Bulan Puasa 2012 ini,aku tak merencanakan pulang ke Jogja,selain tak ada keperluam juga saving budget buat libur lebaran besok. Tapi mendadak harus pulang ke Jogja karena kudu memperpanjang SIM yang habis masa berlakunya.

Sabtu, 21 Juli 2012

Setelah urusan di polresta Yogyakarta selesai, kupacu HS125 putih ke agen Sumber Alam Gamping. Kota Yogyakarta kali ini cukup sepi,mungkin imbas dari libur puasa anak sekolah,dan cuaca yang cukup panas,mungkin membuat enggan warganya untuk keluar rumah.

Dan sampailah aku ke agen Sumber Alam Gamping,bertemu dengan juragannya,yaitu mas Kus. Namun kali ini aku tidak pesan tempat Sumber Alam,meski masakannya di RM Sumber Alam Ajibarang ataupun RM Pinggir Kali bener-bener ngangenin.

“Mas,Dieng Indah sore ini jalan gak?” tanyaku

“Dieng-e mlaku ora?” tanya mas Kus pada istrinya

“mlaku ..” jawab mantan pacarnya mas Kus

Lalu si mas ini nelpon ke seseorang yang tampaknya pengurus PO Dieng Indah

“arep nomer 11 opo 15 ?” tawarnya kepadaku

Akhirnya kuambil nomer 11, memang tidak ada pilihan lain lagi. Dan kutukar selembar duit seratus ribu berganti dengan tanda pesan tempat.

Tarif bus Dieng Indah Yogya-Jakarta adalah seratus ribu rupiah dengan fasilitas seat 2-2 non toilet. Kadang-kadang saja dapat bonus toilet.

Dieng Indah sebetulnya belum terlalu lama berkiprah di jalur Jakarta-Klaten via Jogja, sosoknya pernah tertangkap kering di terminal Purworejo suatu malam saat aku turing bersama Yeremia dan Arifin Ponorogo beberapa waktu silam. Saat itu yang ngelen adalah Mercy OH-1525 bodi Scorpion King.

Kuharapkan nanti sore aku mendapatkan bus tersebut, tapi harapan tersebut sekejap musnah saat dari barat menuju selatan datang PO Dieng Indah sasis Mercy OH-1521 bodi model old travego rombakan lampu ala markoplo. Kulihat sopir dan keneknya melambaikan tangan ke pemilik agen ini. Jadi sudah pasti nanti sore dapat bus ini

 Sorenya..

Pukul 16.15 aku sudah bersiap di agen Gamping. Sempat melihat PO Budiman armada terbaru.Juga sempat melihat PO Raharja Putra Mulya. PO ini menjadi pilihan kedua jikalau sore ini aku gagal naik Dieng Indah. Buatku menarik,menjajal PO kecil yang tidak terkenal,yang tidak punya fanpage di media sosial,yang jarang dijadikan topik pembicaraan,yang jarang dikunjungi garasinya oleh penggemar bus, semangat mereka yang mencoba menerobos dominasi PO-PO besar sungguh membuat kagum.

16.50 dari arah selatan melaju kencang bus yang aku tunggu,begitu yakin itu adalah Dieng Indah ,aku segera berpamitan kepada ibundaku dan pemilik agen.

           Dieng Indah AA 1440 CF

 Seat nomer 11 segera aku kuasai,dan seat nomer 12 adalah seorang mahluk halus. Lama juga ya,tidak turing jarak jauh jejeran sama mahluk halus hehehehe…

Bus diarahkan menuju terminal Jombor. Dari keterangan agen,bus ini biasa melewati jalur selatan via Cileunyi. Dan jurusan akhir adalah terminal Lebak Bulus dengan bonus mampir Cibinong,Bogor lebih dulu…hmm khas sapujagat nih.

17.03 bus berhenti di samping terminal Jombor,entah ngapain,lalu masuk ke dalam terminal,dan berhenti di depan deretan kios menghadap ke timur, di sini mengambil penumpang sebanyak 13 orang dengan koper buanyak banget.Ternyata adalah para mahasiswa yang akan kembali ke Padang/Bukittinggi via Jakarta. Pertanyaannya,kenapa mereka naik Dieng Indah ya? Bukankah yang PO yang lebih terkenal juga banyak? Ah entahlah..

Konon,agen dapat komisi dari PO ini mencapai 20ribu/orang,cukup besar juga ya,itu belum kalo agen nakal membandrol tiket diatas harga resmi.

17.15 bus meninggalkan terminal Jombor,menuju arah Gamping alias lewat jalan yang tadi. Setiba di barat pasar gamping bus berhenti lagi,sepertinya kru membeli es dawet dan makanan kecil.

Dari kanan sebuah Bandung Express melaju santai dengan beberapa penumpang saja,jadi pengen naik Bandung Express lagi,tapi memang dari kemarin pengen jajal Dieng Indah sih.

Dieng Indah berjalan lagi,dan di jalan Wates km 9,5 bus berhenti lagi,sebentar saja lalu bus berjalan dan berhenti lagi menurunkan perwakilan agen Jombor…weleh-weleh dari start saja sudah berhenti berkali-kali,belum agen di jawa tengah selatan.

Mungkin sadar banyak kehilangan waktu, bus dijalankan agak kencang,meski mesin lawas namun larinya masih oke. Konvoi 3 truk langsung dilibas,padahal di depan ada tikungan,praktis hanya mengandalkan sorotan lampu dari arah berlawanan saja.Untung dari arah berlawanan tidak ada kendaraan.

Tak lama kru membagi segelas air minum dalam kemasan,kalo ini sih Aqua bener,bukan merk gak jelas. Waktu buka puasa telah tiba,penumpang pada minum.

“Pak silahkan rotinya..” mahluk halus sebelahku membuka percakapan.

Heh..??? dipanggil “Pak”??..mosok masih muda gini dipanggil “Pak”…buapakmu po?

“makasih..” aku menolak halus. Jadi ingat “jangan menerima makanan atau minuman dari penumpang yang baru Anda kenal”

Wates..

 Kota ini dilewati Dieng Indah pukul 18.10, bus melaju cukup cepat,jalanan masih cukup sepi.

Kali Bogowonto diseberangi sekitar pukul 18.32.Lalu lintas masih saja sepi.

18.42 masuk kota Purworejo,bener-bener masuk kota dan tidak lewat jalan lingkar. Langsung bbm masbro Iwan Kurniawan untuk ijin melintas .Bus tidak masuk terminal. Agak aneh memang. Apakah karena bertuliskan “PARIWISATA” di kaca depan,sehingga bus ini lolos dari ritual bayar TPR? Embuh lah..

Masuk Kutoarjo,sedikit semarak,banyak warga yang sliweran. Melewati garasi Sumber Alam,pintu gerbang sudah ditutup,berarti semua bus malam sudah berangkat.

Bus melaju tidak klunak klunuk, sementara 2 penumpang di belakangku mulai ‘berbuat ulah” . Di belakangku persis,ada seorang ibu yang membawa balita agak gede,berisiknya minta ampun,sementara di sebelahnya menyetel radio cukup kenceng. Sialnya aku gak bawa headset buat nutup kuping. Memang,situasi bus ini agak asing bagiku,karakter penumpang kok tidak seperti biasanya.

Sementara itu, Dieng Indah melaju di belakang bus Sumber Alam 1566DL Nucleus 3. Baru sebentar menguntit,sekonyong-konyong Sumber Alam mengurangi kecepatan,Dieng Indah tampaknya salah dugaan dan tidak sempat mengerem,langsung banting kanan,beruntung dari depan tidak ada kendaraan…slamet..slamet…

Setelah melewati Sumpiuh aku sedikit tertidur. Entah di mana tempat istirahat makan  bus ini,karena aku juga belum tahu. Namun setelah memasuki Karanganyar, aku menduga bus ini akan masuk RM. Lestari,dan benar saja,lampu kabin dinyalakan,dan kru meminta agar para penumpang bersiap untuk istirahat.

Dieng Indah parkir di samping Tunggal Daya AD1718AG

“Dieng ini menggantikan Shantika,dulu aku punya langganan tetap,selalu minta Shantika,tapi setelah lebaran busnya gak kelihatan lagi,padahal tiketnya sama,dapat makan lagi,trus sekarang ganti Dieng yang masuk”

Ucapan istri mas Kus masih terngiang di kepalaku ,oh pantas di RM Lestari ada spanduk PO Shantika di ruang servis makan meski aku juga belum pernah melihat busnya,dan pada saat aku turun untuk makan di RM Lestari aku sempat menunggu apakah Dieng Indah dapat servis makan gratis,namun setelah petugas RM Lestari mengarahkan agar penumpang makan di tempat yang tidak gratis,aku jadi yang pertama ambil piring.

Kuambil menu sehat, capcay,hati sapi,segelas es teh manis,sepiring nasi, cukup bayar 14ribu, tidak mahal menurutku dan juga rasanya lumayan.Malah lebih enak daripada servis makan gratis di dalam sana,yang biasanya hanya mi goreng,sayur,ayam,kerupuk.



    makan 

  pat belas ewu

Setelah makan,jalan-jalan mengelilingi Dieng Indah bernopol AA 1440 CF ini,bodi old travegonya entah aslinya buatan karoseri mana,dugaanku kalo bukan Laksana ya Morodadi,karena jelas bukan garapan Adi Putro.

Sementara itu datanglah Limas B 7916, dan Pahala Kencana B 7838. Penumpang Pahala yang dapat servis makan diwanti-wanti agar tidak makan ditempat yang tidak gratis,padahal sih ada spanduknya “ Tempat Servis Makan Pahala Kencana selama bulan puasa” dipasang di tempat makan berbayar..pantes pada bingung.

20.45 Dieng Indah meninggalkan RM Lestari. Sempat kusapa mahluk halus di sampingku,sedikit membuka diri kalo dia kuliah di Bandung tapi prodi di Klari,jadi dia nanti turun Klari.Sepertinya dia tidak biasa naik bus, apalagi naik bus 10 deret di kiri seperti Dieng Indah sebetulnya tidak pantas buat mahluk sehalus dia,apalagi seat 1-11 adalah semua lelaki,beruntung dia duduk di sebelahku,selain kujamin aman,bahu kananku pun siap jadi senderan kepalanya..pokoknya slogannya Ponirin itu SIAP-Selalu Ingin Anda Pulas wkwkwk..

Dan aku pun tertidur.

21.50 bus masuk sebuah SPBU untuk kontrol.Entah daerah mana aku tidak bisa mengidentifikasi. Tapi setelah tak lama berjalan kemudian jalan berkelok-kelok,aku yakin kalo tadi kontrol di Wangon.

Dan aku tertidur lagi.Terasa bahu kananku dijadikan senderan kepala mahluk halus..sudah kuduga akan terjadi hehehehee…

Minggu, 22 juli 2012

01.30 Bus berhenti untuk memberi kesempatam makan sahur,di RM Trio Indah,jalan raya Jamanis,Tasikmalaya. Rumah makan ini cabang Losarang,Indramayu.

Kelar dari istirahat sahur,aku tertidur lagi.

04.50  aku dibangunin si “pembuat ulah” di seat belakangku,menanyakan jam berapa saat ini…Kulihat bus sudah mau masuk tol Cikampek-Jakarta,wuih cepet juga nih.

05.07 Dieng Indah berhenti di rest area memberikan kesempatan untuk sholat subuh, di tempat ini bus Pahala Kencana dan Primajasa wajib kontrol.

                    subuhan

  05.40 bus kembali ke tol,kulihat mahluk halus sebelahku masih tertidur,sementara bus sudah masuk km 61,yang artinya exit Klari sebentar lagi. Langsung saja kubangunin mahluk ini, dan dia gelagapan saat kuberitahu Klari sebentar lagi,dan kusuruh bilang ke sopir.

Namun ternyata Dieng Indah melewatkan exit Klari sehingga harus kuberteriak

“kiri pak,exit Klari masuk situ” kataku

“berapa orang?”

“satu pak” kata si mahluk halus

 Dan bus pun mundur,karena si mahluk halus protes katanya agen bus ini lewat Klari. Oaalagh mbak,agen kok dipercoyo,naiklah bus yang jelas kataku dalam hati.Celakanya lagi dia pun belum tahu di mana Klari itu…

Akhirnya dia diturunkan di SPBU sebelum pertigaan Klari.

Dan Dieng Indah pun melaju kembali menuju arah Jakarta.

Cikarang Barat, seorang penumpang turun di tepi tol.

Bekasi Barat,seorang penumpang turun di tepi tol lagi.

Dieng Indah masuk JORR arah Lebak Bulus.Masih ingat dengan rombongan 13 orang kemarin? Mereka request turun di Kampung Rambutan

“tidak lewat Kampung Rambutan,Pasar Rebo saja..” kata sopir.

Bus melaju,dan tidak keluar Kampung Rambutan, dan ibu yang membawa balita agak gede justru yang protes kenapa gak keluar Kampung Rambutan,juga demikian saat exit Pasar Rebo diacuhkan sopir,hingga bus terpaksa berhenti.

Memang si ibu ini dari kemarin seperti petasan cabe, membuat panik orang lain,sehingga yang penumpang yang sudah tenang malah makin bingung.

Tigabelas orang tadi minta turun di LotteMart karena sudah janjian,akhirnya pasrah saja dilanjutin ke Lebak Bulus. Eh ndilalah bus exit Kelapa Dua/Depok,menurunkan 2 penumpang kemudian putar kepala ke arah Pasar Rebo.weleh-weleh..aku juga bingung piye to karepe sopir iki.

Kemudian bus exit Pasar Rebo,di lampu merah turun 2 penumpang,sementara dari arah kanan sebuah Harapan Jaya Scania melintas,berarti semalem pantura lancar. Terjadi gegeran karena seorang penumpang kehilangan hape.

06.50

Bus kemudian berjalan menuju sudut Pasar Rebo arah Bogor dan menurunkan 13 penumpang dari Jombor. Di sini Dieng Indah membongkar muatannya berupa koper-koper,dan sebuah sepeda motor.

Geger lagi ternyata koper rombongan 13 orang tadi kurang satu..eealaaagh…

Padahal menurut kernet,tadi saat penumpang turun di jalan gak ada yang buka bagasi.Dugaan koper tertinggal di agen Jombor. Dan ‘petasan cabe’ kembali meledak..dar der dor..aku pindah depan saja males ndengerin.

 

pindah depan menghindari “petasan cabe”

  Sebetulnya pengen turun di Pasar Rebo saja daripada harus ke Cibinong dulu,tapi setelah sopir menginformasikan setelah ini langsung Lebak Bulus aku tidak jadi pindah.Sementara 1 penumpang tujuan Bogor akan dioperkan bus lain..:gubrak:

Aku duduk di belakang kursi kenek.

Kenek tampak menggerutu,sepertinya tidak menjadi kehendaknya,saat menurunkan koper tidak mendapat imbalan sepantasnya.

“mending bawa burung dapat 30 ribu”

Dia juga emosi karena ibu balita tadi malah makin membuat panik penumpang yang kebingungan..dar..der..dor…

07.15 Dieng Indah masuk terminal Lebak Bulus, di parkiran sudah rame parkir bus-bus malam,mengindikasikanjika pantura semalam lancar jaya.

Aku turun di sini, dan melanjutkan Trans Jakarta menuju Cikini untuk ambil brompit yang aku titipkan sejak Jumat malam.

Sudah lega rasanya menjajal Dieng Indah, seperti kata pepatah “Ana Rega Ana Rupa”, seratus ribu perak Yogyakarta-Lebak Bulus dengan seat 2-2 10 deret kiri non toilet (regulernya non toilet,kalo dapat toilet namanya bonus),adalah harga yang pantas.

Namun mengingat ada 2 kasus kehilangan,dan pembicaraan penumpang tentang tarif yang tidak seragam,ada yang kena tarif 120 ribu,130ribu,dan aku sendiri 100ribu ,memang PO ini harus berbenah, tidak mudah merebut pelanggan PO-PO besar jika pelayanan masih seperti ini.

 

                  tiket resmi 100ribu/seat

          tiba di Lebak bulus 07.15

Salam,

Ponirin Hendi

“jajah desa entuk bojo”

Dari Kota: Yogyakarta

Jam Berangkat: 16:50

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 7:15

P.O: Dieng Indah

Harga Tiket: 100000

Kelas: VIP

Tanggal: 07/21/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



hendi_Yk01
Ditulis oleh

'turingmania,trayekmania,sleep on bus mania'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;