Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

 Satu kesempatan lagi, naik pesawat karena tiket promo hasil buruan sobatku semasa kuliah, Gigih Priyogo.  Entah dapet dari mana, orang 1 ini berhasil mengajak kami membeli tiket Promo sebuah maskapai dari negeri sebrang. Tertera 8 desember 2011 tiket ini di booking olehnya atas nama kami ber 4 team touring sedjak dari bintaro: Gigih Priyogo, Praba Pratama, Yudha A Pras dan saya M. Kurniawan. Sayang sekali 1 lagi seorang sahabat nun jauh di rantau sana, Anjan Emfrianto, tak dapat merasakan touring bersama kami lagi saat ini karena penempatan di Langsa,Aceh. Sungguh, kangen masa-masa `ubyang-ubyung’ dolan bareng semasa muda dulu.

 Mendekati hari-H keberangkatan (sabtu, 29 september 2012), gigih priyogo dan Praba membatalkan keberangkatan karena suatu hal. Saya dan Yudha sudah deal berangkat, dan dicarilah yg mau mengganti keberangkatan mereka dengan status `pemain pengganti’ entah legal/ illegal.

 Didapatkan 2 pemain pengganti, Agus’alay’yulianto dan `Mandor Tua’ Priya Laga yang akan berangkat. Senin malem itu kami deal masalah harga dan strategi permainan, start Sabtu pagi, sampai denpasar siang, dolan seputaran Kuta mpe sore, lanjur Ubung-Bungurasih, dan dilanjutkan Madura-Jakarta minggu siang. Dicarilah informasi mengenai strategi ini, mulai dari rute perjalanan, kendaraan yang dipakai, estimasi biaya, dan tentunya mencari Hot Seat.

 Hari kamis itu, mandor tua tiba-tiba menghubungiku karena ada suatu hal yang mengakibatkan batal berangkat. Tak apalah, kami ber-3 tetap berangkat, sembari mencari 1 pemain pengganti lainya, namun sampai kick-off tak mendapatkan pemain tersebut.

Hari jumat, 28 september, malam itu saya bertemu alay (sapaan akrab agus yulianto) di Lesehan Bu Dhe, Pulogadung, dan membicarakan strategi esok hari. Diambil kesepakatan jam 9 pagi siap di terminal 3 soetta. Saya dan yudha janjian di terminal Rawamangun, menggunakan `PO Plat merah’.

Sabtu, 29 September 2012

Jam 6 pagi saya sudah bangun dan menata barang yang akan dibawa, sebuah ransel yang setia menemani perjalananku selama 2 tahun ini, ku isi dengan sebuah jaket dan kaos, serta charger portable. Tepat jam 07.00 menuju terminal Rawamangun, tak berapa lama Yudha datang dan kami segera menaiki Damiri menuju soetta.

Tak sampai 1jam pagi itu Damiri sampai terminal 3 soetta. Sampai sana, langsung kami melakukan check in, dan diurus oleh yudha yg biasa terbang. Alay belom tampak di bandara,maklum, rumahnya yg terletak didekat bandara membuatnya berangkat agak siangan.

 Sekitar jam 09.15 alay datang, dan kami segera masuk kedalam. Kami harus melewati 1 pemeriksaan lagi, dimana tanda pengenal dicocokan dengan tiket. Nahh, ketar-ketir juga, karena alay adalah `pemain gelap’. Namun, dengan santainya kami bisa lolos pemeriksaan ini. sebelum naik pesawat, sempatkan dulu photo-photo di apron bandara. Yaa maklum lah, kami adalah BisMania yang jarang naik pesawat. Tak peduli dengan tatapan Touris asing yg banyak naik pesawat ini. perjalanan ditempuh 1jam 45menit.

 Setelah mendarat di Ngurah Rai, Denpasar, kami segera mencari taksi. Tak ada taksi ber-argo disini, yaa sudahlah, main tawar saja, tujuan pertama adalah Kuta sampai sore hari. Setelah makan siang di warung depan Joger, Kuta, kami jalan kaki menuju pantai. Sesampai di pantai, yang kami nantikan muncul juga, `jemuran’ banyak yang diletakan di atas pasir.

 Waktu sudah menunjukan jam 15.30 Wita, saatnya kembali menjadi BisMania untuk menuju Terminal Ubung. Tanya-tanya ke mas Aga BMC Bali tentang transportasi menuju Ubung, ahirnya naik taksi dengan proses tawar yg `memukul’ terlebih dahulu. Butuh waktu 1jam dari Kuta menuju Ubung, itupun lewat jalan kecil, tak lewat jalan Imam Bonjol yang katanya jarak terpendek menuju Ubung dan sering macet ketika sore hari.

Sesampainya di Ubung, kami lewat pintu belakang. Tak berbeda dengan terminal lain dimana `awu-awu’ selalu mengejar. Namun, karena sudah memesan tiket Wisata Komodo, kami terlepas dari kejaran mereka. Saat masuk terminal ini, mbak ais agen Wis-Kom segera menjemput di belakang armada yang telah terparkir.

Saat masuk, tampak 2 Wisata Komodo terparkir di jalur pemberangkatan dekat pintu keluar, 1 berbaju Scorpion King, dan satunya AP Marcopolo, entah mana yang akan ku naiki nanti. tampak juga beberapa Gunung Harta entah jurusan mana saja, HANDOYO berbody New Armada Orange, serta AKAS menemati sisi terminal ini. Setelah bertemu mbak ais, segera kami tebus tiket seharga Rp.145.000 itu. Seat 1,2,3 berhasil kami dapatkan, guna menyaksikan sirkuit selatan pulau balu plus alas baluran.

 Setelah menebus tiket, kami meletakan tas di dalam kabin. Baru kami yg datang di bis itu, kesempatan photo-photo dan mencoba kenyamanan.

 Wisata Komodo DK9021IK bermesin Mercedes-Benz OH1526 berbaju Adiputro Marcopolo, plat 10.15 , sudah 2 tahun ngeline. Memasuki ke dalam kabin kesan bersih dan terawatt muncul pertama kali. 6 deret seat sebelah kiri dan 8 deret sebelah kanan. Seat dari Rimba Kencana, sangat longgar dan sisi sebelah kiri tidak dipentokin sampai dekat toilet.

Walaupun jika ditambah 1deret menjadi 7deret tak mempengaruhi kenyamanan. Tampak di dashboard sebelah kanan, sesajen khas budaya pulau dewata terpasang. BedCover yang tebal,lebar dan wangi terpasang di setiap seat, dipasangkan dengan bantal mungil. Mantab kesan pertama yang kami tangkap.

 Waktu menunjukan jam 16.45 wita, saat itu terparkir pasukan bis tujuan jawa timur. Sembari menanti keberangkatan jam 17.30 wita, kami muter2 terminal. ZENA Jetbus merah berchassis intercooler, MALANG INDAH putih-hijau Scorpion King, SETIAWAN kuning Jetbus Hino Rk8 bernopol AG7035UA, SANTOSO merah, MENGGALA abu-abu, GUNUNG HARTA Travego (di parkiran belakang masih ada 5unit lagi), PAHALA KENCANA nano-nano Jetbus RK8, ZENA merah berbody setra, MIDAS trans Nusantara hijau, MEGAH LESTARI berlivery Efisiensi putih gambar manuk mabur, sera 2 BRegENj3Zteam RESTU MULYA menempati parkiran sisi Timur (ku ambil kesimpulan karena terparkir menghadap matahari yg sudah mau tenggelam), yg berbody Scorpion King menuju Malang, dan intercooler AP Marcopolo tujuan Blega-Madura.

 Setelah mengambil photo di sudut terminal, alay mengajak makan di warung Suroboyo sebrang terminal. Beberapa armada memasuki terminal ini, dan tak ketinggalan BALI PERDANA yang menurut penuturan `mandor duku pasar induk’ Fananie Gandhi handal dalam kecepatan. Masuk juga REDBUS berbody Legacy SR1 ke terminal ubung, ada juga GUNUNG HARTA setra merah.

 Setelah selesai makan, kami berjalan menuju loket bis malam yang terletak `ngumpet’ ini. alay masih pengen membeli oleh-oleh supaya tidak dikira HOAX oleh teman2… heuheuheu (selain Tiket dan Foto, ternyata Oleh-Oleh sebagai penangkal HOAX).

 Kami kembali menuju parkiran, Wisata Komodo yg berbaju ScorKing ternyata sudah jalan, tinggal Wiskom marcopolo yg kami naiki menunggu pemberangkatan. Mantab juga kalo pemain jatim bebarengan berangkat. Sempat mengobrol dengan pengurus Wisata Komodo terminal Ubung ini, dan beliau menceritakan sejarah Dharma Jaya Groub yang menaungi PUSPA SARI, RESTU MULYA, WISATA KOMODO.

 Waktu menunjukan pukul 17.40, dimana kami diminta memasuki bus dan siap untuk diberangkatkan. Saat itu, beberapa bus Sumbawa memasuki ubung, entah tujuan Sumbawa atau ke Jakarta. Dunia Mas, Tiara Mas, Rasa Sayang  berpenumpang full serta barang yang bejibun.

 Tepat pukul 18.00wita, WisKom ini keluar dari terminal ubung. 16 penumpang dari terminal ini. Berhenti sebentar setelah terminal, dan disalip SETIAWAN. Lalu-lintas kawasan sempidi yang ramai sore itu membuat bis tidak dapat dipacu dengan kecepatan maksimal. Lepas sempidi jalanan agak longgar, tak ada lawan disini.

Terlelap sebentar, bangun sudah di kawasan Bajera pukul 19.15wita, sudah tampak kress dengan bis dari Jakarta. Jalanan yang meliuk-liuk, membuat sensasi tersendiri, laju Bis kisaran 60-70km/jam sudah dapat dirasakan sensasi goyang saat belokan tajak ditambah jalan naik-turun serta sempit ini. jalanan menuju gilimanuk saat itu dipenuhi truck kosong, sehingga truck dapat sedikit berlari.

 Jam19.24wita Melewati depan rumah makan Sokka Indah, kress dengan Pahala Kencana.

 Jam19.38 kress dengan Kramat Djati dan 2 PO Parwis SADAT BALI berlivery mirip Efisiensi Kuning.

Jam19.34 kress dengan Karina, disusul 2 pahala kencana dalam jarak tak terlalu jauh.

 Memasuki wilayah Negara, masuk sebuah terminal kecil, menaikan beberapa penumpang disini. Dan sebelum masuk pelabuan menyalib 3 Gunung Harta yang sedang mengisi solar di Pom kiri jalan, Sebelum disalip kembali karena Wisata Komodo ini harus cheker penumpang dan menaikan 2 orang lagi.

Pukul 21.40wita memasuki pelabuan gilimanuk. Bis-bis dari ubung tadi berkumpul jadi 1 di Pelabuan. Kami diarahkan ke dermaga 1 yang berdekatan dengan tempat sandar kapal Ponton. Di dermaga ini terparkir Gunung Harta Travego, Restu Mulya dan Titian Mas. Sedangkan dermaga 3 tampak Gunung Harta, Restu Mulya. Saat bongkar inilah tampak OBL entah tujuan mana berbody Vanhool keluar kapal. Dapet bbm dari Salman Selalu Touring untuk beli nasi bungkus seharga 5000 untuk dimakan di kapal nanti.

 Setelah proses bongkar selesai, barulah proses muat. Titian Mas mengalami trouble mesin saat naik ke kapal. Beberapa kali mesin mati.

Tepat pukul 22.00wita, KMP EDHA meninggalkan pelabuan Gilimanuk Bali. Gelombang yg besar langsung terasa, kapal seperti di ombang-ambing, terus terang saat itu saya merasa was-was. 30 menit kapal berlayar diatas gelombang tinggi itu, sebetulnya sudah hampir sampai ketapang, namun, antrian sandar lama juga, sekitar 30menit. Pukul 22.20WIB kapal ini sandar juga. Tampak di dermaga lain Restu Mulya dan Pahala Kencana keluar kapal. Wahh, kesempatan menyaksikan duel alas baluran nie.

Setelah cheker di depan masjid sebrang pelabuan, Wisata Komodo ini melanjutkan perjalanan. Dengan kecepatan 70-80km/jam melewati wilayah watudodol, banyuwangi. Hanya truck yang menghiasi kawasan ini, dan dengan mudah dilibas oleh WisKom.

Lepas kawasan wongsorejo, kress dengan Rasa sayang arah denpasar. Masih bermain dengan beberapa truck di jalan yang sepi ini.

Beberapa saat sebelum memasuki alas baluran, tampak Restu Mulya dari belakang, dan setelah melewati beberapa truck ahirnya kami dapat menempel Restu Mulya yang sedang bermain bersama gunung Harta serta Restu Mulya lainya. Permainan sein yang cantik dan sportif di alas baluran ini, di speedometer tampak kecepatan 70-80km/jam, namun di jalan yang sempit dan berkelok ini sudah terasa kencang.

 Gunung Harta memimpin di depan, disusul Restu Mulya berbody Evobus yang belum sempat saya tebak apa dapur pacunya, disusul Restu Mulya berbody adiputro yang berdapur pacu HINO.

Duo Restu Mulya berhasil melewati Gunung Harta bernopol 9121GH ini yang ternyata bermesin MB intercooler berbody New Travego. Namun, kami tak berhasil melewati GH ini karena ada kress dari arah lawan. Beberapa saat mencoba melewati GH ini, dan ahirnya berhasil. 2 Restu Mulya sudah tidak tampak, dan didepan kami jalanan kosong yang dimanfaatkan driver untuk memacu kendaraan namun tetap mempertahankan kenyamanan tidur penumpang.

Suspense MB1526 ini terasa empuk, entah sudah dimodifikasi atau belum. Tiba-tiba tampak kembali 2 restu mulya ini karena tertahan buka-tutup jalan disebabkan sebuah truck mogok. Dan ahirnya kembali dapat menempel 2 Restu Mulya ini. kembali bermain di alas baluran ini, permainan cantik dimalam hari membelah alas. Tidak ada upaya saling salip, hanya bersama-sama menahlukan jalanan. Restu Mulya evobus selalu dapat lari dari kejaran 2 bis belakang, entah mesin apa di dalamnya, namun tabakanku Mercy seri lawas.

 Lepas alas baluran, di daerah asembagus, Gunung Harta berhenti rehat malam. Sepertinya GH dari arah timur/barat tiba bersamaan di rumah makan itu. 2 Restu Mulya dan Wisata Komodo ini tetap melaju menuju arah Situbondo.

 Pukul 23.50 melewati kota situbondo yang sudah lengang. Sempat bersamaan berhenti di lampu Merah, dan saat Hijau menyala, Restu Mulya Mercedes Benz berlari begitu kencang. Lepas situbondo, driver berani memacu kecepatan mendekati 100km/jam, namun 2 Restu Mulya semakin tak terkejar. Maneuver Restu Mulya RG sangat energik, goyangan `nyetik’ terlihat sekali dari belakang. Melewati kawasan Pasir Putih ini, tak ada bis malam yang berhenti makan, maklum biasanya magrib-jam 22.00 ramainya kawasan ini oleh bis pariwisata dari arah bali maupun `jawa’ saat makan malam + bis malam jogja-an.

 Pukul 00.22 memasuki Rumah Makan Bali 2 di Besuki. Turun bis langsung menuju Restu Mulya yang memimpin di depan tadi. Benar adanya, mesin MB intercooler, josh juga larinya. Banyak sekali bis malam yang dating bersamaan: 2 Setiawan, Pahala kencana, RedBus, 3 Restu Mulya.

 Servise makan yang tanpa penjagaan crew restoran sangat cocok untuk Koh hary jika lagi touring. Dan saya mengikuti saran koh hari, embat saja!!! 3 potong ayam goreng garing ukuran `ayam kuthuk’ mendarat di piring … heuheuheu, baru kali ini saya melanggar `adat’. Saat makan inilah, sesosok wanita meminta dipandang lebih oleh mata ini, namun, niatan untuk pindah satu meja saya urungkan… heuheuheu,

Selesai makan, kembali melihat bis di pinggir jalan. Pasukan Gunung Harta terlebih dahulu melewati kami, setiawan juga segera menyusul kembali Ngaspal disusul bis lainya, dan Wisata Komodo kami paling ahir meninggalkan rumah makan.

Waktu menunjukan hampir pukul 01.00 malam, jalanan sangat sepi, memasuki kawasan paiton, kress dengan OBL temanggung. Inilah bis pertama pemberangkatan dari jogja. Lepas paiton saya tertidur pulas menikmati hangatnya bedcover tebal.

Pukul 03,30 terbangun, rupanya sedang berhenti di sebuah Pom Bensin, entah untuk apa. Dan melanjutkan tidur, bangun sudah memasuki kawasan Terminal purabaya (bungurasih).

Jan 04.00 Turun dari bis, langsung kami menuju masjid di terminal. Saat itu adzan subuh telah berkumandang. Setelah melaksanakan sholat subuh, kami menuju tempat pemberangkatan. Sembari menunggu bis Madura, duduk di tempat tunggu. Beberapa `awu-awu’ menanyakan tujuan kami. Tak berapa lama, petugas terminal dating dan menyuruh `awu’awu’ untuk keluar dari ruang tunggu penumpang. Sangat tegas petugas Dishub sini.

 Saat itu belum ada bis di depan ruang tunggu untuk tujuan Madura. Terlintas untuk bertanya kepada pak faizi guluk-guluk tentang keberangkatan bis patas Madura, sehingga bias melihat jembatan suramadu yang belum pernah saya lintasi. Namun, sms jawaban dari beliau tak kunjung dating, dan kami meminta info kepada petugas terminal. Ternyata bis tujuan Madura berada di dekat air mancur.

 Tiba-tiba melihat sosok bocah yang taka sing bagi saya dan yudha. Seorang teman semasa kuliah melintas di depan kami, langsung saja saya tarik dan ajak ngobrol. Teman ini asli SarKem jogja, dan bekerja di Pamekasan. Sempat ngobrol lama, dan ahirnya kami berpisah. Kamipun menuju kesana. Sudah ada AKAS bumel yang siap dijalur dengan kondisi penumpang hamper full. Walaupun bumel, tetap melewati suramadu.

 Tepat pukul 05.00 akas ini meninggalkan terminal Bungurasih, menuju jalan tol. 30 menit waktu yang dibutuhkan sapai di jalan Jakarta. Dan untuk pertama kalinya saya melewati jembatan suramadu yang melintasi selat Madura ini.

Pukul 06.05 turun di pertigaan ampel, karena bis tidak masuk ke terminal bangkalan. Sudah ada angkot plat hitam menanti di pojokan pertigaan. 5 orang langsung mengisi angkot ini. Tujuan kami Terminal bangkalan untuk istirahat dan mandi.

 Angkot memasuki Kota Bangkalan, karena 2 orang lainya turun di dalam kota. Sesampainya di Terminal bangkalan, langsung menuju sebuah Warung Kopi di deretan agen bus malam. Paling dekat pintu masuk terdapat agen KARINA-LORENA, sebelahnya terdapat agen HARYANTO, PAHALA KENCANA, dan KRAMAT DJATI.

 Pesan kopi, dan bergantian mandi di dalam kantor terminal bangkalan. Satu-persatu bis dari Jakarta memasuki terminal. Beberapa PK, Haryanto 57, 64 dan 31 memasuki terminal.  Pagi itu hanya HR31 yang perpal di terminal bangkalan, datang langsung melakukan perawatan roda kiri.

 Dari pagi kami saksikan, ramainya penumpang silih berganti untuk memesan tiket tujuan Jakarta. Kebanyakan memesan untuk hari itu juga. Saya lihat dalam sket di agen Haryanto bangkalan ini, memberangkatkan 3 unit. Kami mendapatkan seat 1,2,3 pada pemberangkatan pertama jam 12.00. Beberapa `darah muda’ mencari seat depan, dan bila tak mendapatkanya ada yg mau di tengah dan ada juga yg pindah kea gen sebelah.

Ramai juga pagi itu di terminal yang sepi ini. 2 pemain besar Madura: Haryanto dan Pahala Kencana diserbu penumpang. Tbelum kembali normal sedjak lebaran, dipatok Rp.230.000 hari itu. Padahal sebentar lagi musin `lebaran haji’ dimana Madura terkenal mudiknya dan kenaikan harga tiketnya… pantas saja, PK dan haryanto memanjakan penumpang Madura dengan armada anyar.

 Sekitar pukul 09.00 mas Nuer, perwakilan Po. Haryanto Bangkalan dating ke agen. Beliau mengajak kami jalan menuju Bebek SinJay. Dari luar tampak sepi, hanya parkiran sepeda motor saja. Namun, setelah masuk parkiran beakang, tanah seluas lapangan Bola terisi oleh mobil pengunjung. Butuh perjuangan untuk antri bayar dan ambil makanan di warung bebek ini.

 Setelah makan, kami kembali ke terminal, mengobrol dengan mas Nuer sampai menjelang keberangkatan.

Menjelang siang, terdapat 4 Pahala kencana Nano-nano stanby di terminal, 2 MB1626, 1 Mb1526, dan 1 HINO. Serta 1 Lorena berbody jetbus rombakan. Penumpang mulai berdatangan, Haryanto HR31 disiapkan di jalur pemberangkatan. HINO RK8 ber air suspensi, body Adiputro dengan mata Jetbus dan mengambil tema `The Ocean’, seat dari Rimba Kencana 8deret kiri dan 9deret kanan. Tampak kaca depan driver sedikit retak entah karena apa. Aura `garang’ ada di kendaraan tempur ini. Helper yang masih tampak lelah mulai membantu menata barang bawaan penumpang di bagasi.

 Setelah siap, kami berpamitan kepada jajaran agen haryanto Terminal Bangkalan. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada mas Nuer atas jamuan di Madura ini.

 Pukul 12.45 HR31 meninggalkan terminal Bangkalan menuju suramadu. Dalam sket penumpang berjumlah 35 orang, 1   duduk di seat CD. Inilah pemberangkatan haryanto pertama dari bangkalan, HR64 menyusul di belakang dan HR57 sedang dalam perjalanan menuju Terminal Bangkalan, entah mengambil di agen mana dulu.

 Pukul 13.02 memasuki pertigaan Suramadu. Sudah tampak HR03 dan HR06 yang tak berpenumpang karena mengalami masalah mesin akan kembali ke Kudus untuk perbaikan. Kami tidak berhenti di pertigaan ini, langsung josh menuju Suramadu. Pak didik selaku driver pinggir memacu kendaraan kisaran 80-90km/jam. Saat melintas di jembatan, HR03 menyalip dari kiri dan dengan kecepatan tinggi meninggalkan HR31 ini. Driver yang sudah sepuh ini tak mau kalah semangat dengan yang muda-muda.

Lepas Suramadu, badan ini terasa berat sekali, ku tata selimut untuk melapisi seat HAI ini, agar lebih empuk. Lepas jalan Jakarta aku sudah terpejam. Bangun sudah memasuki kota tuban. Tiba-tiba ada pengendara motor memakai jaket haryanto mania mengetuk pintu driver dan meminta nomer telepon, entah siapa pengendara motor ini. Perjalanan dilanjutkan kembali, dan mengisi solar di sebuah pompa bensin dekat rumah makan.

Pukul 15.30 masuk rumah makan pangestune, sudah terparkir HR03. Segera saya tukarkan kupon makan, menu Sayur Sop dan mie, serta pilihan lauk ayam goreng / ikan laut tersaji. Segar sekali sayur sop ini mengisi perut. Selesai makan menunaikan sholat dahulu.

Saat menunggu keberangkatan, HR73 memasuki parkiran. Ngobrol sebentar dengan driver `sang legenda’ pak Ali kantong. Sehari sebelumnya ada info beliau perbaikan di pool kudus, namun ternyata hari ini jalan dari Sumenep.

 Pukul 16.10 perjalanan dilanjutkan kembali, kali ini kembali membuntuti HR03. Maneuver HR03 yang begitu bernapsu menembus jalanan begitu atraktif. Kali ini driver  tengah pak Tadi. Membawa HR31 ini sangat halus, jalanan yang rapet ini dapat ditahlukan, walaupun beberapa kali nyalip truck dengan jarak kress yang dekat.

Pukul 16.45 tiba-tiba bis berhenti, ternyata AC mengalami trouble. Tak berapa lama, perjalanan dilanjutkan kembali untuk mencari took kabel. Setelah mendapat kabel di sebuah kios lepas perbatasan jatim-jateng, HR31 mencari tempat aman untuk perbaikan. Didapatkanlah Pom bensin luas entah daerah apa ini.

Crew yang handal dan mengerti kerusakan serta cara mengatasinya dengan sigap memperbaiki. Tak lama kemudian AC kembali menyala dan perjalanan dilanjutkan kembali.

Memasuki pool Haryanto kudus jam 20.30, HR03 dan HR73 sudah tidak ada di garasi. Istirahat saya gunakan untuk sholat dan melihat-lihat isi Garasi kudus yang saat itu ada 13unit bus yang mengalami perbaikan. Tampak juga HR50 yang sedang dalam proses pengecatan.

Pukul 21.10 kembali melanjutkan perjalanan, menjadi bis ke 7 dari madura yang meninggalkan garasi. Ngisi solar dulu di sebuah Pom kota kudus. Perjalanan dilanjutkan kembali. Pukul 22.34 melintasi Krapyak, semarang. Salah satu penumpang turun di mangkang, dan seat CD kosong kali ini.

 Agus alay kini menempati seat kernet mengajak ngobrol dengan driver.

Pukul 23.35 melintasi tanjakan Plelen. Sudah sepi kawasan ini, namun dari arah sebaliknya ramai bis tujuan jawa timur dan solo. Arah barat juga sudah longgar sehingga dapat di maksimalkan oleh driver.

 Saya pun mengambil posisi tidur, mengingat besok pagi harus masuk kerja. Yudha juga sudah terlelap kecapekan dari kemaren. Pergantian driver terjadi di tol mertapada. Saat itu sempat nglilir sebentar. Nglilir lagi saat terjebak macet. Dan bangun sudah keluar tol cibitung pukul 06.15.

Dari cibitung inilah mulai macet hingga cawang. Dan ahirnya masuk tanjung priok jam 09.30, lalu menuju Pulogadung sampai jam 10.00. kami ber3 berpisah,,,,

Terima kasih untuk pihak-pihak yang terlibat…apabila merepotkan, kami mohon maaf….

Touring 3 Pulau diahiri, semoga ada Touring 4 pulau… amin…

 Foto dapat dilihat di FB: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.3665117671275.2137030.1374775765&type=3

 M. Kurniawan (iwan)

 Purworejo-Rawamangun.PP

Dari Kota: Denpasar

Jam Berangkat: 18:0

Tujuan Kota: Surabaya

Tiba jam: 4:0

P.O: Wisata Komodo

Harga Tiket: 145000

Kelas: Eksekutif

Tanggal: 09/29/2012


Catatan Perjalanan yang lainnya:



awasbus
Ditulis oleh

'seorang penggemar bus dari Yogyakarta'

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;