Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Mungin judul tulisan di atas terlalu berlebihan, tetapi ngak apalah, ini memang catatan perjalanan perdana yang mengulas bagaimana rasanya berbis ria. Mungkin sebenarnya tidaklah aneh orang naik bis, tetapi yang aneh sebenarnya adalah memuatnya dalam sebuah tulisan atau jurney … heheheheheeee ….
Alasan kuat untuk menceritakan ini karena memang Akoe baru bergabung dalam kelompok Bis Mania Community, dan tidaklah salah tentunya untuk memuat tulisan perjalanan dengan bis bagi seorang yang bergabung ke dalam Bis Mania Community;-) )
Cerita ini diawali dengan melihat kalender, yaaa … ternyata di akhir bulan Maret 2012 ini ada tanggal merahnya di hari Jumat lagi. Long Weekend jadinya, libur 3 hari yang tentunya sangat sayang dilewatkan. Sudah jauh-jauh hari libur kali ini berencana untuk mudik ke kampung halaman di Jepara. Tetapi karena kesibukan, Akoe baru pesan tiket di hari Rabunya tanggal 21 Maret 2012 untuk pemberangkatan bis tanggal 22 Maret 2012 di hari Kamis. Tiket yang di pesan adalah tiket Bis Shantika jurusan Merak-Jepara, ini merupakan kedua kali perjalanan ke kampung halaman menggunakan bis Shantika karena memang trayek bis ini baru dibuka untuk Jurusan Merak-Jepara.
Singkat cerita, dengan harga sebesar Rp170.000,- (seratus tujuh puluh ribu rupiah) per orang tiket Bis Shantika Akoe peroleh. Karena pesannya sudah mepet untuk keesokan harinya, kursinya dapet yang di belakang, ngak apa-apa daripada tidak sama sekali ….. :-)
22 Maret 2012 15.45 WIB Akoe sampai di agen pemberangkatan Bis Shantika di daerah Pakupatan Serang, dekat dengan Kampus UNTIRTA Serang, dan tak lama kemudian bis pun berangkat menuju Serang Timur untuk mengambil penumpang lainnya, bis sempat berhenti di daerah Kragilan terus di Cikande. Ternyata penumpang dari sini sebagian besar naiknya, sekitar jam 18.00 WIB bis pun berangkat dan masuk tol Merak-Jakarta lewat pintu Tol Ciujung. Ohya, sebelum berangkat tadi di Pakupatan ada pengecekan tiket dengan menyobek tiket yang berwarna kuning, ini merupakan ceking untuk agen, dan pada saat pemberangkatan di Ciujung tiket kembali dicek oleh kru bis dengan menyobek lembar tiket yang berwarna merah, jadi tiket yang diterima sebenarnya ada 3 rangkap, putih – merah – kuning.
Sehubungan dengan libur panjang, mulai dari pintu gerbang Cikupa, terus di tol dalam kota Jakarta perjalanan sangat lambat sekali, macet, macet, dan maceeeett …. tapi mau gimana lagi, dinikmati sajaaahhh …. ;-/
Terjadi insiden yang tidak menyenangkan di daerah Bekasi (Akoe lupa kilometer berapa), ini Akoe ketahui setelah ngobrol-ngobrol dengan kru bis pada saat istirahat untuk Sholat Subuh di Pekalongan. Ternyata bis dilempari dengan anak-anak punk (demikian cerita dari kru bis) dan bis pun berhenti untuk melihat kondisi, sedangkan kru bis sempat akan mengejar anak-anak tersebut tetapi tidak berhasil karena mereka sudah ngibriiiit duluan melihat bis berhenti, kata kru bis bila tuch anak dapet akan dimasukkan ke bagasi bis dan dibawa sampai Jepara …. hehehehheeeeee ….. Untung tidak kena kaca katanya, dan kondisi bis baik-baik saja hanya terlihat bekas lemparan baru pada bodi bis, dan perjalanan pun di lanjutkan dengan masih bermacet ria ….
Sekitar jam 24.00 WIB tengah malem, akhirnya bis berhenti untuk istirahat dan makan bagi seluruh penumpang. Rumah Makan Barokah Indah di daerah Sukra Indramayu kami penumpang turun dan makan malam dengan menu yang telah tersaji, dengan menunjukkan tiket dan petugas rumah makan menyobek lembaran tiket makan. Menu makan cukup dengan ayam goreng sepotong, tumis kacang panjang, dan sop, ditemani dengan kerupuk dan teh manis sudah dapat mengganjel perut lapar ini. Setelah makan, Akoe lanjutkan dengan Sholat Magrib dan Isa secara Jama’. Seharusnya bis sudah sampai di rumah makan ini bila tidak terjadi kemacetan sekitar jam 22.00 WIB.
Satu jam lamanya bis berhenti, jam 01.00 WIB lebih bis kembali melanjutkan perjalanan. Arus lalu lintas lancar walau padat, bersaing dengan bis-bis lain, truk-truk besar, dan kendaraan kecil-kecil yang pada mau mudik jugaa ….
05.30 WIB bis kembali berhenti di daerah Pekalongan dan kru bis pengumuman untuk yang akan menunaikan Sholat Subuh disini, dan memang bis berhenti di depan Masjid. Setelah menunaikan Sholat Subuh, ternyata tidak kami saja yang berhenti, ada bis Shantika lain yang ikutan berhenti, dan bak ada gula ada semut, para pedagang baju batik pekalongan pada berdatangan menghampiri kami dengan menawarkan berbagai macam baju batik, Akoe dengar dan lihat baju-baju tersebut ditawarkan berbagai macam harga, ada yang Rp10.000,- sampai Rp25.000,- untuk anak-anak, dan Rp25.000,- sampai Rp45.000,- untuk dewasa. Tapi karena Akoe tidak berminat, jadi cuma lihat-lihat saja, sedangkan beberapa orang penumpang bis ada yang membeli sebagai oleh-oleh atau untuk dipakai sendiri katanya.
Singkat dan singkat cerita, karena perjalanan sudah pagi dan mentari sudah bersinar dengan cerahnya, makanya perjalanan sedikit terhambat dengan keramaian lalu lintas orang-orang berlalu lalang, sampai di Mayong tempat pemberhentian Akoe untuk turun waktu sudah menunjukkan jam 10.00 WIB …… weleeeh – weleeeeh … siang amat bro nyampainyaaa …. waktu normal biasanya jam 06.00 – 07.00 WIB.
Demikian cerita perjalanan kali ini, ntar-ntar diceritakan lagi. See U nextime ….

Dari Kota: Serang
Jam Berangkat: 16:0
Tujuan Kota: Jepara
Tiba jam: 10:0
P.O: Shantika
Harga Tiket: 170000
Kelas: Eksekutif
Tanggal: 03/22/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Detriman
Ditulis oleh

'Aku sangat hoby dengan traveling.'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;