Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Salam rileks,
Kali ini masih di edisi Bis Jalur Selatan Jawa Tengah yang melintasi wilayah kerja BMC Masdusel dan Jogjakarta. Ritual pulang ke Purworejo,Kota pensiunan kali ini mengincar dan menjajal “PEMAIN” baru di jalur ini. Jangan sampe kalah ma “Tamu tak Diundang” mas salman yang mencoba Pemain-pemain baru se antero nusantara…

seminggu sebelum ini, saliman tukang touring telah menjajal 2 Pemain Baru lintasan BMC Masdusel + Jogja, Ferdy Jaya angkatan pagi Pulogadung tujuan Purwokerto dan Prayogo tujuan delanggu,klaten. Nahh, dalam kesempatan ini, beberapa pemain baru jalur Buntu-Kebumen-Purworejo-Jogja saya incar, seperti Prayogo, Sinar Raya, Kurnia Jaya, dan beberapa pemain agak lama yg belum sempet dijajal Dieng Indah, RPM, dan ada pula pemain sepuh seperti Limas, Grindulu dan Nantungga yang belum saya jajal juga. Pemain baru ini kebanyakan mengincar jalur gemuk seperti jalan raya bogor dan pasar kemis-tangerang, seperti pendahulunya, ketika Pahala Kencana merintis jalur ini dengan membuka Bogor bawah dan pasar kemis, januari 2011 silam,kini menambahkan trayek bekasi-cileungsi. Adapula Laju Prima, pada pertengahan 2011 silam membuka jalur Cileungsi-jalan raya bogor, kini menambah pasar kemis-tangerang.

Kamis siang, kebetulan ada sisa waktu, segera menuju Pal, jalan raya bogor. Sampai di daerah pasar rebo, cuaca kurang bersahabat, turun dari Mayasari 117 kehujanan dan `nunut ngiyub’ di sebuah toilet pinggir flyover sekalian buang yang ga perlu daripada buang di jalan susah berhenti (ingat obrolan hangat di Pulogadung tempo hari masalah crossing di dalam bis saat perjalanan), heuheuheu,

Pasar rebo siang itu seperti hari biasa, macet banyak bis jawa barat-an yg ngetem menaikan penumpang, angkot ngetem nunggu penuh, dan timbul keinginan merubah trayek naik Budiman Cepat menuju tasik. Namun, karena lagi ga hokky, 30menit menunggu tak satupun budiman lewat. Ahirnya tetap di rencana awal, “Pemain Baru”. Bergegas naik 112 arah Pal jalan raya bogor km29.

Saat menunggu di pasar rebo tersebut, melintas Bis-Bis tujuan jatim dan wonogiri, antara lain Gunung Harta 3 unit, HarJay, Ramayana 2 Bis, dan lainya. Saat di angkot juga sempet kress dengan 2 buah Maju Lancar AC dan Non-AC dengan cat terbaru, sepertinya Maju Lancar telah berbenah mempercantik tampilan body, entah itu dengan cat ulang atau ganti body. 1 buruan saya telah kabur duluan. Maju Lancar menyajikan kelas Non-AC dan AC seat 2-2 toilet dengan harga 120.000 tanpa servise makan.

Pukul 14.40 sampailah saya di Pall sebelum cimanggis square. Telah terparkir Ramayana seri E langganan pak sony sadana, dibelakangnya Laju Utama Non-AC seat 2-2 yang masih kosong tertulis tujuan Gemolong, disusul Santoso seri S akan berangkat dan melihat saya jalan mengamati bis-nya, sang kernet dengan sigap mengeluarkan kepala, tak ingin mengecewakan beliau, saya balas dengan jawaban “Seri H -e tekan ndi pak?” dan beliau menunjukan posisi paling belakang….

Belakang santoso terdapat Laju Prima body Legacy dan Haryanto merah serta Haryanto Biru tujuan Bojonegoro yang telah jalan sesaat kemudian.

Pall atau jalan raya bogor km29 ini sangat ramai dikala siang sampai sore hari. 2 lajur jalan arah ps.rebo terpangkas 1 lajur guna parkir Bis, entah dari tahun kapan `tradisi’ ini berlangsung, mengingat di sepanjang Jalan Raya Bogor mulai pasar rebo sampai cibinong sepertinya tidak ada terminal bus, dan kantung penumpang ada di beberapa titik: Cijantung, Pall, cisalak (ada Raya terparkir), cimanggis (ada agen Sumber Alam), simpang depok, dan Cibinong Fly Over terdapat agen-agen bis. Ini merupakan jalur gemuk karena bisa `ngerit’ penumpang mulai dari Ciawi-bogor sampai pasar rebo dan bisa nambah di kampong rambutan atau pinang ranti yang jaraknya tak terlalu jauh dari pasar rebo.

Sampai di pall ini, beberapa agen menanyakan tujuan saya. Namun, atas recomendasi dari Tedjo, kawan bismania asal Purworejo yang kuliah di ui-depok, aku menelpon seorang agen bernama Mr.A, bertemulah dengan beliau. Agen ini siap membantu menyarikan tiket mulai dari bis sampe pesawat.

Pertama beliau menawarkan Pahala Kencana dan Laju Prima, aku tolak mentah-mentah, karena aku mencari bis yang belum pernah aku naiki dan “menjauhi zona nyaman”. Ku tanyakan Maju Lancar, walaupun tadi sudah ku liat telah berjalan menuju cijantung. Dan segera beliau telpon crew ML tersebut, ternyata sudah sampai cijantung, lalu aku tanyakan Grindulu dan Nantungga, beliau siap juga, dan tak berapa lama masuklah PRAYOGO dengan body sprinter morodadi, langsung beliau tawarkan dan saya setuju.

Aku dipersilahkan memilih seat, ternyata akulah penumpang pertama di bis tersebut. Padahal waktu sudah menunjukan pukul 14.55, pesimis juga takut bis ini tak berangkat atau perpal seperti bis di Pulogadung.

Segera aku bayar tiket seharga Rp.95.000 (tiket resmi Rp.90.000) karena aku beli lewat perantara bukan di agen resmi-nya, entah dimana agen resmi, karena hampir semua agen memajang semua nama PO yang lewt sini. Segera aku naik ke dalam bis. Tak berapa lama kemudian, beberapa penumpang mulai naik ke dalam bis. Tepat jam 15.15 Prayogo ini meninggalkan kawasan Pall dengan 5 penumpang, tak satupun membawa penumpang dari Cileungsi, dimana bis ini start pertama kali.
Perbincangan dengan driver pinggir dimulai, melihat dari hal yang saya tanyakan tidak diketahui, sepertinya beliau belum lama bergabung dengan Prayogo ini.

####################################################################
PRAYOGO AB7044JN
Entah ini seri 1518 atau 1521 dari Mercedes Benz, yang jelas overhang depan pendek. Berbalut body Sprinter dari Morodadi Prima. Terdapat cirikhas dari bis malam Prayogo entah itu yang jalan Sumatra ataupun ini jalan Jakarta, tulisan “Bus Pariwisata” ditutup sticker putih menyerupai warna dominan body ini. Terdapat nama PRAYOGO di dekat pintu depan serta logo PO ini, tengah ke belakang putih polos tanpa livery.

Seat dari Restindo (menurut penuturan pakar seat Cak Praba setelah saya kirimi gambar seat tersebut), dengan konfigurasi 2-2 berjumlah 10deret kanan-kiri. Terdapat 6seat di dalam smookingroom 2deret kanan dan 1deret kiri. “kandang macan” terdapat 6seat tanpa senderan yang digunakan untuk tidur driver ke-dua, namun, saat-saat peakseason, bisa digunakan untuk duduk penumpang. Total 46seat + sebuah seat CD di samping sopir.

Dengan mercy intercooler 10deret plus smookingroam, tak terasa sempit, mungkin karena aku duduk di belakang sopir dan pembatas/tempat minuman dihilangkan jadi space kaki lebih terasa longgar.
##############################

Sedikit membahas Bis Malam dari Jogja, sepertinya hanya Prayogo ini (garasi: Godean), Pratama (garasi: ringroad selatan) dan Maju Lancar (garasi: Gunung Kidul) yang berasal dari DIY yang melayani trayek Jakarta-Jogja. Memang banyak pemain tujuan jogja seperti Jogja via selatan: Sumber Alam (kutoarjo), Sinar Jaya (cibitung), Rosalia Indah (palur), Pahala Kencana (Jakarta), Laju Prima (Jakarta), Dieng Indah (?), Limas, Grindulu, Nantungga,… sedangkan Jogja-Jakarta via Utara terdapat Ramayana (muntilan), OBL (temanggung), Santoso (magelang), Handoyo (magelang) , Kramat Djati (Jakarta), Pahala Kencana, dan ada pula Putra Remaja bergarasi di ringroad utara jogja dengan tujuan terdekat Merak…. Kalo Putra Luhur, RPM domisili mana yaa mas plentong?

Saat berangkat ini, seorang pengurus ikut naik, dan, sepanjang jalan penumpang dapat naik dengan harga resmi pembayaran diatas bis serta diberi tiket. Atau seperti agen-agen sepanjang jalan raya bogor ini, penumpang naik, dan proses administrasi tak berlangsung lama, agen tinggal memberikan setoran jumlah uang ke pengurus. Kala ada tambahan penumpang, pembagian jatah seat juga lwt telepon antara agen dan pengurus. Mungkin proses seperti inilah yang pernah diceritakan Dab DoniPras tentang Sari Giri bis andalanya.

Di sekitaran Cijantung terdapat 2 agen, ada juga rombongan 6 orang dengan logat Jogjanya, beliau sudah familiar dengan PO bergarasi di ngijon, Godean ini. dan, di cinjantung tak saya temui, Photografer Bis dengan style Ndlosor ataupun nungging di aspal, apa SD dan SMP belum pulang yaa? heuheuheu

Sampailah di pasar rebo pukul 15.45, butuh waktu 30menit untuk jarak sekitar 7Km.

Menjelang masuk pintu tol atau depan agen Gunung Harta, bis menepi, karena ada penumpang yang malam sebelumnya naik dari timur akan ikut kembali ke timur. Lama ditunggu, ternyata penumpang tersebut tak maksud meeting point, beliau nunggu di tempat lain entah dimana itu, diputuskan penumpang tersebut ditinggal.

Memasuki pintu tol arah cikunir, jalanan ramai, sempat menempel GMS MB1525 setra, dan berpisah di interchange cikunir, karena PRAYOGO ini akan mengambil arah kalimalang/pangkalan jati.
Bagi anda yang ingin mencoba Prayogo ini, dapat menghubungi nomor pengurus Mas Bahrun 082124360610

Keluar pintu tol pondok gede pukul 16.15, langsung dihadang macet. Sampai di agen pangkalan jati, sudah terparkir sinar jaya 63zx berlabel “Gajah Putih”, dan saya tanyakan anaknya (hans wong ndesa) kok si gajah keluyuran sampe sini?… di depan `gajah putih’ terdapat Maju Lancar Pulogadung-weleri-wonosari dengan body Jetbus. Masih kinclong, tampaknya Maju Lancar benar-benar berbenah dalam mempercantik armada.

Agen menawarkan Prayogo ini kepada penumpang yang mencari tiket dengan menunjukan garapan morodadi ini “iki lohh bis e, loo loo apik tho, milih sng endi kae (menunjuk salah satu bis), opo iki?”… memang tampak lebih kinclong dibandingkan competitor di jalur selatan yang kebetulan saat itu masuk dengan body Proteus kaca banci (AC tapi kaca bisa dibuka, bisa buat patas, bisa buat patas-AC)…

Pukul 16.40 bis dijalankan kembali merayap memasuki pintu tol pondok gede. Penjemputan selanjutnya adalah Bekasi Timur / Bulak Kapal. Keluar pintu tol bekasi timur pukul 17.00 dan putar di Pom Bensin, agen berada di sebelah utara pool rosalia indah. Dan, perjalanan dilanjutkan kembali setelah proses itung-itungan antara pengurus dan crew, terlihat di sket, 21 penumpang dibawa. Cukup banyak untuk kelas pemain baru di hari kamis.namun, masih ada tambahan 1 penumpang di cikarang, dan agen cikarang mengantarkan penumpang tersebut dibawah flyover tol cikarang, karena akan membuang waktu jika akan exit tol cikarang terlebih dahulu.

Pukul 17.15 memasuki pintu tol bekasi timur, sang kernet `ngompori’ driver pinggir ini untuk mencoba kecepatan,”Cobo Playok e” karena saringan solar telah beliau ganti baru. Driver pinggir ini bawanya halus, cocok dengan bis ini yang dulunya bermain Pariwisata. Dan cocok pula bagi saya yang suka kenyamanan dan kehalusan…

Karena speedometer mati, tak tahu berapa kecepatan yang dijalankan, hanya RPM menunjukan angka 25 naik turun, sesekali meninggalkan daerah hijau… lepas gerbang Tol Cikarang Utama, bis jalan berlahan karena tak tahu dimana agen cikarang menaikan penumpang, aku tunjukan `kawasan bebas” menaikan penumpang tersebut,sepertinya crew belum hapal daerah jakarta, seperti tadi driver belum pernah ke bekasi timur.

Sekitaran karawang, masuk Laju Prima 75 berbaju Legacy SR1. Saat masuk sempet `roda sejajar’ dan Prayogo ini memimpin terlebih dahulu, kemudian di blong dari jalur paling kanan, jalanan lumayan sepi, MB intercooler ini mampu menempel Goldrag LP. Dan ahirnya Lpkepentok truck kemudian dilewati oleh Prayogo ini darijalur tengah.

Sang kernet asik menceritakan pengalamanya ketika jalan sumatra dengan Goldrag, sangat terkesan dengan tenaga yang dihasilkan terutama tanjakan lepas bakauheni. Driver sesekali menanggapi, ingin rasanya ikut ngobrol di seat CD, namun masih sungkan untuk buka omongan.

Sampai gerbang tol cikopo pukul 18.10, macet mengular sampai jomin. Pahala Kencana Hino RK8 berwarna putih terlihat akan memasuki jalur lagi, lumayan masih ada saingan. Saat macet inilah aku pindah ke seat CD, meninggalkan promosi pegawai pemasaran produk asal garut.

Aku buka obrolan, “malem senen jatah e sinten pak sng budhal” dan kernet menghitung jatah jalan, walaupun sebenarnya sudah aku hitung jatah bis ini lagi yang berangkat malem senin menuju jakarta. Dan obrolan menCair… ternyata driver ini juga asli Purworejo dan baru saja pindah dari “PO Andalan” asal Kutoarjo, dan pembicaraan makin mencair karena banyak bahan yang bisa diperbincangkan, sampai aku goda ketika bertemu sebuah SA nomor lambung 284***, “Ngidak Gas e ora kyo mbiyen tho Pak?” heuheuheu… maksudnya nginjak gas tak seperti di PO terdahulu… sesaat kemudian, body laksana tersebut berhasil dilewati….

banyak cerita antara kami ber-3, berbagi pengalaman, sang kernet spesialis jalan sumatra, mencertiakan sistem bis setoran sumatra,tak perlu bagus yang penting crew banyak jaringan. beliau baru bergabung dengan Prayogo dan tugas pertama jalan Klaten-Jakarta dapat 4PP ini. Sedangkan Driver, Pak Supri baru saja pindah dari SA, sedangkan driver tengah sebelumnya membawa bumel Prayogo Jogja-Purwokerto. Meurut penuturan Crew, jumlah armada Prayogo untuk bis sumatra berjumlah 20-an, dengan 2 unit jalan setiap hari tujuan Pekanbaru-Jambi, kalo ramai nambah armada. Sedangkan Bis Pariwisata berjumlah 30-an.dan bis malam inilah dahulu untuk pariwisata.

Pantura malam itu lancar, sempat tersendat di cikalong gara-gara jalan rusak,truck jalan pelan… melewati RM. Haryanto sudah terparkir 5bis, melewati RM.Dodi Jaya sudah ada 2 Bis SA, dan ketika naik Flyover pamanukan, PK hino putih tadi menyalip Prayogo ini… hmm, tak terlalu lelet juga yaa, baru di Pamanukan nyalipnya, padahal start cikopo bareng…. kecepatan yang disajikan lamsam, tak lelet, tapi juga tak kencang seperti Po-Po yg loss solar.. Intercooler sangat handal dalam masalah suspensi, lubang pantura dihajar tapi tidak terasa keras, apalagi body Morodadi terasa anteb tidak gemlodak…

Pukul 19.30 memasuki Taman Sari untuk istirahat, sudah ada 5 OBL salah satu-nya xbc tujuan solo. Lorena LE612 Euroliners ploduck 310 dan LE340 blitar, Prayogo ini parkir di deretan Lorena, dan paling kiri telah terparkir Maju Lancar Pulogadung yang ketemu di Pangkalan Jati dan Bekasi timur tadi.
Prayogo tidak menyediakan servise makan malam, penumpang membeli sendiri makan. Setelah sholat, keliling di parkiran Taman Sari, jajaran bis Nusantara memenuhi halaman belakang, Laju Prima di sisi timur, dan GMS di sisi depan.

Pukul 20.08 penumpang dipersilahkan menaiki bis, kini gantian driver tengah. Pemuda berambut panjang dan berkaos hitam memegang kemudi, seorang penumpang yang masih muda guyon sambil njawil driver ” sopir e iseh enom buanter iki”, wahh, penumpang ikutan ngompor nie…
Bis dijalankan, tarikan halus seperti driver pertama tadi. Tak banyak Bis yang bersamaan di jam itu, tercatat hanya 2 Haryanto yang melewati Prayogo ini… bukan kelas yang sepadan…

Memasuki lingkar widasari mata mulai terpejam, terbangun ketika memasuki Tol Palimanan jam 21.40, lebih cepat dari estimasi waktuku
pukul 22.00. mata kembali terpejam dan terbangun saat goyangan dahsyat di penghujung Tol Pejagan. Arah ketanggungan merayap karena jalan berlubang yang harus hati-hati, dari arah sebaliknya, pasukan SA,SJ, dieng indah, Rosalia Indah konvoi menuju jakarta. Menurut perhitunganku yang biasa menaiki SA, jaman dulu tahun 2008 butuh waktu 3,5 untuk sampai RM.SA andong (sebelum kutoarjo), namun sekarang sekitar 4jam dengan catatan tak berhenti istirahat kecuali menurunkan penumpang. Dalam estimasi waktu-ku, jam 03.00 bisa memasuki terminal Purworejo.

Jalur Ketanggungan-songgom-Prupuk kondisi rusak parah, susah untuk memilih jalan bagus terkadang harus memakan arah berlawanan karena bagian kiri rusak. Sekali lagi, harus diakui, suspensi intercooler (masih) nyaman…

Saat macet di larangan pukul 23.20, kress dengan Prayogo dari arah timur Body Morodadi juga, sepetinya model marcopolo, dengan kaca samping bertuliskan Klaten-Cileungsi. Menurut informasi dari driver, angkatan klaten jam 13.30, dan memasuki Purworejo sekitar magrib.

Lolos jalur pinggir kali ini pukul 23.45, di parkiran RM.Panorama Prupuk terdapat 2 SJ yang sudah masuk. Jalanan sepi Prupuk-Ciregol-Linggapura sampai lingkar bumiayu tanpa kendala, kecepatan standart, karena jalan berkelok naik-turun. Lepas jembatan lingkar bumiayu yang sedang dalam perbaikan, ada tanjakan, tiba-tiba mesin mati di tanjakan.dengan sigap crew menepikan bis, ternyata bis mengalami “kanginan” katanya akibat solar kotor. Posisi parkir yang tidak nyaman, di tanjakan,dan hampir saja sebuah truck gandeng melewati bis ini akan bertabrakan dengan sebuah mobil yang melaju kencang dari arah sebaliknya. Untung saja mobil tak keburu napsu, bisa ngeremdan memberi jalan kepada truck..

Tak sampai 5menit mengobati “masuk angin” ini, dan Bis melaju kembali memasukiPom Bensin kanan jalan,masih di lingkar Bumiayu. Sudah ada 2Sinar Jaya mengisi di Pom ini.karena bis ini tak menggunakan Toilet, maka pada kesempatan ini sebagian besar penumpang segera membocorkan gentong air. Cukup lama berhenti ddi Pom ini, sekitar 15menit dan perjalanan dilanjutkan kembali. Jalur Bumiayu-Ajibarang tak banyak saingan, hanya melewati sebuah SA di tanjakan jelang rel kereta api.

Memasuki ajibarang, seorang penumpang tujuan turun, karena Bis Prayogo ini tak masuk Kota Purwokerto dan mengambil rute wangon-sampang-buntu. Lepas Buntu aku tertidur, dan bangun lagi sampe RM. Grafika, Gombong untuk istirahat malam. Entah berapa menit waktu yang dihabiskan,karena aku memilih untuk tidur saja, nglilir sampai terminal Kebumen, dan lanjut tidur lagi. Bangun sudah sampai Kutoarjo, pak kernet turun karena hari ini beliau akan pulang ke boyolali.

Terminal Purworejo bablas, tak masuk. mungkin Dishub mengiraini bis pariwisata karena berwarna putih. Dan saya turun di perempatan STM pukul 04.06, meleset 1 jam dari prediksi tadi.

Oke, saya puas dengan kenyamanan PRAYOGO ini. Semoga dapat sukses membuka jalur ini dan menambah trayek lainya.

M.Kurniawan (iwan)
Purworejo-Rawamangun.PP

source pict:  FB BMC Yogyakarta

Dari Kota: Jakarta

Jam Berangkat: 15:15

Tujuan Kota: Purworejo

Tiba jam: 4:6

P.O: Prayogo

Harga Tiket: 90000

Kelas: VIP

Tanggal: 02/21/2013


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;