PO.Pahala Kencana

PO.Pahala Kencana

Hampir setiap manusia pasti pernah mengalami patah hati, terutama para remaja, tak terkecuali aku. Sebuah masalah yang pahit untuk dijalani namun membuat hidup ini menjadi lebih berwarna. Dalam hal ini aku mengalami kegagalan dalam mendapatkan sang kekasih, yang notabenenya adalah mantanq (ya..maksud hati mau rujuk kembali…) bukan karena ditolak, namun aku di blong oleh cowok lain. Ada rasa tak percaya namun juga ada rasa cemburu. Berawal dari hal itu dan juga ingin ikut “njemput PO” ,mendorongku untuk berangkat ke Surabaya, untuk bertemu sang kekasih.

Siang itu kupacu sepeda motor menuju agen Pahala Kencana Jl Riau. Panas matahari membakar kulitku yang makin menghitam tak kurasakan, yang kurasa hanyalah rasa senang karena bisa ke Surabaya dengan percuma, alias BDB bukan Sarkawi, beginilah seorang BMC sejati, patah hati saja masih senang karena dapet BDB. Tiket BDB untuk hari Selasa, 13 April 2010 seats 1A dengan tujuan Surabaya sudah ditangan.

Tak lengkap rasanya touring tanpa kamera, sehabis dari agen Pahala Kencana kupacu menuju garasi Nusantara di Jalan Sukarno Hatta, bermaksud mengambil titipan kamera yang aku pinjam dari Mas Wahyu GSS.

Kamera pun sudah ditangan, langsung meluncur ke kosan dan mempersiapkan barang-barang yang akan aku bawa. Tanpa mandi pun aku berangkat ke Terminal Cicaheum diantarkan oleh Faiz.

Sesampai di Cicaheum bis yang akan mengantar ku mengejar cinta ke surabaya belum menampakkan batang knalpotnya di terminal. Tak lama kemudian masuklah bis dengan tujuan Malang. Tak seperti biasanya, PK Malang menggunakan Hino RG karoseri AP Slendang. Setelah diusut, seharusnya Malang dapat jatah MB OH 1525 New Marcopolo yang baru saja datang dari Adi Putro, namun nasib bis itu seperti trayeknya “Malang”, bis yang belum pernah melihat Bandung itu mengalami kecelakaan di Cadas Pangeran pada pagi harinya..Ohh…Sungguh Malang.

Tak lama kemudian, bis yang akan mengantar ku mengejar cinta ke Surabaya absen di pos TPR…Wow…New Marcopolo MB OH 1525 terbaru Pahala Kencana, lengkap dengan sirip dan stop lamp rata, seperti yang diceritakan di Fesbuknya sesepuh BMC Bandung, yang juga sesepuh PKS, Mas Aam. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke bis.

Sesampai di samping bis, aku agak kaget. Seats 1B diisi oleh seorang lelaki berkacamata dan memakai headphone..hadooohh..Jangan-jangan James neh..Ternyata setelah naik diatas bis..Alhamdulillah bukan James, Cuma mirip aja penampilannya.

Bis pun mulai meninggalkan terminal, dari Cicaheum sampai Jatinangor aku masih betah duduk di kursi 1A. Aku pun sempat ngobrol dengan orang yang duduk di kursi 1B yang awalnya kukira adalah James ini. Dia pun menuturkan naik PK kali ini sungguh pengalaman yang luar biasa, bisa naik armada yang baru ngelen 3 PP dan bisa bertemu langsung dengan seorang BisMania (biasa aja kale..) Karena selama ini dia mengenal BisMania Community hanya dari web.

Memasuki Tanjung sari akupun lompat ke kursi kernet. Duduk bersebelahan dengan Pak Yusman, kernet PK HT 817 ini. Selepas Alam Sari, Pak Yusman pun ke belakang, duduk di kursi 1A, beginilah kebiasaan ku, tukar nasib dengan kernet. Akupun menemani Abah, begitulah panggilannya, driver PK HT 817 ini. Tidak ada aksi kebut-kebutan, jalan safety dengan kecepatan 80-90 km/jam.

Sesampai di Cirebon kami singgah di RM Ramah Tamah untuk servis makan. Karena sudah kebiasaan juga, aku makan di ruang kru. Seusai makan kami melanjutkan perjalanan, kali ini kemudi dipegang oleh Pak Iman. Lari konstan 90-100 km/jam..Sempat ngeblong bis milik “mbahnya budi jamban”, PO Tingok karoseri Dafi Putra Marcopolo di Terminal Tegal.

Sesampai di Terboyo, aku pun pindah ke kursi 1A, tukar posisi dengan Pak Yusman. Sesampai kudus, mata ini sudah tidak kuat melek, akhirnya akupun tidur..bangun-bangun sudah sampai RM Taman Sari Tuban. Sempat sms ke “Sunan Tuban” sekedar ijin melintas, kami melanjutkan perjalanan..Perjalanan dengan Pahala Kencana HT 817 ini harus berakhir di Terminal Bungurasih, padahal aku mendapat tawaran dari Abah untuk ikut sampai Denpasar. Namun apa daya, aku harus turun di Bungur karena suatu urusan. Tak lupa ku mengucapkan terima kasih kepada Abah, Pak Yusman dan Pak Iman yang telah mengantarku mengejar cinta dengan New Marcopolonya.

Arlies Bayu Swastika

BDG 003



Catatan Perjalanan yang lainnya:



bay_yex
Ditulis oleh

'Pada hari minggu ku pulang ke kampung.. Naik Bis Eksekutif ku duduk di CD.. Ku duduk samping Pak supir yang sedang bekerja.. Mengendari bis supaya nyaman jalannya.. tat..tit..tot..titt.tat..titt..tot..'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;