Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Setelah lama kunantikan Approval dari kementrian dan dinas terkait dalam hal ini yang ritual meminta izin untuk ritual yang namanya Turing, akhirnya tanggal 8-9 Juni 2012 adalah waktu tepat untuk menjadi Turinger Keblinger, mereview turing tektok terakhir dengan dosa hadiah tiket  naik SAFARI dari kawan. Untuk turing kali ini harus dipersiapkan dengan matang, sematang telur mata sapi.. he..he.

Sebenarnya aku sudah akan berencana mencicipi Armada MB 1830 OH teranyar punya Pahala Kencana, namun setelah ku cari informasi setelah beberapa kali ngelen Joy Flight Jakarta-Surabaya armada tersebut TO (Tidak Operasi) Alias di istirahatkan dahulu. Ah.. memang tidak berjodoh, padahal sudah ngiler lihat si Prima yang ku dadah-dadahkan di Terminal Rawamangun waktu dia turing menuju tuban. (Tidak Jodoh).

Planning pun berubah, dengan ide Turing ke kota yang belum ku singgahi, langsung terselip dalam pikiran yang galau kota Ponorogo.

Ya Ponorogo, Nama Kota yang sudah tidak begitu asing di telingaku menjadi salah satu tujuan turingku kali ini. Ingat Ponorogo pasti ingat yang namanya Reog yaitu kesenian Asal kota Ponorogo ini yaitu topeng berbentuk kepala singa yang di gadang-gadang Sok diakui oleh Negara tetangga.

Ingat Ponorogo,  ingat juga Mandoran abal-abal SSM (Sindoro Satria Mas) yaitu Mas Arifin Panigoro alias Muhammad Arifin, salah satu anggota lawas BisMania Community yang sudah melanglang buana dari kota reog ke Jakarta yang fana ini.

Ponorogo sudah Fix menjadi destinasi Turingku kali ini, kemudian  tinggal pilih-pilih armada, banyak referensi dari millis BMC dan Fan Page penggemar PO yang ku dapat untuk dapat menuju Ponorogo, Diantaranya Yaitu Laju Prima, Kramat Djati, Rosalia Indah, Gunung Harta, Sindoro Satria Mas, GMS, Bogor Indah, Lorena LE 350, Harapan Jaya, Pahala Kencana dan Teranyar Armada Muriaan yang mengekspansi trayeknya Yaitu Shantika yang mengusung Armada Shantika-Premier.

Untuk Turing kali sudahku ancang-ancang Book Jauh-jauh hari. Kali ini harus dapat seat depan, Kemudian Pilihan Jatuh Ke LAJU PRIMA, Awal Pertama Coba hubungi agent LP Rawamangun, kebetulan LP Rawamangun punya jatah Bis Anyar Jetbus Made In Morodadi Prima. namun nihil kursi depan sudah Sold Out untuk tujuan Ponorogo, aku hanya ditawarkan seat baris ke 8.

Tidak putus asa akhirnya Alhamdullilah Partner turingku berhasil  membooking  seat 1 C & D dibelakang kemudi driver di agen Terminal Lebak Bulus, namun kami sempat  fifty-fifty karena Armada yang di tugaskan adalah Body Marcopolo yang sudah sering kami naiki. Tapi Ga apalah yang penting LAJU PRIMA bangku depan untuk turing kali ini.

Sewaktu lihat Millis BMC kebetulan ada member millis yang sedang bertanya tentang bus-bus tujuan ngawi, siapakah dia ? Ternyata Mas Raditya aka komeng, kebetulan kami satu kampung yang namanya Purwokerto, ku sms ternyata dia akan kondangan ke kota Ngawi tanggal 8 Juni. Ku beritahu bahwa tanggal tersebut aku pun Ngelen Turing Ke Ponorogo, secara bus tujuan Jakarta –Ponorogo pasti lewat ngawi, ku tawarkan untuk Ngelen Bareng, namun ternyata dia sudah memegang tiket Rosalia Indah, padahal sebelumnya sewaktu nyari tiket sempat ditawari oleh agen Laju Prima Lebak Bulus.ternyata blm berjodoh kali ini Turing bareng.
8 Juni 2012,

Hari itu pun tiba, Setelah menunaikan Shalat Jumat di Masjid Komplek rumah, kemudian aku berangkat melintasi toll JORR. Aku pun menuju Kantor Partner turingku dibilangan Jakarta Selatan tidak jauh dari terminal Lebak Bulus untuk menitipkan Si Black Virny ber Ring 17 inch ini.

Terminal Lebak Bulus

Pukul 13.45 kami sampai di Terminal Lebak Bulus, Suasana Ramai di Hari Jumat siang, Bus-bus jam awal tujuan Solo-Wonogiri sudah beberapa terlihat berangkat seperti GMS, Gajah Mungkur Jetbus, terlihat juga sedang parkir Shantika Premier livery “Safety Car” tujuan Ponorogo yang masih kosong mlompong.

Bertemu dengan Mas Raditya akhirnya orang Purwokerto yang satu ini dapet Nyemplak Rosalia Indah Executive bernomer punggung 343 berkode CI 1 yang sudah sejajar dengan LP 58 Tujuan Ponorogo , sowan sebentar Pukul 14.00 lewat Mas Raditya nyolong Start-Duluan, Sempat di sms olehnya sewaktu lepas landas “Dengkul Mefet yo LPnya” he..he..

Laju Prima berplat B 7417 XA bermesin RK-8 ini ber seat 9 baris (kiri), punya trayek Cildeduk-Lebakbulus-Ponorogo ini punya bangku yang tipis bermerk aldilla, yang pastinya tidak cocok untuk Punggawa Seater-Mania seperti Cak Praba Pratama dan mandoran Saridon Koh Hary bungurtaiment yang kali ini aku percayakan untuk keberangkatan turingku kali ini.

Pukul 14.20 lebih busku  mulai angkat kaki dari Terminal Lebak Bulus, 20 Menit dibelakang Rosin 343 Si Jupiter LI 1521 OH-XBC nya Mas Raditya yang sudah lepas landas, menelusuri Jl.Raya Pasar Jumat-Jl Raya Ciputat, sebelum masuk Tol Pondok Pinang bus menepi, ternyata HP supir tengah ketinggalan di agent LP Lebak Bulus, cukup lumayan 15 Menit menunggu dihantar orang agen.

Masuk Tol JORR lingkar kemudi & mesin buatan Jepang ini benar-benar tidak dijoss, benar-benar lemot hanya dipacu tidak kurang 50-60km/h sepanjang tol sampai titik bertemunya toll JORR dan tol cikampek, ah… kesan pertama tidak begitu menggoda, monoton, jadi ngantuk-ngantuk ayam.

Benar saja masuk tol cikampek sampai gerbang Cikarang utama Tidak ada niatan Driver pinggir membejek gas alhasil jadi bulan-bulanan Pasukan Prima Jasa Lb-Garut, Luragung jaya,Budiman, Sinar Jaya, Agra Mas, Purwo Putro dan Saudaranya LP 78 Goldra Legacy Sky SR yang langsung menghilang didepan.
Smsan dengan Mas raditya, ternyata Rosin 343nya sedang kunjungan Safari Ramadhan alias jalan-jalan mampir ke agen Kampung Rambutan kemudian Masuk Agen Cikarang. “Aduh biyung kakehen mampir-mampir” keluh Mas Omeng yang hampir 1 jam Ros-In nya masuk Cikarang.
LP 58 pun Mampir Agen Karawang Barat menjemput 6 Orang penumpang, Full seat sudah tempat duduk yang dijual hari itu. Kembali Menuju tol cikampek dengan keadaan akses dipadatnya lalu lintas sore itu.

Menuju exit Lintasan Tol Cikampek menuju Gerbang Tol Kalihurip- Jomin bertemu kembali dengan saudaranya LP 78 yang bertugas menuju Gemolong. Karena tidak di speed akhirnya LP 58 pun kembali di tinggal jauh oleh rekan sejawatnya tersebut.
Tidak ada yang special sore itu dari jomin menuju Rm Taman Sari karena bertemu titik kemacetan dikejauhan dekat Fly over pamanukan, menghindari kemacetan driver memutuskan lewat bawah fly over.
Pukul 17.50 busku tiba di Rm Taman Sari, disuguhi Pemandangan ramai bus-bus rehat di pelataran parkiran rumah makan, diantaranya Squad Harapan Jaya Scania Scorpion King, Harapan Jaya Marcopolo, Pasukan Ijo ubung Gunung Harta Ponorogo seri A Jetbus 1526 OH & Seri C Si Kepalan Jengking, Barisan Oei Bie Lay (OBL) Executive, Super executive dan Patas. Lorena LE 430, LE 440, LE 611, LE 450 Kemudian Di sisi depan Jetbus 1526 Gajah Mungkur. Disisi Kanan 1 Armada TSU Galaxy Air S saudara Peranakan LP 73, LP 78 yang sudah duluan sampai  dan.
Kuputuskan Menjamak 2 Sholat Yaitu Magrib dan Isya, Alhamdullilah Hitung-hitungan Driver menurutku pas, Driver pertama tidak terlalu Ngejar waktu sampai Rumah Makan, karena mungkin standar masuk Rumah Makan tidak jauh dari Waktu Shalat Magrib untuk memberikan waktu penumpangnya menunaikan ibadah shalat. Pikirku coba kalau bus sampai pukul 17.00 dan berangkat lagi pukul 17.30 dipastikan aku menjamaknya diatas bus.
Layanan GalaDinner yang di sediakan Rm. Taman Sari untuk penumpang LAJU PRIMA malam itu tidak membuatku nafsu, menunya tidak jauh dengan yang namanya Sop-sopan, Ayam Kecap, krupuk plus teh Anget. Apa karena dengan harga deal dengan Laju Prima yang murah meriah yang penting service makan ? Apa karena Pengurusan laka atau jika bus mogok  lebih mudah di taman sari ? atau memang taman sari punya parkiran yang luas ? Entahlah yang pasti untuk segi menu tidak ada yang namanya pembenahan menu.
Setelah 30 Menit Pitsop juga sudah di tinggal Saudaranya Pasukan SR-1 Golden Dragon LP 78 dan LP 73, Kali ini Driver tengah pegang kendali, driver berperawakan kurus berambut agak gondrong pegang kendali sekarang, awal menapak kembali di aspal pantura kurasakan belum greget atau memang sebelas-duabelas dengan driver pertama ??, pikirku.

Apa mungkin masih kekenyakan, bisa jadi… Ia malah membakar 1 batang rokok dahulu, sambil mendengarkan alunan MP3 yang di setel oleh sang kenek, kali ini lagu melankolis alias lagu pop jadul ala inka kristie Nike Ardila,Paramitha Rusady dkk. Yang membuatku agak ngantuk mendengarnya.
Setelah selesai dengan ritual hisap-hisap rokok, Meluncur dari kanan Armada Teranyar Shantika-berstiker ELEGANT di Lingkar Jatibarang, Sempat LP 58ku beberapa menit mengekor dibelakang menjadi jamaah ngeblong, 2 Armada Lorena dan PK Marco Rombakan menjadi bulan-bulanan saat itu, Kali ini duel Armada anyar Muria seri H dengan Armada Group Kerajaan Hiba Utama yang akan ekspansi ke Jalur Madura ini  di track Lurus.

Memakai Mesin yang sudah tergolong jauh dengan rivalnya Driver LP58 tak mau kalah gengsi, awalnya pesimis dengan kecepatan LP 58 ini, namun perlahan Si Elegant yang katanya di bekali mesin dari Jerman bersilinder 260 tenaga kuda ini tak dapat menandingi Lincahnya LP 58 yang

“jago nyelip tipis” di barisan Truck-truk yang mungkin supirnya tidak lulus sim B-1, Gimana tidak kami harus menyalip truck yang berjalan gontai di sisi kanan jalan, sedangkan di sisi kiri ada truck yang malah berjalan kencang.

Bagaikan ular LP 58 speed dengan lincah berjalan Zig-Zag, Jika salah perhitungan yang matang alhasil harus menunggu dibelakang truck.
Beberapa kilo sebelum masuk tol Palikanci, ada titik kemacetan yang cukup memberi kesabaran yang menyita beberapa waktu. Masuk tol LP 58 pun melenggang sendirian, stagnan dengan kecepatan 80-90 km/h. Dari kejauhan 1 buah Armada Pahala Kencana divisi “K” balutan Panorama DX Nano-nano Rombakan mudah dilalui, di Susul  Jetbus Harapan Jaya yang sempat adu speed dan bisa diovertaking sebelum Gardu Tol Palimanan,

Ada Kejadian Menarik beberapa meter sewaktu LP 58 akan transaksi di gardu, terlihat di sisi kiri Lorena OH 1525 berkode LE 430 Blitar yang sedang mengantri sesuai antrian kemudian di Salip patah oleh Saudaranya Sendiri yaitu LE 440 OH 1521 tujuan Jember Travego Smiley berdop putih, tanpa ba-bi-bu lagi setelah transakti di gardu, LE 440 langsung ngacir sendirian sambil mengeluarkan asap hitam yang ngebul. Wow.. Ngacir cing… mungkin sudah rush-hour dan mengejar waktu sampai tujuan.
Pukul 20.30 LP 58ku exit tol kanci, melihat 1 Armada Gunung Harta seri D sedang parkir dengan Lampu Hazard sedang Ngeban.

Menapak Jalur lama kembali kali ini sebelum Flyover Losari Head to head dengan Pariwisata Plat AB dan Si Merah Tunggal Dara Jetbus Rombakan yang cukup Handal,

Jam 21.00 lebih Malam melintasi Losari Menuju Tanjung, Kres-Kresan dengan  2 Armada Garis-Garis Putih Biru muda yang mempunyai julukan “The Early Bus” Apalagi kalau bukan Si Sari Giri.

Masuk kota tegal mataku sayup-sayup meredup namun sempat melihat LP 58 mengkebiri 2 armada Bogor Indah yang berjalan santai. Tidak jauh sesudah melewati agen Pahala Kencana Tegal, bus menepi. Entah karena apa namun setelah beberapa menit lampu kabin dinyalakan ada orang berseragam Laju Prima naik ke bus, Ternyata Controlan Laju Prima, ku tengok di sebelah kiri ada warung berspanduk Laju Prima. Wah cukup ketat Controlan Laju Prima yang berada di tengah-tengah jalur pantura ini.

Pertigaan Pejagan-Ketanggungan kali ini bertemu lagi dengan Pantat si Lorena LE 430 Blitar yang dan Jetbus Harapan Jaya yang lewat tol Pejagan yang kembali kami singkirkan.
Masuk Pekalongan diarahkan menuju jalur dalam kota, 1 Armada PK -OH 1526 Nano-nano dapat ditekel dengan mudah. Masuk Batang Menuju Alas Roban bertemu Haryanto “the ocean” OH 1525 New Marcopolo yang kali ini kedigdayaannya harus tumbang malam itu oleh LP 58, setelah tersalip ku lihat papan trayeknya “Madura”. Wah tumben bisa ketemu Armada Madura kepunyaan Pa haji itu.
Pukul 23.30 Masuk Alas Roban, melihat Gunung Harta Seri A Jetbus 1526 masuk jalur beton sedangkan LP 58 diarahkan masuk jalur lama ternyata di jalur tengkorak ini terlihat didepan Armada RAYA Nucleus 3, Purwo Putro, Gajah Mungkur Celcius dan sewaktu belokan patah kulihat dari belakang The Ocean Menempel LP 58ku.

LP 58 menepi mampir RM. Raos Eco, ku tebak akan parkir namun bus hanya Contol lagi sebentar, terlihat di Parkiran sudah ada adik kandung LP 78 & LP 73 yang sudah rehat duluan LP  hanya control 5 menit dan kembali melanjutkan perjalanan. Tak terasa Masuk Tol Manyaran mataku sudah tidak kuat lagi.

Terbangun karena ada suara-suara dan hidupnya lampu kabin, ternyata Bus Mendarat di Didalam Terminal Tirtonadi terlihat pukul 03.00 pagi buta, ada sedikit Kericuhan terjadi, penumpang ibu-ibu dan 3 anaknya dijanjikan oleh Agen LP lebakbulus bahwa mereka dijanjikan bisa dioper di rumah makan untuk jurusan Gemolong, entah karena kenek yang dititipkan lupa atau pengaturan yang tidak pas, jadi lah ibu-ibu tersebut ngedumel sewaktu turun dari bis.

Sementara itu Applusan Driver lagi, driver pinggir kembali pegang kendali jalur Solo-Ngawi-Madiun tidak ada lawan berarti sepi, bus dipacu kisaran 80-90-100km/h. Hanya bertemu kres-kresan Armada dari timur Patas EKA, MIRA, Pahala Kencana, OBL. Melintasi Rm. Duta terlihat 2 Armada EKA sedang rehat.

Pukul 04.45 lebih LP 58 melintasi Terminal Kertonegoro-Ngawi, terminal megah yang katanya menelan biaya hingga 42 Milyar. Aku memutuskan untuk ke Smoking Room, menunaikan ibadah shalat subuh.

Masuk kota Madiun Pukul 05.50 Bus behenti didepan Terminal Purbaya Madiun, bus berhenti cukup lama, ternyata ada Penumpang yang turun membawa banyak karung, Dengar pembicaraan kenek ternyata penumpang tersebut baru dapet Orderan Mainan Anak-Anak. Hampir seluruh bagasi di lambung kiri dan kanan LP 58 ini penuh dengan Cargon penumpang tersebut. Madiun-Ponorogo bus sudah menurunkan tensi speednya
Menjelang diujung kota Madiun Bus mampir ke sebuah SPBU, ku sempatkan buang air kecil di Toilet, ternyata penumpangnya tinggal hanya aku dan rekan turingku yang akan turun di Terminal Ponorogo.

Melanjutkan perjalanan kembali sudah terlihat “Tugu Selamat Datang Di Kota Ponorogo” yang disponsori Bank Jatim.
Pukul 06.50 Alhamdullilah LP 58 Safety Landing Di Terminal Seloaji-Ponorogo.Terlihat 2 buah Armada Gunung Harta sedang mandi sejajar dengan 1 Kramat Djati Setra, dan di pinggir parkiran tergeletak 1 armada perpal KD yang bemernya sempal. Kemudian sewaktu kami sudah turun datang 2 Armada KD pun tiba diantaranya Old Travego, dan  New Travego executive.
LP 58 you’re not so Bad… tapi bangku tipismu membuat nyeri pantatku he..he..
Salam,
Shaylendr4_21

Dari Kota: Jakarta

Jam Berangkat: 14:20

Tujuan Kota: Ponorogo

Tiba jam: 6:50

P.O: Laju Prima

Harga Tiket: -

Kelas: VIP

Tanggal: 06/08/2012

 


Catatan Perjalanan yang lainnya:



hendra aprianto
Ditulis oleh

'BUAT HIDUP LEBIH BERMAKNA'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;