Sabtu, 9 Juni 2012
Sabtu sore itu hujan menguyur kota bakpia, khususnya di sekitaran terminal jombor… “ knapa sech mesti ujan… yah ga bisa foto2an lagi “ wajah cemberut muncul dari raut muka istriku maklumlah dia pengen mengabadikan foto bersama didepan bis, hujan tak reda jua.. namun kami harus berangkat mengingat sang gajah temanggung akan menjemput kami pukul 15.30.

Memasuki terminal kecil bernama jombor hujan masih turun, sabtu itu tak seramai ketika hari minggu sore.nampak terparkir sinar jaya jetbus yang terindentifikasi memiliki barcode 01RA,

                    ” Sinar Jaya 01 RA “

3 armada Ramayana dan sudah terparkir OBL SE Lebak Bulus. Absen kedalam agen dan tersirat AA 1661 EY yang didapuk mengantarkan kami perjalan ke barat. Jelas-jelas armada ini batangannya mbah wanto sosok crew OBL yang sudah sepuh namun dedikasi dan pengabdiannya tak diragukan lagi. Tuhan yang maha esa menunjukan kuasanya, dalam sekejap hujan tak lagi turun diganti dengan sinaran matahari yang cerah “ ayo kita foto-foto “ demikian saut istriku jadilah kami berdua narsis.com didepan armada SE. Syukurlah akhirnya kesampaian juga keinginan istriku  

        Sepuluh menit berselang, dengan klakson khas hino AA 1661 EY lampu marcopolo menunjukan jatidirinya, dalam kabin teridentifikasi bukan mbah wanto yang mengawal bus sore itu, segeralah kami berpamitan kepada keluarga, untuk kembali menempati Posisi 5–6 dan adek iparku yang ikut kali ini menempati seat 11. Sempat ku tanyakan dimana keberadaan mbah wanto dan ternyata beliau lagi istirahat setelah beberapa PP jalan.

Sang gajah mulai pemanasan bersiap untuk berjalan kemudian berlari, lambaian tangan mengiringi perjalanan kami sore itu. Tak banyak penumnpang yang dibawa oleh sang gajah maklumlah ini hari sabtu sewa tak seramai hari minggu, dapur mesin Hino R260 dipacu sedang mampir diagen tempel menaikan 2 penumpang, lanjut melewati jembatan tempel dimana ranah asal mas antonius angga. Tak berapa lama nampak didepan kemacetan menghadang kami, dari arah selatan sampai membuka lajur ke 3, dan ternyata sampailah kami di pusat kemacetan akibat perbaikan jembatan didepan garasi sang penari. Masuk terminal muntilan hanya mengambil penumpang titipan patas bogor. Melewati kandang dari PO langganan calo nercis ( mas yeremia ) nampak hanya beberapa armada yang parkir didalamnya.

Istriku nampak memejamkan mata katanya mau simpan tenaga untuk melek nanti malam hehehe… masuk terminal Tidar hanya menaikan 1 sewa, hal yang wajar dan lumrah ketika ada pengamen dan pedagang yang masuk namun sosok pemuda yang menawarkan makanan khas semarang wingko babat tak asing lagi bagiku akan kah dia akan berulah lagi kali ini… dan ternyata benar adanya… tawar barang dagangannya ditolak secara halus oleh para penumpang, saat dia akan keluar dari bis dengan lantang dia berujar “ eee.. aalaahh… penumpange do kemaki karo kemeyu… ketok’e penumpang bis malam jakarta tapi ora do nduwe duwet “( eee..aaallhh… penumpangnya sok ganteng dan cantik kelihatannya penumpang bis malam jakarta, tapi pada gak punya duit ) sontak hal ini membuat marah crew dan langsung mengusirnya. Sudah kuhapali pedagang itu selalu berulah seperti itu di bis manapun dia menawarkan dagangannya. Ya… semoga dia cepat sadar dengan sikapnya yang seperti itu malah akan menghambat jalan rejekinya.

Keluar magelang berjalan merambat sampai dengan secang, saat itu menunjukan pukul 17.15 dan sang surya mulai tenggelam di arah barat, 17.50 sampailah kami di pool temanggung tengok kanan kiri mencari keberadaan armada terbaru MB 1830 jetbus kok g ada ya… hanya terparkir sebuah Cassis ntah seri berapa di sudut garasi. Azan maghrib pun berkumandang mengiringi keberangkatan kami dari kandang gajah. Sebelum parakan sempat menaikan penumpang kukira sarkawi ternyata pak warso supir tengah kali ini. Masuk parakan tak satupun agen disambangi dan tak lupa kukirimkan sms kulo nuwun atau permisi kepada penunggu Parakan dan ku cc sms itu kepada dulur BMC berbodi intalan yang sedang perpal di sidoarjo dan laskar mataram penguasa pojok beteng. Rupanya dulur berbodi intalan membalas smsku mengabarkan kalau pendekar mataram sedang kepanasan di tol cipularang, oohhhh patesan kok g bales2 smsku…

Terminal Ngadirejo dilaluinya tanpa mampir padahal ku rencanakan untuk membeli gorengan nan panas fresh from wajan apabila singgah disana ( colek mas yeremia dan lek pon… ) tak berapa lama melintaslah kami disebuah kecamatan bernama Candiroto memori kami pun seakan dibawa mundur 6 tahun yang lalu ditempat ini lah aku dan istriku melaksanakan pengabdian masyarakat atau yang lebih ngetren dengan KKN, kantor kecamatan dimana kami upacara penyambutan, pasar kecil dimana kami belanja kebutuhan sehari-hari dan masih banyak lagi memori – memori kala itu.

Tak terasa gemerlap lampu bundaran Sukorejo menyambut kami malam itu, bukan agen tempat kami berhenti melainkan sedikit maju setelah bundaran sukorejo, pintu belakang terbuka diiringi goyangan bus pertanda ada yang naik dibelakang sana.roda kembali menggelinding meliuk-liuk menuruni sukorejo – weleri dan 2 titik longsor pun masih sulit untuk dilalui. Gemerlap cahaya mulai terlihat dibawah sana, tak terasa sampailah kami dikota weleri dan melintas dengan deras Santoso Seri V, belum sempatku menunggangi seri V dan hanya bisa merasakan seri V2 bersama pendekar mataram plus olahraga pagi beberapa waktu yang lalu.

Sang Gajah sudah lelah menelusuri jalan saatnya beristirahat Sendang yang berwarna Ungu, memasuki ruang istirahat kulihat sesosok pemuda yang tak asing lagi bagiku… mengenakan kaos hitam bergambar bus pastilah di salah satu dulur BMC, “ mas pipiq…. gimana kabarnya “ sapaku kepada beliau obrolan akrab mencair malam itu, ku perkenalkan istri dan adek iparku.. rupanya beliau malam itu putar kepala setelah pagi tadi ikut Bejeu pagi angkatan PG dan langsung turun di Sendang wungu guna menunggangi MD 88 rawamangun, tak terasa waktu jua yang memisahkan kami. Berpamitan dengan mas pipiq untuk melanjutkan perjalanan ke barat, keluar dari sendang wungu tengok ke kiri pelataran bukit indah masih sepi dengan armada muriaan baik Haryanto maupun shantika mungkin karena efek macet di kendal begitu juga tadi diparkiran PK masih kosong.

Sang gajah berjalan gontai seperti biasa menjadi santapan bus-bus yang lain, langsung muncul pertanyaan “ bis ini mesinnya sama raya kemaren baruan mana mas? “ tanya istriku “ ya jelas baruan ini to ya…. ini Hino R260 kalau raya kemarin mercy 1518 “ jawabku “ kok jalannya pelan to… g kayak raya kemarin padahal mesinnya lebih tua…. “ dengan senyum ku jawab “ ya.. namanya juga gajah kan jalannya pelan heheheh … “ istriku pun hanya mengangguk-ngangguk tanda setuju setelah itu menata posisi duduk , rest leg dan selimut persiapan menuju alam mimpi.

Absen rutin dilakukan sang gajah sebagai tanda registrasi resmi melanjutkan perjalanan ke barat, dan lagi bus terhenti dipinggir jalan dan kemudian pintu belakang bus dibuka lalu jalan kembali kira-kira aktifitas apa ya……… yang sedang terjadi dibelakang… muncul kesepakatan awal dari pak warso dan crew bahwa malam ini diputusken lewat pantura tidak lewat subang karena hari ini adalah hari sabtu. Menjelang pemalang mata ini tak kuasa menahan kantuk ku atur rest leg dan sandaran kursi, menikmati goyangan sang gajah dialam mimpi
Minggu, 10 juni 2012

Sesekali mata ini terjaga dari tidurnya melihat kondisi jalan malam itu sambil membetulkan slimut dan bantal istriku lalu tidur lagi hehehe… Badan ini terasa terayun-ayun ke depan, mata ini terbuka dan mencoba mengidentifikasi keberadaan kami malam itu dan ternyata teridentisikasi sampailah kami didaerah pamanukan sedikit tersendat akibat perbaikan jalan. Mata ini terus terjaga hingga masuk ke dawuan yang berhenti sejenak sebelum memasuki tol guna pergantian kusir pengendali kuda besi. Kembali berjalan gontai sang gajah ini dijalan tol, istriku pun terbangun dari tidurnya.. dari kanan meluncur armada gapuraning rahayu mendahului kami tanpa menunggu lama langsung muncul komentar dari istriku “ masih pelan aja to bis ini “ akhirnya sampailah kami diterminal lebak bulus pukul 05.00 diparkiran muriaan masih kosong mlompong.

Demikianlah perjalanan kami untuk pertama kalinya PP naik bus bersama sang mantan pacar. mohon maaf apabila ada salah-salah dalam penulisan.
Matur nuwun…
” Hati – hati dijalan dan selalu waspada…. “

Salam,

Arif a.k.a Kijangserse

Dari Kota: Yogyakarta

Jam Berangkat: 15:40

Tujuan Kota: Jakarta

Tiba jam: 5:0

P.O: Safari Dharma Raya

Harga Tiket: 165000

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 06/09/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'PJKA jakarta - semarang / jogja'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;