Hanya satu bulan tubuh ini tidak merasakan gemerlap rona kehidupan pantura dimalam hari, kini saatnya kami rasakan kembali nuansa pantura dimalam hari, kepulanganku kali ini jelas sangat berbeda dengan kepulanganku sebelum-sebelumnya jika sebelumnya diriku hanya sendiri atau mungkin bersama dulur-dulur dari BMC namun kali ini sang mantan pacar menemaniku bernostalgia dijalur pantura. Dulu setiap kali sesampai dirumah istriku selalu bertanya tadi naik apa? Duduk dinomor berapa? Gimana critanya dijalan? Sampai suatu ketika raut wajahnya menunjukan ketertarikan ketika ku ceritakan saat diriku naik RAYA, yapp…… bus itulah yang akan mengantarkan kami perjalanan ke timur kali ini.
———————————————————————————————————————————————-
Kamis, 7 Juni 2012
Sore itu kami tiba di terminal lebak bulus jam menunjukan pukul 17.55 sungguh waktu yang mepet untuk pemberangkatan bus jam 18.00, hal ini diakibatkan karena keterlambatanku pulang kerumah dengan memberanikan diri ijin pulang saat meeting tengah berjalan, janjiku kepada istri untuk foto2an didepan bus tak dapatku penuhi karena sang surya sudah tenggelam. 1617 itu adalah nomor yang tertera dalam tiket kami, Raya berbodi panorama OH 1518 seri C itulah armada yang didapuk mengantarkan kami.
Bangku Posisi 5–6 menjadi milik kami berdua malam itu, sebenarnya pada saat memesan seat 1 -2 masih kosong namun istriku tidak mau kalau didepan hayup…hayup’en katanya kalau didepan heheheh… 18.05 bus diberangkatkan dengan membawa mbak – mbak penjaga agen. Raut wajah nyaman dan senang terpancar dari wajah istriku.. kursi yang empuk, seat yang lebar membuatnya diam tak berkutik dibuatnya. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari istriku perihal perjalanan kedepan, mulai dari lewat mana, kita nanti istirahat dimana dll pertanyaan yang wajar untuk seseorang yang baru pertama kali naik bus ke timur.
Ruas jalan tol TB.Simatupang sampai dengan keluar tol Dawuan lancar jaya mengingat hari ini adalah hari kamis.dalam perjalanan ku ketahui dari forum Whats App kalau mas Prast mahasiswa kampus dikawasan bintaro sedang menunggangi SJ 92 VX wah… tadikan lihat 92 VX start 5 menit lebih dahulu dibandingkan Raya Seri C, dan kuketahui posisinya sedikit didepan saya. Pembawaan driver pinggir lumayan ceesss… ntah bus apa saja yang berhasil di take overnya sampai lupa aku mencatatnya.. alus tapi cepat hal ini dibuktikan dengan nyenyaknya istriku tidur.
Meskipun posisiku di seat 5 namun seat 1 -2 tak berpenghuni dimana yang empunya tempat duduk lebih memilih duduk lebih depan lagi dengan ku tidurkan seat 2 maka dapat kulihat jelas panorama perjalanan malam itu. Hembusan penyejuk udara malam itu tidak ku rasakan dingin tanpa jaket dan tanpa selimut, apakah AC memang tidak dingin atau karena ada istri yang menemaniku malam ini atau karena ada sesuatu yang membara didepan sana.
Sein kiri telah dinyalakan pertanda seri C akan masuk di RM. Markoni dengan halus kubangunkan istriku untuk istirahat makan, senyum lebar dengan sedikit kebingungan menandakan kalau dia tidur nyenyak “ ayo kita makan dulu, semoga menu malam ini sup daging “ begitu ujarku…. sampailah kami dimeja hidangan, nampaknya tidak ada sup daging malam ini ya gpp lah yang penting bisa makan hehehehhe….
Saat makan kutanya istriku perihal rasa masakannya.. “ enak kok.. bakmi dan ayamnya bumbunya meresap “ begitu jawabnya lalu kuceritakan bahwasannya dirimu sungguh beruntung istriku bisa merasakan service makan Raya, pengembara sekelas mas hendi pun yang riwa-riwi lewat sini belum pernah merasakan service makan Raya hehehhe… hanya merasakan snack pengganti service makan :-p dan istriku pun tertawa kecil seraya tidak percaya dengan fakta ini hehehe…
Menjelang keberangkatan istriku mengajak untuk foto didepan bus, namun sekali lagi ku layangkan permohonan maaf karena cahaya tidak mendukung dan kamera yang terbenam di HP ini tidak dapat mengeluarkan cahaya penerang. 5 menit kemudian bus perlahan berjalan keluar rumah makan, konfigurasi masih seperti tadi dimana aku bisa melihat pemandangan yang lapang tanpa ada halangan. Sesaat roda mulai menapak diatas karpet hitam akselerasi langsung di tunjukan oleh pengemudi tengah ini wooo…. kayaknya lebih ceessss….
Masuk beberapa sms dari sang penguntil ayam di RM.Markoni kalau bus yang aku naiki saat itu memang terkenal josss.. ku amini kabar itu dengan bukti nyata malam itu.. kemudian masuk massage dari mas prast kalau pamanukan macet parah, dianjurkan belok kanan pas didepan pos polisi trerus langsung nembus dibawah fly over pamanukan seandainya diriku duduk di kursi CD berani kulontarkan alternatif jalan itu, namun apa daya dirimu terbenam di kursi no 5 hehe.. hampir 60 menit kami terjebak dalam kerumunan ini, sedangkan 92 VX hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk melintasi halang rintang ini.
Bagaikan kuda pacu yang telah melintasi halang rintang, kuda besi OH 1518 dipacu menyusuri jalur pantura malam itu, kulihat istriku menikmati larinya kuda besi ini rupanya dia juga penikmat bus banter tapi belum berani untuk duduk di seat depan .lagi – lagi tak dapat kutaklukan tantangan untuk tidak memejamkan mata jika menunggangi si kotak orange ini, mata ini terpejam dengan sendirinya sesekali terbangun ketika bus melakukan pengereman, kali ini seri C dipacu melintasi jalur lama loh bener, dikala jalan sepi berpagarkan pohon – pohon yang rindang bagaikan menembus lorong waktu saat mesin dipacu maksimal dan kembali mata ini terpejam terhipnotis dibuatnya.
Jumat, 8 Juni 2012
Laju bus kurasakan mulai melambat, mata ini terbuka melihat kondisi sekitar dan ternyata tak terasa sampailah kita dikota bahari – tegal ku coba bertahan untuk tidak memejamkan mata lagi. Memasuki pom bensin yang terkenal dengan toiletnya yang banyak muncul dari sisi kiri GMS new marcopolo, sontak menjadi penyulut api bagi pak supir yang sedang bertugas mengendalikan kuda supaya kencang jalannya… ditambah sedikit doping, aksi menempel sang GMS diperlihatkan beliau berujar meski mesin tua gak takut diajak adu kecepatan, meliuk-liuk diantara truk yang berbaris zig – zag, sempat beberapa kali aksi ini membuat olahraga jantung dini hari.
Akhirnya sang GMS berlari meninggalkan kami berjalan sendiri. Masuk lingkar pemalang take over santoso entah seri berapa, antara pekalongan sampai dengan batang tercatat laju prima new marco, gunung mulia, malino putra menjadi cemilan di dini hari, ku bangunkan istriku karena pemberhentianku kali ini bukanlah semarang melainkan weleri, sebelum alas roban nampak lampu new marcopolo oh ternyata shantika putih livery merah maroon dan coklat dan OBL temanggung menjadi hidangan penutup kami dini hari itu.
Memasuki jalur ular pun bersiap ku bangunkan crew bus yang menghuni seat no 1, mengingatkan kalau RM. Gerbang elok lah tempat pit stop kami.sein kiri dan dinyalakannya lampu kabin pertanda jam tayang bioskop malam itu sudah selesai dan saatnya kami keluar dari studio beroda 6 ini, kuucapkan terima kasih kepada crew dan pak supir dan bersiap armada blue titans 1500cc dengan tag name “ kijangserse ” yang menemani ramayana seri F3 dipelataran parkir rumah makan, yang akan mengantarkan kami sampai tujuan .
Dari Kota: Jakarta
Jam Berangkat: 18:5
Tujuan Kota: Weleri
Tiba jam: 4:0
P.O: Raya
Harga Tiket: 175000
Kelas: Eksekutif
Tanggal: 06/07/2012




Komentar