Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Jumat, 29 Maret 2013
Saat itu sejak siang setelah tiba, sudah kami putuskan bahwa perjalanan pulang akan melalui semarang terlebih dahulu. Kutanyakan kepada adikku mau pulang naik bis apa?. Langsung dijawabnya “gue mau naik bejeu a, kayanya enak tuh”. Tanpa pikir panjang langsung kumencari info melalui twitter @BMCJateng dan @pobejeu untuk menanyaka no telpon agen di semarang. Kesigapan langsung disambut oleh mas maulan yang katanya mengirim gambar via WA, namun apa daya BB saya saat itu mati suri yang akhirnya dimention nomer telponya.

Tanpa pikir panjang, langsung kutelpong no agen kalibanteng, namun sayang seribu sayang tiket untuk tujuan rawa buaya, kalideres, poris sudah full. tak mau terlena langsung kumencari info no agen Haryanto kalibanteng, dan langsung diberikan infonya tanpa pikir panjang kutelpon nomor tersebut, dan alhamdulillah ternyata masih ada 2 seat yang tersisa.

Setelah seharian puas berkeliling kota jogja mulai dari berjalan kaki dari stasiun tugu hingga alun-alun, mengikuti kopdar bersama korwil DIY di terminal Jombor, sampai berputar-putar mengelilingi kota jogja menggunakan trans jogja, akhirnya kuniatkan diri untuk segera bersiap kembali ke jakarta. Selama disana, kumenumpang tidur di kontrakan salah satu anggota BMC jogja yang bernama rygen.

jam 07.00 kuberpamitan kepadanya dan mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mau menampungku untuk sekedar merebahkan tubuh ini dalam alam bawah sadar. Kumulai perjalanan kembali menggunakan trans jogja menuju malioboro untuk membeli oleh-oleh makanan khas jogja yaitu bakpia. Setelah berputar mengelilingi maliioboro, akhirnya kubergegas kembali menaiki trans jogja umtuk menuju ke terminal jombor. Saat itu suasana kota jogja di saat itu sudah mulai terlihat kepadatan lalu limtas efek dari long weekend.

Pukul 09.00 kumenaiki trans jogja bersama adik dengan rute 3A dari malioboro untuk kembali transit di PKU muhamadiyah menyambung dengan rute 2B menuju terminal Jombor, suasana saat itu ramai penumpang sehingga baru 30 menit menunggu kami berdua baru mendapatkan bis yang menuju jombor.

Tepat pukul 10.50, bis trans jogja memasuki terminal jombor dan disitu sudah menunggu nusantara patas bermesin scania tujuan semarang, namun sembari melihat isi dompet ternyata hanya bersisa selembar uang bergambar I Gusti Ngurah Rai, maka segera kusempatkan diri dulu untuk mengambil uang di ATM yang terlatak di salah satu mini market yang terletak di seberang terminal. Namun setelah selesai melakukan transaksi di ATM, bis nusantara tersebut sudah meninggalkan Jombor, yang akhirnya kujatuhkan pilihan pada bis bumel mustika yang sedang menunggu mencai penumpang.

Pukul 11.20, bis mustika mulai meninggalkan terminal Jombor seiring masuknya bis jurusan yang sama dibelakangnya, sedikit beruntung mendapatkan armada hino RK karena sepengengamatan saya sejak tiba di Jombor, armada jogja – semarang didominasi oleh mercy OF dan hino AK (serasa bernostalgia bersama mayasari). Ongkos kutebus sebesar 32k untuk 2 orang tujuan ungaran, karena ingin mampir sekedar makan siang di tahu baxo ibu pudji yang terletak 200m di seberang karoseri laksana.

Mesin boleh tua, namun soal kecepatan bisa diadu dengan bis banter, hingga suatu ketika tiba di depan terminal magelang, entah kenapa terpaksa dioper ke bis Sumber Waras, begitu memasuki bis mercy dengan kuburan di samping kemudi supir (mercy OF tahun 89) yang saat itu kondisinya rata bangku dan mengharuskan saya untuk duduk di atas mesin sembari sedikit mengajak ngobrol driver. Selepas terminal Magelang, langsung disambut dengan bis bumel trisakti tujuan yang sama dan mau tidak mau terjadi adu balap antara kedua bis tersebut.

Suasana jalan yang saat itu padat tak membuat nyali kedua driver tersebut rela mengalah dan lebih cenderung untuk membuka jalur. Sempat sedikit kuabadikan dalam video ketika bis trisakti melakukan manuver yang tersimpan dalam file youtube http://www.youtube.com/watch?v=hjckjlLUulI suasana tersebut terjadi hingga memasuki terminal entah namanya saya lupa. Hingga lepas tersebut cenderung tak ada perlawanan yang berarti lagi karena di ambarawa terjadi kecelakaan beruntun. Hingga akhirnya pukul 14.30 sampai juga di tujuan tahu baxo ibu pudji, sembari makan siang diselingi istirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Pukul 15.30 kumeninggalkan tempat tersebut untuk menuju semarang (tugu muda) dengan menaiki elf yang kutebus ongkosnya dengan seharga 10k untuk 2 orang. setibanya di tugu muda langsung ku dituntun oleh kernet yang menyuruhku untuk naik angkot (maklum belum tau daerah sana hehe).

Sesampainya di agen haryanto kalibanteng langsung disambut dengan tarikan nafas mbak fitri sang agen karena lupa mencantumkan no hp saya, andai saja 10 menit lagi saya tak sampai di lokasi mungkin sudah raibĀ  tiket pasanan saya kemarin. Langsung saja saat itu juga kutebus 2 buah tiket dengan harga 260k nomor bangu 19-20 tujuan kalideres – poris. sambil menunggu senja tiba, kuputuskan untuk sedikit berjalan-jalan melihat suasana kota semarang si sore hari.

Tepat pukul 18.30 sebuah mobil espass berhenti di depan agen dan siap untuk mengantarkan calon penumpang ke terminal mangkang, sambil menunggu bis yang diperkirakan pulul 20.00 baru tiba mangkang kusempatkan untuk mencari bekal makan & minum di sekitar terminal, agak jauh juga sih perjalanan 10 menit untuk mencapoai minimarket terdekat.

detik demi detik berlalu, dan menit demi menit berganti namun armada-armada menara kudus tak satupun menampakkan dirinya di terminal mengkang, hanya lalu lalang bejeu & shantika yang silih berganti mengambil penumpang ke jurusan masing-masing. diawali oleh HR 04 yam pertama memasuki mangkang lalu HR78 sambil ngobrol-ngobrol dengan mbak fitri hingga akhirnya pukul 20.35 HR29 yang ditunggupun tiba juga di mangkang, segera kumemasuki bis asmbil mengucapkan terima kasih kepada mbak fitri. Pukul 20.40 HR29 meninggalkan mangkang.

Kesan pertama yang dirasakan adikku adalah “ihh a, kok bisnya ada senderan kaki ya ga kaya bis kemaren? kalo kaya gini mah gue bisa tidur sampe jakarta hehe”. Maklum ini pertama kalinya adik saya menaiki bis executive dengan fasilitas tambahan leg rest, bantal & selimut. Selama perjalanan, tak kuizinkan adikku tidur karena nanti masuk kendal bakal masuk ke tempat istirahat untuk service makan & istirahat, suasana jalan saat itu sudah mulai didominasi oleh pasukan muria & wonogiri.

Sesampainya di RM menara kudus, dengan kondisi perut yang lapar langsung kuergegas menuju makanan yang telah disediakan. seporsi nasi dengan sayur labu dan ayam kami santap dengan porsi yang agak lebih (efek laper lagi) hehe. Setelah makan, kusempatkan untuk menunaikan kewajiban solat isya, namun saat rukuk rakaat 1, dari pengeras suara memberi informasi bahwa bis dengan nomor 29 akan segera berangkat, antara ga khusuk dan buru-buru segera untuk kuselesaikan kewajiban 4 rakaat tersebut.

Kembali memasuki pantura, beberapa kilo setelah istirahat tiba-tiba sekelebat bis berwarna putuh buatan karoseri tiga dengan leluasa menyalip dari sebelah kanan diikuti NSxx hitam & TZ. terjadilah konvoy sampai perlintasan kereta pekalongan. Lepas Pekalongan, tak dipungkiri kantuk ini sudah tak tertahankan lagi, sengan posisi yang sudah nikmat kusandarkan kepala & kupejamkan mata hingga terlelap. Sedikit tersedar ketika memasuki tol pejagan karena kondisi jalan yang kurang bagus, tapi segera terkalahkan dengan kantuk ini yang membuat lepap hingga menjelang simpang jomin.

Sadarku dan agak terkejut ketika sudah memasuki jomin, ternyata lama juga ya saya terlelap dalam tidur, kumelihat di sebelah kananku ternyata sang adik tersayang masih terlelap dalam tidurnya (benar juga ternyata dia tak bangun sejak keluar dari RM menara kudus. dasar kebo). Kulanjutkan kembali tidur yang terganggu tadi hingga terbangun kembali menjelang masuk tol dalam kota.
Keluar di tol slipi dan menurunkan penumpang di depan mal citraland seorang ibu agak paruh baya bertanya padaku
“de, ini udah di grogol ya?”.
Jawabku “iya bu, ibu mau turun dimana?”.
Ibu tersebut langsung menjawab “saya mau turun di terminal grogol”.
Jawabku “:ohh ini ga masuk terminal grogol bu, biasanya bis yang ke arah kalideres poris nurunin penumpang disini, ibu turun disini aja”.
Dengan wajah yang gelisah sambil berkata “wah saya gatau daerah sini, saya taunya disuruh saudara saya turun di terminal grogol” wajahnya makin gelisah.
Dengan sigap langsung kuhampiri sang supir “pak, bisa ga turun di indosiar?”
Sang supir menjawab “wah kenapa baru bilang sekarang, posisinya ada di jalur kanan nih, nanti aja di taman kota”
Lalu ku kembali ke ibu tersebut dan menyuruhnya untuk turun di taman kota dan mengubungi saudaranya untuk menjemput di taman kota.
Setelah itu, kukembali menuju bangkuku dan membangunkan adikku yang masih tertidur pulas untuk segera bersiap-siap.
Terminal kalideres sudah terlihat, namun bis tak masuk terminal dan menurunkan penumpang di luar. Pemandangan yang sudah biasa kulihat kembali terjadi ketika orang pertama yang turun dari bis tasnya langsung diambil oleh tukang ojek dan memaksa untuk naik ojek tersebut. Alhasil adu mulut pun tak terelakkan antara penumpang dan tukang ojek.

E.N.D

Dari Kota: Semarang

Jam Berangkat: 20:40

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 6:0

P.O: Haryanto

Harga Tiket: 130000

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 03/29/2013


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;