Sebuah Pelajaran Hidup

Penghilang stress

Pak Sidik

Pak Sidik

Awal tahun 2010 bukanlah awal tahun yang bagus buat saya,begitu banyak masalah yang melanda,mulai dari masalah keuangan yang memburuk,IPK yang blum juga mau naik,serta beberapa masalah yang banyak menguras pikiran saya.ouugghhh….bener” awal tahun yang buruk…
maka begitu senangnya saya ketika orangtua saya berujar ingin mengunjungi sanak saudaranya di Jawa Timur,untuk mengundang mereka agar datang ke pernikahan mbak saya April besok,saya dengan semangat mengajukan diri agar ikut k jatim dengan alasan agar bisa menyupiri bapak keliling Jatim,karna memang sanak saudara yang akan d kunjungi tersebar di beberapa kota d jatim,kan lumayan,bisa turing atas biaya babe,hehehe…
eh ndilalah alasan spontan ini langsung di acc saya bapak..
wah tapi pikiran saya blum tenang,coz bapak neh bukan seorng yang doyan kebut”an d jalan,pasti nanti milih naek kreta bapakq ini..
eh bener juga,bapak maunya naek kreta,saya menolak dengan halus,minta mentahannya saja,“aq ta numpak bis ae pak..“ujarq..
lagi” d iyakan oleh bapak,tapi dengan konsekwensi,oleh” yang akan d bawa untuk sanak family d jatim,aq yang bawa..
hmmm…gmn y??y ndak papalah,paling beberapa kardus buah”an,maklum babe kuli d pasar induk,jadi oleh”nya gak jauh dari buah”an,hehehe..
mulai dari situ mencari info tentang bis apa yang akan saya naiki,setelah chat dengan MR Turing,mas didik,saya penasaran ingin mencoba RosIn SE tujuan madiun,karna tujuan akhir saya jombang,gampanglah,dari madiun bumelnya banter” koq..
mulai deh sms beberpa “Ahlinya” RosIn,mas prima dan mas taufik,dapet kesimpulan RosIn SE yang banter” bernomor lambung 313-317,jatah Rawamangun,jumat pagi kontek agen RosIn sana-sini,di tanya nomer lambung bis,tidak ada yang bisa memberikan jawaban pasti,karna nomer lambung d ketahui pada jam 12 hari keberangkatan,sempat cemas juga seh kalo nanti gak dapet 313 or 317,tapi tiada apalah,inget pesennya mas Didik,bis yang aneh” pasti dapet pengalaman yang berbeda pula,

Pak Titus dan Mas Supri

Pak Titus dan Mas Supri

Setelah beres” bada’ jum’atan,oleh” pesenan bapak juga sudah datang,berangkatlah menuju RM,langsung k agen RosIn,mbayar dan d tulis nomer lambung.253,syittt..
ndak jadi dapet 313 or 317,waduh piye iki,tak apalah,masih positive thingking aja,mudah”bis nya banter..
gak lama muncul bis RosIn SE 253,lampu smile,tapi ndak tw karoserie apa,maklum,bmc junior,hehe…
kedua driver turun beserta asistennya,wah. ramah” crewnya…
setelah menaruh barang d bagasi,langusng kutuju seat nomer 5,di sampingq bapak” berbadan besar berjaket kulit menaruh mata curiga pada saya,saya berikan senyum d bales acuh ta acuh oleh beliau,walah lek ngene carane isok sumpek teko mediun ini…
saya turun,meminta pada asisten driver untuk pindah saja k kursi CD,lah wah wong ini turing penghilang strees,kalo bareng bapak tadi ya malah tambah streess saya,haha,,,
di iyakan oleh asisten tersebut,bangku seat 5 saya d isi oleh langganan yang sudah d tunggu”..
saya kembali k bangku no 5,untuk mengambil minuman yang menemai perjalanan saya,bapak yang tadi memang bener” bukan tipikal orang yang ramah pada sesama,terbukti,bungkusan plastik saya morat-marit jatuh d pinggirnya pun dia acuhkan,tdak memperdulikan orang lain,pandangannya itu loh yang bikin saya empet ,penuh dengan curiga,ckckckck..ngene iki loh seng nggarai indonesia ra maju”..

It’s showtime…

Kabin Rosin SE 253

Kabin Rosin SE 253

Pukul 15.30 bis berangkat perlahan keluar RM,dengan driver 1 pak Titus,nama yang agak aneh menurut saya,hehe..
saya memperkenalkan diri dari bismania,beliau begitu semangat ngerti saya seorang bismania,serta menyebutkan nama” langganan beliau dari solo dan sekitanya,yang juga seorang bsimania.
masuk tol dalam kota langsung jozz,jalur kanan gak dapet langsung banting kiri.wes karakter loss solar tenan..
liat spion kanan,dari belakang d dim trus oleh PK proteus MB1525 gak tahu jur mana,kalah spek 253 ngalah memberikan jalan,wusss… saya liat sebentar k arah PK,d kursi tengah nampak pria berpostur besar memaki jaket kulit,spertinya ini Polisi Militer yang d bicarakan mas didik beberapa wajtu silam..
“bis’e ganteng yo mas???”ujar pak Titus kepada saya.
“iyo,banter pisan”,jawabku.
setelah itu pak Titus bercerita panjang lebar tentang pengalaman beliau d RosIn,ternyata bis yang d gunkan ini sudah d modif oleh mekanik dari RosIn,jadi walaupun bis lama,tahun 2000,tarikannya masih lumayan,suspensinyapun masih empuk.beliau berujar paling seneng kalo megang Hino,banter” katanya,tapi y gtu,suspensinya keras..
dan mengapa 253 yang melayani rute ini,karna 313 dan 317 d buat parwis k bali,253 sebenarnya adalah jatah bogor,sementara SE bogor di tiadakan.
keluat Tol cikampek tidak ada yang spesial,hanya sebelum rumah makan sempet mengekor d belakang Garuda mas Markoplo yang sedang kerjar”an dengan Primajasa Parwis,Garuda mas buanter tenan,primajasa pun kewalahan mengejar sang burung..
tiba d rumah makan RosIn,langsung terbayang cerita teman” yang begtu puas dengan pelayanan rumah makan RosIn ini..
kulihat jam 5 kurang,masih sempat untuk sholat ashar,maka kuputuskan sholat dulu baru makan..

Menu Rosin SE

Menu Rosin SE

setelah sholat langsung kutuju service makan class SE,ealah..agak kecewa,karna hidangan yang di sediakan sangat minimalis,hanya sayur sop emping,perkedel,serta Lele,sambel plus kerupukz…
jahhhh….
SE koq iwak Lele,gak mbois blazzz..
yah mungkin kandungan proteinnya banyak,pi untuk service makan,baru kali ini saya d suguhkan ikan lele,tanpa merendahkan ikan Lele tersebut,untuk class SE,saya rasa kurang begitu istimewa dan kurang pantas,di dukung saya yang tidak begitu suka Lele,apalagi Lele yang d hidangkan adem ayem,haduuuu..
wes makan saja,daripada kelaparan d jalan,bagusnya disini minuman serta sebuah puding untuk cuci mulut gak usah d ambil penumpang,d antarkan oleh pelayannya.
pelanyannya ramah,tetapi y itu tadi,mosok iwak Lele,hehe..
yang class d bawah SE dapet apa y??

Tambah Stress…

Akibat Laka

Akibat Laka

Setelah agak kecewa dengan hidangan yang d berikan,jam 7 kurang bis 253 inipun melanjutkan perjalanannya,dirver kedua d pegang oleh Pak Sidik,orangnya ramah,gak jauh beda sama pak Titus tadi,beberpa kilo setelah RM RosIn,terdapat pasar,ada truk d lajur kanan,pak Sidik inisiatif ambil kiri,ternyata ada angkot,berhenti sebentar,kemudian,bruakkkk….
terdengar bunyi benda keras menabrak bagian belakang bis,spontan kulihat kaca spion sebelah kiri,dua orang pria jatuh tersungkur berserta sepeda motornya,“opo kuwi pri?!” tanya pak Sidik pada asisten driver, langsung kujawab”di tabrak sepeda motor pak”
walah,raut wajah mas Supri dan pak Sidik langusng kecut,syitttttt..cobaan opo maneh iki…
di depan sudah ada beberapa warga yang menghalangi laju bis,meminta bis untuk berhenti,saya beserta mas supri langsung keluar menuju TKP di susul beberapa penumpang dan pak Titus dari pintu belakang..
terdapat 2 anak muda yang terkapar,berserta motor yang ringsek serta body belakang bus yang penyok,warga tanpa d komando sudah berkumpul d TKP korban langsung d bawa menuju puskesmas terdekat,sementara saya dan mas supri berdebat sebentar dengan warga sekitar..

Motor Laka

Motor Laka

disini yang jelas” salah adalah motornya,karna jarak waktu ketika Pak Sidik mengerem dengan sebelum d tabrak sekitar5-7 detik,jadi motor dengan kecepatan tinggi,tapi tidak mempunyai waktu untuk mengerem,warga terpecah jadi 2 kubu,satu pihak mengangap bis yang benar motor yang salah,d pihak lain mengangaap memang motor yang salah,tapi karna bis yang besar maka bis yang harus bertanggung jawab,hollysyiittt..
tidak lama petugas polisi pun datang,meminta sim dan stnk bis,saya salut dengan pak Sidik yang tetap tegar menghadapi situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya tersebut,setelah itu,bis d arahkan kembali puter balik menuju polsek sukra,indramayu..
bis terparkir d depan polsek sukar,indramayu,sesekali bis RosIn yang lain akan menepi tetapi d suruh lanjut oleh crew..
crew mennghubungi pengurus wilayah indaramayu,tetapi sang pengurus masih mudik k solo,akhirnya yang datang sang kepala RM RosIN.
saya dan juga penumpang lainya sangat kecewa dengan pengurus RosIn ini,kejadian jam 7 pengurus baru datang jam 8 kurang,padahal jarak polsek dan RM tidak jauh,hanya 1km’an,bener” payah..
dan lagi sang pengurus belum terbiasa menangani kasus laka seperti ini,jadi yang plonga-plongo di polsek,hal itu diamini sendiri oleh pak Titus dan mas Supri,“lah koq wong iki seng teko,wong iki ngertine sesuk iwak opo,sayur opo” ujar pak Titus..
beberapa penumpang sudah banyak yang mengeluh,karna sudah 1 jam menunggu tanpa jawaban yang pasti,saya hanya diam,rasanya tak pantas saya mengeluh pada crew,karna mereka juga korban..
kupasang headset,kunyalakan musik,sejenak santai dari perdebatan antara penumpang dengan polisi serta pengurus RosIn..

Hadapi dengan senyuman
Semua yang terjadi
Biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa
Semua… kan baik baik saja

Bila ketetapan tuhan
Sudah ditetapkan
Tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah
Dan takkan bisa berubah

Relakanlah saja ini
Bahwa semua yang terbaik
Terbaik untuk kita semua
Menyerahlah untuk menang

lagu dari Dewa 19 menemaniku mencoba tegar dalam perjalanan ini,perjalanan yang niatnya menghilangkan stress dari berbagai masalah eh malah menambahi masalah.hujan turun dengan derasnya,membuat penumpang yang d polsek tidak bisa kembali dalam bis,yang akhirnya malah menambah bahan perdebatan d antara mereka.
dengan cuek kulihat TV yang berada dalam polsek,tanpa memperdulikan keluhan” penumpang serta penjelasan bertele” ala polisi yang tak masuk d akal..
terdengar kabar dari puskesmas,bahwa kedua korban tidak terluka parah,hanya tangan salah satu korban mengalami retak ringan,oleh polisi korban d bawa k polsek untuk membuat surat perjanjian dengan pak Sidik selaku supir bis,agar tidak menuntut..
herannya lagi yang nabrak malah meminta ganti rugi,yaitu biaya rumah saiki 150rb dan perbaikan motor 100rb,dan yang paling membuatq heran,sang penegak keadilan meminta uang sebesar 500rb untuk biaya perkaran,cokz..
wes gak mau berkomentar saya tentang yang ini,saya merasa iba sekali dengan pak Sidik,ternyata bila bis laka,maka supir tersebut yang bertanggung jawab,blum lagi biaya untuk memperbaiki body bis yang penyok..
pukul 9 lewat urusan beres,langsung tancap gas menuju madiun.2jam lebih tersita waktu d polsek,membuat capek yang akhirnya langsung membuat aq tertidur pulas d kursi cd ini..
bangun sudah d RM Sari Rasa Gringsing,saya kira dapat jatah makan lagi,tapi melihat tiket d tangan sudah tidak ada lagi kupon makan,ternyata hanya istirahat non service serta kontrol.
begitu turun dari bis,pak sidik menyuruh saya makan kemudian dari belakang cengkraman erat tangan pak Titus menarik saya,”ayo mas gandie,mangan”ajaknya,ternyata pas Titus& pak Sidik mengajak saya makan d ruang crew,saya tolak dengan halusdengan berkilah mau sholat dulu,padahal seh aselinya mau,hehee..
bener” crew bis yang ramah,blum pernah saya bertemu dengan crew bis seramah ini
jam 3 kurang bis berangkat menuju solo,dirver d pegang pak Titus kembali..
terlelap tidur,bangun d semarang menurunkan penumpang,tidur lagi,bangun menurunkan penumpang lagi d solo langsung tancap gas menuju pool palur,sampe pool palur menurunkan paket,trus menuju pom bensin RosIn.’
ternyata seluruh armada RosIn yang melewati palur harus mengisi solar disni.setelah fuel langsung menuju Madiun,pak Sidik kembali memegang kemudi.

Sebuah Pelajaran Hidup
Saya salut dengan pak Sidik ini,sedikitpun tidak ngedumel walaupun semalam terkena musibah,dan saya hitung biaya yang harus d keluarkan untuk mengganti laka semalam mencapai 750rb,angka yang cukup besar bagi seorang driver bis malam.tetapi semua itu tidak membuat pak Sidik melayani dengan separo hati,beliau tetap tersenyum,menjawab beberapa pertanyaan saya sekitar pengalamannya mengendarai bis,berkeluh kesah tentang peremajaan bis yang kurang d RosIn,tentang tanggung jawab supir yang di rasa berat,dan juga tentang service makan yang menunya Lele,hahaha..
ternyata beliau pun tidak setuju dengan menu yang di rasa kurang pantas untuk bis berlabel Class SE tersebut,tentu saja keluhan tersebut d sampaikan dengan senyum yang khas,bener” ramah pak Sidik ini..
bahkan beliau menawarkan,apabila ingin k madiun,beli tiket k solo saja,bilang saja bismania,nanti turun d madiun gpp,hehe..
sampe di Ngawi pak Titus turun,ingin pulang k rumah dulu katanya perjalanan d lanjutkan k madiun dengan sisi 3 penumpang,sebelum sampe terminal madiun pak Sidik menawarkan agar saya beristirahat dulu d rumahnya yang tidak terlalu jauh dari terminal,saya tolak dengan halus karna sudah d tunggu paman saya di Mojoagung.
jam 9 tepat sampe di Madiun,setelah mengucapkan banyak” trima kasih pada pak Sidik dan mas Supri,saya bergegas menuju pemberangkatan bumel,penginnya nek Mira ATB dapetnya SK,ya sudahlah,ndak papa..
naek paling belakang,langsung tertidur pulas,jam 11 tiba d Mojoangung.dimana sudah menungu paman saya dengan setia.

Sekian Caper kali ini,perjalanan paling berkesan seumur hidup saya,saya tidak hanya dapat bis nyaman dan crew yang ramah,lebih dari itu,saya dapat belajar atas segala permasalahan hidup yang baru saya hadapi,bukan dari buku,dosen or lainya,melainkan dari seorang supir bis,yang kadang d anggap remeh sebagian dari kita.

special thx to crew RosIn SE 253,mas Supri,pak Titus,pak Sidik
mas Prima& mas Taufik atas infonya,serta mas Didik atas masukannya.

maju terus penggemar bis indonesia

salam,
gandie fananie
quro_menthem@…

Comments

  1. terimakasih udah dibuatin capernya,,kayaknya spion 253 udah diganti sm yg baru neh….

  2. wah..salut saya dg ketegaran pak siddik..hal ini bisa menjadi pengetahuan bagi kita tentang hal semacam ini…

    salam dari padang – bmc sumatra

  3. Wah salut buat crew ROSIN 253. Semoga bisa menjadi contoh bagi crew-crew yang lain……..

  4. mantep capernya mas…

  5. suatu kisah yg menarik..pst nya berkesan bgt..

  6. siiippp……

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.