Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

KiperPon : Kisah Perjalanan Ponirin

Edisi : April 2013

“Menjajal KeMurnianmu”

Sebuah Catatan Perjalanan

Yogyakarta, 13 April 2013

Hanya 8 jam saja hari ini di Jogja,aku akan kembali ke Jakarta. Sebetulnya memang tidak ada rencana pulang ke Jogja,tapi gara-gara petugas loket KAI yang plinthat plinthut ga jelas kapan boleh nukar jadwal keberangkatan KA, yah daripada nambah 25% dari tarif tiket untuk pembatalan mendingan tak buat pulang saja,lebih baik uang habis dipakai daripada uang habis karena denda..

Menjelang siang aku kasak kusuk mencari info di manakah agen Murni Jaya berada, setelah tanya Bung Plenthonk beliau menjawab ada di terminal Giwangan, begitu juga masbis Rendy menjawab sama, tapi letak agennya dan contact person sama-sama tidak tahu hehehe…

Aku menyusuri kawasan ringroad Gamping,berharap di situ ditemukan plang agen Murni Jaya, ternyata tidak ada.
Besok siang aku ada janjian dengan temanku di Bintaro, aku harus tiba di Jakarta pagi-pagi,dan karena kondisi pantura yang masih belum jelas,aku menghindari jalur pantura, makanya mumpung besok libur,aku pengen jajal PO Murni Jaya.

Karena aku tidak menemukan agennya di Gamping,mendingan aku ke Purworejo dulu.

Loh kenapa tidak jadi ke Giwangan ? Hmm..ongkos ke Giwangan 3500perak.kalo ke Purworejo 12ribu perak dari Gamping (dari rumah ke Gamping diantar..hehe),selisih dikit bisa naik 2 bus yang berbeda

Adalah Iwan heueheuheu ,bismania kelahiran kota pensiunan Purworejo,yang menginformasikan jika Murni Jaya  masuk terminal Purworejo jam 4 sore,dan tarifnya 85 ribu

Jam 2 siang,aku sudah di atas PO Mulyo Hino AK lawas ex PO Sumber Alam yang ngetem di depan pasar Gamping, meskipun seat 2-3 non AC tapi aku tak tau kenapa aku merasa nyaman,mungkin joknya yang empuk atau mungkin aku sudah jarang naik bus,atau mungkin suara mesin depan yang mendayu-dayu,bahkan setelah bayar ongkos 12ribu tanpa tiket aku langsung tertidur hingga ringroad Purworejo.

Masuk terminal Purworejo jam 15.30, aku berjalan ke tem-teman bus arah Semarang,di belakangku adalah agen Nan Tungga,di sebelah pojok sana ada sebuah bus Murni Jaya hijau putih yang perpal. Membaca situasi dulu ternyata tak kutemukan plang agen Murni Jaya di sekitar sini.

Aku berjalan menuju bus Murni Jaya yang perpal,saat sudah dekat seseorang dengan nada berat menanyaiku,

“mau kemana mas?”

“mau naik Murni Jaya”

“oo sini mas..” katanya dengan suara serak menunjuk ke suatu agen

“Jakartanya mana mas..??” kata lelaki tua di dalam kios tersebut yang bertugas menjaga agen

Hmm..ini adalah pertanyaan yang menjebak, apalagi kalo bus melayani “semua jurusan Jakarta” tapi dengan armada yang sedikit/ baru merintis,pasti kemana aja diangkut.

“Kalideres”

“ya mari mas,masih ada..115 ribu” katanya pede

“heh..115 ribu? Ya mending aku naik Sumber Alam to Pak..” jawabku memancing

Aku berjalan keluar agen,melihat bus hijau putih B 7579 TGA yang perpal,sedapat mungkin kuhitung deretnya,ada 10 deret kiri,seat 2-2,smoking area,non toilet

“Busnya nanti seperti itu mas..tapi yang coklat belum datang” , lelaki tua itu masih coba meyakinkanku

“85 ribu Pak..” tawarku tajam

“mas 95 ribu aja,kasian ..” kata lelaki satunya yang bernada berat, sepertinya agak mendem.

Pikirku, ya udah selisih 10ribu gak papalah.

Kutebus selembar tiket, dengan nama agen bukan nama PO, memang ini bukan agen resmi.

Setelah kubayar,aku duduk di depan agen,kulihat sebelah agen, ada plang besar agen PO Murni Jaya

“kawol ” batinku mengumpat

Ternyata sebelahnya agen resmi yang aku cari cari.

Baru sebentar duduk, terlihat dari samping 2 bus Murni Jaya datang, aku bergegas ke toilet,karena aku sebentar lagi pasti berangkat.

Duo Murni coklat  A 7644 KC dan B 7577 TGA sudah parkir.

Ternyata busnya bukan salahsatunya

Datang 1 bus lagi,jadi sekarang ada 4 Discovery Hino AK8, tiga diantaranya coklat,dan 1 hijau
Salah satu bus tertempel kertas tarif bus ini, dari Salaman (Magelang) ke Jakarta dan sekitarnya 90ribu perak.

Jadi Iwan heuheuheu kurang 5 ribu perak ngasi harganya.

“Bus ku yang mana mbak..?”

“ yang tengah mas,ikut Pulogadung”,  jawabnya,padahal bus ini sudah dari tadi parkir.

Weleh…tadi katanya bukan yang ini…piye seh..

Dan saatnya photo session..
Aku bergeser untuk mencoba mengambil gambar bus yang sedang parkir ini..

Aku beranjak naik ke dalam bus,dan orang sekitar masih berkerumun, kepo..
Akhirnya loket agen tempat aku membeli tiket ditutup,entah ke mana penjaganya tadi..

16.15 Murni Jaya kode bodi E63 berangkat meninggalkan terminal Purworejo,iring-iringan dengan 2 lainnya.
Jadilah konvoi 3 Discovery coklat bermesin Hino AK8.

A7644KC / E63 adalah bus yang aku naikin jurusan Bekasi – Pulogadung – Kalideres – Poris – Bitung
Dua tandemnya adalah B 7577 TGA dan B 7581 TGA, jurusan Depok dan Merak
Kru bus ini 2 orang,seorang lagi adalah pengawal/agen atau pengurus kurang tahu,tapi dia membawa daftar manifest penumpang.

16.30 Agen pertama adalah di tepi jalan raya Diponegoro Kutoarjo dekat warung mbok Susah/agen Sinar Jaya, 3 bis berhenti semua.
Melewati pool Sumber Alam,masih ramai,dan sepertinya belum jam berangkat.

17.04 Berhenti di agen Kepu, kembali 3 bis berhenti semua.

17.18 Masuk terminal Prembun,kembali 3 bis Murni Jaya masuk semua..
“elok tenan, penumpang munggah siji,sing methuk 3 bus..” kata si pengawal
(= hebat bener,penumpang naik 1 yang jemput 3 bus)

Jujur,aku kurang menyukai cara seperti ini,apa sih gunanya rame-rame berhenti di agen kalo gak ada perlunya? Apa mau njagain kalo ada penumpang dadakan? Dari sini kelihatan banget,sistimnya masih berantakan,dari agen tak ada info ke kru,jadi bus yang tidak berkepentingan di agen turut berhenti.

Di terminal Kebumen,beberapa penumpang naik,sementara tuan rumah yaitu Karya Sari terlihat memberangkatkan 2 bus AC.

Berikutnya mengambil penumpang di agen Karanganyar 1 dan Karanganyar 2, dan masih konvoi 3 bus.
Sebuah Sumber Alam AA 1503 GL tiba-tiba berhenti di depan busku,mengambil penumpang. Mungkin ini SA angkatan awal dari pool.

Bus kembali berjalan,tidak terlalu cepat tapi juga tidak pelan.

Di Gombong,konvoi Murni Jaya masuk terminal Gombong,aku baru tau ternyata Gombong mempunyai terminal kecil,ya seukuran terminal Prembun. Di sini berhenti cukup lama,dan ada 2 bus Kurnia Jaya perpal,sedangkan yang berangkat 3 bus Kurnia Jaya.

Sekedar othak athik gathuk,awalnya aku kira Kurnia Jaya ditarik dari Jateng selatan seiring dengan masuknya Murni Jaya,ternyata justru masih eksis.

IMHO,strategi branding Hiba Group di “jalur malam” sepertinya akan seperti ini : untuk kelas executive/vip dengan nama Laju Prima, untuk kelas menengah/Patas AC non toilet dengan nama Murni Jaya, untuk kelas ekonomi non AC dengan nama Kurnia Jaya, imho kemungkinan tak akan ada Kurnia Jaya ataupun Murni Jaya dengan kelas executive,tak akan ada Kurnia Jaya ber-AC, daripada mereka bertarung di satu segmen pasar yang sama dan satu jurusan. Itu menurutku,bagaimana menurut Anda?

Di terminal Gombong bus berhenti 25 menit,ngapain sih? Embuh..

Setelah meninggalkan terminal Gombong,sekarang pertanyaanku adalah di manakah bus ini istirahat makan? Mengingat RM khusus bus malam di karanyar sudah lewat.
Masih ada harapan,di depan ada RM Indo Rasa,dan Taman Sari Rasa.

19.34 Konvoi Murni jaya berhenti di Buntu..ngapain? embuh…
Seorang penumpang turun membeli nasi padang dibungkus..aku yang udah lapar bersabar saja,paling gak lama lagi juga istirahat makan malam.

19.55 Konvoi 3 coklat bergerak lagi..Kali ini si pengawal/agen/pengurus dari Purworejo sudah turun.

RM Taman Sari Rasa dilewatkan..Loh iki arep mangan nang endi ta?

Aku yang kelaparan akhirnya tertidur,terbangun di Wangon,dan tak lama sudah memasuki jalan 1000 tikungan.
Buset dah..gak makan ini

Minggu, 14 April 2013

00.07 Konvoi Murni Jaya berhenti di deretan warung makan..warung ya bukan rumah makan.
Aku turun mencari sesuap nasi, tapi…

Kampret…

Yang dijual Cuma baso,kopi,mi instan..tak ada tempat makan ala RM Taman Sari/Sendang Wungu dsb..
Aku hanya beli baso,itu juga masak dulu mienya..
Wah,berarti bener tuh tadi ada yang mbungkus nasi di Buntu.

Di sebelah,ada juga 3 bus Murni Jaya yang dari arah Jakarta..(dari Jakarta juga makannya tengah malam,piye jal..??

00.50 bus segera berangkat,tapi 3 penumpang masih di bawah..Eaalaaah..marmos marmos…marai emosi…

Saat 3 penumpang naik, dua orang sarkawi menyusul naik..

“Aku melu yo Pak,daripada ngenteni Primajasa..”

Heh, sampai lebaran kucing tak ada Primajasa Tasik-Jakarta lewat sini..

Dari bahasanya si sarkawi ini adalah penggemar bis juga,mengingat dia juga sempat menyebut dirinya lagi “turing” kalo penumpang awam: naik bis ya naik bis bukan dengan sebutan “turing”.

Tak lama busku melewati RM SR, nah lo kenapa berhenti gak di situ aja, jelas enak masakannya.

Setelah RM SR, maka bertemulah dengan jalan raya dari arah kota Tasik (kalo mau naik Primajasa ya dari sini to mas..), seorang penumpang tujuan Tasik turun di sini.

Setelah berhenti untuk istirahat penumpang tadi,Murni Jaya tidak konvoi lagi,dan busku adalah yang paling belakang.

“nanti Bapak lanjut ke tasik dengan mencegat bus dari Jakarta” kata sopir pinggir yang kini istirahat,digantikan sopir kedua.

Hmm..ke Tasik kok gak naik Budiman saja sih Pak,kepenak uripe..Ya mungkin beginilah tipikal bus ‘semua jurusan’.

“Pak saya turun tepi tol ya,mau ke Sukabumi” pinta seorang ibu

“wah gak berani Bu,mending ibu ke Kalideres saja nanti naik dari sana banyak bus ke Sukabumi” kata si sopir pinggir yang menurutku attitude-nya kurang bagus.

“tadi agennya bilang bisa..??”

“agen jangan dipercaya Bu,mungkin kalo ada yang ke Amerika juga suruh naik bus ini,kita ini yang bawa busnya pusing..”

Mau ke Sukabumi,minta turun tol,tapi malah disuruh turun Kalideres..? walah..

Tak lama dia menggelar karton,dan tidur di atas kap mesin.
Aku sudah kadung kecewa,meskipun perjalanan ini belum usai.

05.00 Bus masuk Bekasi Barat,berbelok ke arah Pondok Ungu.
Tak disangka di depan bus ini ada sebuah Sumber Alam AA 1611 BC santai saja.
Loh ini ada SA kok malah masuk Bekasi duluan,aku masih heran secara Murni Jaya berangkat lebih awal daripada gerombolan Sumber Alam,tapi logikanya kalo sama-sama jalan lancar,lewat pantura lebih cepat,apalagi trio coklat semalam banyak buang waktu dengan berhenti tak jelas alasannya.

05.23 Melintas di depan terminal PuloGadung

“Pak saya turun di Kemayoran..” kata seorang ibu penumpang

“wah gak lewat Bu,mending turun Pulogadung saja”

Halooo…ini bus jurusan Jakarta ya…??

Bus pendatang baru ini masih banyak yang harus dibenahi dalam pelayanannya,jangan menganggap dengan bus baru nan kinyis-kinyis mudah meraup penumpang, awalnya penumpang akan terpukau dengan keindahannya,mereka mencoba,tapi begitu mengenal lebih jauh lambat laun akan menyesal, terutama untuk agennya yang menjual “jurusan ke Jakarta”,namun kenyataannya bus tidak melewati jurusan yang diinginkan.

Dari Cempaka mas, bus belok kiri masuk tol,kecepatan dipacu kisaran 80-90 km/jam

Memasuki Tomang belok kiri arah Kebon Jeruk.

Aku bergegas maju

“Pak, aku turun Kebon Jeruk”, destinasiku berubah cepat, dari Kalideres menjadi Kebon Jeruk, ngirit ojek Dab.

05.55 Aku turun di Kebon Jeruk,sementara Murni Jaya E63 akan melanjutkan perjalanannya ke Bitung via Daan Mogot-Kalideres – Poris – Cikokol …maklumlah ini kan bus ‘jurusan Jakarta’ hehe..

-TAMAT-

Salam,
Ponirin Hendi
08562859632

Dari Kota: Purworejo

Jam Berangkat: 16:15

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 5:55

P.O: Murni Jaya

Harga Tiket: 95000

Kelas: VIP

Tanggal: 04/13/2013


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;