Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Rasa Kencang dibalas Rasa Kenyang
=======================================
“trip Kudus-Surabaya PP”

Surabaya, 30 Maret 2012.
Jumat semakin sore tapi tubuh ini terasa makin bergairah…Gairah ngebis tentunya…Apalagi pulang kali ini bukan dari terminal Ibukota tapi dari BungurAsih, terminal yang sekian lama tidak kukunjungi hampir 2 tahun.
Bagaimana sekarang rupa terminal Bungur?

Flashback I:
Jakarta, 21 Maret 2012
——————————–
Sehari menjelang longweekend Week-13 tahun kompetisi 2012, pak bos malah nyuruh tugas luar kota, biasanya kujawab ogah-ogahan tapi kali ini kujawab sumringah.
Maklum tugas seputaran Jawa (Semarang-Solo-Surabaya). “Biar bisa lebih sering pulang Kudus”, begitu kira-kira alasan pak bos yang sudah tahu karakteristik pegawai Muria-annya.
Saya sedikit bingung, “Nanti start spj-nya Senin saja, utk persiapan sekarang request tiket (pesawat) Semarang dulu saja, terserah mau Kamis atau Jumat”
Ah ribet, harus sambung bus/taxi lagi kalau dari Bandara Ahmad Yani ke Kudus,  mending besok saya langsung ngabur saja naik Haryanto.  Siip..gpp kali ini kantor saya kasih BDB…

****

Flashback II:
Kudus,29 Maret 2012
———————————————
05.40 Keluar rumah langsung nyegat angkot kuning Kudus-Dawe bermaksud ke Jati Bus Station dengan tujuan ke Surabaya.
Oleh pak supir angkot malah diturunkan di pintu barat Terminal Kudus padahal secara jam Suroboyonan sudah gak lewat situ karena akan berbelok langsung ke Ring Road.
Jalan lumayan ke arah pintu Selatan Terminal (Pintu keluar Bis sebelah pos polisi). 10 Menit berlalu lewatlah Widji Ekonomi, seorang bapak yang dari tadi duduk di motor teriak “Iki Suroboyo Mas” ( tak kirain ojeg)

Kugelengkan kepala.
“Patas jam piro Pak”
“Jam 7 Mas”,
Padahal sekarang masih jam 05.57,  Waduh harus putar balik kembali ke Pintu Barat Terminal.
Mau naik bis dipaksa thowaf terminal dulu, sambil menyusuri warung los terminal baru satu warung yang buka.
Perpalan bumel Sumber Larees terparkir dalam terminal (yang unit Nissan bukan?) juga beberapa bus mini.

Tujuanku hanya satu yakni ke Pool/Garasi Nusantara Getas.
Setelah naik angkot warna Ungu turun Matahari,  lanjut berjalan cepat ke Pool Getas sampai sekitar jam 6.20.
Sesampai Pool Getas sambil tak habis pikir kenapa tadi tidak langsung ke sini, padahal posisi rumah juga di Getas Pejaten…hmmm… dasar gak update jadwal NS.

“Ke Surabaya jam berapa mas?” tanyaku kepada mas tiketting.
“Jam 7.30 mas”
“yang lebih pagi gak ada”
Tidak ada mas..”
apa boleh buat langsung pesan saja seat no. 10, hot seat sudah terisi.

Terasa percuma tergesa  keluar rumah, mandi dan sarapan kilat,  jebul bis-e malah jam 7.30 sampai harus bermandi keringat menuju pool Getas.

Ada spare waktu 1 jam lebih enaknya kemana, balik ke rumah pun tak ada yang jemput akhirnya standby saja disini, kapan lagi bisa menikmati armada Kerajaan “Nusantara”.
Tepat jam 06.30 NS ke Cirebon Bandung berangkat, armada warna Ungu AP Marco Hideck
Lanjut jam 07.00 NS Jogja Patas berangkat. Disusul kemudian Nusa Merah 1525 (itu bus traumaku dulukah?)

Sedikit berangan-angan kira-kira dapat armada apa ya?
Jelang jam 7.30 muncul bis AP Setra/Selempang ungu livery jembatan. Pada kaca depan terpampang jurusan Surabaya, berarti ini calon bus tiwasan berandai-andai dapat yang JetbusHD…

Naik ke seat pesanan nomor 10.  Bangku berbahan bludru model lama entah merk apa. Beberapa bangku yang terjual diberi tanda “Pesanan”.
Begitu duduk baru ngeh, ada label Scania terbaca dari dalam, sip mantep nih.. hahaha…bakalan seru. Kucocokan dengan lingkar kemudi kecil, yes ada label jilatan api Scania.
Penumpang tidak begitu penuh hitunganku sekitar 15 -an.
Packing beberapa bagasi penumpang, sang driver langsung pancal gas. Gerakan start awal sudah terasa bahwa drivernya joss.
Sangar iki …. tidak sia-sia rupanya ku memilih Nusantara Getas.
Melewati Kudus kota, power bus yang besar diredam dan dimainkan dengan tempo sedang,  di pertigaan Ring Road Ngembal, naik 1 penumpang.

Scania terus melaju, melewati lawan yg tidak sepadan.  Pati Puri, Kembang Joyo, Juana, Rembang Kartini, Lasem, Pak Kondektur tetap setia mencari sewa.
Walau Armada lawas, Scania ini masih sangat empuk suspensinya.  Bahkan koptik untuk pak Driver pun lebih mentul2 karena ada per tersendiri, menyatu dengan stick kopling.
Ini Scania model apa ya?  (K124?)
Reflek suspensi Bus kembali teruji saat melewati jembatan yang tidak rata di batas kota rembang atau lasem ya?
Lepas Lasem masuk area Bonang baru ketemu lawan yakni armada Kramat Djati, dengan sekali goyang langsung diasapi.
Kemudian disuguhi view pemandangan birunya laut yang tenang nyaris tanpa gelombang.
Terlihat beberapa proyek reklamasi  di sekitar PLTU Sluke, rupanya kab. Rembang mulai digeber pembangunannya.

Pak Driver berpenampilan rapi dengan jaket kulit dan berkacamata Sun-glass warna coklat.
Tak terasa peruku mulai lapar akibat sarapan seadanya.
Beruntung jam 11 lewat masuk RM Surya Gemilang.  Pak kondektur memberi sinyal istirahat hanya 20 menit.
Rumah makan dengan masakan gaya minang campur masakan jawa timuran.
Menu kupilih sayur bening dan ikan panggang (ikan asap). Karena tidak nemu ikan panggang goreng yang dipecel, ya sudah kuambil saja ikan panggang pada menu santan mirip Mangut tapi berkuah kental ciri masakan padang.
Santap saja walau tidak nyambung antara sayur bening dan ikan berkuah santan.  Harga 12.000 plus es teh.

Tepat 20 menit kemudian crew bersiap kembali ke bus, terlihat penumpang sepasang suami belum selesai dengan urusan makan.
Tot…tot.. klakson dibuntikan Pak Driver. Duh… naik bus kencang berakibat makan pun harus bercepat-cepat, pasti ngejar putar balik?.
Kedua penumpang pun bersegera naik bis setelah menyelesaikan urusan kasir.
Bus berplat nomer K 1708 XX kembali dipacu pak Driver apalagi kondisi perut masih fresh.

Asupan makanan segera memberi efek kantuk..

Melewati Tuban kota beriringan dengan 2 truk gandeng.  Selepas Tuban berhasil mengasapi bumel Widji Lestari yang ketemu di Terminal Kudus.
Kemudian jelang Lamongan, Patas Jaya Utama  (yang dijanjikan lewat jam 7 pagi oleh pak Awu2) sanggup ditutul tanpa perlawanan.

Aksi berikutnya selepas Lamongan pada jalan trak lurus sejajar dengan pipa minyak (atau air?) mulai terlihat pantat Sinar Mandiri Mulia sedang menurunkan penumpang.  Begitu mendekat klakson NS Scania menyadarkan SMM, bus memberi perlawanan. Jarak tipis oleh pak Nusantara sedikit membuat deg-degan.
SMM body nukle-3 masih ngotot tidak mau diblong sampai melewatkan beberapa titik sewa. Rupanya driver SMM ini lebih memilih beradu cepat menunjukan skill menjaga gerakan NS dan melupakan sejenak urusan sewa.
Dua body bus meliuk-liuk memblong beberapa kendaraan kecil. Sampai akhirnya SMM kewalahan sambil sein kiri dinyalakan dan berhasil diblong dari kanan oleh NS.  Kalah power !

Pada jam 1-an lewat,  NS langsung kencang masuk tol.  Sampai di Medaeng beberapa penumpang turun
Syukur Alhamdulillah akhirnya jam 13.30 landing di zona penurunan penumpang di Term. Bungurasih. Langsung dioper ke Panther jemputan kantor.

Jumat 30 Maret 2012
————————————————–
Sore jam 16.30:  Berancang-ancang ke BungurAsih entoh pekerjaan masih akan dilanjutkan hari Senin minggu depan.
Mumpung belum macet akibat demo besar-besar menjelang rencana kenaikan BBM 1 April 12.
Apalagi area kantor Ketintang untuk menuju Bungurasih harus melewati bunderan Waru yang berpeluang sebagai titik kemacetan utama.
Setelah didrop mobil kantor, masuk ke Term Bungur tumben tanpa ditagih peron.

Saatnya menikmati view baru terminal dengan Run Way baru menghadap Utara. Sementara beberapa puluh meter depan runway terdapat bangunan full kaca untuk slot loket dan ruang tunggu penumpang.
PO. Indonesia bumel bersiap ngetrak pantura pada jalur Semarang ekonomi. Kemudian Ezri+Coyopada jalur paling kanan.
Di jalur I (masih bangunan lama terminal) terparkir Patas Semarang, bus Jaya Utama patas warna putih didepannya diselingi patas kediri (atau bumel?).
Cukup lama mengamati dan terpuaskan view Bungurasih , jelang maghrib saatnya merapat ke mushola pada bangunan baru bersebelahan dengan loket Loren/Karina.

Sengaja tidak memilih patas Jayut putih, kumelangkah sedikit ke belakang dekat mushola lama. Terparkir Jayut berbody Galaxy Exl warna biru, siap masuk jalur I, nah kalo ini boleh dicoba.
Sayup-sayup terdengar pengumuman bahwa Akas Asri (jur. Semarang-Banyuwangi) bersiap ke berangkat. Wah ternyata selain pilihan Jayut grup, Restu, ada juga pilihan naik Akas Banyuwangi.
Kembali ke area terminal baru untuk menyaksikan Armada Akas, namun akhirnya kuputuskan opsi mantap ke Jayut Galaxy.

Begitu bis depan start, Galaxy biru langsung masuk jalur berangkat. Langsung kukejar dan taruh rangsel di seat nomer 2 sebelum direbut penumpang lain. Betul juga sebentar saja baris depan langsung full.
Kabin bersekat ala pasukan exe Tentrem dengan seat Hai minus legrest.
Tidak lama kemudian Seat 1 diduduki penumpang perempuan.  Aku pun turun kembali menghindari pengamen + para asongan.

Jam 18.30 bus mulai start penumpang full seat.
Di gate tol tandes naik seorang checker. Disaat yang sama Jayut Galaxy biru dari arah kresh juga membayar tol. Tapi anehnya tidak ada komunikasi antar 2 driver bis yang kebetulan sama model tersebut misal klakson saling sapa.
Berbeda dengan gaya driver bus muriaan ketika kresh ketemu titik kemacetan pasti saling berbalas klakson.
Mas Driver memacu bus dengan santai.

Lepas tol kemudian masuk term. Bunder kemudian 1 penumpang tambahan naik ke CD.
Kembali ke aspal menguntit bus Rajawali Indah. Tanpa berusaha menyalip, malahan lambat laun pantat rajawali Indah menghilang.
Walah.. mudah-mudahan style santai ini cuma awal saja.

Aroma pewangi ruangan tiba-tiba begitu menyengat. apa gerangan ?
Mengalihkan kejemuan menikmati style santai mas driver. Dari pada saling diam, kusapa penumpang sebelahku seorang perempuan muda dengan bawaan cukup banyak.

“Turun mana Mbak? ”
“Semarang. Mas nya  Semarang juga Kah?”
“Gak saya ke kudus, ”
“Asli Semarang?”  (padahal lafal “kah” tidak mungkin asli Semarang)
“Biasa naik ini mbak?”
“Ya.”
“Kerja ya mbak atau liburan”
Ya, kebetulan ada urusan.
Ow…

Titik !! Stop !! obrolan sengaja kuhentikan disitu.

Aduh …kondisi jalanan depan kosong tapi kenapa kecepatan bis cuma standart sekitar 80-90 kpj.
Apa karena saya penumpang langganan muriaan ya? jadi secara default kalau naik bis ya harus banter…?

Apa aku terlalu semangat menggebu dan terbawa ekspektasi tinggi dimana sehari sebelumnya naik NS dengan driver joss sampai nutul bis sebelumnya.

Ah..Bisa jadi gap 1/2 jam dengan angkatan sebelumnya menjadi penyebabnya.

Kembali tercium aroma pewangi …ternyata tepat diatas seat ku (seat -2) dipasang suatu pewangi ruangan otomatis.
Salah posisi aku! .  Kuambil saja sapu tangan untuk sesekali menutup hidung dari sengatan aroma tsb.

Penumpang sebelah melirik tingkah polahku.

Ya walau aroma tsb bertujuan membuat wangi ruang kabin bus, tapi bagi saya yang tepat duduk dibawahnya membuat hidungku keblinger.
Kuperhatikan periode pewangi tsb. sekitar 7-8 menit sekali menyemprot secara otomatis.

Wah wah… ini tidak ada blong-blongan antar bus.
malahan adanya blong-blongan diriku/tanganku  guna menutup hidung utk menghindari semburan pewangi otomatis tsb….asem…
Mataku lebih sering melihat jam digital disebelah kanan, mengantisipasi periode semprotan berikutnya.
Sedikit ku atur sirip ac mengarah ke letak pewangi tadi agar menyeimbangkan Vektor tabrakan antara hembusan AC dan hembusan pewangi. Tapi usaha tersebut tidak perpengaruh banyak.

Ya sudah pasrah saja, kulingkarkan sapu tangan menutupi mulut dan hidung layaknya memakai masker.

Yup … Sampai RM Rasa Utama guna menservis makan penumpang.  Kuhirup udara, membebaskan diri dari sumpeknya aroma kabin.
Terlihat Jaya Utama angkatan sebelumnya bergegas menginggalkan RM.
Ku request nasi sayur telur + teh anget.

Selepas dari RM, penumpang sebelah ternyata nyangkut di ruang crew depan.  Bercakap akrab dengan crew sambil menghisap rokok.
Owalah pantesan tadi pas saya menutup hidung selama perjalanan dia lirik-lirik. Jebule…

Beberapa km lepas RM kondisi lalu lintas 2 arah macet.  Macet Tabrakan, sebuah sepeda motor hancur dilindas truck.
Kemungkian baru terjadi sesaat karena tadi beberapa orang terlihat bahu membahu mengeluarkan korban dari kolong truk.
Para penumpang seperti antusias sampai berdiri melongok dari jendela melihat TKP.

Melihat darah kok sampai berdiri-berdiri , pak , Bu.

Beberapa menit setelah titik kemacetan tsb tiba-tiba diblong oleh SSM bumel….payah.
Pupus sudah semangat menyimak layar depan, hanya sedikit harapan agar perjalanan malam ini bisa menikmati view kota Rembang.

Jelang Lasem mataku ngantuk berat ..maklum perut dan hidungku terasa kenyang.  :p

zZZz

Sedikit terasa bus berbelok tajam di belokan kota Lasem.

ZZZZZ

“Juwana, Juwana persiapan” teriak pak Kenek

Hahh…Rembang Kota terlewat karena tidur. Gagal niat menikmati Night view Kota Kelahiran

Harus bangun utk menyadarkan diri daripada malah keblablasan.

Juwana-Pati jalan mulus, kemudian jelang pati beberapa penumpang berjajar mendekati  sekat pintu.
“Patine pundi Bu”
“Koramil”
Crew sedikit bingung langsung dia jawab lagi
“Ini gak lewat terminal Bu, pundi ? Masjid ? Alun2?”

Sampai Masjid Alun-alun, ..Lalu rombongan tsb turun.

Masuk kota kudus lewat alun alun dan Matahari.
Jam Setengah 2 sampai protelon PLN Kudus sayapun bergegas turun.
“suwun pak”. Alhamdulillah masih ada becak.

Kenyang sudah rasanya merasakan armada Jaya Utama 7043 UV.
Duduk di hotseat dengan bonus terpaan wewangian secara periodik walau tanpa blong-blongan. Ya, paling tidak rasa penasaranku akan Galaxy Biru ini terkabul.

Bila dihitung pas 7 jam perjalanan dari Surabaya ke Kudus semenjak start Bungurasih setengah 7 malam. Lebih lambat satu 1 jam bila dibanding kan dengan NS patas angkatan pagi (NS start 7.30 sampai Bungur 13.30 = 6 jam)

Kalau meminjam istilah seorang Pujangga Bus pada milist ini “Every bus has a different taste”

Demikian catatan kali ini mohon maaf hanya sekedar berbagi cerita, semoga berkenan.

Salam,

Umam

catatan:
1. Nusantara Patas Kudus-Bungurasih Rp 60.000 (armada K1708XX AP Scania Ungu bercorak, singgah RM Surya Gemilang) start 07.30 pagi
2. Jaya Utama Patas BungurAsih – Kudus Rp 55.000 (free makan RM Rasa Utama) start 18.30 petang

 
Dari Kota: Kudus

Jam Berangkat: 7:30

Tujuan Kota: Surabaya

Tiba jam: 13:30

P.O: Nusantara

Harga Tiket: 60000

Kelas: VIP

Tanggal: 03/29/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'Rembang, Kudus, jakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;