Touring Stoot 30 Jam Semarang-Jakarta-Semarang PArt 2 (Selesai)

07.00 HP full, segera kutinggalkan warnet, saatnya Survey harga. Pertama Luragung ekonomi, “Cirebon Berapa?” tanyaku, “67, hari ini sudah naik” kata mandornya. ” Oh ya sudah, saya masih nanti kok” kataku. Legenda Pantura selanjutnya Sinar Jaya, ” Pekalongan berapa?” tanyaku. “Ekonomi 60, AC eksekutif 140, langsung berangkat.” Jawab mbak “Pramugari”(begitu sebutan petugas wanita bus jurusan Jakarta-Pekalongan). “OK, terima kasih, saya masih nunggu teman kok”. belum puas dengan dua jawaban ini, survey ketiga dilakukan, Dewi Sri AC Ekonomi. “Pekalongan Berapa?” tanyaku. ” 70 mas ini bus AC lho, kalau yang lain dapetnya Ekonomi” (wah nyindir Sinar Jaya nih……).

Ditimbang-timbang, karena jadwalku baru ada acara Kamis siang, sehingga tidak perlu memburu waktu, tidak ada salahnya ikut Dewi Sri, biarpun pelan, tapi kan AC, ditambah cuman 70 ribu lagi, tanggal-tanggal segitu mana ada bus murah, kayak gini, nanti nyambungnya dari Pekalongan ke Semarang kan juga maksimal cuma 20 ribu. Bandingkan saja dengan tempelan di HS 200, tarif lebaran Jakarta-Pati 250ribu, memang sih, kualitasnya jangan dibandingkan, tapi berhubung cuma bawa tas punggung saja, buat apa pakai yang mewah-mewah.

Dua Bus Dewi Sri AC Ekonomi Antri, Laksana Comfort. Masuk Bus yang didepan, “pramugari” sudah niketin, tampaknya sudah mau berangkat ini bis. Karena tidak ada kursi strategis yang bisa diisi, CD juga nggak boleh diisi, mendingan turun lagi, masuk Bus kedua. Bus kedua masih kosong, AC juga belum dinyalakan, aku naik, pilih kursi no 5, belakang sopir, Sopirnya masih agak muda, “Pekalongan?”tanyaku, “Bisa sih mas, tapi yang berangkat yang depan.”katanya. “Saya santai kok” jawabku. “Ya terserah, kalau kamu mau tunggu, saya sih gak papa” kata Pak Sopir. Tak lama Bus pertama berangkat, Bus in segera maju, ngetem, Kami ngobrol santai, lumayan cepat akrab juga Pak Sopir ini, aku perkenalkan tentang BisMania, tampaknya Dia belum pernah tahu sebelumnya.

07.45 Petugas LLD menunjukkan “taring”nya, Semua Luragung, DMI, Dedy Jaya, Sinar Jaya, dan Dewi Sri diusir dari tempat ngetem dekat shelter BusWay, karena dianggap tempat ngetem liar. Waktu itu bus belum sampai terisi 20 orang, eh sudah harus pergi, keluar sebentar, Bus masuk lagi, kernetnya bilang ke petugas “Di dalem sudah nggak ada bus”, akhirnya Bus masuk lagi, cuma dapat sekitar 10 orang, karena masih ada petugas, Bus segera keluar, pindah ngetem di depan Pool Dewi Sri, Yaaah ……. pertanda bakalan lama ni.. Kubaca tulisan di Kaca depan, Jakarta-Pekalongan-Semarang-Purwodadi. “Lho pak, ini Bus Pojoknya nanti mau sampai mana?”tanyaku, “Aku mau pulang dulu mas, asliku Semarang, nanti Bus sampai Purwodadi, sudah dua rit nggak pulang ni”. wah cocoklah pikirku, jadi nanti nggak usah repot-repot nyambung-nyambung di jalan. “Semarang berapa pak?” tanyaku. ” Belum tahu juga mas, tergantung Pramugarinya”. Pak Sopir turun, kesal rupanya, Bus nggak bisa langsung penuh hanya karena diusir LLD.

08.30 Sekian lama menunggu, akhirnya Pramugari Masuk, penumpang baru sekitar 40an, Pak Sopir juga ikut masuk, Sebelum mulai menarik Karcis, Pak Sopir bilang kalau dia mau terus sampai Semarang, pramugari protes, minta kalau bus hanya sampai Pekalongan. Pak Sopir cuma bilang kalau sudah ada penumpang yang mau turun Semarang di dalam bus. Akhirnya kesepakatan harga tiket dinaikkan jadi 85 ribu flat, mau turun mana saja tetap segitu. banyak juga penumpang yang protes, kalau aku sih OK2 aja 85 ribu sampai Semarang. Baru narik tiga penumpang, gelagatnya tidak baik, bakalan mendapat banyak protes, Pramugari turun lagi, Pak Sopir juga diseret ke kantor Pool. Sebelum turun, Pak Sopir sempat pesan ke aku biar nanti kalau ditanya tujuan mana mantep aja bilang “Semarang”, yaah maklum lah kalau sudah kangen rumah, segala cara harus ditempuh. Sepuluh menit lewat, Pramugari naik lagi, kesepakatan akhir 80ribu tarif flat. Lumayan dikembalikan 5ribu.

Sempat ngobrol dengan penumpang sebelah, Cewek SPG, pulang ke Tegal, lumayan baik juga buat jadi teman perjalanan.

08.20 Bus masih di depan pool, di sebelah, masuk Dewi Sri Eksekutif Adi Putro, sementara di depan agen, parkir Dewi Sri Ekonomi jurusan Slawi, tampaknya semua mengungsi karena ketatnya peraturan dari petugas LLD. tak terhitung lagi berapa Sinar Jaya dan Luragung yang mendahului kami. Pantat mulai pegal duduk di Bangku Ekonomi, badan kurebahkan, mata kupejamkan.

09.10 Kubuka mata, eh pemandangan masih sama persis, tengok belakang, juga masih lebih dari 10 kursi kosong, agaknya ini Bus memang harus penuh full, karena tujuan akhirnya Purwodadi, biar nutup solar+setoran. mau turun kok juga takut kursi ditempati orang, lagian di bawah juga pasti panas banget.

10.45 Akhirnya bergerak juga ini bus, dengan 57 penumpang full seat (3 bangku di sebelah pintu belakang sudah dicopot) ditambah satu saudaranya Pak Sopir di Kandang Macan. Masuk Tol, kok jalannya kayak gini, entah karena AC ekonomi full Seat jadi berat bebannya, entah juga karena sopirnya sudah kecapekan nunggu penumpang penuh sebelum berangkat, atau juga jangan-jangan karena baru saja naik Nu3tara, jadi bus lain tampak pelan, yang jelas Dewi Sri 1521 ini aku rasa pelan banget, kecepatan di kisaran 60KM/Jam, padahal lalu lintas lancar, masih juga banyak Luragung, juga Warga Baru yang dengan mudahnya menyalip bus ini, Bahkan Beberapa Bus Safari Mitsubishi bumel Solo-Semarang juga masih lebih cepat dari bus ini. Armada Safari Bumel ini rupanya carteran Gubernur Jateng Bibit Waluyo, bekerja sama dengan beberapa Bupati/Walikota di Jateng, tujuannya macam-macam, ada yang Salatiga, Boyolali, Blora, bahkan Kabupaten Cepu pakai Jawa Indah AC, semuanya gratis.

Satu jam berlalu, barulah Dewi Sri G1842 AEĀ  ini berjalan layaknya bus AKAP. Konvoi mudik gratis disalip kembali.

13.00 Keluar dari Cikampek, biasa, penjual dodol, kali ini diselingi menu tambahan: Korma. biarin ah, mau oleh-oleh ke siapa, sodara-sodara, orang tua juga nggak ada yang tahu kalau aku touring kok. pasang headset, biar mereka yang nawarin udah kalah mental dulu sama aku.

Perjalanan Pantura siang asyik juga, kebetulan cuaca cerah, sesekali ngobrol dengan tetangga sebelah, intinya biarpun nggak bisa terlalu ngejoss, tapi perjalanan siang ini asyik juga, anggap saja perjalanan naik bus pariwisata.

14.40 Bus masuk RM Srikandi, bareng Dewi-Dewi yang lain, Numpang pipis, terus beli Pop Mie, maklum namanya juga touring ekonomis ala mahasiswa (Buat yang puasa hari itu sory ya…saya nggak puasa), Satu gelas Pop Mie 7ribu, wah kalau di Semarang Sudah dapet Bakmi Jowo+Es teh ni….

15.00 Bus cuma berhenti 20 menit, naikkan sarkawi, langsung melanjutkan perjalanan lagi, perjalanan tetap asyik, dengan cuaca cerah, hiburannya pengamen ndangdutan karaoke.

16.30 persisnya lupa jam brapa, bus sudah masuk Palimanan lagi, tempat tadi malam aku menurunkan Ibu-anak, masuk tol, gerimis datang, tak lama berselang langsung berubah jadi hujan lebat. Bus tidak bisa lari nih, takut jalan licin. HPku bergetar, Big Boss (baca : Papah) telpon, tanya kabar, ngobrol biasa, ngehabisin bonus, sempat tanya kok ada suara klakson Bus emang aku lagi di mana, spontan aja ku jawab lagi sama temen dolan menuju luar kota Semarang (kacau nih kalau sampai beliau tahu aku dolan ke Jakarta Sendirian)…….

Keluar tol hujan tetap deras, beberapa penumpang tujuan brebes, Tanjung, dan Sekitarnya mulai turun.Isi Solar di SPBUnya Dewi Sri, trus langsung tancap lagi, harus diakui, meskipun tidak ngejoss kejar-kejaran, tapi Dewi Sri yang satu ini tetap saja dapat diandalkan sebagai bus AKAP, tidak banyak berhenti, secara pasti, satu persatu kendaraan didepan disalip, yang bisa nyalip ini bus paling juga cuma Bumel-bumel yang kejar-kejaran rebutan terminal Tegal.

17.15 Bus Masuk terminal Tegal, penumpang tujuan tegal turun, penumpang yang mau terus diingatkan agar tidak turun karena Bus cuma berhenti sebentar. Ditambah beberapa operan dari Dewi Sri lain, baru 10 menit bus sudah lanjut lagi, mau ambil sarkawi di depan terminal eh ada Adi Mulia.

tepat Maghrib mbaknya di sebelahku turun, yaah pergi deh teman perjalananku.

Pak Sopir telpon kerabatnya buat jemput saudaranya yg numpang dari Jakarta tadi, sekalian minta dibawakan makan buka puasa, katanya abis maghrib nanti bus sudah masuk Comal.

18.40 Bus masuk Comal, disebuah perempatan, nggak tahu namanya apa, Penumpang nunutan tadi turun, sekalian Pak Sopir mendapat kiriman buka puasa, Pak Kernet ambil alih kemudi, sementara Pak Sopir berbuka di kursi CD, hebat juga porsi makannya…..

Sesekali menaikkan sarkawi, termasuk rombongan pekerja bangunan yang mau mudik ke Purwodadi, lumayanlah, mumpung nggak ada Bumel. driving style pak Kernet lumayan juga, oper-operannya juga sudah halus.

Masuk Pekalongan Semakin banyak Penumpang turun, Penumpang yang asli dari Jakarta cuma tinggal tiga (jadi pagi tadi penumpang yang mayoritas tujuan Tegal-Pekalongan disuruh tambah bayar 10ribu untuk mensubsidi kami yang cuma bertiga ini..). Penumpang tinggal sedikit AC dimatikan, Pak Sopir pindah ke bangku tengah, istirahat rupanya.

Kepanasan, Aku pindah ke Bangku kernet, lumayan setelah sekian lama jadi penumpang, saatnya untuk bantu-bantu lagi.

20.00 Bus masuk weleri, pertigaan yang ke kiri arah ringroad-Semarang, Bus ambil lurus, rupanya mampir ke Rumah Makan, Rumah Makan hanya seratus meter dari persimpangan rupanya. Satu unit Timbul Jaya perpal di sana. Mau makan kok ya ragu, takut kalau bus cuma berhenti sebentar saja. Benar juga, tak sampai seperempat jam, Bus sudah jalan lagi.

Biarpun yang pegang stir Pak Kernet, tapi Bus tetap berani melaju, isinya yang tinggal sedikit mungkin juga berpengaruh, bus jadi enteng. Masuk Batang, Tepatnya dimana, aku lupa, yang jelas, memasuki sebuah jembatan, Bus berusaha mendahului Bus Karyawan dari Jakarta, sepertinya rombongan pabrik. Bus berusaha salip kiri, eh entah apa maksudnya, bus karyawan di depan geser ke kiri juga, padahal di kiri ada portal dari bambu, yang pangkalnya dari semen cor-coran, …….Braaak…!!!!! portal bambu diterjang, padahal sudah dilakukan pengereman. Pak Kernet sepertinya agak tegang, maklum jam terbangnya belum tinggi, Bus Karyawan didepan melaju lagi. Setelah bisa menguasai diri, Bus Mengejar Bus Karyawan tadi, penuh semangat juga kuberi aba-aba untuk menyalip. setelah berjejeran, kaca pintu dibuka, kemudian “HEH B***NGAN!!!” teriak Pak Kernet. Segera Bus Karyawan disalip, masih di posisi kanan, Dewi Sri menutup lajunya, berjalan pelan menggunakan gigi tiga, sampai kemudian kedua bus berhenti di lajur kanan. Pak Sopir, Kernet, aku, dan beberapa penumpang turun, setelah cukup puas memaki-maki kami melanjutkan perjalanan lagi, agaknya mereka sadar kalau salah, jadi tidak banyak protes, maklumlah, mereka biasa dalam kota, disuruh jarak jauh pasti ngantuk.

Sisa perjalanan relatif normal, bahkan cenderung lengang, bus dari timur juga sudah pada lewat, daripada nganggur, mendingan memejamkan mata.

20.50 bus sudah masuk mangkang, karena masih belum jam 21.00, bus masuk Tol Krapyak, langsung ke Gayamsari, yaahhh, nggak bisa turun perempatan Bangkong dong, ngantuk tak tertahankan, di dalam Tol pun aku masih berani tidur. barulah sampai fly over Tol Gayamsari aku persiapan. Bersama penumpang yang mau ke Solo, aku turun pintu keluar Tol. Bus melanjutkan perjalanan ke Purwodadi, Aku nyebrang jalan, cari angkot, ke Perempatan Milo. Untungnya masih ada angkot, bayarin penumpang yang mau ke Solo, sekalian aku temenin nungguin Bus (sebagai tuan rumah harus memperlakukan dengan baik tamunya). Nunggu di Milo, seperempat jam Mios datang, langsung dari Bandung. Mios berangkat, segera cabut dari Milo, langsung jalan kaki ke kost.

Tepat jam 22.oo masuk ke kost, bapak yang punya kost tanya, ” Lho jare koe lungo Jakarta?”(lho katamu kemarin ke Jakarta?). Jawabku “Lha iyo, tapi iki wis tekan Semarang meneh”(memang benar, tapi ini sudah sampai Semarang lagi kan..). Bapak kostku cuma geleng-geleng kepala………..

Sekian, mohon maaf kalau tanpa foto, maklum camdig masih menunggu anggaran gaji pertamaku yang datang entah kapan pastinya….

Sampai jumpa di catatan selanjutnya…..God Bless Bismania

Salam

Yeremia Adi Prabawa

+6281328495619; +6285640505919

Comments

  1. he he he ….
    dapet pengalaman banyak nih bung yeremia …

    sip!

    (kalo ke jogja titip getuk ABC dong …)

  2. wow semanagat sekali…neh
    GB too

  3. hahaahaaa……
    mumpung masih single, ga ada yang bisa ngatur, jd qt bebas kemana aja qt mau….tul gak?

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.