Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

 

 

Assalamu’alaikum sadayana, sederek-sederek bismania ingkang kulo tresnani J, perkenankan saya menulis sepenggal kisah perjalananku bersama Rajawali yang berjuang habis-habisan malam itu, malam senin tanggal 20 Mei 2012.

 

Flashback

Alhamdulillah, puas rasanya satu minggu lebih berkumpul dengan keluaga tercinta setelah sebelumnya hampir sebulan aku ‘prihatin’ di ibukota Jawa Barat berguru pada empu-empu logistik. spekulasiku untuk membolos beberapa hari agar dapat pulang lebih lama membuahkan hasil yang memuaskan, para empu2 logistik setelah aku konfirmasi ke teman2 memang tidak hadir untuk mengajar. Huff…alhamdulillah nilai absen tetap utuh. Skip.

 

17 Mei 2012

Sriiing…!, suara dari hp ku menyeringai menandakan ada sms yang masuk. ‘mas, hari jum’at sama sabtu libur’, sebuah tulisan dari Jawa Barat membuatku terkejut sekaligus senang. Terkejut karena aku sudah mengantongi tiket menumpangi Kahuripan yang melegenda untuk kembali ke majelis para empu nanti malam, senang karena ada waktu tambahan untuk libur. Tak pelak segera aku bangkit dan bilang ke keluarga ‘aku mulihe minggu wae makk, jum’at setu prei’ (aku baliknya minggu saja buk, jum’at sabtu libur), tikete meh tak ijolke’(tiketnya mau tak tukar). ‘Yaa’ kata emak.

 

Sejurus kemudian, aku berlari secepat 60 km/jam menuju stasiun.

‘mbak, ini tiketnya tuker, kahuripan minggu ada?’, tanyaku ke petugas loket yang melayani antrean panjang (nyelonong mode ?, nggak laah, wong loketnya ada 2, yang sisi dalam kosong tapi petugasnya sama hehe)

‘minggu habis mas’, ucapnya.

‘ya nek gitu ngembaliin tiket aja’, kataku.

 

Tret..trettt..tak sampai 2 menit uang sudah ditangan sejumlah tiket dikurangi 25%.

Wah, balik ke Jawa Barat naik apa ya, pikirku. Tak ada kemungkinan lain kecuali bis. Segera kupacu Yamaha 110 cc membelah jalan monginsidi menuju kantor bus rajawali di banyu anyar.

ya…, Rajawali, bis yang sudah 3 kali membawaku bolak balik dari kode telpon 022- menjadi 0271. Dari sekian bis yang telah kucoba mulai dari Budiman, Pahala Kencana, dan Kramat Djati, untuk santri seukuranku hanya Rajawali ini yang tarifnya ringan dan lumayan bisa diandalkan untuk tidak telat menghadap para empu di ibukota Priangan tersebut.

 

‘pak, besuk minggu seng ekonomi kursi depan ada pak’, tanyaku pada penunggu kantor rajawali.

sek, tak carikan dulu’, sejurus kemudian si bapak sibuk menelpon agen wonogiri menanyakan ketersediaan kursi depan ( karena armada ekonomi rajawali start di wonogiri dan jatah wonogiri diprioritaskan )

‘aduh mas, nek ngarep ndak ada, adanya baris ke 3 piye?’, katanya.

nek yang vip ngarep enek pak, biasanya aku ikut armada plat ad 1459’, kataku pada si bapak.

nek vip ono mas, tuku?( kalau VIP ada mas, beli?)

Ya kataku.

Set set set, tangan si bapak menuliskan namaku di tiket rajawali vip.

numpak garasi apa terminal mas?’ tanyanya.

‘terminal pak kataku.

 

Kuperhatikan tiket bis rajawaliku yang seharga kurang lebih 10 dollar amrik itu, ‘wah ternyata dapet 1459 lagi fikirku, setiap naik rajawali kok dapetnya ini batinku J ( ya jelas lah, kalau hari biasa Cuma berangkat 1, peluangnya kan 50 persen hehehe).

Skip

20 Mei 2012

Setelah pagi2 nya aku ngaji di masjid Jajar ( pertigaan faroka, Jajar ), aku persiapkan bekal2 untuk mengarungi malam. Tak terasa hari sudah siang dan kemudian berubah lagi menjadi sore. nyonya mengantarku ke terminal tirtonadi sore itu.

 

Da da..assalamu’alaikum mah.

 

Segera aku melangkah menuju loket bis rajawali dan daftar ulang tiket.

‘pak, hari ini jalan berapa?’, tanyaku mengingat ini akhir super long week end.

‘vip nya  jalan 4 mas’, katanya. Padahal bila hari biasa vip bandung hanya satu hehehe.

 

Aku perhatikan terminal sore itu begitu ramai. Prajurit raga tua, Raya begitu mendominasi pelataran terminal sore itu. Lalu kulayangkan pandangan ke para sprinter rajawali. Terparkir aramadaku si 1459 berbodi Legacy oranye bermesin hino RK8, lalu disampingya rajawali berbodi laksana sprinter. Tak lama si putih sprinter berangkat meninggalkan terminal sekitar jam setengah lima. Setelah setengah jam menunggu ditambah 10 menit, armada Rajawali AD 1459 yang kunaiki mulai atret kemudian di pacu untuk keluar terminal. Ternyata bis yang kutumpangi adalah bis Rajawali terakhir yang meninggalkan solo menuju priangan. Mesin hino dipacu dengan kecepatan sedang sepanjang jalan solo hingga boyolali.

 

Sekitar maghrib/setengah 7, bisku sudah masuk di terminal boyolali. Di terminal ini terlihat sosok Rajawali SR1 legacy sky yang entah berangkat jam berapa karena di terminal Solo tidak melihat armada ini. Bisku pun parkir disebelahnya. Di terminal ini bis ku berhenti sekitar 15 menit karena sedang dimuati susu kalengan yang akan di bawa ke Priangan. Bagasi bis sebelah kanan full susu, susunya fuuulll J. Hehe. Ketika proses memuat susu-susu kaleng ini, Rajawali SR1 meninggalkan boyolali melanjutkan perjalanan. Selang 15 menit proses loading selesai, lalu perjalananpun dilanjutkan. Pak sopir sudah meramalkan pantura malam ini bakalan macet dan penuh kendaraan karena loooong week end, strategi pun dipersiapkan agar tidak berlama-lama di atas aspal mengingat sopirnya hanya satu alias engkel.

 

Segera Rajawali 1459 berlari meninggalkan terminal boyolali. Mesin dipacu dengan kecepatan 60-80km/jam. Dari pengamatanku ini, pak sopir bila jalan lurus dan sepi cenderung memacu bisnya dengan konstan. Tetapi ketika sudah berada di kemacetan, weladalah, sogok kanan-sogok kiri merupakan nilai tambah untuk rajawali ini. Di jalanan ampel, Rajawali ini selalu tak kehilangan kesempatan blong kanan mendahului mobil kecil, truk, dan bis mini2. Sesekali masuk dari sisi kiri hingga ranting pepohonan berkesempatan mengusap-usap body kiri bis. Di suatu jalanan setelah ampel, terjadi kemacetan. Di depan busku sudah terlihat berbagai macam bis malam yang terjebak macet, termasuk OBL, ALS, Rajawali Hijau SR1 yang di boyolali, Putera Mulya dll. Segera pak sopir mengarahkan bis ke sisi kiri, memanfaatkan celah yang sangat sempit. Perlahan tapi pasti, dengan sangat berani pak sopir menyodok dari kiri, dimulai dari Rajawali SR1, kemudian Putera Mulya, lalu ALS dan terakhir OBL berhasil didahului dengan kecepatan tak lebih dari 40km/jam hehe.. dengan sangat hati-hati pak sopir terus merangsek maju.

Ketika terlihat sis kanan kosong, segera setir diputar dengan cepat agar bodi bis bergoyang ke kanan, eitsss, ternyata salah perhitungan. Monster2 bermesin fuso sudah menghadang. Tak mau kehilangan kesempatan, OBL segera menusuk sisi kiri hingga berhasil mendahului Rajawaliku. Melihat itu segera pak sopir Rajawali kembali memutar setirnya kekiri, tanpa ampun pak sopir memaksa kendaraan di belakangnya untuk tidak mencoba-coba memotong usahanya. Errrreeeerr…. Akhirnya posisi bis kembali masuk di sisi kiri di belakang pantat OBL. Berdua dengan OBL kemudian Rajawali merangsek-maju, dan maju hingga akhirnya mencapai sumber kemacetan, yaitu jalan yang baru diperlebar.

Sisi yang baru diperlebar kosong, tanpa babibu OBL merangsek dan berlari di atas jalan yang baru diperlebar tersebut, tak mau ketinggalan Rajawaliku pun juga memacu dirinya berlari di jalan yang posisinya lebih rendah dari jalan utama. Hingga mencapai daerah yang sudah lancar, dua bis ini pun memotong arus dan masuk kembali ke jalan utama. Excellent !. bus pun kembali dipacu dengan kecepatan normal hingga akupun tertidur. Ketika bangun, lohh, bis sudah dalam kondisi berhenti. Sepertinya di seputaran Kendal sebelum gringsing. Tolah-toleh kulihat ada Shantika, Nusantara, Muji Jaya yang juga berada di jalur ini. Seperti biasa, di kemacetan pak sopir begitu lincah dan berani goyang kanan disambung goyang kiri mencari celah kosong, hasilnya Shantika, Nusantara, Muji Jaya berhasil dilewati dan tertinggal ( tapi di jalan lurus Rajawali yang bakalan ditinggal hehehe ). Jalan kembali lancar hingga di pertemuan dua jalur ( di sebelah kiri pertemuan 2 jalur ada pom bensin, daerah mana ya?), terlihat arus menuju ke barat di dua jalur ini berhenti total. Waktu itu sekitar jam 9-an malam. Menunggu-menunggu-menunggu akhirnya arus berjalan perlahan. Akhirnya terlihatlah sumber kemacetan yaitu jalan dari arah barat ditutup sehigga diberlakukan cara buka tutup melalui jalur arah ke barat. Kata pak sopir seharusnya jalanya dibagi 2 saja jadi nggak macet, kalau buka tutup malah macet panjang. Weeeng, bis kembali di pacu. Tak lama masuk RM Sendang Wungu ( kalau ga salah). Disana terparkir Mulyo Indah dan Rajawali Proteus VIP.

 

Di sini aku gunakan untuk solat dan istirahat sembari melihat bus2 yang lewat. Selang 15 menitan, rajawali putih sprinter masuk ( ternyata di balap juga di kemacetan Kendal ). Setelah itu baru masuklah si Rajawali SR1. Heahaha, bisku ngeblong abis batinku. Rajawali yang didepanya didahului semua hehehe.

 

Dari rumah makan ini kemudian bisku berangkat ndisiiki kancane (mendahului temanya). Kata pak sopir agar gak kesiangan masuk bandung, kasihan penumpangnya. Tak lama kemudian, bisku sudah ngetrekk di jalanan alas roban. Ketika di jalanan lancar seperti ini, tak ada yang menarik dari Rajawali ini karena berjalan konstan 80-90 km/jam. Akupu tertidur. Ketika terbangun, weahh, ternyata bis-ku baru ‘goyang kanan’ sendirian melewati antrian bis-bis malam yang terjebak kemacetan panjang sebelum belokan kearah pejagan ( kalau ga salah ), tercatat ada Nusantara, Rosalia Indah, Bejeu dll. Setelah melewati jembatan kecil yang menanjak, terlihat di depan dua bis sedang dibantu tukang parkir tengah malam kembali ke jalur kiri. Tak ingin ketinggalan kesempatan segera Rajawali 1459 ini melesat nyusul lalu segera ikut memotong arus kembali ke jalur sesungguhnya. Wuss..wuss..wusss, jalanan kembali lancar. Kemudian bis masuk tol. Di pintu tol ini terlihat sosok Rajawali sprinter. Setelah dekat kata pak sopir itu rajawali arah sukabumi yang berangkat jam setengah empat. Wealah, josss gandhoss tenan iki. Berangkat terakhir jam lima lebih, berhasil nyusul dan mendahului 4 rajawali di depanya. Okelah kalau begitu.

 

Di dalam tol tak ada yang menarik. Hanya terlihat sosok Nusantara dan Pahala Kencana yang tiba-tiba mendahului kemudian menghilang di kegelapan malam. Akupun kembali tertidur

Ketika terbangun sudah masuk daerah cadas pangeran.

 

Akhirnya sekitar jam setengah enam pagi bis-ku masuk terminal cicaheum. Lebih lama 1 ½ jam dari jadwal biasanya jam 4 sudah sampai terminal. Tapi hal ini luar biasa mengingat 3 kemacetan ganas telah terjadi semalam di jalur boyolali maupun pantura. Hingga bisku pun menjadi bis Rajawali pertama yang masuk bandung dari total sekitar 7 atau lebih bis Rajawali yang berangkat dari solo lewat utara maupun selatan.

 

Angin berhembus ketika kulangkahkan kakiku keluar dari kabin bis sebelum flyover cimindi. Tak lupa kuucapkan terimakasih pada crew Rajawali 1459. Malam itu benar-benar menkjubkan. Tak ada salahnya selalu dapat armada ini, karena memang ini armada terbaik Rajawali, AD 1459.

Wassalamu’alaikum warohmatulloh

 

Abu Umar Taufik Akbar

Journey, never ending story

 

 

Dari Kota: Solo
Jam Berangkat: 5:10
Tujuan Kota: Bandung
Tiba jam: 7:0
P.O: Rajawali
Harga Tiket: 95000
Kelas: VIP
Tanggal: 05/20/2012

 


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Taufik Akbar
Ditulis oleh

'trust me, i am logistician'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;