Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Perjalanan kawan kita, mari kita baca saja ..

Melanjutkan perjalanan saya dari Denpasar – Malang tanggal 14 Agustus 2008, tanggal 15 pagi menjelang siang saya dah di Surabaya menemui teman sampai jam 14.00 bersiap kembali menuju Bungurasih. Saya sudah rencanakan untuk naik kembali trayek baru patas ROSALIA INDAH ke Cilacap tapi kali ini identik dengan bis malam karena perjalanannya malam.
Karena ada 2 jadwal hari itu, saya pilih jam yang terakhir berangkat, yaitu 19.00 WIB. Tiba di Bungurasih langsung mengarah ke jalur 9 tempat bis ini menunggu jam pemberangkatan. Ketemu sama petugas dari Rosin yang cukup ramah, Mas Faisol, saya ditanya duluan mo kemana, saya bilang ke Cilacap, ternyata jam itu sudah penuh, bahkan ada 4 penumpang waiting list di depan saya tujuan yang sama. Kami disarankan menunggu beberapa menit lagi dengan harapan ada penumpang yang membatalkan pemberangkatan….menunggu dengan 4 penumpang di depan saya ? Tapi saya pikir2 toh saya gak dikejar waktu, kalo gak dapat pun bisa estafet naik EKA. Sempat juga ada penumpang lain datang bertanya untuk jurusan Solo/Jogja, ternyata karena penuh semua penumpang yang diterima hanya untuk jurusan terjauh (Cilacap atau Purwokerto).
Sambil menunggu larak lirik ke seputar terminal, malam itu jalur pemberangkatan didominasi bis2 AKAP ke Denpasar. Ada ZENA Mitsubisih, SANTOSO dan LOVINA yang terlihat. Di jalur paling ujung, ada bis SETIA BAKTI dan DALI MAS jurusan Jakarta. In case, pilihan terburuk saya langsung pulang ke Jakarta naik Dali Mas…ya gpp lah.
19.00:
Semua penumpang resmi sudah hadir…4 penumpang waiting list berusaha meyakinkan diri bahwa memang sudah tidak ada bangku kosong lagi, akhirnya membubarkan diri ke arah jalur bis EKA.
Saya coba tanya lagi apakah bangku CD masih kosong ternyata sudah dibooking juga oleh penumpang limpahan jam 17.00 yang gak kebagian bangku meski sudah pesan [er telepon sebelum sholat jumat.
Saya belum mau beranjak sampai bis benar2 meninggalkan jalur meskipun sudah dimintai maaf oleh beberapa petugas berbaju kemeja putih corak tulisan Rosin….tiba2 dari dalam bis saya ditunjuk oleh mas Faisol & dipanggil….alhamdulilah…ternyata ada 1 seat yang penumpangnya gak lapor/datang. Mungkin tadi kelihatan penuh waktu masih “rusuh” penumpang yang keluar merokok turun/naik saat dihitung. Memang dasar nasib baik lagi berpihak, akhirnya duduk juga di kursi no 9 (pojok kiri baris ke 3).
Bis pun berangkat…tapi pandangan gak bisa lepas dari barisan bis2 di jalur…benar aja..jam segitu masih ada ijo LORENA berbaju AP lagi antri nunggu jalurnya DALI MAS. Perasaan sih, kalo bis2 Surabaya ke Jakarta paling gak jam 5 dah berangkat, ini kok masih antri jalur ???
Perjalanan dengan ROSIN ini gak terlalu istimewa…maksudnya rutenya, karena berbeda dengan jalur Pantura yang padat dengan bis2 AKAP lain, di jalur ini praktis hanya ada penguasanya SK, MILA SEJAHTERA dan patas EKA.
Selama perjalanan lebih banyak ngobrol dengan penumpang di sebelah saya yang ternyata penyuka bis & sering juga mengakses bismania, meski gak terlalu aktif,¬†ybs kerja di Surabaya, asli Malang & mo ke Purwokerto tempat istrinya. Banyak cerita tentang bis, termasuk gimana sopir bis ROSIN yang dia naiki terakhir dari Purwokerto ke Surabaya…ngeblong abis bahkan bisa mengalahkan SK !! Menurut dia, sopir yang sekarang kalah gesit & bawanya masih kalah banter, padahal menurut saya lumayan ngeblong juga ???
22.30:
Istirahat makan di rumah makan Padang terkenal, Sederhana, yang berlokasi di Caruban, persisnya di sebelah terminal Caruban di seberang kantor agen Rosin. Waaah…mantaaaaaf juga nih, meski menu pilihan tetap 1 + sayur + teh manis hangat…tapi inilah pelayanan prima yang diberikan oleh PO ini kepada pelanggannya. Berbeda dengan patas yang berangkat pagi, makannya di resto Rosin di Ngawi.
23.00:
Berangkat lagi, kondektur membagi2kan selimut masih terbungkus plastik, baru dicuci & wangi. Padahal ini bis trayek reguler (bukan bis malam) tapi servis gak kalah sama bis malam.
Karena jalan sepi….dibuai kehangatan selimut, saya gak tahan untuk tidak tidur…zzz…zzz…ZZZ…ZZZ…ZZZ…ZZZ…zzz…zzz
Sempat bangun…bis masuk kantor pusat di Palur, tapi gak tau jam berapa & tidur lagi….
Sempat bangun lagi…bis turunin penumpang di terminal Kebumen…tidur lagi….
05.00:
Penumpang dibangunkan oleh kondektur, untuk persiapan bagi penumpang jurusan Cilacap pindah ke bis yang sudah menunggu di agen Buntu. Di sini bis Rosin lain dengan fasilitas dan pakaian sama, berfungsi sebagai feeder untuk penumpang ke Cilacap, sedangkan bis yang saya tumpangi lanjut sampai ke Purwokerto.
05.30: Tiba di terminal kota Satria
Cari toilet….bersih2…cuci muka…istirahat sebentar…menunggu loket patas Nusantara ke Semarang dibuka…
Secara keseluruhan, pelayanan PO. Rosin memang oke, armada khususnya di jalur ini bagus & mulai mendapatkan share penumpang. Kalo saya perhatikan selama di Bungurasih & RM. Sederhana, beberapa penumpang sudah akrab dengan kru/petugas Rosin & dari pembicaraan yang terdengar…yang naik umumnya sudah mulai jadi langganan bis ini kalo pulang/pergi dari/ke Cilacap/Purwokerto/Surabaya.
Touring lanjutan:
Purwokerto – Semarang (Secang), Patas Nusantara Volvo B7R
Rian
+6281382174704

Catatan Perjalanan yang lainnya:



febri handoko
Ditulis oleh

'lampung - jogja via utara'

1 Comment

  1. fananie-gandie /

    mas rian,saya ada rencana touring jkt-purwokerto-sby…
    kalo ada saya minta jadwal pemberanbgkatan purwokerto-sby,beserta harga tiketnya..
    trimakasih..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;