PO. Ramayana (bismaniagunungkidul.multiply.com)

PO. Ramayana (bismaniagunungkidul.multiply.com)

Semua itu tergantung bagaimana pintar kita mengatur waktu

Ungkapan itulah yg selalu aku ingat ketika menghadapi beberapa prioritas pilihan hidup yang datang dalam waktu bersamaan.

Urusan Turing selalu aku pahami sebagai “Ritual Wajib” seorang bismania. Aktualisasinya: janganlah kita menjadi terjebak pada situasi mementingkan hal-hal lain lantas kita lupa menjalankan “ibadah wajib turing”. Kita harus mementingkan turing diatas kepentingan-kepentingan lainnya (he he he…Lebay dikit boleh dong…)

Makanya ketika Raiyan pernah bilang dirinya gagal turing karena ada ujian disekolahnya. Aku menasehati “Janganlah sekolah sampai mengganggu turing” (he he he…nasehat ini jangan diikuti ya….)

Ketika menghadapi turing ke Yogya bersama Rian Haur Koneng dan Aditsub, jauh-jauh hari sebelumnya aku sudah persiapkan. Long weekend yg liburnya jatuh di jumat jangan sampai hilang seharipun. Tantangannya adalah bagaimana hari kamisnya bisa pulang kantor lebih cepat, ngejar waktu agar bisa naik bis yg jam brgkt 4 an dari terminal.

Memang sayang seribu kali sayang. SE OBL yg kugadang-kadang bisa membawaku turing ke Yogya harus pupus dan sirna dari bayangan. Padahal 2 minggu sebelum tanggal 25 Feb aku sudah hunting ke agen OBL LB ternyata jawaban yg kudapatkan dari mbak-mbak penjaga agen : “sudah full pak”, dibumbui dengan senyuman tanda gembira karena limpahan rezeki akibat bejibunnya penumpang telah ditangan. Sempat ditawarkan olehnya untuk naik yg executive saja, namun yg terbayang olehku adalah sosok MB baju AP Setra selempang yg kurang elok dipandang memaksa aku harus tawaran dengan halus.

Setelah konsultasi singkat dengan partner turingku si Haur Koneng (kebetulan waktu itu partner turingku yang lain, Aditsub ga bisa dihubungi) akhirnya kupilih Ramayana E1, itupun tinggal dengan pilihat seat no 17,18, 19 dst. Apa boleh buat, daripada gagal turing, keputusan yang tidak terlalu sesuai dengan harapan mesti diambil cepat “Ya deh mbak…saya minta 3 seat. Tapi bisnya baru kan…???”
“Baru pak. Silakan dilihat bisnya seperti yg ada di belakang itu” (di parkir LB maksudnya). Kemudian bapak-bapak berseragam Ramayana yg ikut berdiri di depan loket pun mengiyakan sambil berkata “bisnya mercy baru pak”
“XBC 1518 body Morodadi ya ?” Tanyaku
“Betul pak…kok tahu..?”Tanyanya heran.
Akupun hanya membalas dengan senyum saja. Mungkin saja dia heran, ini kok ada bapak-bapak yg rambutnya sudah beruban nanyanya kok kayak anak-anak muda bismania.
“Hmmm…belum tahu dia, biar sudah gini, soal selera bis yg bagus atau yg ngejoss, gak mau kalah sama yg muda-muda, he he he….”Kataku dalam hati.

Kembali ke soal bagaimana menyiasati waktu agar bisa pulang kantor lebih cepat di tgl 25 feb, ketika balik ke kantor dari LB, sambil menyetir mobil aku telp ke sekretaris di kantor. “…,tolong tanggal 25 Feb..bikinkan janji ketemu dengan Pak… di kantor Departemen Kehutanan ya…”
Diapun menjawab “Baik pak…., jam berapa pak ?”
“Bikin aja janji ketemu jam 11.00 ya….”Pintaku
“Baik pak…”
Dasar “lebak bulus” ehh..”Akal bulus” aku menertawakan kelakuanku sendiri dalam hari. Mengapa ? karena kalau dibikin janji ketemuan jam 11.00 artinya aku bisa blok kalendar kerjaku dengan keterangan “out of office meeting start from 10.00 am up to 4.00 pm” (meskipun aslinya, paling meetingnya cuman sampai jam 2 siang itupun sambil makan siang bersama, dan setelah itu bisa langsung joss ke LB he he he….)

Hampir saja terjadi kesialan, beberapa hari menjelang hari “H” tanggal 25 Feb, ternyata Bapak dari DepHut tersebut mendadak membatalkan acaranya.
“Aduhh… Bisa berantakan nih acaraku” kataku dalam bathin. Tapi… namanya niat sudah bulat, disertai dengan keyakinan bahwa “Tuhan mengasihi orang-orang yang gemar menjalankan ibadah wajib turing”, ternyata aku diselamatkan oleh rekan bisnisku yg mengajak ketemuan di bandara pagi jam 10.00 di tanggal 25 feb itu juga.
“Ahaa…!!!, ini dia jalan keluarnya…!!!” Kataku dalam hati.

Cepat-cepat aku ganti kalendar kerjaku di komputer dengan ” out of office meeting with PT…. start from 09.00 am to 03.00 pm” yang artinya: aku bebas tidak perlu ngantor di tanggal 25 feb karena alasan tersebut.
Kenapa dibikin mulai jam 9 ?, karena perjalanan dari rumah ke bandara butuh waktu kurang lebih dua jam, begitu juga pulangnya.
Kesimpulannya : “aman..sudah jadwal turingku dari gangguan pekerjaan, ha ha ha….”
Turing adalah Hobby Positif yang didukung oleh Keluarga

Meskipun beberapa minggu sebelumnya aku sudah memberitahukan, tepat di hari rabu tgl 24 sore aku beritahu lagi isteriku tercinta bahwa tgl 25 feb aku jadi berangkat ke yogya bersama teman-teman bismania.
Hal inilah yang membuat aku senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena diberi pendamping yang penuh pengertian. Betapa tidak ?, meskipun keluargaku pernah aku buat babak belur karena memiliki usaha bis dan akhirnya bangkrut, tapi isteriku ternyata sampai sekarang tidak pernah melarangku untuk tetap “dekat-dekat” dengan bis.
Dia sama sekali tidak pernah menghalang-halangiku untuk menyalurkan hobby “menjalankan ibadah turing”. Bahkan setiap menjelang turingpun dia tak pernah mengeluh bila harus menyiapkan tas, pakaian dan perlengkapan turing lainnya.
(Ini Tips yang menurutku wajib ditularkan kepada rekan-rekan bismania yang jadi pengurus atau anggota ISTI, he he he…… Kalian mesti berterus terang dan mampu meyakinkan ke isteri kalian bahwa turing adalah hobby yang positif. Hobby turing jauh lebih bagus dan sehat buat keluarga ketimbang hobby dugem !!!, Jatuh cinta kepada bis tidak akan menduakan cinta kita kepada isteri dan keluarga). Tambahan : sedikit imbauan khusus buat yang sudah menikah, jangan lupa berikan “nafkah bathin” kepada isteri semalam sebelum kalian berangkat turing atas nama kewajiban seorang suami kepada isteri….he he he……

Tanggal 25 Feb siang selesai dari pertemuan dengan rekan bisnisku di Bandara aku langsung bergegas pulang ke rumah. Sampai di rumah isteriku sudah menyambut dengan mengajak makan siang dan memberi tahu bahwa tas dan perlengkapan turing sudah ditata dan siap dibawa.

Aku cek sebentar isi tasku, semua perlengkapan sudah siap dan kami berdua menikmati makan siang di rumah. Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir pukul 14.00 siang tanda isteriku harus menjemput anakku yang paling besar pulang sekolah. Akhirnya akupun ikut numpang mobil isteriku yang pergi menjemput anakku. “Aku ikut ke depan (depan kompleks perumahan) …nanti aku nyari taxi ke lebak bulus”, kataku
“Ayoo…” jawab isteriku

“Show Time” dengan Ramayana E1 MB XBC

Singkat cerita, jam 14.30 aku sudah sampai di Lebak Bulus. “Wouuw… lancar sekali perjalananku”, biasanya dari Cinere ke LB bisa satu jam lebih kalau kena macet. Hari itu di Cinere hujan agak deras, tapi begitu memasuki pelataran parkir LB hujan mereda dan tinggal rintik – rintik saja.

Suasana LB ramai dengan calon penumpang yang hendak bepergian, maklum long weekend. Hampir semua PO di hari itu tampil all out, tak terkecuali Ramayana yang biasanya hanya berangkatkan satu unit untuk kelas Executive di hari itu berangkat dua.
Bisku berkode E1 memang sesuai dengan kata mbak Agen saat aku tebus tiket, yaitu MB XBC berbaju Travego bikinan Morodadi Prima. “Eeemmmm…. memang gagah bis ini” kataku. Sementara satu lagi yang executive class memakai MB King (1518) berbaju Morodadi juga (tapi bukan model Travego)

Ditengah rintik-rintik hujan dan penuhnya calon penumpang di ruang tunggu akhirnya kupilih menunggu keberangkatan E1 sambil duduk-duduk di dalam bis Ramayana executive yang lain (armada tambahan). Kamipun ngobrol panjang lebar tentang keluhan para Crew terhadap armada XBC yang dianggap “lesu tenaga” dan bersuspensi keras. Para Crew mengakui kalau di jalan datar XBC bisa diandalkan tetapi kalau kena sedikit tanjakan saja sudah “ngos-ngos”an. Soal kerasnya suspensi Crew yang ramah-ramah itu (sayang saya tidak tanyakan nama-nama beliau) menjelaskan (dengan batas pengetahuan mereka sendiri) itu karena chassis XBC itu “lurus”. Dia bilang “Chassise koyo ulo mangan linggis mas he he he….” ( chassisnya kaya ular yang makan linggis) sebuah perumpamaan lucu yang bikin aku geli dan tertawa terpingkal-pingkal

Aku juga sempat menyinggung soal rencana XBC yang konon akan diganti dengan RK8, tampaknya para Crew hanya baru mendengar rumor soal itu tetapi belum tahu kepastiannya apa jadi atau tidak.

Hujan mulai reda waktu sudah menunjukkan pukul 15.30, aku kirim sms ke Aditsub dan Haur Koneng. Tak lama kemudian aku dapat balasan dari mereka bahwa mereka sudah on the way dan bentar lagi sampai LB. Sebelumnya aku sempat juga sms ke mas Yudi Kris yang katanya pada hari yang sama naik Big Top Gajah Mlungker, eehh… Gajah Mungkur (piss mas guyon….). Dijawab sama Mas Yudi bahwa dia masih terjebak macet.

Sekitar jam 16.30 Ramayana E1 baru melenggang keluar dari terminal LB. Begitu masuk di toll Simatupang langsung kerasa si XBC ini memang agak “lesu tenaga”, mungkin saja kalau Mbah Marijan ikut disini tentu sudah diminumin Kuku Bima Rosa-Rosa !!!

Begitu masuk toll Cikunir ke arah Bekasi – Cikampek: ……. AAAaarrgghhh…..!!! mauceetttt luar biasa…..!!!!. Bis hanya bisa pasrah menghadapi situasi “Pamer Paha” (“Padat Merayap” dan “Patah Harapan”, untuk ngeblong maskudnya), apalagi ketika dihadapkan kenyataan bahwa bisku harus masuk ke Cikarang jemput 3 orang penumpang lagi. Sudah jelas…. las, las, las… akan makin lama keluar dari toll. Alhasil keluar dari Cikarang sudah jam 18.30 lebih

Suasana macet dan dingin karena habis hujan membuat sebagian penumpang mulai kelaparan. Ibu-ibu di belakangku mulai ngomel ketika bis keluar Cikarang. Dia bilang “mestinya kalau sudah telat begini bis mampir saja ke rumah makan yang terdekat” katanya. Kami bertiga hanya senyum-senyum saja mendengar keluhan itu dan maklum mungkin si Ibu ini tidak punya saudara yang bismania sehingga tidak tahu cara kerja dan hubungan PO dengan Rumah Makan.

Kembali pada cerita soal XBC. Kami bertiga sepakat merasakan bahwa XBC ini agak lesu tenaga, namun skill drivernya perlu diacungi jempol karena di trek lurus selalu dimanfaatkan untuk mencuri waktu. Bawa mobilnya pun terasa nyaman dengan pemindahan gigi – gigi versnelling yang halus. Hasilnyapun cukup menggembirakan selama di toll menuju Cikampek cuman di blong sekali oleh Budiman New Travego 1525, selebihnya si XBC bisa mendahului atau setidak-tidaknya mengekor bis lain yang tak mampu disalipnya.

XBC E1 ini menurut pengakuan Crew yang sempat saya ajak ngobrol tadi memang sudah di oprek-oprek sistem suspensinya, akibatnya bantingannyapun terasa lebih lembut. Celakanya …..sejak keluar dari Markoni, dengan bantingan yang lembut ini aku, Aditsub dan Koneng jadi bergantian tidur pulas, didukung lagi dengan posisi di seat 17, 18, 19 yang letaknya nomor dua dari deretan belakang, praktis tidak bisa menikmati layar lebar di depan so…. karena itu, kami lebih banyak….. zzzz….zzzz….zzz…..

Umumnya selama perjalanan bisku berjalan dengan full speed ala XBC, mampu menyalip bis-bis lain yang berjalan santai dan mampu mengekor bis-bis yang tenaganya lebih besar. Di toll Palimanan – Kanci sempat di blong Santoso dan hanya bisa terseok-seok mengejar Santoso.

Menjelang subuh bis baru masuk di Gerbang Elok. Setelah istirahat beberapa saat kemudian jalan lagi.
Yang mengagetkan ketika sampai Weleri si XBC ini masuk ke kanan ke arah Sukorejo – Temanggung. Padahal setahuku Ramayana biasanya lewat Semarang (correct me if I’m wrong ???). Di jalan yang penuh tanjakan XBC ku cuman bisa diasapi oleh Handoyo RG dan Santoso (entah Prima, King atau Intercooler). Hingga akhirnya ketika menjelang masuk Temanggung – Secang – Magelang sampai Yogya melesat lagi dengan full speed. Skill Drivernya perlu aku akui, mereka benar-benar menjiwai XBC yang lesu tenaga ini dengan skill khusus sehingga di jalur datar mampu ngacir dengan maksimal, hasilnya total general waktu tempuh tidak sampai molor.

Sekitar Jam 7 pagi akhirnya kami bertiga mendarat di Jombor.

Secara umum perjalanan dengan Ramayana XBC hasilnya memuaskan !, Seat 6 baris membuat kaki lega karena ruang yang cukup luas. Suspensi hasil “oprek”annya lumayan bagus. Kesimpulannya XBC E1 is recommended for you to travel to Yogya….

Barangkali Rian dan Adit mau nambahin… setidaknya nambahin photo karena aku gak bawa camera…. he he he….

Salam,

Didik


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Ditulis oleh

'BisMania Community Yogyakarta Berhati NyamNyam'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;