Maaf, saat ini website sedang dalam PERAWATAN (MAINTENANCE)

Tahap 1: Pemindahan Data [sedang berjalan]

Tahap 2: Penggantian Tampilan

Tahap 3: Penambahan Fungsi

Tahap 4: Pengaturan Member

Jum’at 25 Maret 2011

Di Pool OBL Kebayoran

Dengan diantar Ojek saya menuju Pool Safari Dharma Raya ( yang seterusnya akan saya tulis dengan OBL ) di kawasan Kebayoran Lama, siang itu matahari sangat menyengat kulit kepalaku yang baru saja potong rambut J. Tepat pukul 13:15 saya tiba di Pool OBL, setelah membayar ongkos ojek saya langsung memasuki loket pembelian tiket, sempat melihat sekeliling ada 4 unit OBl yang berjajar rapi. 1 tiket tujuan Jember kutebus dengan Rp. 250,000. Kuterima amplop tiket dan kubuka, tertera no kursi 8 dan no bis B7168WV jam pemberangkatan 13:30 juga 2 lembar kupon makan. Oh y, salah satu alas an saya memilih OBL karena selain dekat dengan kantor dan rumah juga dengan 250,000 dapat service makan dua kali, lumayanlah untuk menghemat uang jalan hehehehe….

Keluar loket dan bermaksud mencari armada yang akan membawaku ke Kota Jember, kucari nopol 7168 dan ternyata siang itu ada 3 bis yang bernopol 7168, masing-masing B7168IS tujuan Malang, B7168IZ tujuan Mataram dan B7168WV tujuan Banyuwangi. Langsung kuhampiri seorang yang berseragam OBL dan kusapa “ Wes siap budal urung Kang?” “Delok maneh Mas” jawabnya. “Oke, tak langsung munggah yo?”. Oh y, armada yang akan membawaku adalah Mercedes-Benz OH1526 Euro 3 berbalut body keluaran Adi Putro, konfigurasi seats 2-2 dengan leg rest buatan Rimba Kencana. Kulihat seats no 8 sudah ada sesosok mahkluk halus yang menempati, kusapa untuk sekedar basa basi karena nantinya dia yang akan menemaniku selama perjalanan. Dikursi no 4 ada seorang Bapak bapak berperawakan Arab yang dengan tenang menunggu bis berangkat sambil membaca mushaf qur’an kecil. Seats 1-2 masih terlihat sepi dan dalam hati berharap seats itu belum terjual, maka langsung inisiatif kutempati hehehehehe…. Ingat akan seorang sahabat dan juga “Kadang Werdo” Aris Jangkrik, langsung ku telp untuk sekedar berpamitan dan malah dikabari ada sahabat dari GM Mania yang kebetulan pulang juga hari ini karena neneknya meninggal dunia. Mas Sis beserta Keluarga, sayapun langsung meminta no hp ke Mas Aris untuk sekedar berkomunikasi selama diperjalanan ( maaf mas Sis, sepertinya saya dulu sempat menyimpan nomer hp sampeyan tapi sepertinya hilang L )

Berangkat

Petugas Control naik dan memeriksa penumpang, setelah selesai dia menginstruksikan kepada crew untuk langsung Rumah Makan tidak perlu masuk Rawa Mangun. Ahaa… saya senang sekali mendengarnya, berarti harapanku terkabul, setelah memastikan ke petugas bahwa saya boleh pindah ke seats no 1 saya langsung berpamitan ke penumpang sebelah saya yang duduk di seats no 8 dan mengambil tas, maaf ya Mbak sepertinya saya tidak bisa menemani Anda selama perjalanan xixixixixixixi….

Pukul 14:00 Sang Gajah meninggalkan Pool membawa 10 penumpang. Sesi pertama ini dinahkodai oleh Bapak Abdul Hamid dan dibantu oleh Mas Yatno sebagai kenek nya. Mas Yatno langsung membagikan snack. Mampir sekitar 20 menit untuk mengisi asupan tenaga 1526.

Pak Hamid memacu sang Gajah dengan kecapatan stabil di angka 60 Km/h, sempat beriringan dengan Tunggal Dara Executive B7117PV, sepertinya jatah Ciledug, kangen juga untuk merasakan kelembutan seats Karya Logam batangan Pak Bambang tersebut.

Menjelang pintu tol Dawuan saya mencoba menghubungi Mas Sis, kamipun berbincang ringan dan saling mengabarkan posisi masing-masing, dikatakan oleh Beliau saat ini sudah sampai di Cikampek. Pembicaraan kami akhiri dan insya allah dilanjutkan saat di RM Taman Sari, mudah-mudahan masih bisa menyusul karena selisih jam pemberangkatan tidak begitu lama. Tak terasa perut ini berbunyi, kuraih snack box pemberian dari OBL tadi dan langsung kubuka, hmmm…. 1pcs Roti Coklat Holland Bakery, 5pcs permen dan 1botol Aqua 330ml. Tidak butuh waktu lama untuk memindahkan si Holland Bakery tersebut ke lambungku hehehehe… heran juga baru kali ini snack di bus dari Holland Bakery, Jempol untuk OBL J

RM Taman Sari II

Sekitar pukul 17:00 OBL B7168WV memasuki RM Taman Sari II Pamanukan untuk beristirahat dan memberikan service makan pertama untuk penumpang. Sudah ada 2 ekor Gajah asal Temanggung berbody Laksana Legacy dan AP Marcopolo, Kulemparkan pandanganku ke area parkir Gajah Mungkur, tampak ada 2 ekor Gajah asal Wonogiri sedang santai menunggui penumpangnya menikmati service makan.

Karena saya masih cukup kenyang dengan snack dari  OBL dan bekalku maka kupon makan kutukarkan dengan nasi Box. Sambil menunggu nasi box sayapun menuju toilet dan mushola untuk menunaikan sholat Ashar. Setelah mengambil nasi Box saya menuju area parkir Gajah Mungkur untuk menemui Mas Sis dan Mbak Wiwik yang juga baru saja selesai makan. Sayangnya kami tidak bisa berbincang lama karena waktu istirahat sudah habis dan bis akan segera diberangkatkan membelah debu Pantura menuju kota tujuan masing-masing. Sayapun berpamitan kepada Mas Sis juga Mbak Wiwik dan kembali ke area parkir Gajahku J

Ternyata Gajahku sudah tak sabar untuk mengejar dua sahabatnya yang sudah berangkat lebih dulu, maka Gajah asal Temanggung inipun meninggalkan RM Taman Sari juga Gajah asal Wonogiri yang dinaiki Mas Sis sekeluarga, maaf Mas Sis saya duluan yaa…..

Safari Malam Pantura

Pak Eko yang memegang kemudi menggantikan Pak Hamid yang beristirahat di kandang Gajah hehehehe…. Tenaga MB1526 ini pun dipacu sekuat tenaga untuk menyusuri aspal Pantura. Matahari mulai menghilang dan gerimispun mulai turun, namun sepertinya itu tak menghalangi Pak Eko untuk tetap memacu Gajahnya, kulihat di panel jarum speedo meter berada diposisi jam 2-4. Korban pertama Sang Gajah adalah Tunggal Daya body Trisakti, didepan tampak Si Kuda asal Tulung Agung berbody Raja Kalajengking yang berjalan santai dan akhirnya berhasil dilalui Gajah tanpa ada perlawanan yang berarti.

Sang Gajah memasuki agen di Cirebon untuk mengambil Paket, kali ini yang dibawa adalah seekor Anjing pesanan Agen Jember, info dari Pak Eko, anjing tersebut dibeli seharga 6juta namun saya lupa jenis anjingnya apa, maklum bukan anjing lover hehehehehe…. Ternyata anjingnya sudah dikemas di box tertutup dan dimasukkan ke dalam Bagasi.

Gajahpun kembali melaju melanjutkan perjalanannya, hujan semakin deras mengguyur kota Cirebon malam itu. Lagi lagi Sang Gajah berhasil menempel Kupu-Kupu Hino RG berbody AP Setra. Sepertinya Sang Gajah tak kunjung puas juga terlebih saat melihat stop lamp Legacy dikejauhan yang tidak lain adalah teman satu kandangnya sendiri, tak ayal lagi duet dua Gajah MB1526 pun tak terhindarkan. Aspal plus beton buatan Bakrie Land pun menjadi sirkuit untuk saling menunjukkan ketangguhan dan kepiawaian dalam mengendalikan Sang Gajah yang berbekal mesin OM-906LA 6 Cylinder Inline Turbocharger Intercooler bertenaga 260HP. Lagi lagi tingkat kematangan Pengemudi menjadi salah satu point utama, sehingga Gajah Legacy tujuan Denpasar tersebut harus rela didahului dari sisi kiri oleh sahabatnya sendiri. Sesaat berhasil mendahului rekannya Pak Eko berbicara kepada Mas Yatno ( kenek ), sedikit nguping kuketahui bahwa kalau masih pakai suspensi standard 1526 dia tak akan berani lari dengan kecepatan seperti tadi, karena ini sudah diganti dengan suspensi OH1521 juga untuk varian HINO R260 nya semua diganti suspensi OH1521, hanya saja yang Legacy tadi belum sempet diganti. Oh y, sayapun teringat punya nasi box dari Taman Sari hasil penukaran kupon makan tadi sore, segera kunikmati nasi box lengkap dengan lauk ayam goreng ala KFC, mie goreng dan sayur rebung lengkap dengan sambal plus air mineral gelas dengan bantuan penerangan Reading Lamp dari louver AC.

KM 2153 Tol Pejagan

Ada satu cerita yang sedikit menarik disampaikan oleh Pak Eko, Beliau menuturkan bahwa di KM 2153 Tol Pejagan ini cukup angker dan disarankan untuk hati-hati juga kondisi badan harus fit terutama bagi pengendara. Ternyata di bawah aspal Bakrie Land tersebut terdapat komplek Pemakaman yang tidak dapat dipindah, tidak banyak hanya ada beberapa saja makam yang tidak bisa dipindahkan yaitu tepat di KM 2153. Hiiii… cukup membuat merinding juga apalagi ditambah testimony Beliau tentang beberapa rekan dari pengemudi truk Safari Dharma Jaya ( SDJ ) yang ikut dalam pembangunan ruas Tol tersebut.

Gandeng sampun tuwuk, mripat yo wes mulai ngantuk sayapun memutuskan untuk istirahat, mengingat perjalanannku masih jauh, sambil berharap di Pati tidak terjebak macet lagi seperti perjalanannku beberapa bulan lalu yang saya tulis dalam 32 jam bersama OBL.

Sabtu, 26 Maret 2011

Automatic AC mati

Kurasakan suhu kabin terasa sedikit hangat, kulihat jam digital menunjukkan pukul 1 dini hari, kursi kemudipun sudah kembali ke Pak Hamid. Kuarahkan pandangan ke luar berusaha mancari tau sudah sampai mana sekarang namun nihil tak satupun tulisan mengenai informasi area terbaca olehku, akhirnya kembali kurebahkan punggungku di seats HAI lalu kutarik selimut. Belum juga terlelap tiba-tiba Pak Eko maju ke dashboard menanyakan apa AC nya mati ke Mas Yatno, dan ternyata memang benar, kendali Automatic AC mati. Wah berarti ini yang menyebabkan suhu kabin hangat hehehehe…

Akhirnya diputuskan untuk diperbaiki di SPBU dan baru kuketahui saat itu ada di daerah Juwana. Banyak truk-truk yang parkir di SPBU tersebut untuk sekedar beristirahat juga ada beberapa yang sedang storing. Kusempatkan ke Mushola untuk sholat isya’ dan mengganti sholat maghribku.

Kuhampiri Mas Yatno yang sedang sibuk memperbaiki Automatic Control dari Thermo King CTRT. Ternyata penyebab tidak berfungsinya Automatic tersebut karena kotor carbonnya, hanya perlu dibersihkan dengan kain lap dan AC berfungsi normal kembali dan Gajahpun melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur. Sleeping sesi 2 berlanjut J Zzzz….

Menyapa Kota Pasuruan

Gerimis menyambut datangnya pagi di Kota Pasuruan, kulihat di sepanjang jalan banyak penjaja makanan berupa Klepon, hmmm enak juga kali ya pagi-pagi sarapan klepon, sayang bis tidak berhenti dan sayapun malas untuk meminta kepada crew berhenti sejenak, walau sebetulnya bisa saja. Akhirnya kutahan hasrat memakan klepon dan dalam hati berjanji suatu saat pasti akan kucoba Klepon di sepanjang jalan Gempol – Pasuruan.

Kota Probolinggo

Memasuki Kota Probolinggo banyak terhadang ole hiring-iringan konvoi PDI Perjuangan yang cukup membuat macet lalu lintas di pagi itu. Sekitar pukul 9 bis istirahat di RM Panorama Jaya. Kuputuskan untuk mandi agar badan sedikit segar, karena perjalanannku masih lumayan. Setelah badan lumayan segar, segera kutukarkan kupon makan kedua. Kali ini menunya adalah Sop, Ayam Goreng, Mie Goreng dilengkapi sambal dan Teh Tawar. Selesai sarapan saya sempatkan membeli beberapa oleh-oleh di Mini Market RM Panorama Jaya.

Tiba-tiba hand phone bordering, ternyata ada sms dari Pak Ketum BMC, Mas Wahyudi Irianto, ternyata beliau juga dalam perjalanan ke Jember naik AKAS dari Rawa Mangun, kebetulan posisi Beliau sudah sampai Lumajang.

Jember, I’m coming….

Setelah cukup lama beristirahat di RM Panorama Jaya, Gajah OBL pun melanjutkan perjalanan dan kemudi diambil alih kembali oleh Pak Eko. Semakin tak sabar rasanya hati ini ingin segera tiba di rumah, 40 hari lamanya memendam rindu untuk bertemu dengan istri tercinta. Penumpang pertama yang turun adalah Bapak Arab yang duduk di seats no 4, Beliau turun di terminal Probolinggo.

Memasuki kota Pisang, Lumajang saya memberikan kabar ke istri bahwa jika lancar 1jam lagi sampai di rumah. Diiringi alunan music melo “western love songs” Pak Eko mengemudikan Gajahnya dengan gesit meliuk-liuk di antara iring-iringan truk. Sempat berpapasan dengan ATB Jember – Kuningan PO Sandy Putra yang sedang menjadi pembicaraan hangat rekan-rekan BMC terutama Jatimers.

1jam 30 menit sudah perjalanan selepas Probolinggo, tak terasa sudah melintasi Gapura Selamat Datang Kabupaten Jember. Pemandangan tanggul sungai di sisi Jalan menunjukkan bahwa saya sudah memasuki kecamatan Jatiroto dan ini dulu yang dijadikan patokan saya saat pertama berkunjung ke Jember hehehehe…

Bis sudah memasuki kecamatan Tanggul, sayapun bergegas bersiap dan berpesan ke Mas Yatno, “ aku mudun Perumnas yo Mas “. Ternyata Pak Eko sudah hafal daerah Tanggul jadi perlahan Beliau mengurangi kecepatan dan sayapun turun di Jl. PB Sudirman No 85 pas depan warung Mie Ayam Wonogiri hehehehe… Sebelum turun tak lupa kuucapkan terima kasih kepada Pak Eko dan Mas Yatno. Gajah OBL pun melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi…

***********************

Best Regards,

Yudi Kristianto


Catatan Perjalanan yang lainnya:



Yudi Kristianto
Ditulis oleh

''

3 Comments

  1. Daffa Julio
    daffa-haryanto-mania /

    i like it.

  2. abiehuey /

    mantabzz mas capernya,.,.,.gajah temanggung yg melintas brg dgn legacynya apakah gajah pariwisata mas??
    kalau yg ngelen jkt-jogja kok kyknya pagi bgt yah,.,.hehheee

  3. eka bayu
    theblues_arema /

    wah manteb bgt tuh… kayaknya perlu dicoba tuh coz slama ini saya hanya pake Pahala Kencana sby-jkt PP…..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

;