberapa yang dimasukkan ke bagian belakang bis (dilorong)

bis ini MB bermesin tua, gigi masih 5, dan rem tangan masih di bagian kanan bawah bangku pengemudi, tapi biar tua tua begitu, cara mengemudi enak dan kuat di lubang lubang yang gede gede minta ampun ..

dari terminal pengemudi seseorang tua yang kecil, hobinya klakson, begitu keluar kota, pengemudi berganti

perjalanan begitu mengasyikkan bagi ku, karena aku baru 3x lewat jalur ini, dan perlu mengingat kembali jalan jalan disini .. jalan begitu rusak, lubang besar yang kalo hujan tentu menggangu karena lubang tidak kelihatan ..

bis kami beriringan dengan PO Bintang Utara, karena searah menuju padang sidempuan ..

sekitar jam 18.00 bis kami dan bintang utara sempat terhadang truk rusak, yang berhenti di jalan tanpa sempat dipinggirkan, disebuah tanjakan, dimana jalan sempit, sehingga harus jalan satu satu dan ban kanan bis kami harus turun aspal yang cukup tinggi ..

sekitar 10menit kemudian saya menemukan hal yang lucu sekaligus menyebalkan ..

kemacetan di padang sidempuan naik PO Satu Nusa

perhatikan foto di atas,
disebuah tikungan, ada sebuah angkot yang bannya rusak, dan hanya didongkrak, kemudian ditinggalkan begitu saja oleh pengemudinya

bis kami tidak bisa lewat, karena jalan disebelah kiri itu batas tanah dan aspal tinggi, sehingga bis takut kandas / terbalik, sehingga tidak bisa lewat ..

bis kami mencoba lewat sebelah kanan dari angkot, karena disitu ada tanah yang cukup lapang .. sayang tetap tidak cukup untuk berbelok .. sehingga gagal, bis mundur lagi ..

setelah itu bis parkir di kanan jalan, sambil berdiskusi ..

sekitar 10menit kemudian, ketika mulai beberapa truk dan PO Bintang Utara datang dan antri di belakang kami, bis mencoba lagi, kali ini mengambil jalan disebelah kiri, mencoba apakah memang bisa walaupun tinggi, eh, ternyata belum dicoba si kernet teriak “tahan tahan” .. bis gak berani masuk, mundur lagi ..

gak berapa lama truk dibelakang kami tidak sabar, nekat aja masuk, begitu mencoba ambil kiri, eh ternyata gak berani, he he he … akhirnya mundur teratur .. jalan saat itu sudah buntu .. tidak ada yang bisa lewat, hanya motor saja yang bisa ..

15menit ada sekitar 20 orang berdiskusi didepan angkot itu ..

akhirnya satu orang membuka pintu angkot, dan ternyata tidak dikunci, mulailah operasi pembebasan jalan dimulai, beberapa orang mendongkrak, kemudian dua orang memasang ban, ban itu kempes, setelah terpasang, seseorang masuk ke angkot, lepas rem tangan, kemudian rame rame angkot itu didorong keluar jalan ..

bebas!!!

satu satu kendaraan keluar dari tikungan itu .. begitu juga bis kami ..

19.45
bis kami masuk kota padang sidempuan, bis berhenti di pool dan kami dipersilahkan makan / sholat

20.50
bis melanjutkan perjalanan, kali ini pengemudi berganti, cara mengemudinya enak, luwes banget dia pegang kemudi + ganti giginya enak, cuma lambat aja jalannya, keong racun lah ..

28 Maret 2011

00.10
berhenti di pom bensin dekat KotaNopan, isi solar + ganti pengemudi, anehnya ini pengemudi lain lagi, jadi lengkap sudah bis ini dikemudikan oleh 4orang :D

02.30 – 03.00
bis berhenti untuk makan di sebuah rumah makan padang,
yang saya herankan, harga disini murah sekali, jauh dari bayangan sebuah rumah makan di jalan sumatera yang biasanya mahal ..

04.45
tibalah kami di bukit tinggi

07.40
mobil kami tiba di pool Satu Nusa padang, di jalan bypass

karena saya sudah janjian, saya dijemput oleh Pak Iie, BMC padang, segera meluncur kerumahnya

29 Maret 2011

setelah beristirahat dan berjalan jalan di kota padang + ketemu BMC Padang, saya sudah siap untuk melanjutkan perjalanan

kali ini kawan BMC Padang sudah membokingkan tiket buat saya untuk ke Jakarta, kali ini sesuai dengan semangat satu nusa, saya memilih bis NPM non AC, tiket Rp 220.000,- (kalo NPM exec Rp 285.000,-) dengan nomor bangku no 12

bis berangkat jam 09.30, jadi saya tiba di agen jam 09.00 bersama Pak Iie, dan disana juga sudah ada bung defrimon kawan BMC Padang, mereka berdua menjadi teman melepas turing etape terakhir saya

kawan kawan BMC Sumatra di Padang (Pak iie & Defrimon)

tepat jam 09.30, bis saya berangkat dari agen, tapi entah kenapa, saya disuruh naik bis yang executive, dengan nomor bangku 8

10.00 keluar kota padang

menikmati pemandangan sitinjau laut, oh begitu indahnya ..

11.25
tiba disolok, bertemu dengan bis NPM lainnya

13.30
kiliran jao,
ini pertigaan yang kalo ke kiri bisa ketemu dengan jalur timur dekat jambi (kota rengat)

14.10
bis berhenti istirahat di gunung medan, restoran umega
keluar dari restoran 14.30

mulai dari sini balapan dengan FRC legacy

14.55
masuk kotobaru

16.20
Muaro Bungo
mulai ketemu dengan bis dari jawa,

ada PO Sahabat, PO Sari Mustika

18.00
masuk kota Bangko,
sempat di salip dengan cepat oleh ANS Super Executive dan langsung menghilang .. mantap kali

19.25
masuk kota sarulangun

21.45
istirahat makan

30 Maret 2011

04.10
masuk rumah makan lagi

05.40
berhenti sholat,
ketemu Lorena LE170 prabumulih, Pahala Kencana prabumulih, Kramat Djati prabumulih

terus juga ketemu mobil bengkulu / dempo

07.35
masuk kota baturaja

08.05
kota martapura

09.30
istirahat makan

NPM sedang istirahat

11.25
bukit kemuning

12.10
kotabumi

13.15
bandar jaya

ketemu 2 bis ramayana jambi + 1 Putra Remaja jambi

14.40
Bandar Lampung

17.50
Bakahueni

19.30
masuk kapal

31 Maret 2011

00.20
keluar kapal
kapal kami kena angin kencang, jadi butuh 4jam untuk perjalanan

00.25
istirahat makan di RM Rajawali

03.20
Rawamangun

========= selesai ===========

Ucapan Terimakasih:

- Tuhan Yang Maha Esa, yang menyertai saya dalam perjalanan
- Bapak & Ibu
- Pak Ketut, yang memungkinkan saya menyelam di Luh Tawar Takengon
- Ompung Sibolga
- Pak Iie & Ibu Iie di Padang + BMC Sumatra (defrimon + benny)
- seseorang di NPM yang memindahkan saya dari kelas ekonomi ke executive
- BMC


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Suplentonk Jaya
Ditulis oleh

'Nenek moyangku bangsa pelaut, tapi aku pecinta bis dan aku tidak bisa berenang, tetapi aku hobi nongkrong di kolam renang.'

5 Comments

  1. mueq69
    mueq69 /

    pak handoyo memang mantap…..

  2. Irvan "Alintra"
    alintra /

    jadi penasaran apakah jalur tarutung-sibolga lebih menyeramkan dari jalur Panyabungan-Natal.. :)

  3. Irvan "Alintra"
    alintra /

    oh iya satu lagi mas, ada apa gerangan ANS via Bangko.. Hmmph..:0

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;