Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Saat pindah ke sebuah perumahan di wilayah Poris Plawad tahun 2011 lalu saya sudah sering melihat bus kuning itu masuk terminal poris. Saya pikir itu bis kuning bertulisan The Phoebus yang tiap hari parkir tak jauh dari rumah itu adalah seperti bus-bus lainnya. Ternyata saya salah, satu dari 2 Phoebus itu adalah bus legendaris. Bus yang selalu menjadi incaran para bismania. Anda tidak percaya, coba buka mbah google, lalu tulis kata ” HR 16 Tatto 505″ maka akan muncul 19.300,- postingan dengan kata kunci tersebut. “Tatto 505 beautiful of Pantura” begitulah judul beberapa video di You Tube menyebutnya.
(foto by Anjar Wicaksono)
Desember 2012 adalah bulan kesembilan saya melakukan perjalanan riwa-riwi ke Grobogan Jawa Tengah. Berarti tinggal 2 atau 3 kali lagi saya harus ke Kabupaten produsen jagung itu sebelum project saya berakhir di awal tahun depan. Sangat disayangkan jika riwa-riwi jawa tengah tanpa mencoba bus-bus dari tanah muria raya yang terkenal dengan bus baru, interior mewah dan banter tentunya. 2 armada kelas Super Eksekutif dari PO Nusantara sudah pernah saya cicipi, kini saatnya mencoba yang lainnya. PO Haryanto, sebuah PO yang dimiliki oleh Pak Haji Haryanto yang juga seorang pensiunan TNI berpangkat akhir kopral menjadi bidikan saya.
Jumat 7 Desember 2012
Jam 19.40 merapatlah 2 bus Haryanto, HR 19 dan sebuah bus kuning dengan lampu LED yang cukup meriah. Iya itu bis saya, bus kuning berkode HR 16 ini adalah salah satu spesies bus Haryanto yang paling mudah dikenali, menggunakan lampu kolong, lampu LED di kaca depan dan bunyi klakson yang beraneka ragam. Langsung berpamitan dengan salah satu rekan BMC Muria raya yang kebetulan malam itu juga pingin merasakan armada Pak Haji. Saya menjadi satu-satunya penumpang Tatto di agen krapak. Langsung menuju seat no 10 yang ternyata sudah ditongkrongi seorang pria yang ngotot kursi no 10 ada di dekat cendela. Ya sudahlah masuk ke seat baris ketiga sebelah kiri dekat cendela. Seat mepet cendala adalah seat yang paling tidak saya sukai. Seat ini lebih cocok buat tidur daripada buat touring.. *=)) rolling on the floor
Saya coba merasakan kinerja mesin OM 906 LA dari sasis Mercedes Benz OH 1526 ini. Kabar angin yang saya dengar mesin2 armada Pak Haji ini sudah beda dengan mesin bis bis pada umumnya. Para mekaniknya sudah melakukan setting agar bus menjadi lebih berlari?. Hmm benar ternyata, tarikan dari bus ini sangatlah responsif, meski bus ini bermesin Mercedes Benz saya rasa tarikan mesinnya tidak kalah dengan Hino yang dikenal lebih responsif. Saat juragan soto BMC Banten dari Tangerang sms menanyakan”Piye performance Tatto mas“. Saya pun menjawab,”Ini bus mesinnya apa toh, kok larinya kayak RX king aja?” hehe *:D big grin
Benar saja, gaya lari tatto yang kaya’ RX King itu sangatlah sulit ditandingi bus2 lainnya. Hasilnya selama perjalanan dari terminal Mangkang sampai Rumah Makan Bukit Indah di Gringsing Tatto mampu melibas 2 bus Coyo, Harapan Jaya No 33 Mercedes Benz OH 1526, Shantika biru Scorpion King dan saudara sendiri si Haryanto HR 19.
(Foto by : Anjar Wicaksono)
Cukup lama juga tatto ini berhenti, disaat bus-bus haryanto lainnya sudah brangkat crew dari tatto ini malah masih asyik mengobrol. Baru sekitar Jam 21.15 tatto kembali mengaspal di pantura. Berarti sekitar 40 menit kami beristirahat. Kali ini lingkar kemudi dipegang oleh pawangnya ini bis, Pak Kaliq. Saya mengenali Bapak setengah baya ini karena memang wajahnya sangat sering nongol di dunia maya. Tapi bukan beliau sendiri yang mengupload lho, para fans setianyalah yang berkali kali mengupload fotonya.. hehehe. Pak Kaliq ini tubuhnya penuh dengan tatto, pantas saja dia menamai armada batangannya dengan nama Tatto 505. Kalo 505 sendiri diambil dari mana ya? apakah tato pak Kaliq ini berjumlah 505 buah? hahaha *:)) laughing.
Melihat tanjakan plelen macet pak Kaliq mengarahkan tunggannya melalui jalur melingkar yang biasa digunakan oleh truk. Di jalur yang berkelok kelok dan tidak rata ini agresifitas dari sang maestro ternyata sudah dikeluarkan. Gayanya cukup ngeyel untuk berusaha mendahului truk truk yang bergerak bak siput raksasa. Memasuki alas roban Pak Kaliq semakin menambah kecepatannya. Sayang sekali AC yang sangat dingin sampai membuat kaca dari Tatto ini berembun dan posisi duduk yang kurang strategis membuat saya kurang jelas melihat jalanan. Dalam dingin yang begitu menyengat sayapun memilih tidur. Entah bagaimana cara si Tatto ini bertarung dengan puluhan bis malam yang sama2 ingin sampai jakarta sepagi mungkin itu. Yang jelas sekali kali aku terbangun karena goncangan yang cukup keras dari suspensi Mercedes Benz elektrik ini saat Pak Kaliq bersama tatto berusaha melewati kendaraan di depannya. Saat mataku terbuka tampak “tatto” sedang menguntit Pahala Kencana di jalanan sempit di daerah Pemalang. Entah lewat mana ini bis, sepertinya ini bukan jalanan yang biasa dilewati para bus malam. Masuk jalanan besar pantura di saat tatto masih belum bisa melewati Pahala Kencana sayapun kembali tertidur.. hehe *I-) sleepy
Kembali terbangun saat bus berguncang cukup keras karena melewati jalan bergelombang dengan kecepatan tinggi. Kali ini tatto sedang berusaha melewati Safari Dharma Raya (OBL) berbodi New marcopolo. Jalanan sempit nan bergelombang di jalur tengah Kadipaten membuat pak Kaliq harus berkosentrasi penuh. Cukup lama juga proses penaklukan OBL ini. Berkali kali berusaha menyodok ke depan tapi gagal karena bertemu tikungan, jalan rusak dan atau dengan kendaraan lain dari arah sebaliknya. Akhirnya dengan timing yang tepat, sebelum kedua bus ini menikung tatto mampu masuk terlebih dahulu. Da da da OBL, *:-h wave hehehehe. Di depan OBL ada 3 buah bus dari PO Kramat Djati yang sepertinya begitu ikhlas dilewati si Tatto.
Pergantian driver terjadi sebelum memasuki tol Sadang. Lingkar kemudi kembali ditangan Pak Kijan, yang selalu menggunakan topi saat bertugas. Untuk bus bus malam memang sangat lazim menggunakan 2 driver. Untuk bus jarak menengah seperti Kudus, Solo, Jogja dan lain pembagian porsinya rata-rata adalah 25 : 50 : 25. Driver pertama biasa disebut dengan driver pinggir karena bertugas di awal dan akhir perjalanan. Sedangkan driver kedua disebut sebagai driver tengah. Biasanya driver tengah ini merupakan driver batangan untuk bis tersebut.
Pak Kijan driver pinggir dari si Tatto ini membawa bus berwarna kuning ini meluncur dengan cepat di jalan tol. Sinar Jaya Legacy SR1 dan Jetbus, 2 bus dari PO Maju Lancar dan sinar jaya Jetbus 43 zx dapat dilewati dengan mudah sebelum gerbang tol Cikarang Utama. Menjelang tol Halim untuk kedua kalinya tato berhasil melewati HR 19, meski keduanya akhirnya harus berpisah di tol dalam kota. Di tol dalam kota 2 Damri Bandara yang nampaknya tergesa gesa mengejar flight pagi ternyata masih bukan lawan seimbang bagi tatto. Jam 04.45 asissten driver berteriak, “Grogol, Grogol, ayo yang turun grogol”. Tampak banyak penumpang yang masih tertidur pulas terkaget kaget, sambil mengucek ucek mata sebagian dari merekapun turun. Beberapa penumpang pun berkomentar, “waduh kepagian nih”. Penumpang yang lainnya juga menimpali ” Iya wong bisnya ngebut terus”, hehehehe. Jam 05.15 Tatto mengakhiri perjalanannya membelah malam di terminal Poris Plawad. Acara ngefly bersama tattopun berakhir. Saya bergegas turun, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada crew.

Wassalam

Hendri

Dari Kota: Semarang

Jam Berangkat: 19:40

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 05:15

P.O: Haryanto

Harga Tiket: -

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 12/07/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;