Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

KiperPon : Kisah Perjalanan Ponirin

Edisi : Long Weekend April 2011

Oksigen Terakhir Santoso Seri O

Sebuah catatan perjalanan

Minggu 24 April 2011,

Aku tiba di terminal Jombor Jogja sedikit terlambat dari waktu yang ditentukan untuk berkumpul di agen Lestari.


Meski sudah tak percaya lagi tentang ketepatan waktu Santoso seri O setelah 2 kali kesiangan masuk Jakarta (KiperPon : Noda Merah Sang Pujaan ; KiperPon : Habis Manis Sepah Kurasakan), namun aku masih mencoba lagi menggunakan jasanya.


Dari perjalanan terakhir sebelumnya, perasaan dongkol karena agen selama ini membohongi harga tiket masih menghinggapi. Besok pindah agen saja laaghh…La wong agen sebelah aja bisa jual tiketnya lebih murah,mosok aku yang langganan dikasih harga lebih mahal?

Aku mendapat jatah seri O2 alias bus tambahan, dan dapat bangku CD sebelah sopir.

Pukul 14.53 armada langsiran membawaku menuju garasi PO Santoso di Magelang, eh la kok ada penumpang belum datang, ya udah di tinggal aja.


Jangan terlalu berharap dengan sampai di garasi lebih dulu akan diberangkatkan lebih awal,karena bus belum tentu siap, jadi aku biasa aja dilangsir duluan..

Selepas terminal Muntilan,terjadi kemacetan panjang di dekat Monumen Bambu Runcing karena ada perbaikan jembatan Pabelan yang hanyut tersapu lahar dingin Merapi.


Setelah sodok menyodok,pepet-pepetan dengan mobil 4 roda, akhirnya bisa lolos dari kemacetan, sempat lihat jembatan yang baru dikerjakan,kabarnya jembatan lama dihanyutkan lahar dingin sejauh 1,5kilometer..ediyaan..!!


Sampai di pool PO Santoso ternyata benar juga dugaanku, bus seri O2 belum datang..

Sementara hati ini ngiri terhadap seri lain yang berangkat duluan..asemik kelakon jadi juru kunci lagi lagi nih..


Seri O sore itu punya banyak kloningan, seri O2 (bus jatahku), seri O3, seri O4..kayaknya sih jadi kloningan paling banyak diantara seri lain..dan sebut saja O2 sebagai Oksigen (rumus kimia O2= oksigen )

Lama-lama kok pool makin sepi,sedangkan Oksigen belum nongol juga mungkin terjebak di Pabelan, dan akhirnya Oksigen masuk garasi, parkir dan aku segera menghampirinya, meminta kru mengusir seorang yang duduk di seat CD yang kali ini jadi jatahku.


Ketika mau berangkat, eh tertunda gara-gara ada seorang penumpang bawa anak kecil kebelet eek..halaagh…

17.08 si Oksigen ini meninggalkan pool sebagai barisan papan bawah karena di pool cuma tinggal 3 bus yang belum jalan.


Kali ini snack tak lupa dibagikan enggak kayak dulu (KiperPon : Habis Manis Sepah Kurasakan), dan ternyata duduk di seat CD enggak enak,kucoba menyandarkan kepala,tapi kok gak enak..wah rugi nih,yang lain dapat selimut,reclining seat,sedangkan aku duduk di kursi mati tanpa selimut..Alhasil ketika menyusuri jalanan Temanggung kepala yang teklak tekluk harus disangga tangan..


Karena semua seat sudah penuh maka Oksigen gak ambil penumpang di agen,tapi tetep ambil penumpang sarkawi, total ada 5 orang..lumayan yo Pak buat sangu…

Tampaknya sopir kali ini kembali ke style yang aku harapkan,cekat ceket,tidak eman nginjak pedal gas,rpm pun dijalankan diatas 2500rpm..


Keluar Weleri dihadang kemacetan panjang menuju arah Plelen/Alas Roban, setelah pepet-pepetan dan say hello terhadap sopir lain (sok akrab biar dikasih jalan),akhirnya bisa lolos dan 20.30 masuk rumah makan Telaga Asri…nah dari catatan waktu sampe sini saja sudah telat ..


Sementara mandoran Sindoro masbro Arifin menginfokan kalo dia baru menanjak Plelen bersama PO Sindoro Satria Mas (SSM)..wah jauh,secara Oksigen masih harus rehat 30 menit.


Jam 21.15 meninggalkan rumah makan, tampaknya coba memburu waktu, aku coba intip rpm,jalan diatas 2500rpm atau diatas batas hijau,kalo spidometer sih gelap tampaknya juga tidak berfungsi. Suara mesin Mercedes Benz OH-1518/King sungguh merdu,desingannya sampai di telingaku yang duduk paling depan. Tak disangka dengan mengatur posisi duduk,ternyata kepalaku bisa bersandar pada jok..ah nyamannya,kenapa gak dari tadi ya..?


Melihat jalanan nikung kiri kanan,naik turun,kondisiku Zzepertinya zzudah ngantuk dan Zzz…kota Pekalongan tak sempat melihat,tapi jelas gak ambil sarkawi lagi,karena sudah penuh hehe..

Terbangun ketika melewati jalur aneh, entah tadi beloknya di mana,kali ini melewati jalan sempit tengah sawah dan melewati pedesaan,tapi justru bisa ngebut di sini..


Sampai akhirnya melewati jalan yang rusak parah, terpaksa jalan pelan-pelan, dan ternyata Santoso lain juga lewat jalur ini,tahunya setelah ada sebuah Santoso lagi ganti ban, Santoso lain yang nemenin buanyak banget, Oksigen juga turut parkir,tapi karena kernetnya ngowoh alias tidur,jadi cuma formalitas saja berhentinya,begitu Santoso Gunung Putri yang parkir depanku berangkat,Oksigen juga berangkat, lanjut menyusuri jalanan yang rusak.


Ternyata jalan ini tembus ke Slawi, nyambung ke Ketanggungan sempat kres dengan beberapa Sinar Jaya dan Sumber Alam yang berarti nekat lewat Ciregol, kemudian Oksigen lanjut masuk tol Pejagan.

Di tol ini, membuktikan kalo buat bus seumurannya larinya masih oke,namun dibanding mesin anyar ya kalah tarikannya,terbukti 2 Laju Prima mudah saja mengovertaked Oksigen ini,hanya saja setelah beberapa meter di depan jarak tidak bertambah jauh,artinya Oksigen King ini kalah cepat tarikannya, satu bukti lagi 2 Laju Prima tersebut juga tak bisa mendahului satu Santoso di depan,jadi kalo sama-sama sudah topspeed ya sama aja larinya.


Oksigen keluar pintu tol Plumbon,lanjut bablas arah Kadipaten-Cikamurang, di ruas jalan ini mulai gandhol-gandholan sesama Santoso, salutnya lagi konco-konconya tertib ngasih sein, jadi Oksigen hanya berpatokan pada sein kawannya,kalo sein kanan ya nyelip kendaraan di depannya terus,kalo kawannya sein kiri Oksigen juga langsung goyang kiri. Tercatat di sini barisan DMI,Sinar Jaya,Kramat Djati kalah lincah dibanding gerombolan Santoso.


Namun sayangnya Oksigen tekor angin, terpaksa nyari tambal ban buat minta angin..

Masuk Sadang jam 5 pagi..waduh kritis nih..Oksigen coba terus dipacu,namun sekali lagi pupus harapanku, di Bekasi Timur sudah banyak antrian hingga pintu tol Halim, uniknya di sini aku sempat melihat buntut SSM-nya si mandor Arifin..


Oksigen masuk tol dalam kota,ee la kok malah exit Mampang nurunin 10 penumpangnya, udah gitu jalanan padat banget..


Jam 07.35 aku turun tepat sebelum fly over Tomang..jiaah telat lagi, gimana nih Santoso kok berturut-turut kesiangan? 


Untuk sementara aku akan mendegradasikan semua seri O buat perjalanan ke Jakarta, ta’ setrap,tak akan lagi jadi pilihan utama,inilah Oksigen terakhir buat seri O, kalo sama-sama telat ngapain beli tiket mahal-mahal…


Mungkin aku lagi gak hoki, mungkin juga harus pindah agen lagi yang menjual tiket seri O lebih murah, apes telat masuk kantor,apes di kantong,apes dibohongin kata manis si agen..

Sekian,

NOTE :

Tarip Santoso seri O dari agen Lestari: Jakarta – Grogol – Kalideres Rp 130.000,- (sst beli tiketnya, di agen sebelah aja,lebih murah cuma 120ribu..)

Salam,

Ponirin Hendi


Catatan Perjalanan yang lainnya:



hendi_Yk01
Ditulis oleh

'turingmania,trayekmania,sleep on bus mania'

1 Comment

  1. estu prince gedanganSiji
    estu-prabowo /

    ceritamu lucu mas…wkwkwkw…caper yang paling aku tunggu-tunggu mas punyamu tu..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;