Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

PO. Haryanto (dok. edhi_nurc)

PO. Haryanto (dok. edhi_nurc)

Sebenarnya ni perjalanan tahun 2008 lalu, tapi berhubung waktu itu aku belum tau bismania, jadi baru bisa cerita sekarang. Mumpung catatannya juga masih ada. Hehehe… (mohon maaf sebelumnya kalau tidak ada fotonya).

H-1 jam 9 pagi aku bergegas ke agen Haryanto di samping terminal Tayu, sengaja pesen tiket lebih awal biar bisa dapat seat depan. Tapi 2 seat di belakang sopir udah di booking duluan, akhirnya dapat seat no 1 belakang pak kernet. Bayar 90 ribu, dapat snack plus makan satu kali.

Hari H, tepatnya Jumat 24 juli 2008 jam 15.10 aku dah sampai agen di dekat terminal Tayu. Terlihat disana Muji jaya K 1463 AC, Nu3tara scania NS 71 K 1450 BB, dan Dewi Sri Asri H 2667 AE. Segera aku ngasih tiket untuk dapatin no bus yang akan aku naiki. Dapat bus nopol B 7989 IG. Iseng aku melihat denah tempat duduk dan nama-nama penumpangnya. Ya kali aja seat di sebelahku yang ngisi cewek. Hehehehe…

Ternyata itu bus kelas VIP dengan jumlah seat 44 plus toilet. Waduh aku gak bsa bayangin sempitnya kayak apa ini nanti? Kemudian aku tanya ke petugas agen, “mas ni bener busnya 44 seat? Jarak bangkunya agak sempit donk”, trus jawabnya, “wah saya kurang tau mas, coba kamu cek. Busnya udah datang koq, tu di pintu keluar terminal”. “oh ya udah, aku kesitu dulu ya”, begitu sahutku. Bus itu bermesin mercy OH 1521 berbaju Tri Sakti setra (sekarang udah ganti karoseri Tentrem), dengan lampu smile di depannya. Setelah puas mengamati luar bus aku segera masuk dalam bus buat naruh barang. Lihat interior masih cukup bagus dan terawat. Ada TV 21” merk Sanyo menghiasi bagian atas depan, tapi sayangnya cuma dihidupin sebentar saja. Dan benar memang dari awal seperti dugaanku kalo jarak antar bangku lumayan sempit, tapi untungnya aku duduk di depan. Cuma sayangnya kalo mau ngrebahin jok ya Cuma bisa dikit aja, coz kepentok ama penumpang di belakang. Di dalam bus belum ada penumpang masuk, kemudian aku ngobrol ama kernetnya. Dari obrolan tersebut ternyata bus itu biasa ngeline Lasem-Pulogadung, tapi hari itu di tugaskan ngeline Tayu-Pulogadung. Lagu dari Vagetoz, Dewiq, dan lainnya dari MP3 yang diputar sang kernet mengiringi obrolan kita

Lumayan lama bus tidak segera berjalan, padahal bus lainnya macam Nu3tara, Muji Jaya dan DSA tadi udah jalan duluan. Ternyata bus ini menunggu bus dari Ngablak yang mau ke Bitung, kemudian penumpang dari Ngablak tujuan Pulogadung pindah bus yang dari Tayu, dan penumpang tujuan Bitung dari Tayu naik bus yang dari Ngablak. Sialnya ternyata bus yang dari Ngablak rusak dan masih di bengkel, padahal posisi bus tersebut udah hampir memasuki Tayu. Terpaksa deh nunggu.

Kemudian jam 17.00 bus dari Ngablak datang, nopol B 7979 IG model setra (lupa karoseri apa), berlampu depan smile juga. Gak berapa lama kemudian jam 17.10 bus berangkat beriringan dengan formasi 89 di depan, diikuti 79. Iseng aku sms temanku yang hai itu juga ke Bogor naik Nu3tara dari Juwana, Tanya udah nyampe mana, dijawab udah perjalanan dari Pati ke Kudus. “Wah bisa ketemu gak ya nanti ?”, begitu pikirku.

Sampai pertigaan Sendangrejo ada seorang lagi yang naik, ternyata driver Muji Jaya yang merupakan teman lama driver 89 numpang nyampe Kudus. Kemudian ambil penumpang dari agen Wedarijaksa. Sekitar 10 menit bus berhenti, naikin barang lumayan banyak ke bagasi. Kemudian penumpang terakhir dari agen itu naik, seorang lelaki yang kemudian duduk di seat CD dan terlibat orolan yang sangat akrab dengan driver. Gak berapa lama kemudian lelaki itu pindah ke seat aslinya di belakang. Baru aku ketahui dari obrolanku dengan driver kalo ternyata lelaki tersebut dulunya driver Gajah Asri Raya (GAR), tapi sekarang dia memilih bisnis di Jakarta dan tidak menjadi driver lagi.

Jam 18.00 bus baru nyampai Pati. Gak masuk terminal, tapi langsung ke Kudus. Jam 18.40 bus baru memasuki terminal Kudus, dan driver Muji Jaya tadi turun. Kemudian aku sms temanku kembali, menanyakan keberadaannya, dia jawab busnya baru mau keluar dari terminal kudus. Aku lihat ada 2 bus Nu3tara berjalan beriringan keluar teminal. Nu3tara balon AP setra, dan Nu3tara gambar gedung AP old travego. Ternyata temenku naik yang old travego, katanya tempat duduknya no 3 dari belakang pas di pinggir jendela sebelah kanan.

Jam 18.50 bus berangkat lagi, menjadi Haryanto terakhir yang berangkat, karena Haryanto lainnya udah pada berangkat semua. Sempat ada satu penumpang dari Tayu yang bingung, karena di tiket dia dapat seat no 21, tapi ternyata seat no 21 udah ada yang mengisi. Kemudian oleh petugas checker dia disuruh duduk di sebelahku yang memang kebetulan kosong. Aku bilang sama dia kalo sebenarnya di manifest daftar penumpang dari Tayu seat no 2 ada orangnya atas nama Samidi, tapi dari tadi kosong terus. Kemudian dia menjawab “Lho, itu kan aku”. Ternyata yang di tiket sebenarnya itu tulisan angka 2 tapi ada sedikit coretan, jadinya di kira 21.

Kudus-Semarang gak ada lawan berarti, cuma ngelibas beberapa PK, Selamet, Indonesia dan Bayu Megah. Lainnya hanya ngelibas konvoi truk saja. Nyampai Kaligawe belok kiri, masuk tol. Di tol Jatingaleh ngasapin Sido Rukun dan sebuah bus parwis, tapi menjelang pintu keluar tol di Manyaran ganti Sido Rukun tadi yang ngasapin 89. Sekitar jam 20.30 di jalan lingkar kaliwungu, setelah take over beberapa Raya, Rosin dan 2 PK, ganti 89 nguntit Nu3tara scania, tapi mau nyalip susahnya minta ampun dan akhirnya 89 harus berhenti di SPBU menjelang masuk kota Kendal. Disitu juga ada 1 Haryanto B 7777 IG yang lagi ngisi solar juga. Dari SPBU itu pula aku sempat melihat 2 Haryanto yang lagi berkejaran di jalan raya. Sempat heran juga, tadi di Kudus 89 yang terakhir, tapi kemudian aku punya kesimpulan kalau kemungkinan keduanya tidak lewat tol.

Jam 21.30 nyampai di RM. Bukit Indah. Segera ambil prasmanan dan abis itu sholat. Seusai sholat langsung keluar lihat keadaan di sana. Beberapa Haryanto, Tri Sumber Urip dan Selamet udah siap keluar dari RM, tapi 79 baru masuk. Ternyata 79 ini tadi masih di belakang. Tak berapa lama ada 2 buah Selamet ngikutin masuk juga.

Jam 22.00 perjalanan lanjut lagi dengan driver kedua. Ternyata the 2nd driver lebih joss dari 1st driver. Baru nyampai tanjakan Plelen udah ada Dali Mas, beberapa PK, OBL dan Rosin yang diasapin ama 89. Lanjut lagi nyampai Batang kejar-kejaran dengan Selamet silver. Selamet ini walaupun pakai mesin Mercedes Benz OH 1113 alias prima, tapi larinya masih kencang juga, berkali- kali 89 mau menyalip gak dikasih jalan. Setelah agak lama kemudian Selamet akhirnya mau ngasih jalan juga. Abis ngasapin Selamet di depan ada Langsung Jaya dengan tulisan “BANTEN” di kaca belakangnya, mesin Hino AK asyik lenggak lenggok dengan kecepatan tinggi. Kemudian terlibat race dengan 89. Asli, walaupun busnya kelihatan udah pada karatan sana sini tapi larinya masih kenceng banget. Setelah beberapa lama akhirnya Banten bisa di taklukin. Abis itu lanjut lagi, beberapa bus seperti PK, Tri Sumber Urip, Lorena, Rosin, Santoso, Garuda Mas, Sumber Harapan, Sumber Alam, Raya, GMS, Purwo Widodo, Giri Indah dan Ramayana bisa di asapin tanpa perlawanan berarti.

Sampai Pekalongan mata udah gak bisa di ajak kompromi, akhirnya ketiduran. Bangun udah nyampai Tegal ada Nu3tara mogok di dekat terminal Tegal. Abis itu 89 kejar-kejaran dengan Senja Furnindo dan Gunung Mulia, tapi gak lama kemudian aku ketiduran lagi tanpa mengatahui siapa pemenang race tadi. Zzz….zzzz….

Jam masih nunjukin pukul 01.12 ketika aku terbangun di daerah Indramayu, tetapi baru beberapa detik aku terbangun, tiba-tiba….. braaaakkkkkk…… para penumpang yang sedang terlelap langsung menuju depan bus. Ternyata 89 nyium pantat Rosin AD 1470 xx gara-gara di depan Rosin ada truk berhenti mendadak. Alhasil Rosin bemper belakangnya sebelah pojok kanan patah. Crew dari kedua bus turun dan terlibat pembicaraan serius. Tak berapa lama kemudian bus-bus Rosin lainnya berhenti, 2 Haryanto yang sedari tadi mengikuti juga ikut berhenti. Kemudian masalah di selesaikan di RM. Rosin. Pas berhenti di RM. Rosin aku turun dan lihat 89, ternyata bemper depannya juga penyok, sampai lampu smile juga pecah, tapi alhamdulillah kaca gak ikutan retak apalagi pecah . Kemudian 1st driver keluar dari dalam bus, dia baru terbangun dari kandang macan dan bertanya kepadaku “ono opo iki mas?” (ada apa ini mas?), “niku lho pak” (itu lho pak), jawabku sambil menunjuk ke bemper. Dia kaget, “waduh lha kok iso ngene iku piye sih?” (Waduh lha kok bisa seperti itu gimana sih?), katanya sambil berjalan menuju kantor RM, dimana crew dari kedua bus tadi berunding. Akhirnya tak berapa lama kemudian masalah udah selesai, penumpang yang turun disuruh masuk bus kembali dan 89 pun melanjutkan perjalanan lagi.

Jam 02.15 melaju di pantura lagi, ada DSA dan Nu3tara berkejaran. Baru beberapa lama berjalan didepan ada kemacetan gara-gara perbaikan jembatan. Tiba-tiba ada Muji Jaya 63 yang dari Tayu tadi nyelonong dengan pelan di sebelah kiri 89, diikuti nu3tara AP old travego. Ternyata temanku naik bus nu3tara tersebut, terlihat dari kaca dia lagi tidur. Hehehe…

Lepas dari kemacetan, 2 bus tadi udah gak kelihatan lagi. Ganti 1st driver lagi walaupun posisi bus masih berjalan, selanjutnya 2nd driver duduk di seat CD sambil ngomongin insiden dengan Rosin tadi. Baru sebentar ganti driver udah di blong Selamet dari kanan. Gak berapa lama kemudian 89 ngikutin, dan Selamet dengan mudahnya diasapin oleh 89, walaupun dengan kondisi bemper depan penyok.

Sampai simpang jomin, bus ambil arah lurus masuk gerbang tol Dawuan. Petugas gerbang tol sempat heran lihat bemper depan 89. di tol Jakata-Cikampek bus berjalan santai. Baru masuk tol udah di asapin Nu3tara putih gambar kuda yang semalam mogok di Tegal. Selanjutnya gentian beberapa bus lain seperti GMS, Primajasa, Putra Luragung dan Sahabat ikut ngasapin 89. Tiba-tiba dari bahu jalan 2 Haryanto yang sedari tadi mengikuti (7977 dan 7979) ikutan ngeblong sambil mainin klakson. Tapi 89 tetap memilih untuk jalan santai. Dan ketika hampir sampai di Cempaka Putih terlihat beberapa Haryanto sudah balik dari Pulogadung. Pas antri di pintu keluar tol sempat di kagetin sama Luragung Jaya yang gak mau antri. Dengan kecepatan tinggi dia menyalip 89, maksudnya mungkin pengen ambil pintu tol sebelah kiri, tapi apes ternyata pintu tol sebelah kiri tersebut masih ditutup. Akhirnya ciiittttt…… Luragung Jaya itu pun langsung ngerem mendadak dan mau gak mau harus ikut antri keluar tol di belakang 89.

Jam 05.10, 89 masuk juga di Pulogadung dengan kondisi bus-bus yang diblong di pantura tadi sudah sampai duluan karena mereka ganti ngeblong 89 yang jalan santai tadi di tol.

Langsung naik angkot no 30, dan 20 menit kemudian udah sampai tempat tujuan di Cakung.

Beberapa hari di Jakarta akhirnya Jumat 8 Agustus 2008 aku harus balik Tayu lagi, karena Senin tanggal 11 harus udah di Semarang buat ngurus KRS di kampus. Sempat bingung juga mau naik bus apa. Pilihan ada 3 bus, yaitu Nu3tara, DSA dan Haryanto lagi.

Akhirnya aku putusin naik Haryanto lagi saja. Jam 14.00 setelah pamitan aku ke terminal Pulogadung dengan diantar saudara naek motor dari Cakung. Masih lumayan kena macet juga di kawasan PTC.

Jam 14.30 sampai di terminal Pulogadung, masuk lewat pagar depan terminal yang bolong, biar aman dari serbuan calo. Bus yang ke arah Tayu sepertinya cuma Haryanto, DSA, Nu3tara dan Selamet. Langsung menuju agen Haryanto, tanya ama mbak yang jaga apa ada bus ke Tayu yang lewat Jepara? Dijawabnya udah gak ada, soalnya udah berangkat jam 1 tadi dengan bus nopol 7779, ni tinggal 1 lewat Pati kelas VIP, nopol B 7158 IG. Dapat seat no 9, baris ke-3 kiri. Kemudian aku masuk dalam, bus bermesin Mercedes Benz OH 1518, karoseri Laksana. Interior bus masih bagus, pertanda kalau perawatannya juga gak asal-asalan. TV 21” merk Toshiba juga dinyalain. Aku lihat di samping kiri ada Muji Jaya, depannya lagi ada Bejeu, Tri Sumber Urip, Putra Luragung, PK, Selamet dan masih banyak lagi. Belakang 58 aku lihat ada DSA dan beberapa Nu3tara juga sebuah Shantika biru H 1590 AG. Sempat ngobrol sama seorang ibu yang dapat seat sebelahku, setelah beberapa lama ngobrol aku jadi tahu kalau ternyata dia saudaranya temanku yang ke Bogor naik Nu3tara AP old travego itu. Wah dunia sudah sempit rupanya.

Tepat jam 16.00, 58 perlahan-lahan meninggalkan terminal Pulogadung bersama Nu3tara gambar macan kumbang. Di belakang terlihat masih ada DSA, Selamet dan Muji Jaya yang siap-siap mau berangkat juga.

Jam 16.20 udah sampai di tol Jakarta-Cikampek, Nu3tara macan tadi ngeblong. Kemudian 58 ngikutin. Beberapa yang di blong di tol ini ada Sumber Alam, Armada Jaya Perkasa, Primajasa Tasik, Doa Ibu, Warga Baru, Sahabat serta beberapa bus bumel dan bus karyawan. Berhenti di SPBU rest area sebentar buat ngisi solar. Disini ketemu sama Armada Jaya Perkasa dan Garuda Mas lagi ngisi solar juga. Abis ngisi solar lanjut lagi, gak lama kemudian ada KD dan Harapan Jaya ngeblong dari bahu jalan. Abis itu mereka udah gak kelihatan lagi saking cepatnya.

Menjelang pintu keluar tol Dawuan bareng Rhema Abadi. Di depan ada Sari Mustika dan Sinar Jaya. Keluar tol, pas sampai Jomin ngeblong Sari Mustika. Di depan ada Sindoro Satriamas (SSM) langsung diikutin sampai RM. Taman Sari

Jam 18.30 masuk Taman Sari, udah ada beberapa Nu3tara dan SSM yang parkir disitu. Gak ada 1 menit menyusul masuk DSA dan Muji Jaya dari Pulogadung tadi. Kemudian Nu3tara macan yang tadi juga baru masuk, kemungkinan dia gak keluar lewat Dawuan, makanya baru sampai.

Abis makan, sholat dulu, kemudian lihat keadaan Taman Sari pas itu. Lumayan ramai juga, bus didominasi Nu3tara sama SSM.

Setelah sekitar 30 menit istirahat di Taman Sari, bus jalan lagi dengan 2nd driver yang ternyata gak kalah ngeblong sama 1st driver. Baru keluar Taman Sari udah ngasapin Sumber Alam, Dedy Jaya, Sinar Jaya sama SSM. Tapi baru sebentar udah ganti diasapin SSM lagi, dan gak pakai lama langsung menghilang.

Sempat heran juga di jalur antara Pamanukan-Indramayu gak nemuin bus malam ke arah timur, hanya konvoi truk dan bus-bus seperti Putra Luragung yang berjalan ke arah timur. Itupun dengan mudah disalip sama 58. Lepas Indramayu 58 men-take over 2 buah parwis Yudha Express, dan menjelang tol Kanci ada 1 Yudha Express lagi yang diasapin. Masuk tol Kanci, sebuah Yudha Express yang barusan diasapin gantian take over 58, tapi beberapa menit kemudian Yudha Express berhasil di asapin 58 kembali.

Lepas dari tol Kanci, konvoi dengan Sahabat dan Garuda Mas. Menjelang perbatasan Jabar-Jateng, 2 bus tersebut berhasil di take over 58. Masuk Brebes cuma bertemu dengan truk-truk.

Kemudian pas sampai daerah Tegal, barulah berpapasan dengan konvoi ratusan bus-bus dari timur. Disini 58 sempat take over PK ama Sinar Jaya. Sayangnya aku kemudian tertidur. Bangun udah sampai Pekalongan, ada 2 penumpang tepat di belakangku turun. Ibu yang dari Jakarta di sebelahku kemudian pindah kursi belakangku yang kosong semuanya. Hmm.. lumayan, sebelahku juga kosong. Abis itu tidur lagi, zzzz….

Aku terbangun waktu 58 udah hampir sampai Alas Roban sekitar jam 12-an, ngikutin Malino Putra, tapi 58 gak mau nyalip.

Sampai Kaliwungu sekitar jam 1, bus berhenti sebentar, ganti driver lagi rupanya. Abis itu jalan lagi. Jalanan sepi banget, berpapasan cuma dengan PK dan Lorena-Karina.

Jam 2-an sampai di Gajah, Demak di blong dari kiri ama Tri Sumber Urip gambar tiga ekor gajah, wuussss….. cepet banget. Abis itu gak terlihat lagi. Menjelang masuk Kudus ngisi solar dulu di SPBU sebelah pool Nu3tara. Kemudian penumpang tujuan Tayu yang berjumlah hanya 7 orang di oper ke travel pas sampai di SPBU Jekulo, karena bus mau ke Kayen, yang memang penumpangnya lebih banyak ke arah sana. Terlihat Haryanto 7779 masuk dari arah Pati. Rupanya bus itu yang berangkat jam 1 dari Pulogadung menuju Tayu lewat Jepara..

Travel Haryanto bernopol B 7124 xx ini lumayan ngejoss juga. Gak ada setengah jam udah sampai Pati, kemudian penumpang turun masing-masing di pertigaan Wedarijaksa, Kajen, Kedungsari, dan pertigaan Sendangrejo. Masih sisa aku dan dua orang lagi. Sampai di depan SMAN 1 Tayu jam 3.15 aku turun dengan seorang penumpang, ternyata dia tetanggaku, tapi di bus tadi aku kok tidak melihatnya ya? Rupanya dia duduk di belakang.

Nunggu di jemput, akhirnya alhamdulillah jam 3.30 sampai juga di rumah dengan selamat.


Catatan Perjalanan yang lainnya:



rangga adi
Ditulis oleh

'just ordinary people.'

5 Comments

  1. fathur-rozaq /

    menarik sekali nih caper dari mas Rangga. Tinggal dimana mas

  2. yaumil-pondok-ungu /

    Cakungnya dimana mas?

  3. rangga adi
    rangga /

    @fathur= thanks ya mas. saya tinggal di Tayu, tapi kadang di Semarang juga koq.

    @yaumil= Cakumgnuya di Gempol mas.

  4. yaumil-pondok-ungu /

    Oh gempol dket uj.menteng nd kayu tinggi

  5. rangga adi
    rangga /

    yupz, bener bgt mas.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;