Sedulur mungkin tahu dan tak asing lagi oleh kata kata Virus B 15 BMC. Yaitu suatu jargon dalam menyebarkan dan menunjukkan minat atau hoby mencntai dan menggemari kendaraan besar berroda 6 berkapasitas hingga 60 orang. Saya adalah salah satu dari sekian banyak member bismania comunity ini, saya berdomisili di Jakarta, dan saya tergabung dalam korwil JABODETABEK dengan nomer ID JKT/0163/L/1/2012. Saya seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta program manajemen transportasi darat.

Saya sering kali ke kampus mengenakan kaos yang bergambar bis, selain itu motor, laptop, penuh dengan sticker sticker BMC dan isi laptop penuh dengan foto foto bis sehingga teman teman saya mengira saya adalah crew, anak pengusa otobis, dan apalah. “Lau kerja di PO itu broo?”, “bis itu punya bokap lau broo?”, pertanyaan itu yang sering keluar dari mulut teman teman saya dan saya hanya menjawab. “Enggak gw cuman penggemar aja. heehe “.

Kelas saya berada di lantai 4 dan kebetulan menghadap ke arah tol wiyoto wiyono. Setiap hari kuliah (Senin s/d Jum’ad) entah itu pagi, siang, sore ketika ada waktu kosong saya berdiri di koridor menghadap ke arah tol wiyoto wiyono dengan maksud memandang traffic dan bis yang lewat sesekali sambil menyebutkan nama PO nya dan karoseri nya. Teman teman lagi dan lagi heran melihat tingkah dan kelakuan saya, kenapa begitu mencintai dan menggemari dengan kendaraan ini. Teman teman saya penasaran tentang apa itu bis dan apa itu Bismania Comunity, saya pun menjalaskan dengan sepengetahuan saya mengenai bis dan saya jelaskan tentang Bismania Comunity.

“Bis itu indah broo, bis itu plural broo, dan bis itu sekarang gk kalah sama moda lain kayak pesawat, kayak kereta, bahkan kalo menurut gw, bis itu mengalahkan moda tersebut” itulah penjelasan saya kepada teman teman. “Lalu, BMC itu sendiri apa?” Tanya teman teman. “Jadi, BMC itu kumpulan penggemar, pemerhati, pengusaha, dan stackholder yang berkaitan dengan bis. Jadi BMC itu bukan berarti dia punya bis dan bisa nyopir bis baru dia bisa gabung”. Jawab saya mengenai pertanyaan teman teman saya.

Seiring waktu berjalan, entah angin apa yang berhembus ke teman teman saya. Mereka pun mulai tumbuh rasa suka dengan bis. Sesekali ada kesempatan melihat atau bertemu mereka mengabadikannya dengan kamera ponsel mereka atau sekedar menceritakan kepada saya. “Broo, tadi gw ketemu PO xxx, kyk gini nih, broo tad gw liat bis ini di xxx”. Seperti itu mereka bercerita kepada saya.

Rasa ingin tahu mereka kini mulai tumbuh, sesekali mereka meminjam laptop saya dan membuka folder khusus foto foto bis hasil hunting langsung maupun hunting di dunia maya. “Kalo yang ini nama nya apa broo?(Menunjuk NS-01)” Tanya mereka. “Itu New Marcopollo buatan Adi Putro.” Jelas ku padanya. Mereka mulai terobsesi dengan bis, sambil bermain game bis yang populer di kalangan penggemar bis, mereka mulai mengetahui istilah nge-blong, dan memainkan game bis bak sopir bis malam dengan blong kanan kiri nya.

Jum’ad, 8 Juni 2012. Karena dosen akuntansi yang tidak bisa hadir dan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kami memutuskan untuk tidak langsung pulang tetapi, kami memilih untuk berkunjung ke Terminal Rawa Mangun untuk hunting bis, dan kebetulan muriaan mulai masuk jalur di Terminal rawa mangun.

Mereka senang melihat rupa rupa macam warna warni bis, mereka berfoto ria dan langsung menjadikan Display Page pada akun Blackberry maupun akun twitter mereka. “Keren nih BEJEU, liburan semarang yook”. Kata salah satu temen saya.”Gak, usah NS-01 aja” kata satu lagi. “Yaudah yaudah, berangkat NS-01 pualang nya BEJEU, gmana?” Kata saya untuk menengahi mereka. Sontak mereka setuju dan memutuskan untuk menabung mumpung masih ada waktu satu bulan menuju libur semester. Dan setelah itu, ketika mereka ada waktu luang, mereka hunting di terminal rawa mangun.

Jum’ad, 22 Juni 2012. Teman teman saya mulai mereport hasil jerih payah nya menabung untuk mencoba touring pertamanya menggunakan bis. Dan ternyata target tidak terlampaui. “Bro, duit gw gk cukup nih kalo ampe seemarang” Kata salah seorang teman saya. “Iyyaa nih, gw juga bro.” Tambah seorang lagi. “Ohh gitu, yaudah. Kalo memang kalian minat naik bis, kita coba touring jarak pendek aja dulu, ke tasik naik Budiman or Primajasa. Jajal lintas selatan dulu aja” Jawab saya untuk menengahi. “Ok” mereka langsung sepakat.

Senin, 2 Juli 2012. Ringto yang menunjukkan ada nya Telpon dan SMS terus berdering, dering untuk koordinasi dengan teman teman yang aka touring ke tasik. “Broo gw udah di KPR,” Itulah yang sering muncul di HP saya dan saya hanya menjawab “Ok ini mau berangkat”. Maklum agak ngaret karena sarapan hehhe.

“Bro, Budiman Jetbus HD Executif harga tiket 50rb udah masuk jalur nih, buruan lw dimana?” Tanya mereka.

“Hhhmm gw baru sampe ciracas, itu bis bangku depan masih ada apa udah penuh? kalo udah penuh cari yang belakang aja, mending lw hunting dulu.”Jawab saya

“Ooowhh gitu, iyya dah. Itu bis juga bangku depan udah penuh.”

Angkot yang saya tumpangi berjalan santai menembus kepadatan lalu lintas di sekitar pasar ciracas. Ketika akan memasuki terminal telpon kembali berdering.

“Broo, lw dimana??” tanya teman saya

“Gw udah mau sampe di pintu belakang tunggu.” Jawab saya

“Ini ada Super Executif Jetbus HD tiket 65rb, 15menit lagi berangkat. Kursi depan udah gw tagg-in” kata teman saya

“Ok. Ambil aja, gw bentar lagi sampe.”

Angkot pun, memasuki terminal kampung rambutan dekat perpalan bus. Saya langsung bergegas menuju peron. Dan telah tampak Budiman MB OH 1526 Jetbus HD Diamond Class telah parkir, saya pun langsung menyapa teman teman saya dan langsung masuk ke dalam kabin.

Jetbus HD pun keluar dari terminal KPR, berjalan dengan gagah menembus kepadatan jalan TB. Simatupang hingga memasuki tol JORR. “Waw” kesan pertama yang tak bisa terlupakan, Budiman langsung melaju hingga 115 KM/Jam ketika telah sampai ceger. Lajur kanan kiri pun dilahap, dan sesekali berduel dengan teman sejawatnya yaitu Primajasa.

Senang melihat aksi saling salip sepanjang Jakarta cikampek hingga Cipularang memasuki Purbaleunyi kemacetan telah menunggu, laju bis pun jadi berkurang. Hingga keluar tol cileunyi bis hanya melaju 40-80km/h. Memasuki cicalengka, lagi dan lagi budiman berduel dengan primajasa, kali ini tak sampai kecepatan 100km/h tetapi duel berlangsung alot selama kurang lebih 10 menit dan akhirnya budiman lah yang menang.

Budiman berjalan berkelak kelok menembus lintas perbukitan naik dan turun sepanjang nagreg hingga malangbong. Kali ini tidak ada aksi blong blongan lagi. Cerita cerita garing yang membuat kami tertawa. Lagi kemacetan menghadang, kita sabar menunggu, tak lama kemudian, kami dikejutkan dengan aksi buka jalur kanan ketika ada kesempatan berjalan. Bis melaju membuka jalur kanan sejauh 1KM. Waktu di jam tangan menujukan jam 5sore, kami tiba di kota tasik, kami langsung menuju rumah kerabat teman kami untuk menginap,

Selasa, 3 Juli 2012 kami kembli ke Jakarta dan Bekasi dengan menumpang Budiman New Travego MB OH 1526. Perjalanan pulang tak jauh beda dengan perjalanan berangkat, hanya saja kami lebih banyak tertawa ketika pulang dan membuat ramai di dalam bis. Jam 4 sore kami memasuki terminal KPR. dan kami pulang kerumah masing masing.

Dan hingga saat ini teman teman saya, makin gemar dengan bis, mereka gabung ke dalam twiiter Bismania @bismaniaorg. Mereka sering mention ke @bismaniaorg. Tetapi mereka belum sempat KOPDAR bareng dulur dulur sekalian. Itu saja cerita perjalanan saya kali ini, Kurang lebih nya mohon maaf. Wasssalam

Wahyunto Diko

Dari Kota: Jakarta

Jam Berangkat: 12:0

Tujuan Kota: Tasik

Tiba jam: 17:0

P.O: Budiman

Harga Tiket: 65000

Kelas: Super Eksekutif

Tanggal: 07/02/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;