
Di sebuah warung saya memesan teh hangat. Lumayan untuk menghangatkan badan. Sebelum membayar saya iseng ambil tahu. Siapa tau enak. Begitu digigit lah kok keras banget tahu ini? ini tahu apa sandal jepit? Cukup 1 saja ambil tahunya. Segera saya membayar tahu dan teh sebesar 1500 dollar.
Selesai membayar kami langsung menyebrang jalan. Menunggu SK/Mira yang akan membawa kita kembali ke Surabaya. Nyonya mengharapkan dapat Mira ATB (Ac tarip Biasa).
Jam 01.28. dari jauh terlihat bis dengan 1 lampu kuning diatas. Mudah-mudahan Mira ATb. Semakin dekat, tulisan di kaca depan semakin terlihat jelas kalau itu tulisan CEPAT. Wah Eka itu, pikirku. Tapi tak jauh dibelakang Eka ternyata ada bis dengan ciri yang sama, 1 lampu kuning diatas. Dari jauh sopir sudah memainkan lampunya. Pasti ini Mira ATB. Wah benar juga. akhirnya keinginan nyonya benar-benar terwujud.
Di perlintasan KA, konvoi truk memperlambat laju Eka dan Mira. Mengetahui arah berlawanan tidak ada kendaraan, kedua bis ini sama-sama menyalip konvoi truk yang melambat saat melintasi perlintasan KA meskipun garis putih tidak putus. Begitu perlintasan KA terlewati, tiba-tiba di depan Eka terlihat lampu patroli polisi menyala. Tampaknya 2 polisi dengan motor gedenya menyuruh Eka dan Mira menepi.
“Ndik silup (polisi) ndik,” teriak kernet kepada kondektur.
Begitu bis menepi, kondektur langsung turun dari bis untuk setor uang arisan ke polisi. Tak sampai 1 menit kondektur telah selesai menyetorkan uangnya.
Di Perak Jombang, Mira dan Eka sama-sama beradu kecepatan. Rupanya meskipun kena tilang, kedua sopir ini tidak kapok untuk melanggar marka jalan. Mira terus mengikuti gerakan Eka yang menyalip konvoi truk. saat jalur arah berlawanan terlihat ramai, Mira menyalip Eka dan konvoi truk dari kiri.
Jam 01.52 masuk Jombang. Saat menurunkan penumpang Eka menyalip Mira. Sepanjang jalur Jombang-Mojokerto, Eka dan Mira terlibat duel yang lumayan seru. Keduanya benar-benar kompak. Eka bagian membuka jalan dan Mira tinggal mengikuti jejak Eka.
Jam 02.14 duel Mira dan Eka harus berakhir di Mojokerto karena terminal. Di depan pintu keluar terminal ada Handoyo yang sedang berhenti. Tampaknya ada 3 penumpang yang bertujuan ke Surabaya dan dioper ke Mira.
Mojokerto-Surabaya tidak ada yang istimewa. Mira tetap saja ngejos tanpa ada kawan dan lawan.
Akhirnya jam 02.55 kami tiba dengan selamat di Bungur. Turun di air mancur dan segera ambil motor di parkiran. Jam 03.20 nyampe kos dan langsung sholat isya plus sahur.
Salam,
Budi
Tetap Sehat Tetap Semangat Supaya Tetap Bisa Turing Bersama Sumber dan Mira. Pokoke Ngeblong!!!




edan polisine….
Ngetan Bosss enak gak ada polis….. Akas Asri, Aldy, opo Mila… tingggal pilih… ngejoss kabeh…
manteb….vote for SK wae pokok e lah….