Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Chapter 1 Jakarta – Tuban

BMC & Haryanto Mania goes to Madura
Berawal dari salah satu postingan di wall grup facebook Haryanto Mania akhirnya kuputuskan ritual mudik ke Tuban kali ini menggunakan armada PO Haryanto Jakarta – Madura. Bersamaan dengan kawan2 BMC & Haryanto Mania goes to Madura. Acara kali ini adalah turing bareng dan sekaligus silaturahmi dengan pengurus2 PO Haryanto di Madura. Niatan awal pengen juga ikut ke Bangkalan, tapi terhitung sudah 5 minggu ini aku belum pulang menjenguk keluarga di rumah. Kesempatan pulang kali ini harus betul2 kumanfaatkan untuk berkumpul dengan anak – istri dirumah.

Jum’at 22-Januari-2010
Pagi itu setelah mempersiapkan perbekalan, bergegas aku menuju kantin depan kantor, untuk mengisi amunisi. Ternyata di kantin sudah masuk pit-stop duluan feroza merah yang sudah tak asing lagi bagiku siapa empunya. Yup’s Bapak penasehat BMC ternyata sedang menikmati sarapan paginya (piss pak dhe Har hehee..). Ngobrol sejenak dan kusampaikan juga bahwa hari ini temen2 mau turing ke Madura.

Kurang lebih jam 07.30 aku berangkat menuju Pulogadung via Grogol. Sesampainya di halte busway Jelambar ternyata penuh sesak antrian calon penumpang busway. Mmhh.. harus berapa lama ngantri nih pikirku sambil sesekali melirik ke arah barat, siapa tau melintas Mayasari AC 51 Pulogadung – Kalideres. Setelah ½ jam mengantri akhirnya kebagian juga armada busway koridor 3 bermesin Hyundai berbaju Mayasari Utama .

Jam 09.15 sampai di halte kedatangan busway Pulogadung, celingak celinguk nyari temen2 di parkiran motor kok nggak ada. Akhirnya sms ke mas Rully si lurah PG ternyata pada ngumpul di armada PO Haryanto. Hino RK8 R260 berbaju Adi Putro New Travego berheadlamp new marcopolo. Wah beruntung sekali para penumpang Maduraan bisa mendapatkan armada berfasilitas lengkap dengan harga tiket yang terjangkau. Jok semi kulit aldilla + legrest, LCD TV besar di depan, tengah, dan LCD TV kecil disamping kiri-kanan yang entah berapa jumlahnya. Armada B 7677 IG yang baru berumur sebulan inilah yang akan membawa teman2 menyusuri jalur pantura hingga pulau garam Madura.

Take off
Sekitar jam 12.00 WIB armada pun bergerak perlahan meninggalkan PG dengan 9 rekan BMC yang berangkat dari sini. Ada sedikit kejadian lucu, bis yang seharusnya belok ke kanan arah cakung malah belok kekiri. Akhirnya masuk lagi ke dalam terminal dan berputar menuju jalur pemberangkatan, agen dan crew Haryanto yang lain pun terbengong2 nah lo muncul lagi disini hahaa.. Akhirnya bis kembali ke jalan yang benar berbelok ke kanan menuju pintu tol cakung dimana sudah menunggu 2 rekan BMC yang lain yaitu bang Epo & om Haris disana.

Dari agen Cibitung, bis berangkat kembali jam 12.55 setelah sebelumnya menunggu cukup lama 1 orang penumpang yang belum datang. Tol Cikampek masih relatif sepi bis2 malam yang menuju ke timur. Masih didominasi truk2 kontainer dan kendaraan pribadi. Tercatat top speed saat itu menyentuh angka 125 km/jam.

Tiba di RM Tamansari Pamanukan kondisi masih sepi, hanya ada 2 armada KD dan beberapa armada yang perpal disana. Rekan2 bergegas menuju meja prasmanan, mengambil menu yang tersedia. Ayam goreng 3 potong, es teh manis 3 gelas, krupuk 3 biji hehee piss, tapi beneran ada yang ngambil lebih dari 1 potong loh siapa tuuh?? Setelah kurang lebih 30 menit istirahat, perjalanan dilanjutkan kembali.

Tiada lawan
Kali ini si kopral benar-benar tiada lawan, mungkin juga karena jam pemberangkatan yang lebih awal praktis hanya PO lokal rute jarak pendek yang menjadi teman sepanjang rute Cirebon – Brebes – Tegal – Pemalang. Karena mengantuk aku pun tidur ZZZ….!!! Aku terbangun ketika bis memasuki kota Pekalongan sekitar jam 18.00 WIB.

Memasuki alas roban, banyak konvoi truk. Tak sempat menghitung berapa buah yang diblong, kebetulan dari arah berlawanan juga relatif sepi. Hanya satu dua saja kendaraan yang lewat. Selepas alas roban terlihat armada Nusantara kosong berhenti dikiri jalan. Tidak begitu jelas NS berapa, sepertinya habis dipakai rombongan. Yang jelas bermesin MB 1525 berlivery Manhattan City.

Nusantara memberi perlawanan
Wuuzzzz…. Tiba2 Nusantara yang tadi berhenti, ngeblong Haryanto dari sisi kiri. Sontak teman2 berteriak ramai2 wooooiiii… mantap. Diikuti teriakan2 {kompor meleduk mode on}. Cukup alot juga mengejar armadanya pak Hans yang satu ini. Kembali speedometer melewati angka 100. Setelah beberapa menit akhirnya berhasil juga menempel, tapi belum berhasil menyusul sampai akhirnya di daerah Weleri sebelum RM Sari Rasa driver Nu3 yang ternyata eks driver PO Haryanto ini memperlambat lajunya karena berhenti. Adrenalin yang sempat memuncak-pun akhirnya mengendor.

Diiringi hujan rintik sebelum masuk kota Kudus, armada Haryanto mengisi solar di SPBU sebelah garasi Nusantara Karanganyar, kalau tidak salah diisi kurang lebih 150 liter. Beberapa rekan BMC turun untuk menyantap sego kucing depan SPBU. Aku tetap memilih didalam dan menarik selimut, karena memang AC-nya benar2 dingin.

Welcome home
Jam 21.40 WIB armada B 7677 IG masuk garasi Kudus. Disini sudah menunggu mas Nano, mas Rian & mas Polo yang juga turut serta ke Madura. 10 menit kemudian bus kembali bergerak menjalani rute selanjutnya. Yang membuat terharu sesampainya di Pati sekitar jam 23.00, rekan2 BMC Pati menyambut hangat “rombongan” kami di pinggir jalan. Bahkan mereka rela berhujan2an ria hanya untuk sekedar say hello. Sebelumnya mohon maaf kepada rekan2 BMC Pati, kami tidak bisa berhenti karena sungkan juga kepada penumpang2 yang lain klo musti berhenti.

Sampai di daerah Kragan, terlihat dari kaca spion kanan sorot lampu led biru new marcopolo. Masih belum jelas armada apakah yang membuntuti ini. Aksi menempel terus terjadi, sampai akhirnya PO Haryanto harus berhenti di RM Pangestune Tuban. Akhirnya diketahui yang sedari tadi membuntuti adalah armada Lorena entah jurusan mana. Kulihat jam di HP menunjuk 01.20 ketika lampu kabin dinyalakan. Kurang lebih istirahat 40 menit perjalanan dilanjutkan kembali, dan akupun turun depan rumah sebelah timur klenteng Kwan Sing Bio Tuban sementara rekan2 yang lain melanjutkan perjalanan ke Madura.

Chapter 2 Tuban – Jakarta

23-Januari-2010
Sabtu sore HP-ku berdering, dari mas Fathur rupanya.

Mas Fathur: “Halo mas dedy, mau balik ke Jakarta kapan?”
Aku : “Besok sore mas” Jawabku
Mas Fathur: “Mau bareng temen2 lagi nggak, pake Haryanto?”
Aku : “Ok mas aku pikir2 dulu yah”

Wah tawaran yang menarik nih pikirku, setelah sebelumnya berencana memakai jasa PO Tri Sumber Urip untuk kembali ke Jakarta. Dengan pertimbangan jam keberangkatan TSU lebih awal yaitu jam 14.00. Asumsiku, dengan berangkat lebih awal maka bisa sampai di Jakarta lebih pagi, mengingat hari senin aku harus langsung masuk kerja. Tapi setelah kupikir2 kapan lagi kesempatan naik PO Haryanto, bareng rekan2 BMC lagi pasti seru. Akhirnya ku ambil tawaran mas Fathur, dan segera dipesankan tiket dari Bangkalan oleh mas Rully.

24-Januari-2010
Minggu siang, terlihat armada TSU yang siap2 ngelen ke Jakarta melintas depan rumah. Hino RG Body RS warna abu2 Mmhh.. padahal kemarin yang berangkat si baby mercy new travego morodadi. Masih mending hari ini bukan si intercooler “pagupon doro” yang berangkat, untungnya aku terima tawaran mas Fathur kemarin. Sekitar jam 13.30 ada sms dari mas Fathur yang mengabarkan bahwa rekan2 sudah berangkat dari Bangkalan, ada cak Awan juga rupanya yang ngikut sampai Tuban.

Sekitar jam 15.10 ada sms dari cak Awan “Masuk Lamongan ded”, oke aku siap2. Giliran mas Fathur jam 15.43 kasih kabar bahwa sudah mulai masuk Tuban. Setelah berpamitan ke papa mertua, mami mertua, anak tersayang, kakak ipar, tetangga kiri-kanan (halah lebay mode: on) aku pun berangkat. Diantar istri tercinta aku menuju RM Pangestune, sebelah barat RM Taman Sari Tuban.

Selepas terminal lama ternyata turun hujan, meski matahari menampakkan sinarnya. Huhh… hujan yang aneh pikirku. Minggir sejenak untuk berteduh, tak lama kemudian melintas armada PO Haryanto berkaroseri new travego lampu cakil. Aku kira ini armada yang membawa rekan2 BMC ke Jakarta. Akhirnya nekat berhujan2 ria sambil membuntuti armada tadi sampai RM Pangestune.

Di RM pangestune sudah ada 2 armada PO Haryanto yang lain. Setelah semua penumpang turun dari NT cakil tadi aku celingak-celinguk, lah temen2 mana nih kok gk ada. Ternyata bukan armada yang ini. Tak berapa lama kemudian masuk armada B 7689 IG new travego lampu smile, yang membawa rekan2 BMC. Total ada 4 armada di RM Pangestune sore itu.

It’s Show Time
Setelah berpamitan dengan istri tercinta dan juga mendapat pelukan hangat dari cak Awan yang sudah dijemput kawannya, “rombongan” diberangkatkan. Jam digital dikabin menunjuk 17.05 dengan pilot kali ini adalah pak Yudhi. Wuzzz… terasa sekali tenaga Hino RK8 R260 dan kami pun melesat meninggalkan kota Tuban. Speedfull, skillfull mungkin inilah karakter yang melekat pada pak Yudhi

Tak terhitung berapa lagi kendaraan yang di blong, truk2 kontainer, mobil2 pribadi, bis2 pariwisata semua dilahap habis . Sampai kemudian terlihat samar2 di depan ada pantat PK Madura, setelah memberi sedikit perlawanan akhirnya menyerah juga PK tersebut di tangan pak Yudhi. Ada satu moment yang bikin deg2 serr… setelah berhasil mendahului truk dan bersiap berpindah ke jalur kiri, pak Yudhi kembali mengarahkan kemudinya ke kanan. Seolah2 sedang menyapu mobil2 dari jalur berlawanan. Aku pun sejenak berpikir pasti ada maksud dan tujuannya. Ternyata benar, dibelakang sedang menguntit armada PO Haryanto yang lain, new travego cakil yang ada di RM Pangestune tadi.

Dengan manuver pak Yudhi seperti tadi tentu kendaraan dari arah berlawanan akan mengerem. Atau paling tidak mengurangi laju kendaraanya untuk memberikan kesempatan kepada armada PO Haryanto yang dibelakang menyelesaikan ”hajatnya” untuk ngeblong. Akhirnya 2 armada ini terus berjalan beriringan.

Sejenak melepas rindu
Sampai di daerah Lasem, armada PO Haryanto yang dibelakang tidak nampak. Di pertigaan masjid Lasem, mas Rian sempat nyeletuk ”Itu ke sana garasinya TSU, cikal bakal PO Haryanto”. Seperti yang kita tahu bahwa memang Bpk Hj Haryanto dulu menjadi salah satu agen PO Tri Sumber Urip di Tangerang.

Tak lama kemudian pak Yudhi menelepon seseorang melalui HP-nya dan mengabarkan ”sudah dekat” yang ternyata adalah istrinya. Sampai di Juwana sebelum terminal, anak istri pak Yudhi menunggu di pinggir jalan. Berhenti sejenak memberi kesempatan melepas rindu anak – istrinya. Sekitar 3 menit kemudian pak Yudhi masuk kokpit dan menjalankan tugasnya kembali.

Sleeping time
Sekitar jam 8 malam sampai di garasi, mas Rian, mas Polo turun disini. Setelah istirahat sejenak perjalanan dilanjutkan kembali menyusuri jalanan kota Kudus. Selepas kota Kudus, kantuk sudah tak tertahankan. Di tambah lagi AC yang begitu dingin akhirnya aku menarik selimut dan tidur, sempat melihat jam menunjukkan 20.55

Tak terasa cukup lama juga aku tertidur, sampai akhirnya ku terbangun dan melihat jam menunjukkan 04.35 dan posisi sudah di tol cikampek KM 52. Mengalahkan rekor tidur terlamaku sebelumnya di armada Malino Putra B7889MN selama kurang lebih 7 jam 5 menit. Mulai lepas Taman Sari Tuban sampai tol Kanci Cirebon.

Good Morning Jakarta
Alhamdulillah akhirnya bisa juga subuh2 sampai Jakarta. Masih bisa sedikit bernafas sebelum memulai rutinitas pekerjaan hari ini. Armada PO Haryanto kali ini mengantarkan terlebih dahulu penumpang tujuan Tanjung Priok. Tercatat jam menunjukkan 05.37 setelah penumpang terakhir tujuan Tanjung Priok turun. Bis kembali berjalan menuju Pulogadung dan masuk terminal tepat pukul 06.00.

Di terminal, masih belum nampak armada TSU yang berangkat lebih dulu dari Tuban. Hanya ada 1 armada intercooler ”pagupon doro” body trisakti yang parkir dibelakang. Aku bergegas menuju Halte keberangkatan Busway untuk melanjutkan perjalanan menuju kantorku di pesisir utara Jakarta.

Sekian,
dedy_iceman

# Thank’s to rekan2 BMC yang telah memberi warna ritual mudik kali ini, meskipun aku tidak turut serta ke madura tapi bisa sangat kurasakan sekali kebersamaan, kehangatan, kekeluargaan ala BisMania Community.

# Thank’s to Mas Rian Mahendra,mas Polo, all crew PO Haryanto B 7677 IG & B 7689 IG

# Thank’s to rekan2 BMC Pati yang sudah menyambut kami di Pati

BMC SEJATINIPUN SEDULURAN

Dari Kota:
Jam Berangkat:
Tujuan Kota:
Tiba jam:
P.O.:
Harga Tiket:
Kelas: Super Eksekutif
Tanggal:


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Dedy Kurniawan
Ditulis oleh

'Bocah Blitar yang sekarang jadi arek Tuban domisili di Jakarta. Blitar - Tuban - Jakarta is my fantastic Journey!'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;