
Ilustrasi (seputarbis.multiply.com)
Setelah didasari dengan Niatan dan Do’a yg khusyuk, disertai mandi kembang 7 macam (mulai dari kembang mawar, kembang melati, kembang kenanga,… kembang tahu…hingga kembang api….), selama 7 kali malam jumat kliwon, ibarat hendak berjihad…., akhirnya di malam jumat tgl 11 Maret bersamaan dengan ulang tahun turunnya Surat Perintah 11 Maret / Superemar, maka Syukur Alhamdulillah, meskipun aku tidak jadi menerima Supersemar jilid 2, aku masih bisa mendapatkan Super Eksekutif Laksana Panorama “Clurit” bernopol AD 1438 DG kode 28 berjulukan “RAYA”. (He he he…lebay ya..)
Inilah akibatnya bila zaman berjungkir-balik. Wong musim sekarang ini musimnya Travego Marcopolo dengan dapur pacu 1525, Scania atau RK8….Ee… Lha kok “njlekethek” (apa ya basa Indonesianya “njlekethek” ya ?) diriku malah berburu Laksana “Clurit” berdapur pacu 1518 /1521 tua lagi…. Weleh..weleh….(Nek ora wong gendheng bis ra ono critane …he he he / kalo bukan orang gila bis ga ada ceritanya)
Seperti diketahui, dipahami, diyakini dan diamieni serta dimaklumi oleh pelbagai pihak yang berkepentingan, penampilan Raya Panorama Clurit bergelar Super Top / Super Executive ini sama sekali tidak ada yang menarik. Tidak “sumbut” (sebanding) dengan predikat “Super Executive” / “Super Top” / “Big Top” yang disandangnya.
Livery dan Catnya…..?? Uuhh… Jadul abiss.. !!!
Bentuknya….. ??, Huwweeekkk.. Jelek… !!!
Chasisnya ??… Usang bo…!!!
Tapi…..tunggu dulu, pepatah tua mengatakan “Penampilan tidak selalu identik dengan kemampuan bo…!!”. Barangkali inilah yang disebut “inner beauty”.
Si Buruk Rupa ini ternyata memiliki segudang kemampuan. Kemampuan menarik hati penumpang, kemampuan melalap jalan raya dan kemampuan menina bobokkan penumpang. Kemampuan-kemampuan itu adalah kelebihan Si Buruk Rupa ini yang sulit ditandingi oleh yang lain.
Jam 16.30 sudah kujejakkan kakiku di LB mengunjungi si Buruk Rupa di tempatnya beristirahat sejenak untuk segera mengajaknya begadang lagi semalaman menyusuri panjangnya jalan di pantai utara jawa, mendaki dan menuruni bukit-bukit Batang – Weleri, merasakan sensasi liukan tubuhnya nan lincah, serta menikmati kenyamanan suspensinya.
Aku memang tak akan mungkin mengajaknya begadangan sendirian, aku yakin akan banyak yang bersama-sama mengajaknya begadangan malam ini. Menjelang pukul 17.30 lambung tuapun sudah makin sesak dipenuhi sesama penggemar si Buruk Rupa. Dan…. Sungguh luar biasa….!!!, di hari yang bukan weekend, 20 seats lebar yang diusung di dalam lambung si Buruk Rupa terisi 18 orang , tidak termasuk anak-anak yg duduknya dipangku orang tuanya. Yg tersisa hanya 2 seats kosong di deretan paling belakang dekat kandang macan. Terbukti benar, bukan hanya isapan jempol bahwa kemampuan dan prestasi Si Buruk Rupa dalam menarik hati pelanggan memang patut dibanggakan.
Sebelum barangkat mengarungi ganasnya Pantura, sesama penggemar si Buruk Rupa berkerumun di luar bis di pelataran parkir LB. Diantara kerumunan orang yang mengelilingi si Buruk Rupa menjelang keberangkatannya ini, ada Aditsub BMC Bogor dan Dimas dari DotCom. Keduanya memang tidak akan ikut diriku yang akan melanglang buana namun hanya akan menemaniku berbicang seputaran dunia bis dan dinamikanya, beberapa saat sebelum aku ditelan lambung si Buruk Rupa, terlena dalam kenikmatan seat lebar dan menjanjikan kenikmatan.
Pukul 17.35 (hanya terlambat 5 menit dari waktu keberangkatan yang dijanjikan) bis bergerak dari LB menuju arah Cakrawala Timur dimana Ufuk Fajar esok akan menyongsong..

Ilustrasi (seputarbis.multiply.com)
Tidak seperti perjalananku ke Yogya beberapa waktu lalu yang dipenuhi “Makhluk Halus nan Mulus”, Kali ini perjalananku hanya banyak ditemani “Makhluk Halus yang sdh pada bengkak” alias berukuran “King Size” cocok untuk ukuran seat yang lebar-lebar. Kehadiran para makhluk halus yang berbadan lebar – lebar itu jelas tidak akan memecah konsentrasiku untuk khusus menikmati sensasi si Buruk Rupa he he he….
Lepas toll Cikunir, masuk toll Bekasi – Cikampek, PK MB tua livery kupu-ku abstrak jurusan Jakarta – Lasem, Santoso, Nu3 1525 London Bridge, beberapa Sinar Jaya dan Pakar Utama livery baru sudah langsung tercatat jadi korban-korban keganasan nafas tua si Buruk Rupa.
Suara mesinnya “renyah”. Tarikannya enteng, interiornya sangat sederhana namun terkesan terawat disertai pengharum ruangan otomatis membuat semua merasa rela dan ikhlas menebus ongkos menikmati si Buruk Rupa yang tergolong mahal ini.
Dasar usia tak bisa menipu, selepas Cibitung disalip Nu3 Setra AP Selempang. Meski begitu Raya ku ini sempat menguntit terus di belakangnya. Namun karena lagi-lagi beda usia, akhirnya harus merelakan Nu3tara lenyap dari pandangan setelah meliak liuk di keramaian jalan toll.
Tak lama setelah itu, disalip lagi Nu3tara RK8 Putri Michiko. Sama dengan upaya sebelumnya, kali ini Rayakupun berusaha menguntit Putri Michiko dengan sekuat tenaga,….namun…. Tenaga RK8 bukanlah bandingan bagi pelari tua berbekal 1518 / 1521 ini. Jadi masih mendinglah bisa nguntit beberapa waktu, setelah itu bye…bye…. Nu3 tinggal kerlap-kerlip lampu smile nya saja.
Keluar dari toll suasana ramai lancar. Rayaku berjalan dengan kecepatan yg konsisten (mungkin sekitar 90 km per jam). Tidak ada yg disalip dan tidak ada yang menyalip.
Tak lama setelah itu ritual wajib panggilan alam (pengisian perut) dimulai di RM Markoni. Semangkuk soto, teh panas dan sebutir telor kutebus dgn harga 21 ribu… Ehhmm… Mahal bo..!!!. Selesai makan bis melenggang keluar dengan Driver 2 meninggalkan beberapa Gunung Mulia dan 1 Raya Executive di RM itu.
AC yg dingin, perut yang kenyang, suspensi yang lembut dan seat lebar dan empuk adalah perpaduan alunan shymphonie paling merdu mengantar tidur. Pembawaan Driver 2 yang tak sehalus Driver 1 tak kupedulikan. Raya memang benar-benar “Siip for Sleep”. Memang sempat YM an dengan Andy busaddict tapi tak terlalu lama setelah aku langsung terlelap. Terbangun kemudian sambil bertanya-tanya dalam hati, bis ini sampai mana ya ? Kok jalannya sempit gini ?…..eeh..ternyata bisku tidak lewat Jatibarang tapi lewat Indramayu – Balongan – Cirebon. Pantesan jalannya serasa asing karena sudah lama banget aku ga lewat situ.
Setelah itu “zzzzz…zzzz…zzz” sepanjang jalan, hanya sempat melek bentar merem lagi ketika bis ngerem mendadak. Gila juga selama merem-melek sempat melihat Si Gaek Buruk Rupa ini membantai Rosin dan PK ombak di sekitar Tegal – Pekalongan.
Kurang lebih Jam 02.00 dini hari macet di alas roban Batang – Weleri terjadi kemacetan total. Rupanya ada truk yang gandengannya terguling. Di kemacetan itu ada OBL Selempang dan Haryanto Selempang dengan tulisan “ALam” di kaca belakang. Dan ada Nu3 RK8 Michiko tepat di samping kiriku.
Setelah kurang lebih 30 menit, kemacetan terurai Lepas kemacetan OBL dilibas, Haryanto dikejar, ditempel dan diganyang… Sementara Nu3 dibuntuti terus, namun sayangnya Nu3 RK8 itu tak terkejar.
Kutengok arlojiku menunjukkan pukul 02.45 ketika kusaksikan ada dua orang laki-laki dengan 1 motor bebeknya terkapar di jalan raya kepalanya bersimbah darah. Dugaanku mereka berdua itu telah kehilangan nyawanya dengan sia-sia. Tak jelas apa penyebab kecelakaan itu. Yang terlihat hanya motor dan dua jasad naas tanpa ada tanda-tanda kendaraan lain yang terlibat. Mungkinkah itu tabrak lari…?? aku tak tahu pasti.
Jam 5.15 pagi mendarat di Tirtonadi Solo lanjut sarapan di Depot Bu Minuk Tirtonadi…. Sedaap… !!!. Saat sarapan itulah satu per satu bis dari Jakarta mulai masuk. Yang mengagetkan, PK Blitar baru masuk ! (Padahal PK Blitar berangkat dari Rawamangun biasanya jam 16.30)….. di belakang PK Blitar ada Rosin Proteus SE (Haa….??? Rosin yang jam 16.00 sudah berangkat dari Lebak Bulus baru masuk jam segini ???). Aku menduga pasti semalam terjadi kemacetan parah di sekitar Jatibarang – Cirebon makanya bisku menghindari jalur itu dan lebih memilih lewat Balongan, sebab kalau tidak pasti akan kena macet juga seperti PK, Rosin dan lain-lain ini.
Setelah kenyang sarapan dan puas menikmati perjalanan dengan Raya, aku harus lanjutkan perjalanan ke Nganjuk. Yang ada di bayangan kepala adalah sosok Mira ATB. Tapi…. begitu masuk ke jalur keberangkatan bis-bis ke Surabaya ternyata ada Eka Patas Old Travego lampu smile MB 1521. “Eehhmmm…. naik Patas aja deh biar cepat sampe..” kataku pada diri sendiri.
Duh Denok Gandulane Ati…
Tegane Nyulayani
Cintamu Sudah Gak Beneran… Aku cuma buat mainan
Salam
Didik
08111495358




aq salah satu penggemar berat “si buruk rupa”, tapi soal tarikan & kenyamanan gak kalah dengan yg lain.. pokoke PO. Raya Super Top, pancen oke, yg setiap bulan mengantarku dari Solo ke Pulogadung. suwun
Salam
aku tambah penasaran dg “si gaek buruk rupa’.. palagi stelah membaca caper mas didik..
tp gw yakin klo lawan Tunggal Dara AD 1635 lewat raya….
mas boy, iku TD yang class apa?? aq juga sering ikut TD yang VIP karena pe rumah masih jam 01.30..( golek yg masih utuk2 )