Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Ilustrasi (dok. seputarbis.multiply.com)

Ilustrasi (dok. seputarbis.multiply.com)

Turing kali ini dimuali dari Jambi jam 09.45 naik “PO” Garuda menuju Jakarta. Tiba di Jakarta pukul 10.55 langsung buru-buru naik Grand Livinanya Laks Transport menuju rumah untuk ambil tas perlengkapan turing yang sudah disiapkan istri tercinta. Untuk mempersingkat waktu makan siang dilakukan dengan cara yang paling praktis yaitu makan nasi bungkus dan dimakan di dalam mobil tersebut.

Sampai di rumah pakaian sudah disiapkan dan dimasukkan travel bag oleh istri tercinta. Sempat “sayang-sayangan” sebentar (sensor mode on)…..mohon maklum….. sudah beberapa hari istri kutinggal ke Jambi.

Jam 14.30 Mas Erfee Semarang sudah sms nanya apa sy sudah di Lb Bulus. Langsung saya jawab bahwa saya baru mau berangkat ke Lb Bulus.

Sesampai di Lb Bulus kondisi hujan gerimis langsung kepastikan langkahku menuju Raya body “Old Travego” ala Laksana alias Panorama 2. Kondisi interior tidak beda dengan yg model clurit yang aku naiki sebelumnya. Sejenak kemudian setelah memasukkan tas ke bagasi aku turun lagi lalu ketemuan dan mengobrol sama Mas Erfee yang ternyata sudah mengantongi tiket Nusantara Executive yang akan diberangkatkan jam 16.00.

Memandang Nusantara-nya Mas Erfee dan Raya-ku ibarat membandingkan antara Cinta Laura dengan Rima Melati. Yang satu masih “kinyis-kinyis” sedangkan satunya sudah “nenek-nenek” (meskipun masih genit).
Setelah mengobrol beberapa menit Mas Erfee sudah dipersilakan Agen Nu3 untuk segera naik bisnya. Dan…. suara 1525 Manhattan View pun berlalu.
Sementara itu nun disana di bagian Timur kota Jakarta kutahu salah seorang dedengkot Caper milis kita bernama mas Didik Edhi hari itu juga berangkat dengan Nu3 Scania ke “Negara Asal”nya. Oleh karena itu pantaslah kujuluki Caperku kali ini dengan Raya diantara Dua Nusantara (Nu3-nya Mas Erfee dan Nu3-nya Mas Didik Edhi) karena Mas Erfee berangkat duluan daripada aku, sementara Nu3 yang dinaiki mas Edhi berangkat di belakangku
Menjelang pukul 16.30 aku kembali masuk ke dalam bis yang mulai dipenuhi penumpang. Dari wajah-wajah yg kuperhatikan, penumpang bis ku ini tak ada yg berusia 40 tahun ke bawah. Bahkan mayoritas “Over Sex” (over seket / diatas 50 th) … Wwoouww… Raya bener-bener selera Manula…… !!!

Akhirnya dilepas oleh Aditsub ditemani rintik hujan gerimis AD 1615 EG kode lambung (tapi ditempel di kaca) no 33 tepat jam 17.40 take off dari LB bersamaan dengan Madjoe Utama Mits RM dan Haryanto Kuning Silver 1525.
Bebarapa detik setelah masuk toll Pondok Pinang langsung disalip Agramas Built Up. Namun karena saya duduk di bangku single agak belakang, dari suara mesin terdengar bahwa bis Raya ini enteng tarikannya.  Tapi…… Driver ke 1 “…woouww sudah Sepuh juga bo…!!” (Sudah pasti Over Sex juga). Lengkap sudah perpaduan symphonie yang harmonis nostalgia bersama…. Bis Tua…, Penumpang Tua-Tua dan Driver yang Tua (sudah ompong lagi)

Lewat dpn kantorku di Ratu Prabu jalan TB Simatupang terlihat kemacetan total. Dalam hati aku berkata ….“Untung… demi turing hari ini aku gak ngantor. Kalau ngantor bisa telat aku sampai ke Lebak Bulus. Bila sudah macet seperti itu tidak jarang keluar dari gedung parkir ke jalan raya bisa 2 jam kalo lagi macet parah”.

Sebelum bambu apus si Bapak Tua mulai unjuk gigi (nya yang ompong he he he…) dengan mentake over Gapuraning Rahayu dan Sinar Jaya yg sedang berjalan lemah gemulai. Sementara Haryanto sdh tak terlihat lagi.

Menjelang masuk Cikunir bisku disalip MGI (Bandung – depok) RG dan Shantika warna Kunyit 1521 AirSus. Selepas Cikunir kemacetan panjang menghadang sejak KM 19. Sebelumnya Mas Erfee sdh mengingatkan saya via sms bahwa dia juga terjebak kemacetan lama di daerah tersebut.

Lolos dari kemacetan bisku sempat barengan dengan Nu3 1525 Setra Selempang. Hebatnya Raya-ku berhasil membututi Nu3 tersebut dan berlanjut hingga Ciasem. Berita ini kukabarkan via sms ke mas Didik Edhi yg naik Nu3 di belakang saya “Bisku sejak dari km 19 toll skrg nginthil di belakang Nu3 1525 Setra lampu smile he he he..”

Mas Edhi penasaran Nu3 yang mana yang dibuntuti Rayaku. Mas Edhi yang hapal betul soal Nu3 langsung menebak via sms” Saya tebak ,kode hs nya kl ga 172,188,205 ya 206.hehe…kl benar,itu eks ns 39 yg skrg didowngrade Pak” begitu bunyi sms nya. Sayang sekali Rayaku tidak bisa mengejar dan aku hanya bisa memandang dari jarak sekitar 50 meter di belakangnya.

Tak lama Mas Erfee ganti sms aku dan mengabarkan bisnya sedang fight dengan bis-bis lain. Tak mau kalah Pak Tua Driver 1 pun sedang sibuk fight dengan bis lain.  Aku angkat HP dan mulai mengetik me-reply sms Mas Erfee “Sama nih Bisku lagi fight sama SA “Alex” dan MJ “Johny Walker MD 034 nih. Si SA agak ngeyel, ga mau disalip…..”sayangnya fight tidak berlanjut karena bisku keburu masuk Pit Stop di Markoni.

Keluar dari Markoni sekitar jam 21.00 langsung disalip PK MB Old Travego. Hanya dalam hitungan detik si Tua berbekal dapur pacu MB King dengan Driver 2 (agak lebih muda dikit dari Driver 1) berhasil menaklukkan kembali si blue ocean berbekal mesin MB jua dari sebelah kiri.

Selepas Taman Sari terlihat ada 1 Scania Nu3 baru perpal (lampu dalamnya masih nyala tapi penumpang sudah kosong). Berita itupun kukabarkan lagi via sms ke mas Edhi dan dijawab olehnya : “Wah,nakut2in nih Pak Didik,takut nular.ns 19 ini jg ngeri,srasa transmisinya mau rontok.haha..saya baru mau masuk taman sari ini Pak” secara sejak brgkt dari RM mas Edhi sdh cerita kalo Nu3 HS19 yang dinaikinya bermasalah dengan transmisinya.

Setelah itu di depan terlihat Sumber Alam dan ada Nu3 Scania. Tak lupa kukabarkan lagi kepada mas Edhi :  “Sekarang lagi nguntit Nu3 Scania lampu pistol. Ga ada tulisan HS nya di body belakang”.

Diapun penasaran dan kirim sms balasan:  “Wah…scania mana lg ya?coba Pak,kl raya bisa nyalip,lihat kode ns nya.bisa ngga ya?hehe…”
Langsung saja saya jawab : “Mana bisa nyalip ???, ngekor aja sdh untung. Posisi Scania itu skrg kurang lebih ada 50 meter di depan”

Posisi membayang-bayangngi Nu3 Scania dari jarak 50 meteran berlangsung cukup lama, tapi ketika ada rombongan truk Rayaku salah posisi ketika hendak menyalip dari kanan tiba- tiba truk di depannya melambat. Tak menyia-nyiakan kesempatan dua rombongan Muji Jaya langsung mentake over bisku dan menyalip Sumber Alam yang ada didepankun. Alhasil Rayaku tinggal bertango bersama SA Hino AK “Malola” membuntuti dua rombongan MJ. Beberapa saat kemudian Rayaku dan SA “Malola” berhasil memperdaya SA yg lain.

Perpaduan harmonis Bis Tua, Sopir Tua dan Penumpang Tua, ditambah lagi dengan suasana senyap, lampu remang-remang, AC sejuk, suspensi empuk yang meliuk-liuk dan seat lebar selebar dan seempuk kasur, tak alasan apapun yang bisa menahan mataku untuk terpejam. Kuperhatikan kanan – kiri, depan – belakang para Bismania (Raya Mania) sepuh – sepuh di dalam bisku sudah terbuai dalam alam mimpi melanglang buana entah ke dunia mana.
Dari beberapa obrolan dengan para Manula tersebut, rupanya beliau-beliau ini mayoritas adalah Bismania (tepatnya Raya Mania) sejati. Karena sangat sering turing dengan bis (khusunya Raya). Saya sempat dengar sendiri beberapa diantara mereka sudah pesan tiket untuk balik lagi ke Jakarta 3 hari lagi, 5 hari lagi dan lain-lain. Bahkan ada yang meskipun sudah sepuh, sebulan bisa 4 kali naik Raya. Hanya sayangnya beliau – beliau ini belum ada yang memprovokasi supaya jadi “Dewan Penasehat” BMC (mendampingi Mas Harsono) dan belum ada yang mengajari untuk membuat Caper. Kapan-kapan Mas Didik Edhi perlu diajak naik Raya untuk membujuk para Manula itu untuk rajin membuat Caper, bahkan bila perlu dibuat Lomba Caper Kelompok Umur 50 Tahun ke atas, hadiahnya cukup Bantal dan Sarung …. he…. he…. he…..he….
Selama perjalanan dari Cirebon ke Semarang hampir tak ada penumpang yang melek termasuk diriku (meskipun sesekali terbangun), hanya ada satu kakek-kakek yang duduk di depan karena mungkin (mudah-mudahan saja tidak) mulai terganggu prostatnya, beberapa kali ke Toilet melewati samping bangkuku. Akupun juga beberapa kali ke toilet karena setiap turing saya selalu minum air putih sebanyak-banyaknya. Kesanku…., Raya sangat memperhatikan perawatan. Toiletnyapun sangat bersih dan airnya banyak. Tidak ada bau pesing atau busuk khas toilet-toilet bis yang lain. Bila kau bandingkan naik OBL SE ke Yogya dulu, ketika lepas dari istirahat kedua di Sendang Wungu toiletnya sudah tidak ada airnya lagi. Bau busukpun sampai menembus ke dalam interior bis dan cukup mengganggu. Tapi di Raya Tua ini Alhamdulillah Aroma tak sedap itu tak sampai tercium ke indera penciuman penumpangnya.
Masuk toll Krapyak Semarang terbangun. Aku saksikan bagaimana Raya menaklukkan SSM (Sindoro Satria Mas) Pink Kinyis-Kinyis ditanjakan. Yang kebayang kali ini adalah Rima Melati sedang balapan lari melawan Nikita Willy dan dimenangkan oleh Rima Melati. Mungkin si Rima lebih sering Work Out ketimbang Nikita yang cuman lebih rajin dugem….he he he…….
Dari peristiwa itu kesimpulanku bertambah bahwa bagaimanapun juga XBC pasti keteter ditanjakan meskipun hanya melawan seekor King Tua

Singkat cerita jam 5.30 mendarat di Tirtonadi bareng KD dari Bandung disusul KD AC Ekonomi, OBL Neoplan, Gunung Mulia, Handoyo dan lain-lain. Surprise juga Rayaku ternyata mampu sampai Solo sebelum jam 06.00, padahal sebelumnya sempat pesimis melihat kepadatan lalu lintas sejak keluar dari Lb Bulus – Cirebon.

Setelah turun dari bis, kedatanganku di Tirtonadi Solo langsung kukabarkan ke Mas Edhi yang saat itu masih sampai Pati dan Mas Erfee yg sdh sampe di rumah sejak Jam 01.36.
Ritual rutin setiap di Terminal Solo aku lakukan. Masuk ke Warung pesan Teh Panas dan Nasi Rames + Gudeg dan Telor Dadar. “Hhhmmmmm….. Nikmatnya……” Setelah itu nitip tas di Depot itu dan menuju ke Toilet untuk “un-loading”, cuci muka dan gosok gigi.

Setelah beristirahat kurang lebih sejam, jam 6.30 Patas Eka RG ex Genesia made over New Marco S 7116 US sudah menunggu untuk membawaku menuju Nganjuk. Untung saja agak telat sebab kalau maju setengah jam maka akan dapat Eka MB Adi Putro yang dulu kunaiki.

Ciri yg paling gampang menengenali armada ini eks Genesia adalan posisi bangku yg “tenggelam” dibanding kaca samping. Sehingga hanya separo kepala yg bisa melihat keluar / terlihat dr luar. Aku jadi ingat Anak pertamaku dulu ketika masih TK pernah protes naik Eka Genesia karena tidak bisa leluasa melihat keluar.
Perjalanan dengan Patas Eka lumayan ngejoss…., biarpun begitu bis Patas selalu punya etika mempersilakan bumel (ATB atau Ekonomi) untuk menyalip ketika sudah menempel di belakang / minta jalan. Alhasil Mira ATB, SK ATB, SK Ekonomi sempat mendahului Patas Ekaku meskipun kemudian mereka kesalip lagi pada saat menaikkan atau menurunkan penumpang di jalan dan saling silih berganti di depan hingga akhirnya aku sampai kota kelahiranku di Nganjuk.
Setelah melepas kangen dengan Bapakku, kemudian berziarah ke Almarhum Ibuku, ditengah guyuran hujan deras sekitar pukul 14.00 siang aku pergi ke terminal Nganjuk.
Aku sengaja tidak masuk terminal tetapi hanya berdiri di depan terminal untuk menyetop bis Patas Eka tujuan Surabaya (karena kalau mau naik bis Patas ke Surabaya dari Nganjuk harus nyetop dari luar terminal). Sekitar 10 menit dibawah payung yang diterpa guyuran hujan deras akhirnya Patas Eka bernopol S 7199 US, salah satu dari 7 unit Hyundai baru yang dimiliki Eka lewat. “Alhamdulillah……”kataku dalam hati. “Akhirnya bisa juga menikmati Hyundai ini”
Interior Hyundai ini masih sangat bersih, body AP New Marco yang disandangnya masih terasa sangat baru, suasana di dalam interior sangat hening dan seatnya kebetulan bermerk Aldilla, seat favoritku. Sehingga menaiki bis itu terkesan sangat nyaman.
Sempat berbincang dengan Driver dan Keneknya bahwa Hyundai itu sangat nyaman cuman kalah dalam soal speed melawan RG atau RK.
Memang benar, kesan saya Hyundai Patas Eka suspensinya lembut bahkan lebih lembut dibanding RG, apalagi dibanding RK8.
Cukup sekian dulu Caper Kali ini
Salam,
Didik
08111495358

Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

4 Comments

  1. Yeremia
    yeremia /

    Caper yg bagus,bahasanya enak Pak.
    Saya suka karena bukan hanya sekedar bahas tTg kecepatan&kebaruan,tapi disini dibahas tTg perawatan&pelayanan prima PO Raya.
    Salam
    Yeremia Adi Prabawa
    085640505919

  2. handoko /

    slm knal mas,aq ex driver Raya mlm angkatan 1 1983 dng MB OF1113 AD 2556 BG,policy jrgane Raya ya itu konvensional & trus setia dng Laksana dr awal bk mlm thn tsb hingga hr ini hny menang pas kluar MB OH 1984 dpt lelangan seat ex DC10 dr Garuda bersama dng Muncul ttp beliau tdk jd dipakai mk melengganglah Raya dng seat tsb unt merebut pnmpang2 yg ingin kenyamanan dmkian mas sejarahe,slm st jw

  3. HARIYANTO217
    hariyanto217 /

    RAYA MEMANG “MAK NYOSS” BIAR TUA TAPI TETEP NYAMAN. SAYA SELALU NAIK RAYA BIG TOP SOLO-JAKARTA. NYAMAN BUAT TIDUR…

  4. Andy Renoventz
    andyjr21 /

    wah.. abis ngebaca caper mas..

    ane jadi kangen naik RAYA lagi..

    karena dari kecil saya naik raya mas..

    nyaman bis nya.. Tua-tua keladi tuh bus..hhehe..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;