Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Sabtu, 11 Juni 2011

 

Hari yang sudah ditunggu-tunggu rekan Bismania Community, Jatimers khususnya, untuk memulai touring ke Pulau Dewata dalam rangka road test Hino R-260 milik PO Setiawan yang dibalut body menawan ala Jetbus dari perancang Adi Putro, sekaligus menjalin tali silaturahmi ke salah satu PO yang dulu sempat menjadi raja di tanah Jawa-Bali.

Tepat Jam 17:00 WIB Armada RK8 Jetbus sudah siap untuk diberangkatkan dengan driver Pak Putut dan co. driver Pak Salman. Total peserta 28 orang yang keseluruhan anggota Jatim. Melibas jalanan Sby-Probolinggo yang padat dan rusak cukup parah didaerah Ngopak, Rejoso, suspensi new Hino RK8 ini jauh lebih empuk dari edisi awalnya.

Surabaya – Pasuruan – Probolinggo (berhenti untuk menaikkan 2 peserta turing dari tapal kuda) dilanjut Paiton-Situbondo – Rumah makan Bali 2 (Besuki) – Alas Baluran – Wongsorejo – dan Pelabuhan Ketapang di lewati. 1,5 jam penyebrangan dengan ombak gede dilanjutkan pemeriksaan KTP (ada rekan Jatim yang masuk pos dan diperiksa karena KTPnya mati loh, ada juga yang hanya bawa SIM tapi lolos akhirnya hehehe ).

Gilimanuk – Jembrana – Negara – Selemadeg –Tabanan – Mengwi – Denpasar. Tenaga Hino memang hebat, tanjakan dilalui dengan mudah, jarang mesin meraung untuk memohon turun ke gear rendah.

Minggu, 12 Juni 2011 pukul 05.00 WITA

 

Tiba juga di lokasi acara utama kita, pool PO SIMPATIK BUS, di kawasan jalan Wr. Supratman, Tohpati-Denpasar. Memohon ijin kepada penjaga dan kami diijinkan masuk. Jetbus kami dipersilahkan untuk parkir di garasi, berjejer dengan armada senior PO Simpatik yang masih berbaju euroliner, Setra RS, concerto dan millennium.

 

 

Sebuah mimpi yang terwujud meskipun awalnya merasa tidak mungkin…….

 

Bukan perkara mudah untuk bisa masuk dan mendapatkan ijin kunjungan ke PO Simpatik ini, butuh waktu lebih dari 2 bulan untuk melobi mantan raja bis bali ini. Berkat bantuan rekan-rekan BMC perwakilan Bali di bali antara lain Aga Nugraha, Raditya,Sigit Syuur, dll. kami bisa tersenyum lebar dan berharap mendapat banyak ilmu dari perusahaan yang sedang vakum ini.

Rekan kita dari komunitas lain kabarnya di tolak oleh pihak Simpatik, tetapi itu tidak membuat kami putus asa, kami yakin kami pasti bisa. Ternyata benar, Pak Made Koko selaku pengurus menerima proposal kami atas persetujuan owner yang tinggal di Australia.tetapi pak Made Koko mengutarakan bahwa tanggal 10-12 juni beliau menemani owner meluangkan hobinya bersepeda di Bromo sehingga kemungkinan untuk menemui rekan BMC kecil. Pak Astawa, pengurus Garasi dan operasional bus malam bersedia menemani kami.

 

 

(06.00 WITA) Menanti cerita menarik tentang simpatik….

 

Belum terlihat tanda-tanda pengurus akan datang, dulur Bismania menghabiskan waktu untuk sarapan pagi nasi kuning samping garasi simpatik yang ikut memberikan sentuhan pagi hari di pulau dewata dan membersihkan diri.

 

 

 

 

(08.00 WITA) Kabar bahagia itu datang….

 

Mobil Suzuki katana warna hijau marinir merapat ke garasi, ya, itulah pak Astawa, pengurus garasi PO Simpatik. Senyum sumringahnya menyambut para punggawa BisMania Community. Beberapa saat kemudian beliau mengabarkan bahwa pak Made Koko akan hadir menemani diskusi kami nanti.

 

09.00 WITA.

Akhirnya, orang yang kami tunggu datang juga, Pak Made Koko, Marketing leader Simpatik Grup dan pengurus Simpatik Bus selama vakum sudah siap menjelaskan sejarah PO yang identik dengan warna hijau ini.

 

09.30 WITA.

Forum diskusi dimulai……

Acara di awali dengan sambutan dan ucapan terimakasih dari pihak BMC kepada Simpatik oleh Mas Ilyas, kemudian disambung oleh Sekjen BMC mas Tri Budiono yang menjelaskan tentang apa dan siapa Bismania Community sebenarnya.

 

PO Simpatik……

Kini giliran pak Made Koko yang berbicara, ucapan terimakasih beliau ucapkan untuk BMC, Simpatik merasa mendapat suntikan motivasi luar biasa atas kehadiran BMC di masa sulitnya saat ini, kehadiran BMC juga semakin meyakinkan Simpatik untuk kembali ke jalur bus malam lagi. Setelah itu, pak Made Koko menjelaskan sejarah dan segala hal tentang PO Simpatik, berikut kisahnya……

 

Sejarah …..

 

Tahun 1988,

Awal mula lahirnya Simpatik setelah mengakusisi armada PO Nilam Indah yang sedang kolaps di jaman itu. Nama Artha Mas dipilih untuk armada kelas ekonomi dan eksekutif tetap dengan nama Nilam Indah.

Tahun 1990,

Memulai grup usaha Simpatik Transport, dengan jumlah armada awal 8 unit bus dengan karoseri Morodadi Prima dan GMM. Pihak manajemen mempunyai misi untuk mengembangkan Simpatik menjadi PO yang nyaman sehingga diminati oleh penumpang.dengan selalu memberikan kuisioner untuk mendapat masukan dari penumpang

Di tahun yang sama, Simpatik kembali mengakusisi PO Cahaya Abadi Trans yang memiliki 8 armada OF.

Untuk mengembangkan usaha di divisi Simpatik Bus, pihak manajemen membuat nama PT. Sri Mitra Pramesti Kencana (Simpatik).

Perkembangannya…..

Berkat konsultasi dengan karoseri dan pihak-pihak yang berhubungan dengan dunia perbisan, PO Simpatik mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari awal 8 unit kemudian menjadi 35 armada dan meraih masa jayanya dengan armada lebih dari 80 unit yang terbagi untuk divisi Paiwisata, Antar Kota Antar Provinsi, serta armada untuk Antar Kota Dalam Provinsi.

Masa-masa Sulit ……

 

Tahun 2004

Jumlah penumpang untuk bus malam mulai menurun, faktor naiknya harga Bahan Bakar Minyak menjadi penyebab utama serta regulasi baru di jasa transportasi udara yang menawarkan harga murah dan fasilitas ynag lebih menarik daripada bus. Tetapi untuk armada Pariwisata tetap eksis dan tidak terlalu terpengaruh.

 

Awal mula vakumnya Simpatik…..

 

Di tahun yang sama, Bank Dagang Bali milik Simpatik grup di likuidasi. Owner dan pengurus berdiskusi sejenak membahas kelangsungan usaha di bidang transportasi, Air Mineral (Ne Bali), dan perusahaan es.

Armada bus Simpatik di istirahatkan sejenak menunggu langkah yang akan di ambil pihak manajemen. Memaksakan untuk terus melayani jalur Denpasar-Malang dan Denpasar-Surabaya malah membuat Simpatik mengalami kerugian operasional.

Hingga akhirnya, Transportasi antar pulau diberhentikan, tetapi bis mini AKDP yang melayani trayek Denpasar-Karang Asem tetap dijalankan agar nama PO Simpatik tetap eksis.

 

Mencoba bangkit kembali……

 

Tahun 2006-2007,

Simpatik kembali mencoba masuk jalur Denpasar-Malang dan Denpasar-Surabaya, karena alasan tertentu akhirnya niatan itu diurungkan, padahal owner sudah membeli 2 chassis baru.

 

Maret 2011,

Dukungan dari rekan-rekan dam pelanggan fanatik Simpatik begitu juga dari Dinas Perhubungan Provinsi Bali agar PO Simpatik kembali meramaikan jalur Bali-Jawa semakin deras.

 

Juni 2011,

Simpatik kembali menjalankan 8 armada bus pariwisata yang sebagian berlabel Cahaya Abadi trans namun tetap dengan corak khas Simpatik.

 

Langkah awal menuju sukses…..

 

Untuk tetap menjalankan roda bisnis di jalur transportasi, manajemen Simpatik melakukan beberapa langkah agar PO Simpatik kembali di kenal. Diantaranya :

  1. Mengadopsi system sewa bus dari Australia yang dikenal dengan Budget Bus, yaitu dengan hanya membayar sebesar 150 ribu untuk akomodasi, sementara untuk biaya Solar, Parkir, dan Kru menjadi tanggung jawab penyewa.
  2. Kerjasama dengan sekolah-sekolah di kawasan Bali untuk penyediaan shuttle bus.
  3. Berencana membuat semacam shuttle bus dengan tujuan tempat-tempat wisata di Denpasar hingga Karang Asem, agar pelajar di Bali lebih mengenal tentang museum dan tempat bersejarah serta tempat wisata di Bali.
  4. Bekerjasama dengan dinas terkait untuk menyukseskan misi keamanan anak sekolah dan pengurangan kemacetan di Denpasar khususnya.

 

Tahun 2011,

PO Simpatik berencana menjalankan kembali 20-30 bus untuk Pariwisata

 

Tahun 2012,

Apabila anak owner sebagai pewaris tahta sudah siap, Simpatik akan kembali melayani trayek regular Denpasar-Surabaya dan Denpasar-Malang.

 

 

Tanya – Jawab ….

 

- Karoseri apa saja yang dipakai oleh PO Simpatik ?

 

Morodadi Prima, Rahayu Santosa, GMM, MBM, Tugas Anda, New Armada, dan beberapa bus Built Up. Tetapi pihak manajemen cenderung mempercayaka Morodadi Prima untuk menggarap armada Pariwisatanya dan Rahayu Santosa untuk bis regulernya.

Dengan alasan : Morodadi Prima dirasa lebih simple dan lebih awet daripada karoseri lain. Selain itu MP juga nyaman untuk Pariwisata di Bali yang identik dengan wisatawan mancanegara.

Rahayu Santosa dipercaya karena mampu memenuhi pola keinginan penumpang yang selalu berubah-ubah. RS dirasa paling update dalam hal perubahan body dan fasilitas untuk bus.

 

- Mesin dan AC yang digunakan untuk armada Simpatik ?

 

Manajemen mempercayakan sebagian besar armadanya kepada Mercedes-Benz dengan alasan lebih nyaman dan lebih mudah perawatan. Tetapi Simpatik juga memiliki beberapa mesin Hino dan mesin Built-up.

Untuk Air Conditioner, Simpatik mempercayakan pada Nippondenso pada awalnya, kemudian memulai untuk menggunakan Thermo King.

 

- Arti Striping PO Simpatik ?

 

Ternyata 3 pola bersusun di body bus adalah sayap burung dengan warna hijau yang berbeda. Untuk armada Pariwisata, garis bagian atas adalah warna hijau yang paling muda, semakin kebawah warna hijau semakin gelap. Untuk armada Bus malanya, gradasi warna dibalik, dimulai dari yang paling gelap kemudian semakin terang.

 

- Apa ada ciri khusus untuk Plat Nomor bus Simpatik ?

 

Untuk armada Bus malam, Nopol dibuat sama yaitu 7272, tetapi yang membedakan adalah 2 huruf terakhir bis itu. misal DK 7272 BZ. Hal ini untuk memudahkan penggantian armada apabila ada bus yang rusak atau tidak dapat dioperasikan.

Untuk armada pariwisata, plat nomor dibuat berseri.

 

- Sistem perekrutan sopir ?

 

Manajemen Simpatik terkenal sangat selektif dalam hal perekrutan kru terutama driver. Manajemen menggunakan system seleksi berjenjang untuk merekrut driver. Pertama kali, seorang driver harus menjadi sopir yang bertugas mengirim sparepart dari garasi untuk bus, kemudian naik pangkat menjadi sopir L300. Diperkirakan butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk bisa dipercaya membawa sebuah Bus ¾ atau Bis Besar.

Manajemen memiliki tujuan agar driver Simpatik benar-benar orang yang terpercaya dan tidak mengecewakan penumpang. Harus jadi smart driver dijalan, bukan aggressive driver. Apabila ada kru yang bermasalah, pihak Simpatik tidak segan untuk langsung mengeluarkan kru tersebut. Maka dari itu jangan kaget apabila Simpatik terkenal dengan Bus Cepat tapi tetap Nyaman.

 

- Naik bus Simpatik dapat motor ?

 

Ya, jangan kaget, dulu Simpatik membuat kuisioner (terdapat di lembar belakang tiket) berhadiah sepeda motor yang diundi tiap 3 bulan. Selain itu, ada hadiah langsung berupa cashback uang tiket, paying, dll. yang diundi dalam perjalanan. Apabila Simpatik jalan lagi, hadiah semacam ini diusahakan akan tetap ada. Manajemen juga mendapat keuntungan melalui kritik dan saran penumpang yang tertulis di kuisioner tersebut.

 

- Trayek PO Simpatik ?

 

AKDP :

* Denpasar – Batubulan – Gianyar – Klungkung – Karangasem

 

AKAP :

Simpatik memiliki trayek tujuan :

Jember, Lumajang, Surabaya, Malang, Blitar, Tulungagung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Madura, Bandung, Mataram, Jakarta dan beberapa trayek akusisi di pulau jawa ex. Kembang ekspres. Salah satunya trayek Surabaya – Jogja – Magelang.

 

 

Kurang lebih 2 jam kami saling berbagi informasi. Pihak Simpatik mengucapkan terimakasih kepada BMC karena merasa kembali mendapat motivasi untuk kembali, pihak BMC pun turut berterimakasih karena telah mendapat ilmu tentang dunia perbisan dari PO Simpatik. Tidak lupa kenang-kenangan dari BMC kami berikan kepada manajemen.

Acara kali ini selesai, Pak Made Koko berpamitan untuk keperluan yang lain. Setelah makan siang, kami pihak BMC memohon ijin kepada Pak Astawa untuk melanjutkan ke agenda yang lain, refreshing di Pantai Kuta dan berburu oleh-oleh khas Pulau Dewata, kali ini ditemani 1 armada Kingcooler PO Simpatik berbaju Concerto Rahayu Santosa.

Terimakasih kepada manajemen Simpatik yang memberi kesempatan BisMania Community untuk berkunjung ke garasinya. Kami menanti agenda lain dari Simpatik, menantikan kembalinya si Elang ke jalanan Jawa-Bali.

 

Tepat pukul 17.30 wita, Perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya. Badan begitu lelah, tapi sebuah rasa bahagia dan kebanggaan karena acara berjalan dengan lancar dan sukses.

03.15 wib, Jetbus RK8 mendarat di terminal Bungurasih. (maaf tidak banyak bisa bercerita karena lebih banyak kami nikmati dengan istirahat malam)

 

Terimakasih kepada semua pihak yang terkait,

  • Manajemen PO Setiawan,
  • Manajemen PO Simpatik
  • Seduluran BisMania Community, Perwakilan Bali dan Jatimers yang turut menyukseskan kegiatan ini.

 

Terimakasih…. Sampai jumpa di agenda lain BMC yang tidak kalah menarik…

BisMania Community Sejatipun Seduluran”

 

 

 

 

Dilaporkan oleh              :

Wayan Sindhuranu
BMC-JATIM

085730876888

Catatan Perjalanan yang lainnya:



Wayan Sindhuranu
Ditulis oleh

'Pokoke bis, Ayo Naik Bis dan Let's Go Green'

6 Comments

  1. Iwan Legacy Utama
    iwan-legacy-utama /

    SIMPATIK inget jamanku tahun 1994 dmn POLL/AGEN_nya ada didepan sekolahanku (SMPN 2 BLITAR_Agen Jl.Melati_BLTAR).tiap istrahat skolah mainan didlm bis/copit sopir dan ber_angan2 kpn kira2 bisa nyetir bis??????

  2. Suplentonk Jaya
    plentonk /

    asyeemm .. kok aku gak tau ada acara ini ya ;(

  3. Wayan Sindhuranu
    wayan-sindhu /

    Di FB banyak tersebar berita pencarian peserta mas plentonk.hehehe

  4. Suplentonk Jaya
    plentonk /

    aku benci FB ..
    oke, berarti harus memikirkan cara agar berita2 di FB bisa keluar juga disini ..

  5. welly rudiyanto
    welly-rudiyanto /

    kapan yo ke sana lagi….

  6. Cak Hady
    h4dy /

    Perjalanan yang benar2 mantap dan mengasyikkan….

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;